Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi biochar limbah sagu sebagai bahan amelioran yang dapat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah Ultisol secara berkelanjutan. Sampel kulit batang sagu di peroleh dari kebun sagu Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Pengujian bahan biochar kulit batang sagu menggunakan metode spektrum intensitas sinar XRF (Fluoresensi Sinar-X) yang dilaksanakan pada laborarorium Mineral dan Material Maju Universitas Negeri Malang. Data hasil pengukuran berupa spektrum intensitas sinar XRF Metode Fundamental Parameters (FP) : Program FP digunakan untuk menghitung intensitas garis sinar-X yang dipilih setelah pemrosesan data, yang kemudian digunakan untuk menentukan konsentrasi unsur kimia dalam biochar. Biocharkulit batang sagu lebih potensial untuk ameliorasi tanah asam, sedangkan biochar ampas sagu lebih cocok untuk mendukung perbaikan struktur tanah dan ketersediaan kalium bagi tanaman.