Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR HOT (HUMAN, ORGANISASI, DAN TEKNOLOGI) TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PRIMARY CARE DI WILAYAH KOTA SEMARANG Asih Prasetyowati; Roro Kushartanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i1.188

Abstract

P-Care application user satisfaction becomes a necessity to ensure reporting service performance to BPJS. The purpose of this study is to look for HOT factors (human, organization, and technology) that affect user satisfaction P-Care applications. Quantitative research type is cross sectional with Primary Care information system object. The research subject is prime care information system operator, amount 61 operators. Data analysis used multivariate regression test. Descriptive analysis of HOT factor shows that human factor is good 100%, as much as 19,7% bad organizational policy, as much as 13,1% quality of service of less good technology. In general, users are satisfied with the p-care information system, but found 9.8% dissatisfaction on the timeliness. Regression test results show that there is influence of HOT factor to user satisfaction (0,829 - 0,222 factor human + 0,131 organizational factor + 0,224 technological factor). All three HOT factors will raise satisfaction by one level. Technological factors provide the greatest influence in increasing user satisfaction
ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS FRACTURE FEMUR PADA DOKUMEN REKAM MEDIS PERIODE TAHUN 2012 DI RSUD TIDAR KOTA MAGELANG Asih Prasetyowati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v1i2.49

Abstract

ABSTRAKTujuan pene(itian ini ada(ah untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis fractur femur. Jenis pene(itian yang dilakukan adalah penelitian deskrptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis dengan diagnosis fracture femur periode tahun 2012. Besar sampe( ada(ah 44 dokumen rekam medis yang diambil dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpu(an data dengan cara observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode diagnosis fracture femur pada seluruh dokumen rekam medis atau 100% tidak akurat. Ha( ini disebabkan karena petugas tidak menu(iskan kode diagnosis fracture femur hingga karakter kelima, pemilihan kode untuk multiple fracture menggunakan kode multiple body regions, hanya menggunakan buku bantu dalam pengodean.Upaya yang dapat dilakukan dalam penulisan kode yang benar adalah dengan cara melakukan langkah-langkah yang menye(uruh da(am mencari dan menentukan kode dengan menggunakan ICD-10.Simpulan dalam penelitian ini adalah penulisan kode pada diagnosis fracture femur tidak ditulis hingga karakter kelima sehingga dapat diketahui fracture yang terjadi adalah open fracture atau closed fracture.Kata kunci          : Keakuratan, Fracture femur, ICD-10Kepustakaan       : 10 (2001-2010)ABSTRAKTujuan pene(itian ini ada(ah untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis fractur femur. Jenis pene(itian yang dilakukan adalah penelitian deskrptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis dengan diagnosis fracture femur periode tahun 2012. Besar sampe( ada(ah 44 dokumen rekam medis yang diambil dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpu(an data dengan cara observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode diagnosis fracture femur pada seluruh dokumen rekam medis atau 100% tidak akurat. Ha( ini disebabkan karena petugas tidak menu(iskan kode diagnosis fracture femur hingga karakter kelima, pemilihan kode untuk multiple fracture menggunakan kode multiple body regions, hanya menggunakan buku bantu dalam pengodean.Upaya yang dapat dilakukan dalam penulisan kode yang benar adalah dengan cara melakukan langkah-langkah yang menye(uruh da(am mencari dan menentukan kode dengan menggunakan ICD-10.Simpulan dalam penelitian ini adalah penulisan kode pada diagnosis fracture femur tidak ditulis hingga karakter kelima sehingga dapat diketahui fracture yang terjadi adalah open fracture atau closed fracture.Kata kunci          : Keakuratan, Fracture femur, ICD-10Kepustakaan       : 10 (2001-2010)
Pendampingan Pencatatan Dan Pelaporan Posbindu Sekar Wangi Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang Asih Prasetyowati; Endah Widaningtyas; Maulina Latifah
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.51

Abstract

ABSTRAK.  Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan. Pengembangan Posbindu PTM dapat dipadukan dengan upaya yang telah terselenggara di masyarakat. Melalui Posbindu PTM, pencegahan faktor risiko PTM dapat ditingkatkan sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan. Kelurahan Sukorejo memiliki Puskesmas Sekaran sebagai Pembina kegiatan kesehatan di masyarakat.  RW 12 Kelurahan Sukorejo baru saja membentuk Posbindu pada Bulan Maret 2021. Kader yang terkumpul sebanyak 14 orang dari tujuh RT. Posbindu ini masih membutuhkan banyak dukungan sumber daya dalam menggerakkan organisasi dan program kesehatan. Kader yang terbentuk belum dilatih dan belum bersertifikat. Sarana posbindu kit juga belum tersedia dan masih meminjam dari sarana posyandu remaja. Pembukuan data kegiatan juga belum terorganisir dengan baik. Pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat khususnya pada program kesehatan usia produktif, sehingga penyakit-penyakit degeneratif dapat dicegah, pola hidup keluarga lebih sehat, dan derajat kesehatan masyarakat lebih meningkat. Luaran PkM ini adalah terbentuknya Pencatatan dan Pelaporan Posbindu Sekar Wangi RW 12 Kelurahan Sukorejo Semarang dengan sistem pencatatan yang memadai.   Kata kunci : Posbindu, Keluarga Sehat, Pencatatan dan Pelaporan   ABSTRACT. Posbindu Non-Communicable Diseases (PTM) is a form of community participation in efforts to control risk factors independently and continuously. PTM Posbindu development can be combined with efforts that have been held in the community. Through Posbindu PTM, prevention of PTM risk factors can be increased so that the incidence of PTM in the community can be reduced. Kelurahan Sukorejo has a Sekaran Health Center as the supervisor of health activities in the community. RW 12 Sukorejo Village has just formed Posbindu in March 2021. The cadres collected were 14 people from seven RTs. This Posbindu still needs a lot of resource support in driving health organizations and programs. The formed cadres have not been trained and have not been certified. Posbindu kit facilities are also not yet available and they are still borrowing from youth posyandu facilities. Bookkeeping of activity data is also not well organized. This community service contributes to community empowerment, especially in the productive age health program, so that degenerative diseases can be prevented, family life patterns are healthier, and the community's health status is improved. The output of this PkM is the establishment of Recording and Reporting for Posbindu Sekar Wangi RW 12, Kelurahan Sukorejo Semarang with an adequate recording system. Keywords: Posbindu, Healthy Families, Recording and reporting
Analysis of the Accuracy of Diagnosis Codes Based on ICD-10 with the Application of the 4th Character at the Puskesmas of Semarang City Munandziroh, Munandziroh; Asmorowati, Andri; Rahadiyanto , Cahyono; Prasetyowati, Asih
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i1.1931

Abstract

The accuracy of the diagnosis code on the medical record document is used as a basis for making reports. If the diagnosis code is not properly coded then the resulting information will have low validation. The results of the initial survey at Puskesmas Genuk in the Top 10 of Disease in 2022, there are still many diagnosis codes that have not been coded until the 4th character. Objective is determine the accuracy analysis of disease diagnosis codes based on ICD-10 with the application of the 4th character of the fourth quarter at Puskesmas Genuk in 2022.This type of research is descriptive quantitative with a retrospective study approach. The primary data sources used are observation and interviews while the secondary data is from medical record data obtained from SIMPUS. The total population was 4,861 medical record data while the samples used were 98 with systematic random sampling techniques.Based on the results of research on 98 medical record data, the exact code is 21 (27.23%) while the incorrect code is 77 (72.77%). The inaccuracy of the diagnosis code is because the coding officer is not PMIK, the code is given only up to the 3rd character, there is no SOP for giving Disease Diagnosis Codes, not using ICD-10 but a list of SIMPUS codes. Conclusion are accuracy of the diagnosis code of 27.23% is much lower than the inaccuracy, coding officers from PMIK should be conducted, Training on Giving Disease / Action Coding, Diagnosis Codes at SIMPUS are given keys so that coders can choose a specific code, SIMPUS plus facilities for PMIK officers to validate coding after service
KAJIAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI KOTA SEMARANG Prasetyowati, Asih
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.453

Abstract

Aedes aegypti mosquito is a vector that causes Dengue Hemorrhagic Fever. DHF is one of the top 10 diseases in Indonesia and is also one of the top 10 diseases in the Semarang city. The spread of DHF tends to increase both in the number of events and in the area and sporadically an extraordinary event (KLB) always occurs every year. This study aims to examine epidemiologically DHF events that occur almost every year. This research is a quantitative study, which was conducted in an observational descriptive manner with a retrospective time approach. The incidence of DHF in the Rowosari Community Health Center is mostly found in the male population (56%) and the most age group (65%) is 5-14 years. The sub-district with the highest IR DBD (161.86 / 100000) is the Kramas sub-district. The peak incidence of DHF is April - May in 2019. Based on the DHF epidemiological study, it is recommended that “Eradication Mosquitos Nest” (PSN) continue to carry out its activities in collaboration with Gasurkes. Prevention of mosquito bites is further enhanced by the school age population. PSN activities are not only limited to the indoor environment, but also the external environment such as public places, vacant land and houses. The community service program to clean the surrounding environment needs to be maximized, for example with Clean Friday Activities.
EFISIENSI WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN ONLINE PASIEN RAWAT JALAN : LITERATURE REVIEW Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 1 (2021): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i1.5

Abstract

Abstract The online outpatient registration system is designed to provide benefits for the convenience of patients, reducing queues and increasing the efficiency of registration waiting times. The purpose of this study was to determine the flow, the application, and the efficiency of waiting time for online outpatient registration. The study used a literature review method with a qualitative approach. The literature search begins with topic selection for article searches through the googlescholar database, after which the data is filtered using inclusion and exclusion. Data was extracted and synthesized using narrative method. The online outpatient registration flow is the stage used by patients in registering outpatients without coming to the hospital first. Online outpatient registration systems are generally in the form of websites, smartphones, SMS, and whatsapp. Each online outpatient registration system has its own advantages and disadvantages. The online outpatient registration system provides benefits for patients in the form of getting a queue number, certainty of treatment time and information about services. The online outpatient registration system is more efficient than the in-person registration system. Hospitals can use more than one online outpatient registration application for alternative that suits patient needs. Keywords: efficiency, waiting time, online outpatient registration. Abstrak Sistem pendaftaran rawat jalan online dirancang untuk memberikan manfaat bagi kemudahan pasien, mengurangi antrian dan meningkatkan efisiensi waktu tunggu pendaftaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui alur, aplikasi, dan efisiensi waktu tunggu pendaftaran rawat jalan online. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif. Pencarian literatur diawali dengan pemilihan topik, kemudian ditentukan keyword untuk pencarian artikel melalui database googlescholar, setelah itu data disaring menggunakan inklusi dan eksklusi, kemudian data diekstraksi dan disintesis dengan metode naratif. Alur pendaftaran rawat jalan online adalah tahapan yang digunakan oleh pasien dalam mendaftar rawat jalan tanpa datang ke rumah sakit terlebih dahulu. Sistem pendaftaran rawat jalan online umumnya berupa website, smartphone, SMS dan whatsapp. Setiap sistem pendaftaran rawat jalan online memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sistem pendaftaran rawat jalan online memberikan keuntungan bagi pasien berupa mendapatkan nomor antrian, kepastian waktu berobat, dan informasi mengenai pelayanan. Sistem pendaftaran rawat jalan online lebih efisien daripada sistem pendaftaran datang langsung. Rumah sakit dapat menggunakan lebih dari satu aplikasi pendaftaran rawat jalan online sehingga pasien dapat memilih alternatif sesuai kebutuhan. Kata kunci : efisiensi, waktu tunggu, pendaftaran rawat jalan online
ASPEK KEAMANAN RUANGAN DAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSUD dr. GONDO SUWARNO UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Yanuar Faylasuf Faza; Sri Tjahjowati; Natalia Kristiani; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.12

Abstract

Abstract Medical record documents are confidential documents. Not all parties are allowed to know the contents of the medical record document, for that security in terms of physical, chemical, biological must be managed properly. The purpose of this study was to determine the security aspects of the room and the confidentiality of medical record documents in theroom of filing the Dr. Gondo Suwarno Hospital in 2021. This study was a descriptive study with aresearch design cross sectional and data collection techniques through observation and interviews. The research results obtained at RSUD dr. Gondo Suwarno that theroom door is filing not kept locked and closed, theroom is filing still combined with another room, there are still officers eating and drinking in theroom filing, there is no camphor or camphor to prevent insects, and there is still dust on the rack filing. The results obtained from this study, it was concluded that RSUD dr. Gondo Suwarno in managing the security of DRM has not been realized properly, the authors suggest that theroom door is filing closed or locked, theroom is filing separated from other rooms, prohibits eating and drinking in theroom filing, provided camphor, and a vacuum cleaner. Keywords : Security, DRM, storage space.. Abstrak Dokumen rekam medis adalah dokumen yang bersifat rahasia. Tidak semua pihak diperbolehkan mengetahui isi dokumen rekam medis tersebut, untuk itu keamanan dari segi fisik, kimiawi, biologi harus dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek keamanan ruangan dan kerahasiaan dokumen rekam medis di ruang filing Rumah Sakit dr.Gondo Suwarno Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan teknik pengambilan data melalui metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh di RSUD dr. Gondo Suwarno bahwa pintu ruang filing tidak dijaga agar terkunci dan terutup, ruang filing masih tergabung dengan ruangan lain, masih terdapat petugas yang makan dan minum di ruang filing, tidak terdapat kamfer atau kapur barus untuk mencegah serangga, dan masih terdapat debu di rak filing. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini, disimpulkan bahwa RSUD dr. Gondo Suwarno dalam mengelola keamanan DRM belum terealisasikan dengan baik, penulis menyarankan agar pintu ruang filing tertutup atau terkunci, ruang filing dipisah dengan ruang lain, melarang makan dan minum di ruang filing, disediakan kapur barus, dan vacuum cleaner. Kata Kunci : Keamanan, Dokumen Rekam Medis, ruang penyimpanan
TINJAUAN PELAKSANAAN PENDATAAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK SIMONGAN SEMARANG TAHUN 2021 Gerastika Nugraheni; Asih Prasetyowati; Reni Murnita; M. Nasrul Latif
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.14

Abstract

Abstract Coronavirus (Covid-19) is a virus that causes respiratory tract infections, both the common cold and serious diseases such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). This research is descriptive qualitative by using a retrospective approach . Methods of data collection using observation and interviews. While the source of data in this study is primary data obtained directly with vaccination officers, from the results of interviews using interviews with officers and observations using interview guidelines and observation guidelines. The results showed that the implementation of the Covid-19 Vaccination Data Collection was not fully in accordance with the Decree of the Director General of the Covid-19 Vaccination Technical Guidelines, and the requirements for the Covid-19 Vaccination Data Collection were complete, this happened because of the cooperation between the Covid-19 Vaccination officers at the Puskesmas Ngemplak Simongan. Keywords: Implementation of Covid-19 Vaccination Data Collection. . Abstrak Penanggulangan Pandemi Covid-19, vaksinasi dimulai dari pendataan sasaran, pendataan dan penetapan fasilitas layanan kesehatan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 , registrasi dan verifikasi sasaran dan penghitungan kebutuhan serta penyusunan rencana distribusi vaksin dan logistik. Cakupan vaksinasi Covid-19 masih belum memenuhi target sehingga perlu diteliti pelaksanaan pendataanya. Penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan pendekatan Retrospektif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang di peroleh secara langsung dengan petugas vaksinasi, dari hasil wawancara menggunakan wawancara dengan petugas dan pengamatan observasi dengan menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan Pendataan Vaksinasi Covid-19, belum sepenuhnya sesuai dengan SK Dirjen Juknis Vaksinasi Covid-19. Adapun persyaratan Pendataan Vaksinasi Covid-19 sudah lengkap, hal tersebut tersebut terjadi karena adanya kerja sama di antara petugas Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ngemplak Simongan. Kata kunci : Pelaksanaan Pendataan Vaksinasi Covid-19
EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI LABORATORIUM SARANA MEDIKA SEMARANG Buntris; Reyno Pramudyono; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.18

Abstract

Pengelolaan limbah medis laboratorium memiliki permasalahan yang kompleks. Limbah ini perlu dikelola sesuai dengan aturan yang ada sehingga pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Perencanaan, pelaksanaan, perbaikan secara berkelanjutan atas pengelolaan laboratorium haruslah dilaksanakan secara konsisten. Selain itu, sumber daya manusia yang memahami permasalahan dan pengelolaan lingkungan menjadi sangat penting untuk mencapai kinerja lingkungan yang baik, Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pengelolaan limbah medis di Laboratorium Sarana Medika Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian dipilih dengan teknik non probability sampling yaitu menggunakan purposive sampling, dengan informan utama kepala cabang Laboratorium Sarana Medika Semarang dan cleaning service. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, Laboratorium Sarana Medika Semarang sudah melakukan pemilahan antara limbah medis non benda tajam, limbah non medis dan limbah medis benda tajam pada setiap sumber penghasil limbah medis sudah disediakan secara terpisah. Pewadahan limbah Laboratorium Sarana Medika Semarang dibagi menjadi 2 yaitu limbah medis dan non medis (domestik). Rute pengangkutan di Laboratorium Sarana Medika Semarang belum memiliki jalur khusus, sehingga melewati beberapa ruangan, waktu pelaksanaan pengangkutan juga tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, bahkan dilakukan pada jam kerja. Limbah domestik akan diangkut oleh DPU Kota Semarang dan limbah medis diangkut oleh PT. ARAH. Kesimpulan penelitian ini yaitu kebijakan pengelolaan limbah Laboratorium Sarana Medika Semarang menggunakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.56/MenlhkSetjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pihak Higiene Sanitasi Laboratorium Sarana Medika Semarang diharapkan melakukan pengawasan lebih ketat terkait proses pengelolaan limbah laboratorium.Kata Kunci : limbah medis, laboratorium, layanan kesehatan
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSUD RAA SOEWONDO PATI PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2021 Ahmad Ubaidillah; Ngestiono; Natalia Kristiani; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i2.30

Abstract

Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak Rumah Sakit kepada pihak BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Pending klaim adalah klaim yang sudah diverifikasi namun belum dapat dibayarkan oleh pihak kesatu dikarenakan adanya ketidaklengkapan administrasi, masih dalam proses konfirmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Populasinya sejumlah 1.693 klaim yang diajukan, sedangkan sampel berjumlah 105 klaim yang di pending. Teknik pengolahan data dengan pengumpulan data, edit, narasi, dan analisa data. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan 105 klaim terdapat 15 klaim dengan status pending administrasi (14,0%), kemudian sejumlah 26 klaim dengan status pending koding (25,0%), dan sejumlah 64 klaim dengan status pending medis (61,0%), banyaknya kasus medis yang mengalami permasalahan disebabkan karena tidak disertai dengan penunjang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pending klaim rawat inap di RSUD RAA Soewondo Pati yaitu berkas yang ditunda karena sebab pending administrasi, pending medis, dan pending koding. Dengan demikian pihak Rumah Sakit diharapan untuk melakukan evaluasi secara berkala untuk petugas mengenai kasus pending klaim, sehingga dapat menurunkan jumlah unclaimed berkas BPJS pada Rumah Sakit. Kata kunci : BPJS, Klaim BPJS Kesehatan, Pending klaim.