Ganesa Puput Dinda Kurniawan
Jurusan Fisioterapi, Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JPMFKI

PROGRAM PELAKSANAAN SENAM AEROBIK SECARA BERKELANJUTAN YANG BERTUJUAN UNTUK PENINGKATAN KEBUGARAN DAN KUALITAS HIDUP PADA KELOMPOK LANSIA DI JATIRAHAYU KECAMATAN PONDOK MELATI KOTA BEKASI RATU KAREL LINA; Yudhia Fratidhina; Ganesa Puput Dinda Kurniawan; Rovika Trioclarise
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.94

Abstract

This community service is carried out for community empowerment by making a program for implementing aerobic exercise in a sustainable manner which aims to increase fitness in the elderly group in Jatirahayu, Pondok Melati sub-district Bekasi City. The method used in this community service uses four schemes: assessment, problem formulation and planning, implementation, and evaluation, and in its performance, nine program activities are carried out. This activity concludes that the provision of a sustainable aerobic exercise program can improve fitness, improving the quality of life in the elderly group in Jatirahayu, Pondok Melati District, Bekasi City.
Pemberian Aktivitas Fisik Terhadap Memori Jangka Pendek Anak Usia 8-10 Tahun Rahma Aghnia Tazkiriani; Ramadoni .; Ryan Febriyanto Al Hasan; Rossa Anggita Lisdianti; Sulistyanti Winda Yanznur; Ganesa Puput Dinda Kurniawan; Ari Sudarsono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.116

Abstract

Background: Cognitive is the ability to recognize and interpret a person to environment, such as memory. The speed of cognitive processing is influenced by the degree of activation of short-term memory which play a role in helping humans in the learning process. Physical activity can be one method to improve short-term memory because it can improve attention and cognitive performance for example, problem solving and memory. A positive correlation was found between physical activity and better working memory among children aged 8-10 years. Purpose: This community service aims to introduce physiotherapy to the community and increase knowledge and awareness regarding the importance of physical activity to improve cognitive function, especially in children aged 8-10 years. Method: This activity is a pre-experimental design with one group pre-post test design without a control group using a quota sampling technique. Result: . There is a significant increase, namely 49% in the short-term memory of children aged 8-10 years after doing physical activity with aerobic methods and agility exercise as measured by the digit span test. Conclusion: Physical activity with aerobic methods and agility exercise is effective to improve short-term memory function in children aged 8-10 years.
IMPLEMENTATION OF SIMPLE MEDICAL CHEKUP ON RESIDENTS OF RW 06, JATIWARNA, PONDOK MELATI, BEKASI Liza Laela Abida; Citra Amaniah Anhar; Ganesa Puput Dinda Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.140

Abstract

This community service is carried out for early prevention of non-communicable diseases and to determine the health status of the community in RW 06, Jariwarna, Pondok Melati, Bekasi. The method used in this community service has 3 stages, namely the survey stage, the preparation stage and the implementation stage. At the implementation stage there are 4 activities, namely checking blood pressure, checking fasting blood glucose, checking cholesterol and checking uric acid. The conclusion of this activity is that the average resident in RW 06 Jatiwarna does not yet have a healthy diet, so the results of a simple medical checkup show that the results are increased in blood pressure by a percentage of 63%, fasting blood glucose by a percentage of 54%, cholesterol by a percentage of 62% . For the next activity, you can teach participants about the topic of healthy eating patterns.
Efektivitas edukasi baby massage dan baby gym terhadap kualitas tidur pada bayi dan anak-anak di Desa Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Nur Achirda; Ganesa Puput Dinda Kurniawan; Ervina Dewi Ramadhanti; Julfiana Mardatillah; Rizki Hamdani; Thaufan Arafat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.149

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari kuantitas saja namun juga kualitasnya. Dengan kualitas tidur yang baik, pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak-anak dapat dicapai secara optimal. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan baby massage dan baby gym. Tujuan: Untuk menganalisis pengetahuan orang tua dan pengaruh baby massage dan baby gym terhadap kualitas tidur bayi dan anak-anak. Metode Penelitian: Desain penelitian one group design pre and post test design dengan quota sampling. 30 orang tua yang memiliki bayi berusia 3-15 bulan dan anak-anak berusia 2-10 tahun, berpartisipasi sebagai responden dengan mengisi kuesioner sebelum dan sesuai diberikan edukasi untuk mengevaluasi pengetahuan orang tua dan kualitas tidur bayi dan anak-anak terkait baby massage dan baby gum. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan perubahan signifikan pada hasil pre dan post test (p-value >0,05) yang artinya ada perbedaan yang bermakna terkait pengetahuan orang tua dan kualitas tidur bayi dan anak-anak sebelum dan sesudah diberikan baby massage dan baby gym. Kesimpulan: Edukasi pengetahuan baby massage dan baby gym yang dilakukan kepada orang tua bayi dan anak-anak efektif meningkatkan pengetahuan orang tua untuk meningkatkan kualitas tidur bayi dan anak-anak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PENERAPAN LATIHAN ELASTIS BAND DAN SENAM UNTUK MENURUNKAN RESIKO JATUH PADA LANSIA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DI KELURAHAN JATIRAHAYU KEC PONDOK MELATI TAHUN 2022 Ratu Karel Lina; Yudhia Fratidhina; Rovika Trioclarise; Ganesa Puput Dinda Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2023.196

Abstract

Penduduk usia lanjut di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan perkembangan demografi. Jumlah lansia terus meningkat dan menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2020, jumlah lansia di Indonesia mencapai 32 juta jiwa atau sekitar 12,5% dari total populasi. Dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Jatirahayu, terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai. Pertama, adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang risiko jatuh pada lansia. Melalui sosialisasi dan edukasi yang terarah, diharapkan masyarakat dapat mengenali faktor-faktor risiko dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Adapun program yang akan dilakukan ada 9 kegiatan yaitu: penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan fisik secara keseluruhan, pemeriksaan kualitas hidup, memberikan elastic band tahap 1, memberikan elastic band tahap 2, memberikan elastic band tahap 3, pendampingan 1 dan pendampingan 2. Hasil dari pengabmas ini adalah adanya peningkatan keseimbangan dan kualitas hidup pada peserta pengabdian masyarakat.