Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Usulan Perancangan Rute Distribusi Baterai Menggunakan Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) Dengan Metode Saving Matrix Guna Meminimasi Biaya Bakar Minyak (BBM) (Studi Kasus: PT. XYZ) Khoirunnisa, Alifa; Yulianti, Femi; Pratiwi, Gisti Ayu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan logistik yang menangani distribusi produk baterai. Masalah utama yang dihadapi adalah perencanaan rute pengiriman yang belum tepat, menyebabkan tingginya biaya bahan bakar (BBM). Pengiriman dilakukan ke 10 pelanggan di Jabodetabek menggunakan tiga kendaraan bersifat homogen dengan kapasitas 5 ton. Pada periode 4–8 November 2024, total biaya BBM tercatat Rp5.249.600, melebihi anggaran Rp4.500.000 dengan GAP sebesar 16,66%. Penelitian ini menggunakan pendekatan Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) yang dipadukan dengan metode Saving Matrix. CVRP memperhitungkan kapasitas kendaraan, sedangkan Saving Matrix membantu menggabungkan rute berdasarkan penghematan jarak. Hasil perhitungan menunjukkan minimasi biaya BBM menjadi Rp3.950.800. Nilai ini lebih rendah dari anggaran, dengan GAP baru sebesar 12,2%, dan penghematan sebesar Rp1.298.800 atau 24,74%. Metode ini terbukti membantu perusahaan merancang rute yang lebih hemat dan menurunkan penggunaan bahan bakar. Kata kunci— Optimasi Rute Pengiriman, VRP, CVRP, Saving Matrix, Minimasi Biaya, Minimasi Jarak
Usulan Wilayah Distribusi Pedagang Kopi Keliling Brand XYZ untuk Memperluas Cakupan Permintaan Menggunakan MCLP dan K-Means Golden Pratama; Femi Yulianti; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren konsumsi kopi di Indonesia meningkat pesat seiring pergeseran gaya hidup generasi muda, memunculkan model bisnis inovatif seperti kopi keliling. Brand XYZ sebagai salah satu pemain kopi keliling di Bandung menggunakan sepeda listrik untuk distribusi langsung ke konsumen. Namun, penentuan lokasi jualan masih berbasis asumsi individu, menyebabkan cakupan permintaan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengusulkan wilayah distribusi yang dapat memaksimalkan cakupan permintaan menggunakan pendekatan Maximal Covering Location Problem (MCLP) dan K- Means clustering. Data permintaan diambil dari 20 titik lembaga pendidikan sebagai proksi permintaan tertinggi, dan 40 kandidat lokasi jualan ditentukan berdasarkan visibilitas, aksesibilitas, serta kedekatan dengan titik permintaan. Hasil model MCLP menunjukkan tercapainya cakupan 100% dengan hanya 15 lokasi jualan terpilih. K-Means kemudian membagi wilayah menjadi tiga cluster yang seimbang secara spasial (skor silhouette 0,4948), memudahkan alokasi pedagang. Implementasi model ini mendukung keputusan strategis brand dalam memperluas area distribusi berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional dan potensi penjualan. Kata kunci— Kopi Keliling, MCLP, K-Means, Distribusi, Wilayah Operasional
Usulan Perancangan Rute Distribusi Gas Lpg 3 Kg Menggunakan Capacitated Vehicle Routing Problem Heterogeneous Fleet Dengan Metode Mixed Integer Linear Programming Guna Meminimasi Biaya Transportasi (Studi Kasus Pada Pt Xyz) Najwa Taqiya Kamal; Nio Novitasari; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya transportasi merupakan komponen signifikan dalam operasional logistik dan menjadi perhatian utama PT XYZ, perusahaan distribusi gas LPG 3 kg di Jakarta Selatan. Selama periode Juni–November 2024, terjadi peningkatan biaya pengiriman, terutama saat permintaan tinggi. Analisis menunjukkan ketidakseimbangan pemanfaatan armada serta pola rute yang belum efisien. PT XYZ memiliki dua jenis kendaraan dengan kapasitas berbeda, namun perencanaannya belum mempertimbangkan efisiensi secara menyeluruh. Penelitian ini merancang rute distribusi optimal dengan pendekatan Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Data meliputi permintaan pelanggan, jarak antar titik, serta biaya operasional kendaraan. Model diimplementasikan menggunakan Python dan solver CBC. Hasil menunjukkan penurunan biaya transportasi dari Rp 25.861.018 menjadi Rp 25.505.830 (efisiensi 2%), serta pengurangan jarak tempuh sebesar 15%. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi logistik tanpa penambahan armada. Rancangan ini diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan distribusi yang lebih optimal dan adaptif. Kata kunci: Rute Distribusi, Optimasi Transportasi, MILP, CVRP, Heterogeneous Fleet
Usulan Perancangan Rute Distribusi Menggunakan Vehicle Routing Problem Pickup And Delivery Dengan Metode Mixed Integer Linear Programming Untuk Meminimasi Biaya Distribusi (Studi Kasus: Pt Xyz) Muhamad Arvien Nugraha; Femi Yulianti; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan otomotif yang bergerak dalam produksi, perakitan, dan distribusi sepeda motor, menghadapi permasalahan inefisiensi distribusi komponen produksi. Rata-rata pemanfaatan kapasitas armada hanya mencapai 62%, di bawah standar minimum perusahaan sebesar 70%, dengan zona Jakarta menjadi yang terendah sebesar 53%. Selain itu, total biaya distribusi sebesar Rp705.731.040 melebihi target perusahaan sebesar Rp521.600.000. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan Mixed Integer Linear Programming (MILP) pada permasalahan Vehicle Routing Problem with Pickup and Delivery (VRPPD), guna merancang rute distribusi yang efisien dengan meminimalkan biaya distribusi dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas armada. Model mempertimbangkan karakteristik utama VRPPD seperti urutan pickup sebelum delivery serta pelayanan pasangan permintaan oleh kendaraan yang sama. Hasil simulasi menunjukkan pengurangan jumlah armada dari lima menjadi tiga unit, peningkatan rata-rata utilisasi kapasitas dari 58,6% menjadi 97,93%, dan penurunan total biaya distribusi menjadi Rp441.764.352. Solusi ini tidak hanya memenuhi target biaya distribusi perusahaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi secara keseluruhan. Kata kunci — Utilitas kapasitas armada, MILP, VRPPD, optimasi rute, distribusi.
Usulan Perbaikan Kebijakan Persediaan Menggunakan Pendekatan Vendor Managed Inventory Model (r, Q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan di Gudang CV XYZ Ameylia Ika Pramudita; Putu Giri Artha Kusuma; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan distributor komoditas kedelai yang mengirim ke berbagai industri kedelai lain dalam jumlah besar maupun kecil. Pada kondisi existing Gudang CV XYZ belum menerapkan kebijakan persediaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa gejala dan dampak yang ditimbulkan. Dalam 51 minggu terjadi 46 kali backlog sehingga persentasenya adalah 90,20% dan permintaan yang dipenuhi secara normal adalah 9,80%. Total biaya persediaan aktual yang telah dihitung menggunakan rumus klasik menunjukkan persentase yang berlebih sebesar 9,03%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan kebijakan persediaan pada Gudang CV XYZ untuk meminimasi total biaya persediaan, perancangan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan kondisi aktual menggunakan model No-VMI dan VMI. Perbandingan jumlah backlog yang berhasil ditekan dari kondisi aktual ke VMI adalah 167,83 kg dengan persentase penurunan sebesar 99,98%. Total biaya persediaan kondisi aktual Rp 9.642.573,29 mengalami penurunan menjadi Rp 1.059.293,94 Penurunan total biaya persediaan dari kondisi aktual ke VMI adalah sebesar 90%, faktor yang mempengaruhi penurunan ini adalah ukuran lot pemesanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gudang CV XYZ serta jumlah permintaan yang dibacklog diminimasi untuk mengurangi biaya denda yang timbul. Kata kunci — kedelai, kebijakan persediaan, backlog, vendor managed inventory.
Usulan Wilayah Distribusi Pedagang Kopi Keliling Brand XYZ untuk Memperluas Cakupan Permintaan Menggunakan MCLP dan K-Means Golden Pratama; Femi Yulianti; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren konsumsi kopi di Indonesia meningkat pesat seiring pergeseran gaya hidup generasi muda, memunculkan model bisnis inovatif seperti kopi keliling. Brand XYZ sebagai salah satu pemain kopi keliling di Bandung menggunakan sepeda listrik untuk distribusi langsung ke konsumen. Namun, penentuan lokasi jualan masih berbasis asumsi individu, menyebabkan cakupan permintaan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengusulkan wilayah distribusi yang dapat memaksimalkan cakupan permintaan menggunakan pendekatan Maximal Covering Location Problem (MCLP) dan K- Means clustering. Data permintaan diambil dari 20 titik lembaga pendidikan sebagai proksi permintaan tertinggi, dan 40 kandidat lokasi jualan ditentukan berdasarkan visibilitas, aksesibilitas, serta kedekatan dengan titik permintaan. Hasil model MCLP menunjukkan tercapainya cakupan 100% dengan hanya 15 lokasi jualan terpilih. K-Means kemudian membagi wilayah menjadi tiga cluster yang seimbang secara spasial (skor silhouette 0,4948), memudahkan alokasi pedagang. Implementasi model ini mendukung keputusan strategis brand dalam memperluas area distribusi berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional dan potensi penjualan. Kata kunci— Kopi Keliling, MCLP, K-Means, Distribusi, Wilayah Operasional