Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Pendataan Industri Kecil Dan Menengah (SIM-IKM) Edy Susena; Anista Ratnawati; Edy Susanto
Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi) Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan unit usaha yang dirintis oleh masyarakat. IKM banyak bermunculan di Kabupaten Sragen. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada tahun 2017 sebanyak 17.012 unit. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen mengalami kerepotan dalam melakukan pendataan, pengolahan data dan pengarsipan. Disamping itu setelah data terkumpul Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen mengalami kesulitan dalam menyusun laporan yang dibutuhkan karena banyaknya data IKM. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen dalam pendataan masih menggunakan cara manual dengan menuliskan di Microsoft Excel. Hal ini membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen mengalami kesulitan dalam penyusunan laporannya. Oleh karena itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen menginginkan sebuah sistem informasi yang dapat mendata dan menyajikan laporan data Industri Kedil dan Menengah (IKM) dengan mudah dan cepat. Berdasarkan masalah tersebut maka peneliti melakukan penelitian untuk mengembangkan sistem informasi manajemen pendataan industri kecil dan menengah di kabupaten Sragen. Jenis penelitian yang digunakan adalah action research. Obyek penelitian adalah Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang berada dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sragen. Metode pengumpulan datanya adalah dengan teknik: (1) wawancara, (2) dokumentasi (3) observasi, (4) studi pustaka. Sedangkan untuk pengembangan sistem informasinya menggunakan metode Waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah terbangunnya sistem informasi pendataan IKM di kabupaten Sragen. Sistem ini dapat digunakan untuk mendata data IKM, dapat memberikan laporan berdasarkan tahun pendataan, berdasarkan Kecamatan, berdasarkan desa dan berdasarkan komuditas. Laporan dapat berupa file Portable Data File (PDF) maupun dapat diekspor dalam bentuk Microsoft Excel.
IMPLEMENTASI DISTRIBUTED DATABASE SEBAGAI DISASTER RECOVERY CENTER Canggih Ajika Pamungkas; Edy Susanto
Jurnal Informa : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.56 KB) | DOI: 10.46808/informa.v3i2.16

Abstract

Perkembangan yang begitu cepat dari informasi digital mendorong pertumbuhan sistem dan media penyimpanan data digital. Hampir di setiap penerapan teknologi jaringan komputer yang ada saat ini mampu memberikan solusi dari beberapa permasalahan yang ada pada sebuah sistem komputer. Selain itu seiring penggunaan teknologi tersebut juga dihadapkan pada berbagai kemungkinan terjadinya gangguan pada sistem komputer. Gangguan dapat berupa kehilangan data dari perangkat penyimpanan, tingkat keamanan data yang tidak terjamin, kerusakan komputer, storage dan data corruption yang dapat menyebabkan masalah yang berdampak tidak berfungsinya perangkat penyimpanan dengan semestinya. Politeknik Indonusa Surakarta merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berusaha memberikan pelayanan prima dan berkualitas kepada para mahasiswa. Langkah yang ditempuh oleh Politeknik Indonusa Surakarta untuk merealisasikan keinginan tersebut adalah dengan mengimplementasikan dan memanfaatkan fasilitas tekonologi informasi. Berbagai Sistem sudah dibangun, akan tetapi Politeknik Indonusa Surakarta belum memiliki Disaster Recovery Center (DRC). Apabila operasional lembaga ini terhambat, maka lembaga ini pun akan mengalami penurunan kualitas dalam melayani mahasiswa. Disaster Recovery Center (DRC) dimplementasikan dengan konsep Distributed Database yang mengimplementasikan replication method. Replication method memiliki peran penting dalam kecepatan akses karena hanya mengirim perubahan yang terjadi dalam database master. Jenis database yang digunakan adalah Homogenous Distributed Database System dan menggunakan topologi ring. Topologi ring memiliki banyak keunggulan antara lain kecepatan dalam pengirimannya yang tinggi, pengaksesan data yang optimal, komunikasi antar terminal mudah, mampu melayani traffic yang padat. Database yang digunakan adalah MySQL yang memiliki Performance tuning dengan kecepatan yang tinggi dalam menangani query. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah memberikan wawasan tentang pentingnya Disaster Recovery Plan (DRP) dan harapannya menjadikan lembaga dapat berpikir ulang untuk segera menerapkan DRP. Selanjutnya target khusus adalah melakukan Disaster Recovery Plan (DRP) dengan mengimplementasikan Distributed Database sebagai Disaster Recovery Center (DRC). Hasil yang ingin dicapai adalah menghasilkan Disaster Recovery Center (DRC) yang berperan sebagai backup data jika terjadi permasalahan pada perangkat penyimpanan utama.
Analisis Dan Pengembangan Website Promosi Pada Yudhi Meubel Sragen Edy Susena; Anista Yulia Ratnawati; Edy Susanto
Jurnal Informa : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.914 KB) | DOI: 10.46808/informa.v5i4.156

Abstract

Teknologi informasi berkembang dengan pesat, hal ini dibuktikan semakin banyak pelaku usaha untuk memanfaat teknologi dalam membantu usahanya. Dengan menggunakan teknologi informasi data dan informasi dapat tersaji dengan cepat sesuai dengan kebutuhan. Untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 yang mengedepankan penggunaan teknologi informasi pelaku usaha mau tudak mau harus dapat menerapkan teknologi dalam menjalankan bisnisnya. Jika tidak dapat mengikuti teknologi pasti akan terlindas dan usahanya dapat gulung tikar. Toko Meubel merupakan usaha yang bergerak dalam penjualan meubel. Di daerah pedesaan pelaku usaha meubel dalam penjualannya masing menggunakan cara tradisonal yaitu informasi antar pembeli. Hal ini menyebabkan meubel tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Dengan permasalahan itu maka peneliti akan melakukan analisis dan pengembangan model promosi secara online dengan metode Waterfall. Penelitian dimulai dengan melakukan pengunpulan data, melakukan analisis, mendesain, melakukan koding atau pengembangan sistem. Hasil dari penelitain ini adalah peneliti telah berhasil melakukan analisis website promosi yaitu: website disetting dengan dua hak akses, yaitu admin dan user. Admin berhak melakukan manajemen dan setting website mulai dari mengatur identitas toko, mengatur data meubel yang akan dijual, mengatur meubel yang dipromosikan, mengatur kontak admin, sementara hak akses user adalah dalam melihat promo yang ditampilkan dalam website, melihat produk meubel, kontak kami. Desain yang telah dibuat adalah diagram konteks, bagan berjenjang dan desain input dan output. Kesimpulannya adalah sistem website promosi meubel telah berhasil dikembangkan dan sudah diimplementasikan.
Analisis Cluster Pasien Covid-19 Berdasarkan Jumlah Rumah Terpapar di Kelurahan Kota Surakarta Edy Susanto; Frestiany Regina Putri; Nurlaila Akbar Kurniawati
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 9 No 2 (2022): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v9i2.2602

Abstract

ABsc
Health Services Place Construction Design Based on Android and ISO/TEC 25010 Edy Susanto; Wahyu Wijaya Widiyanto
Jurnal Inotera Vol. 8 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol8.Iss2.2023.ID288

Abstract

Health services are places where health efforts are carried out. The study found several problems with health care information, such as the County's official website providing information on only a few major hospitals, not all locations, and if using the Google Maps application, there are still medical service locations that are not registered, so this application can add data that is not registered in the Google Maps application so that people can know more and find medical places easily. The design method used is a prototype and the testing technique used is ISO/TEC 25010. The results of this research are that the Android-based health service location mapping application in the district can display a list of information on hospitals, health centers, main clinics and google maps. Apart from that, the system testing carried out is the conformity aspect in terms of functionality and usability. Based on the functional suitability test, usability results were obtained with results of 81.6%. The conclusion from the test results using ISO/TEC 25010 testing shows that this application can help the community and can be said to be successful
IoT-enabled smart nutrition scale using fuzzy logic for dietary assessment and recommendation Wahyu Wijaya Widiyanto; Edy Susanto; Sri Suparti
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 15, No 2: April 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v15.i2.pp1194-1201

Abstract

Childhood malnutrition, particularly stunting, remains a major public health challenge that requires preventive and technology-supported nutritional interventions. This study presents an IoT-enabled smart nutrition scale integrated with fuzzy logic to support real-time dietary assessment and personalized recommendation. The system combines IoT-based sensing, mobile and web applications, and a fuzzy inference engine that evaluates child profiles and food composition data to generate nutritional adequacy scores and tailored dietary guidance. Experimental validation demonstrates high measurement accuracy of the sensing system, achieving a strong linear correlation (R² ≈0.9995). Comparison with expert nutritionist assessments shows strong agreement, supported by low error values (mean absolute error (MAE) =2.96; root mean square error (RMSE) =3.41), and Bland–Altman analysis. Usability evaluation involving community health workers and caregivers yields an excellent system usability scale (SUS) score, indicating strong acceptance for practical deployment. By integrating IoT sensing with fuzzy reasoning, the proposed system shifts nutritional monitoring from retrospective assessment toward proactive dietary intervention. This work highlights the potential of intelligent nutrition technologies to enhance decision-making in community-based stunting prevention programs and provides a scalable foundation for preventive digital health applications.
DEVELOPMENT AND EVALUATION OF A MEDICAL RECORD ED- UCATION SYSTEM USING THE WATERFALL MODEL WITH ISO 9126/25010 QUALITY MAPPING Wahyu Wijaya Widiyanto; Yayak Kartika Sari; Edy Susanto
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.9167

Abstract

This study aims to develop and evaluate a Medical Record Education System designed to enhance students’ digital competence in managing electronic medical records (EMRs). Addressing the gap between the- oretical learning and practical application in health informatics educa- tion, the system was developed using the Waterfall model and evaluated through the ISO 9126 software quality framework. A Research and De- velopment (RD) approach was applied at Politeknik Indonusa Surakarta involving 30 final-year students of the Health Information Management program. Data collection included observation, ISO 9126-based ques- tionnaires, and in-depth interviews, analyzed using descriptive and the- matic techniques. The results showed significant improvement in student performance, with pretest–posttest scores increasing from 64.5 to 86.2 after a two-week system trial. The system comprises interactive modules such as patient data entry, diagnosis coding, and auto-report generation. Expert evaluation produced high scores for usability (4.6), functionality (4.4), reliability (4.2), and efficiency (4.3), confirming both educational value and technical feasibility. These findings highlight the role of struc- tured development and quality assessment models in instructional in- novation. The system not only improves learning outcomes but also provides a replicable model for embedding digital transformation into vocational healthcare education.