Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Mengintegrasikan Iman dan Ilmu: Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar di PKBM SUFFAH ALMUSTANIR Pratiwi, Riska
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 2 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i2.16959

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya mengintegrasikan iman dan ilmu dalam pendidikan sekolah dasar sebagai strategi inovatif. Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar PKBM Suffah Almustanir, yang berlokasi di Kp. Hanjawar, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran berbasis islam (boarding school) ditingkat sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan analisis menggunakan angket dan hasil wawancara dari guru, siswa, dan orang tua. Penelitian ini memfokuskan pada proses pembelajaran yang dilakukan dalam sekolah boarding school dan bagaimana pentingnya Pendidikan islam bagi anak usia dini. Hasil menunjukan bahwa Pendidikan islam ini sangat penting diterapkan diusia dini, merujuk pada masa kini yang dunia semakin pesat berkembang dengan berbagai macam teknologi yang membawa dampak terhadap aktivitas anak.
Pengembangan Sikap dan Rasa Kemanusiaan Peserta Didik di Sekolah Dasar dalam Pembinaan Kepramukaan Pratiwi, Riska; Rustiandi, Putri; Apriliani, Siti Sarah; Nurmalasari, Lintang; Rahayu, Rizki; Rizki, M Kiki; Abdussalam, Rizki; Mawardini, Annisa
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.17166

Abstract

Pembinaan pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang memiliki peran penting dalam pengembangan karakter dan sikap kemanusiaan peserta didik. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam pramuka, seperti pelatihan kepemimpinan, kerja sama tim, dan kegiatan sosial, anggota pramuka diajarkan untuk memiliki rasa empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembinaan pramuka terhadap sikap kemanusiaan siswa dan mengembangkan sikap dan rasa kemanusiaan pada siswa di sekolah dasar. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, melakukan pembinaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan pramuka secara signifikan berkontribusi dalam membentuk sikap kemanusiaan siswa, yang tercermin dalam perilaku mereka sehari-hari, seperti kepedulian terhadap lingkungan, partisipasi dalam kegiatan sosial, dan kemampuan berempati terhadap orang lain. Secara garis besar pembinaan kepramukaan efektif mengembangkan sikap dan rasa kemanusiaan peserta didik dengan dukungan motivasi pembina, orang tua dan kegiatan praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan untuk pendidik dan pembina pramuka dalam membuat program dan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan sikap kemanusiaan pada siswa.
Tantangan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Inklusif bagi Peserta didik Tunawicara di Kelas I SDN Cijedil Pratiwi, Riska; Adri, Helmia Tasti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22277

Abstract

Pembelajaran inklusif di SDN Cijedil menghadapi tantangan ketika guru harus menangani seorang peserta didik tunawicara tanpa dukungan fasilitas dan perencanaan khusus. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan guru serta strategi yang digunakan dalam melaksanakan pembelajaran inklusif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas I dan satu peserta didik tunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran melalui komunikasi nonverbal, penggunaan gambar, serta pendekatan individual, namun belum memiliki RPP khusus dan masih mengandalkan improvisasi. Kendala terbesar meliputi keterbatasan media, kurangnya pelatihan guru, serta perilaku tantrum peserta didik yang memerlukan keterlibatan orang tua. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun guru telah berupaya menerapkan pembelajaran inklusif, implementasinya masih perlu dukungan sarana, pelatihan, dan program pembelajaran yang lebih terstruktur.