Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGUATAN DIGITAL MARKETING UNTUK MEMPERLUAS PASAR DAN DAYA SAING KELOMPOK WANITA TANI DI DESA SIDOMULYO PUNCU Wasito Wasito; Fuji Lestari Fuji
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): AL-UMRON : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alumron.v4i2.2012

Abstract

Digital marketing merupakan kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya Instagram. Salah satu permasalahan yang membuat daya saing UMKM masih rendah adalah terbatasnya kemampuan para pelaku usaha dalam melakukan pemasaran Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengenalkan produk UMKM Kelompok Wanita Tani ke pasar yang lebih luas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemasaran digital. Dihadiri oleh peserta UMKM Desa Sidomulyo, Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini dalam prosesnya menggunakan metode ABCD Asset Based Comunity Development. Dengan langkah ; pertama, penjelasan menggunakan slide power point dan proyektor LCD; kedua, berbagi pengalaman dan diskusi; dan terakhir, praktik langsung membuat akun media sosial (Instagram). kegiatan tersebut diklakukan secara bertahap selama satu bulan. Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan, mereka memahami tentang digital marketing dan mampu menggunakan internet untuk pemasaran. Meningkatnya kemampuan mitra dalam melakukan pemasaran di harapkan dapat membantu mitra untuk memperoleh pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing mitra sebagai pelaku UMKM. Kata Kunci : Digital Marketing, Usaha Mikro Kecil Menengah, Kelompok Wanita Tani ABSTRACT Digital marketing is a promotional activity and market search through online digital media by utilizing various means such as Instagram. One of the problems that make the competitiveness of small and medium micro enterprises is still low is the limited ability of business actors in marketing community service activities are carried out to introduce the products of small and medium micro enterprises of women farmers to a wider market, improve knowledge and skills about digital marketing. Attended by participants of Micro, Small and Medium Enterprises in Sidomulyo Village, this community service activity in the process uses ABCD Asset-Based Community Development methods. With steps; first, explanations using power point slides and LCD projectors; second, sharing experiences and discussions; and finally, the direct practice of creating social media accounts (Instagram). this activity is carried out gradually over a month. As a result of the activities that have been carried out, they understand about digital marketing and are able to use the internet for marketing. Increasing the ability of partners in marketing is expected to help partners gain a wider market and improve the competitiveness of partners as Micro, Small and Medium Enterprises. Kata Kunci : Digital Marketing, Micro Small Medium Enterprises, Farmer Women Groups
PENDIDIKAN ISLAM DAN PERADABAN DUNIA DALAM KAJIAN DAULAH ABBASIYAH Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 26 No. 1 (2015): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v26i1.201

Abstract

Dinasti Abbasiyah adalah dinasti terlama dalam sejarah peradaban Islam setelah dinasti Umayyah. Sekitar lebih dari 5 abad, dan juga merupakan dinasti yang mengantarkan Islam pada masa keemasan-nya. Dinasti Abbasiyah juga merupakan dinasti Islam yang paling berhasil dalam mengembangkan peradaban Islam. Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa pemerintah Abbasiyah merupakan pemrintah yang komplek, seperti permasalahan politik yang dihadapinya yaitu permasalahan kudeta, penmbrontakan dan juga pembentukan dinasti-dinasti baru. Awalnya, Abbasiyah merupakan pemimpin tunggal di daerah Asia.
Gerakan Sosial Modern Masyarakat Islam di Indonesia Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i2.268

Abstract

Artikel ini membahas tentag perkembangan gerakan modernisasi Islam yang terjadi di Indonesia mulai masa pra kemerdekaan hingga masa pasca kemerdekaan. Diantara gerakan-gerakan sosial modern Islam yang ada di indonesia meliputi Gerakan Serikat Islam, Gerakan Muhammadiyyah, dan Gerakan Nahdlatul Ulama. Agama Islam muncul pada Abad ke-6 M kemudian masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M dan mulai berkembang pada abad ke-13 M. Perkembangan Islam di Indonesia hampir di seluruh Kepulauan Indonesia. Bertolak dari kenyataan tersebut, Islam banyak menghasilkan peninggalan sejarah yang bercorak Islam di Indonesia yang sangat beraneka ragam. Peninggalan-peninggalan itu antara lain, tempat ibadah, keraton, batu nisan, kaligrafi, seni pahat, seni pertunjukan, tradisi upacara, dan karya sastra.
Penerapan Budaya Religius di SD al Mahrusiyah Wasito Wasito; Moh. Turmudi
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 29 No. 1 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v29i1.560

Abstract

Penelitian ini berusaha mendiskripsikan dan memaknai penerapan budaya religius di SD al Mahrusiyah. Hal ini karena krisis moral yang melanda bangsa ini nampaknya menjadi sebuah kegelisahan bagi semua kalangan. Bagaimana tidak dari maraknya kasus korupsi yang tidak pernah surut bahkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Di sisi lain krisis ini menjadi komplek dengan berbagai peristiwa yang cukup memilukan seperti tawuran pelajar, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan bebas, aborsi, penganiayaan yang disertai pembunuhan. Fenomena ini sesungguhnya sangat berseberangan dengan suasana keagamaan dan kepribadian bangsa Indonesia. Jika krisis ini dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut apalagi dianggap sesuatu yang biasa maka segala kebejatan moralitas akan menjadi budaya. Sekecil apapun krisis moralitas secara tidak langung akan dapat merapuhkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, yaitu; 1). Bentuk-bentuk budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi belajar baca tulis al-Qur`an dan tadarrus, pemakaian busana muslim, pelaksanaan shalat jamaah di sekolah, kegiatan madin, pembiasaan senyum, sapa dan salam, berperilaku sopan santun kepada semua warga sekolah, dan doa bersama, serta peringatan hari-hari besar agama Islam. 2). Model penerapan budaya religius di SD Al Mahrusiyah meliputi 4 (empat) model, yaitu: pertama model struktural (melalui kebijakan dan peraturan), kedua, model formal (menanamkan commitment dan dedikasi untuk menjalankan ajaran agama), ketiga, model mekanik (membangun dan membiasakan berperilaku sopan dan santun terhadap sesame), dan keempat, model organik (melalui internalisasi dan transformasi pengetahuan tentang ajaran agama yang bersumber pada al Quran dan Hadits).
Program Musyawarah dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Siswa Madrasah Diniyah Haji Ya'qub Muhammad Al-Qodhi Abi Saidil Mahzumi; Wasito Wasito
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v30i1.664

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi program musyawarah dengan memanfaatkan konsep konstruktivisme sosial untuk menjelaskan perkembangan kognitif siswa di Madrasah Diniyah Haji Ya’qub (MDHY) Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Penelitian ini beranjak dari dua pertanyaan penelitian, “Apakah program musyawarah di MDHY masih berlangsung secara tradisional atau mengarah pada kontekstualisasi? bagaimana praktik program musyawarah dalam mengembangkan perkembangan kognitif siswa?” Dengan dua pertanyaan itu, hasil penelitian ini menemukan bahwa program musyawarah tengah mengalami perubahan menjadi musyawarah konstruktif dengan membentuk program Musyawah Gabungan Sughra (MGS) yang berlangsung di luar jadwal pelajaran resmi dan dikelola langsung oleh MDHY. Hambatan belajar siswa diatasi secara bertahap dengan mengarahkan suasana belajar aktif dan mendorong interaksi belajar yang memaksimalkan interaksi sosial secara menyeluruh
Implementasi Pembelajaran E-Learning PAI Era Pandemi Covid-19 Wasito Wasito; Achmad Rikza Zakaria
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2022): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is about to discuss about E-learning of Islamic religious education subjects in the era of the Covid-19 pandemic. The beginning of 2020 spread a dangerous virus, namely Covid-19. The Covid-19 virus has changed all education systems at all levels, and learning activities carried out face-to-face must be replaced with online learning. During the Covid-19 pandemic, PAI teachers at SMKN I Semen Kediri carried out creativity and innovation in learning. Teachers can use learning media such as WhatsApp media, YouTube, PowerPoint, google web on the internet. This study was conducted at SMKN I Semen Kediri Regency, the goal to be achieved, namely the implementation of E-learning on PAI subjects in SMKN I Semen Kediri, and the constraints on the implementation of E-learning on PAI subjects in the Covid-19 pandemic era at SMKN I Semen Kediri. This study is a qualitative research using data collection methods, observation, interviews and documentation. The findings of this study resulted in; first, the implementation of e-learning learning in PAI subjects at SMKN I Semen Kediri by utilizing technology. Among them using WhatsApp media, YouTube media, Google Internet media, Google Classroom, and materials made by yourself with PowerPoint media. Online learning has advantages including it has become a trend today, namely the millennial era, in the era of 4.0, and learning that is not limited to space and time. Second, the obstacles experienced by PAI teachers in terms of delivering material to students, namely the use of the internet network, the lack of understanding of teachers to internet tools, the experience of teaching teachers to deal with changing situations that are usually done face to face.Keyword: Learning; E-learning; Covid-19 Pandemic. Abstrak Penelitian ini hendak membahas tentang pembelajaran e-learning mata pelajaran pendidikan agama Islam pada era pandemi Covid-19. Awal tahun 2020 merebak virus yang berbahaya, yakni Covid-19. Adanya virus Covid-19 merubah semua sistem pendidikan dari segala jenjang, serta kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara tatap muka harus digantikan dengan pembelajaran online. Dalam masa pandemi Covid-19, guru PAI di SMKN I Semen Kediri melakukan kreativitas dan inovasi di dalam pembelajaran. Guru dapat menggunakan media pembelajaran seperti media WhatsApp, YouTube, PowerPoint, google web pada internet. Penelitian ini dilakukan di SMKN I Semen Kabupaten Kediri, tujuan yang ingin dicapai, yakni mengenai pelaksanaan pembelajaran e-learning pada mata pelajaran PAI yang ada di SMKN I Semen Kediri, dan kendala implementasi pembelajaran e-learning pada mata pelajaran PAI era Pandemi Covid-19 di SMKN I Semen Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menghasilkan; Pertama, pelaksanaan pembelajaran e-learning pada mata pelajaran PAI di SMKN I Semen Kediri dengan memanfaatkan teknologi. Diantaranya menggunakan media WhatsApp, media Youtube, media Google Internet, Google Classroom, dan materi yang dibuat sendiri dengan media PowerPoint. Pembelajaran online punya keunggulan diantaranya sudah menjadi tren dimasa kini, yakni era milenial, di era 4.0, dan pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Kedua, kendala yang dialami guru PAI dalam hal menyampaikan materi kepada siswa, yaitu ada pada penggunaan jaringan internet, kurangnya pemahaman guru terhadap tools internet, pengalaman mengajar guru untuk menghadapi perubahan situasi yang biasanya dilakukan tatap muka.Kata Kunci: Pembelajaran; E-learning; Pandemi Covid-19.
Transinternalisasi Pendidikan Pondok Lirboyo Terhadap Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam di Masyarakat Sekitar Muhammad Zainal Abidin; Wasito Wasito
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES) Vol. 2 No. 1 (2019): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES)
Publisher : Faculty of Tarbiyah Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijies.v2i1.893

Abstract

Besides being able to provide knowledge, culture, arts, skills and be able to think creatively, Islamic boarding school education can also form human beings who have noble character, have faith, have personality, have morality, and are devoted to God Almighty. However, some pesantren have not been able to bring the surrounding community as well as bringing the students into a deep understanding of religion. To deal with the above problems, it is very necessary to do research using qualitative research methods through a descriptive approach about the transinternalisation of Islamic religious education values ​​to the surrounding community. Based on the results of the study it can be seen that: For the process of Transinternalisation of education to the community three stages namely: a. Adabtasi students and Islamic boarding schools to the surrounding community. b. Creating (Goal) educational goals to be able to contribute more change to the surrounding community. c. Integration, a pesantren system and policy must regulate the relationship between students and the community. d. Pattern maintenance (latency). Pesantren must complete, maintain, and renew individual motivation and cultural patterns that create and maintain that motivation. Pendidikan Pondok Pesantren selain dapat memberikan ilmu pengetahuan, kebudayaan, kesenian, skill serta keterampilan berfikir kreatif, juga dapat membentuk manusia yang mempunyai akhlak yang mulia, beriman, berkepribadian, bermoral, dan bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa. Akan tetapi sebagian pesantren belum bisa membawa masyarakat sekitar seperti halnya membawa para santri ke dalam pemahaman agama yang mendalam. Untuk menghadapi permasalahan diatas sangat perlu dilakukannya penelitian dengan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan diskriptif tentang transinternalisasi nilai-nilai pendidikan agama islam terhadap masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa : Untuk proses Transinternalisasi pendidikan terhadap masyarakat tiga tahapan yakni: a. Adabtasi santri-santri dan pondok pesantren terhadap masyarakat sekitarnya. b. Menciptakan (Goal) tujuan pendidikan untuk dapat memberikan kontribusi perubahan yang lebih terhadap masyarakat sekitar. c. Integrasi, suatu sistem dan kebijakan pesantren harus mengatur antar hubungan antara santri dan masyarakat. d. Pemeliharaan pola (latensi). Pesantren harus melengkapi, memelihara, dan memperbarui motivasi individu dan pola-pola budaya yang menciptakan dan mempertahankan motivasi tersebut.
Pengembangan Budaya Religius Dalam Membentuk Karakter Siswa di Di SMK Hidayatus Sholihin Turus Gurah Kediri Wasito; Makhfud
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, March, 2020
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v1i1.1311

Abstract

Religious culture in schools is an activity to manifest the values of religious teachings as a tradition of behaviour that is followed by all school members which is carried out consistently. However, currently, there are many phenomena regarding bad morals among students of SMK Hidayatus Sholihin Gurah, Kediri Regency. The method in this research is discretive qualitative, the data collection method uses observation, interview and documentation. Then analyzed using descriptive / exposure data from the results of observation interviews and documentation. As a result, the development of religious culture at SMK Hidayatus Sholihin is able to shape the character of students according to the vision, mission and goals of the institution. The main supporting factor is the qualification of Islamic Religious Education (PAI) teachers who are competent in their field.
Pendidikan Intregrasi Di Pondok Pesantren Ulil Albab, Nganjuk Wasito Wasito; Makhfud Makhfud
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, November, 2020
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v1i3.1641

Abstract

The development of the implementation of education in Indonesia towards the concept of integration in all fields of science. This practice was also carried out at the Ulil Albab Islamic Boarding School, Ngronggot Nganjuk. This study uses a qualitative method by interviewing all stakeholders in the Ulil Albab Islamic Boarding School. The results of this study indicate. First, integrated infrastructure. Second. Institutional integrity. Third, curriculum integration. Fourth, management integration. Fifth, the integration of traditions. While the target to be achieved is, "to be individuals who are good in body, good in mind, and kind in the heart (Healthy outer and inner), have a managerial system that is both solid and strong, has adequate educational facilities and varied unit institutions. While the efforts being made to achieve the target are; optimization of activities, optimization of management and supervision, institutional development, and development of infrastructure.
Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Santri M. Jamalun Nizar; Wasito
Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, July, 2021
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v2i2.1919

Abstract

This research activity is intended to find out how the planning activities, implementation activities and evaluation activities of the Al-Miftah Lil 'Ulum method at the Roudlotut Thohirin Sengon Pringgodani Islamic Boarding School, Bantur Malang. This study uses a descriptive qualitative approach. The results of this study indicate that if the Al-Miftah Lil 'Ulum method is carried out properly according to the plan, it can improve the ability to read the yellow book.