Lutfi Tri Atmaji
Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Teknik dan Desain Institut Teknologi Kreatif Bina Nusantara Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BUKU VISUAL SEBAGAI ENSIKLOPEDIA DAN MEDIA UNTUK PELESTARIAN SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN SINGOSARI Lutfi Tri Atmaji; Cahyaning U.C Nursyifani
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.520

Abstract

Sejarah memiliki peran penting dalam menilai kemajuan peradaban suatu negara. maka penyampaian sejarah dan peninggalan sejarah perlu dilestarikan agar tidak hilang dan dilupakan. Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki sejarah panjang peradaban dengan kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia, salah satunya adalah Kerajaan Singosari yang juga merupakan cikal bakal kerajaan Majapahit.Buku Visual Cagar Budaya Purbakala di Kabupaten Malang Mengambil dari fenomena yang ada akan pentingnya pelestarian warisan sejarah suatu bangsa sebagai bagian dari identitas bangsa tersebut. Salah satunya adalah dengan adanya sebuah media informasi dan visual yang menjabarkan secara informatif mengenai warisan cagar budaya purbakala tersebut. Namun media-media penunjang tersebut bukanlah karya anak bangsa sendiri melainkan karya peneliti dan arkeolog luar negeri yang justru jauh lebih tertarik dengan sejarah bangsa ini. Maka berangkat dari fenomena tersebut penulis mencoba menyusun sebuah media informasi mengenai wisata situs purbakala di Kabupaten Malang secara visual dan infromatif. Tujuannya agar warisan sejarah sebagai identitas bangsa tidak hilang dan terlupakan juga sebagai media penyalur informasi situs cagar budaya purbakala terhadap wisatawan,peneliti dan kalangan akademisi. History has a significant role in assessing the progress of a nation's civilization. then the delivery of history and historical heritage needs to be preserved so as not to be lost and forgotten. Indonesia is one of the countries in Asia that has a long history of civilization with kingdom that once stood in Indonesia, one of which is the Singosari Kingdom which is also the forerunner of the Majapahit kingdom.The Visual Book Travel Archaeological Heritage of Singosari Kingdom is taking from the phenomena of the importance of preserving the historical heritage of the nation as part of the national identity. One is the presence of a visual media and information outlining the heritage informative about the ancient cultural heritage. But the media is not supporting the work of the nation itself but rather the work of researchers and archaeologists abroad is far more interested in the history of this nation. So departing from this phenomenon the author tries to compile a media of information about the tourist archaeological sites in Malang Regency visually and informally. The goal for the historical legacy as the nation's identity is not lost and forgotten as well as a medium channeling information to the archaeological sites of cultural heritage tourists, researchers and academics.
Analisis Semiotika Iklan '#ADAAQUA-Momen Gagal Fokus: Zonk' Alfian Candra Ayuswantana; Diana Aqidatun Nisa; Lutfi Tri Atmaji
Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial Vol 1, No 1 (2019): Desain Sebagai Strategi dan Inovasi Sosial
Publisher : School of Design Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/jsdis.v1i1.1832

Abstract

Aqua kerap kali sebagai acuan produk-produk air mineral kemasan sejenis bahkan telah menjadi sebuah kata ganti untuk menjelaskan istilah air kemasan apapun mereknya. Aqua sebagai pionir air kemasan senantiasa melakukan upaya untuk melanggengkan hegemoni sebagai air kemasan no. 1 di benak konsumen. Salah satu upaya tersebut adalah dengan memapar konsumen melalui iklan-iklan komersial. Dibanding dengan merek air mineral kemasan lainnya, merek Aqua lebih mendominasi layar iklan televisi Indonesia. Pada tahun 2018 Iklan-iklan aqua mengangkat tema #AdaAQUA, Menarik untuk dikaji lebih jauh bagaimana cara kerja iklan TVC #AdaAQUA dalam membangun image brand yang diinginkannya tersebut. Jawaban dari pernyataan tersebut dianalisis dengan metode semiotika Barthes maupun Pierce. Sebagai hasilnya Aqua mengangkat tema #AdaAQUA dalam rangka membangun brand image dengan cara mengeksploitasi ketakutan akan momen-momen memalukan didepan publik dalam diri seseorang dikarenakan kurangnya konsentrasi.
PELATIHAN FOTO PRODUK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROMOSI UMKM ANUGRAH JAYA IBU SHINTA MALANG Ni Putu Elvian Andreani; Lutfi Tri Atmaji; Hindam Basith Rafiqi; Wahyu Kurnia Dewi
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i1.949

Abstract

This community service reviews the problems faced by Mrs Shinta's Anugrah Jaya MSME located in Malang. This MSME produces tempeh, cassava, banana and taro chips which are handmade and manual equipment. The lack of long-term knowledge makes it difficult for Anugrah Jaya Ibu Shinta to compete. From the observation, it was found that there was no maximum utilisation of social media. The business owner has only received messages through the whatshapp platform. Not only that, but product shots are also disproportionate and many parts are cut or not visible due to camera angle errors. This article aims to share the experience of Community Service in the form of product photo training conducted through observation and training methods. The training was conducted through 2 stages, namely the socialisation and practice stages. This photo training aims to enable Mrs Shinta's Anugrah Jaya MSME to package her kripik products in photos that look visually appealing so that they can support product sales
MAKNA DAN PERUBAHAN RUPA BONEKA WAYANG SEMAR PADA WAYANG JEKDONG JAWA TIMUR Alfian Candra Ayuswantana; Lutfi Tri Atmaji; Diana Aqidatun Nisa; Pungky Febi Arifianto
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.16334

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan beragam suku dan kebudayaan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Berbeda daerah dan suku maka berbeda pula kebudayaan yang ada termasuk artefak budaya yang ada di masyarakat Indonesia. Sebuah artefak budaya senantiasa mencerminkan nilai-nilai Masyarakat pembuatnya. Hal ini tidak terkecuali dalam kesenian wayang Jekdong sebagai hasil karya Masyarakat budaya Arek, Masyarakat budaya Arek sebagai sub-budaya provinsi Jawa Timur memiliki kekhasan  budaya dan salah satu produk dari budaya arek adalah wayang Jekdong dimana boneka wayang Jekdong Semar menjadi cermnan akan nilai-nilai budaya Arek. Penelitian ini melibatkan penelusuran boneka wayang Semar dalam tiga spesimen yang berbeda dari tiga tahun pembuatan. Hal tersebut dalam rangka mengulik nilai cerminan masyarakat budaya Arek yang dipertahankan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi spesimen wayang Jekdong tiga periode produksi yang berbeda dengan menggunakan gaya wayang Jekdong Porongan koleksi Ki Wardono dan salah satu sumber yang tidak dapat disebutkan. Perbedaan-perbedaan yang tampak pada boneka wayang Semar dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang melatar belakangi. Faktor tersebut antara lain adalah faktor karakteristik budaya Arek yang cenderung lugas dan faktor pengaruh nilai-nilai islam. Indonesia is a large country with diverse ethnicities and cultures spread from Sabang to Merauke. Different regions and ethnicities have different cultures, including cultural artifacts in Indonesian society. A cultural artifact always reflects the values of the community that creates it. This is no exception in the art of Jekdong puppetry, a product of the cultural community of Arek. Arek, as a subculture of East Java province, has its own cultural distinctiveness, and one of the products of Arek culture is the Jekdong puppet, where the Jekdong Semar puppet serves as an embodiment of Arek cultural values. This research involves the examination of the Semar puppet in three different specimens from three different production years. This is done to explore the values reflecting the Arek cultural community that are preserved. The research method used is the observation of Jekdong puppet specimens from three different production periods, using the Jekdong Porongan puppet style collection of Ki Wardono and another source that cannot be mentioned. The differences observed in the Semar puppet are influenced by several main underlying factors. These factors include the characteristics of Arek culture, which tend to be straightforward, and the influence of Islamic values