Sugeng Riyanto
Program Studi Teknik Elektro, Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No 1, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Elektrika Borneo

PERENCANAAN INSTALASI LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN HYBRID PADA RUMAH TOKO (RUKO) TIGA LANTAI DI TARAKAN Imam Aprianur; Sugeng Riyanto
Elektrika Borneo Vol 4, No 1 (2018): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.998 KB) | DOI: 10.35334/jeb.v4i1.1297

Abstract

Pada dasarnya Instalasi listrik adalah suatu rangkaian yang saling keterkaitan satu dengan yang lainya, serta saling terhubung atau terkoordinasi. Dalam perencanaan Instalasi diharuskan sesuai dengan persyaratan umum instalasi listrik (PUIL) serta dapat mengarah pada pemakaian bahan yang akan digunakan, dengan Standard Nasional Indonesia (SNI). Pada perencanaan instalasi listrik dengan menggunakan Hybrid Sistem Photovoltaic yang merupakan suatu penyediaan energi listrik dengan pemanfaatan sumber energi radiasi matahari yang dapat diubah menjadi energi listrik. Dengan perencanaan instalasi listrik ini merupakan penggabungan dua catu daya, melainkan dari Tenaga Surya (Sistem Photovoltaic) dan jaringan instalasi listrik yang disuplai langsung dari sumber PLN (Grid Connection).
Perancangan Instalasi Penerangan Pada Gedung Laboratorium Dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan Aprizulkifli Aprizulkifli; Sugeng Riyanto
Elektrika Borneo Vol 7, No 1 (2021): Elektrika Borneo Edisi April
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jeb.v7i1.2108

Abstract

The design of the lighting installation in the Integrated Lecture and Laboratory Building of the University of Borneo Tarakan. Generates a total power of about 31,048 KW with MCCB capacity on the main panel of 150 A. In this building is divided into 3 floors (1, 2 and Top Floor). Each group has its respective power (18,400, 12,328 and 320 Watt) and the nominal currents of each group are (35, 35, and 2 Ampere). The resulting stress loss is 0.4%
ANALISIS PENGASUTAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA 15 HP MENGGUNAKAN METODE DOL (DIRECT ON LINE) PADA PDAM JUWATA LAUT TARAKAN Sugeng Riyanto; Andi Sapriadi
Elektrika Borneo Vol 4, No 2 (2018): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.667 KB) | DOI: 10.35334/jeb.v4i2.1291

Abstract

Motor induksi tiga fasa adalah suatu mesin listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi merupakan motor yang banyak kita jumpai dalam industri kecil dan besar. Motor jenis ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya: konstruksi yang sederhana, kokoh, harga relatif murah dan tidak memerlukan perawatan yang rumit. Pada prinsipnya motor induksi ini dioperasikan pada kecepatan yang konstan, apabila beban berubah maka, kecepatan motor akan berubah. Motor induksi tiga fasa yang dianalisis adalah motor dengan merk TECO 3 PHASE INDUCTION pada pompa intake PDAM daerah Juwata Laut Tarakan dengan daya sebesar 11 kW/15 HP yang menghasilkan arus Start sebesar 22,5721 Ampere, Torsi start sebesar 0,2744 ????????, Rugi-rugi tembaga sebesar 611,8580 Watt dan Efisiensinya sebesar 0,94 % . Metode yang digunakan pada motor induksi tiga fasa adalah dengan menggunakan hubung langsung (Direct On Line).
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PEMBANGKIT PLTMG TANJUNG SELOR 15 MW Eman Dacruz; Sugeng Riyanto; Achmad Budiman
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4397

Abstract

Pengaruh perubahan beban terhadap konsumsi bahan bakar pembangkit PLTMG. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh perubahan beban terhadap biaya bahan bakar pembangkit PLTMG berbanding lurus dimana semakin tinggi perubahan beban yang dihasilkan maka semakin tinggi pula biaya yang dikeluarkan. Biaya bahan bakar suatu kerugian sangat mempengaruhi daya yang dihasilkan, yang selanjutnya akan mempengaruhi beban. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisa tentang pengaruh perubahan beban tersebut terhadap biaya operasional khususnya pada biaya bahan bakar yang dikeluarkan.Berdasarkan analisis Pemakaian Bahan Bakar Selama satu hari Engine 1 juah lebih besar di bandingkan Engine 2 yaitu sebesar 35,739 Liter dan 24,928 liter, Sedangkan untuk Produksi Listrik Engine 1 jauh lebih kecil di bandingkan Engine 2 yaitu sebesar 142.229 kWh dan 86.027kWh . Sedangkan untuk pemakaian SFC untuk membangkitkan 1 kWh Engine 1 lebih kecil dari pada Engine 2 yaitu 0.251277869 Liter/kWh dan 0.255308617 liter/ kWh. Sedangkan untuk Efesiensi Thermal sendiri jauh lebih bagus Engine 1 dibandingkan Engine 2 yaitu 1.2 % dan 0.8%. Dan untuk Heat rate Engine 1 juah lebih kecil dari pada Engine 2 yaitu sebesar 33.702 Btu/ kWh dan 52.9392 Btu/ kWh karena perawatan Engine 1 lebih sering di bandingkan Engine 2.
EVALUASI PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK PADA GEDUNG SEKOLAH DASAR NEGERI 035 KOTA TARAKAN Imam Prasetiyo Tiyo; Sugeng Riyanto
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.3460

Abstract

Listrik memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Semakin bertambahnya jumlah penduduk maka semakin besar pula energi listrik yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini bisa kita lihat dari kehidupan sehari-hari, hampir setiap bangunan membutuhkan energi listrik seperti sekolah atau kampus, perkantoran, rumah sakit, hotel, dan sebagainya. Dalam oprasionalnya, gedung-gedung bertingkat tersebut pasti memerlukan sistem perancangan instalasi penerangan yang baik dan berkualitas. Instalasi penerangan merupakan suatu instalasi listrik yang bebannya merupakan komponen penerangan. Rangkaian instalasi penerangan terdiri dari beberapa komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada suatu tempat atau ruangan tertentu.Instalasi penerangan umumnya dirangkai dari beberapa titik cahaya sehingga dapat terbentuk suatu sistem yang mempunyai fungsi untuk menerangi suatu tempat. Untuk merancang suatu sistem rangkaian untuk instalasi penerangan, kita harus mempunyai rencana pemasangan sehingga mempunyai acuan dalam pemasangan instalasi tersebut. Selain itu suatu instalasi penerangan dapat berfungsi dengan baik dan aman apabila memenuhi syarat pemilihan pengaman dan juga penghantar.Maka dari itu, seorang perencana haruslah memahami betul peraturan-peraturan yang berlaku untuk setiap pemasangan instalasi listrik khususnya pada instalasi penerangan. Untuk mengetahui persyaratan umum instalasi listrik agar dapat merancang suatu rangkaian yang aman dan baik, dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011.Evaluasi instalasi listrik pada bangunan sekolah dasar 035 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1, 2, dan wc bagian luar sebesar 4.636 Watt (4.63) KW dengan kapasitas MCCB panel utama 20 A . pada setiap lantai  menggunakan tegangan 1 fasa, kemudian akan di kelompokkan menjadi  beberapa grup. Grup nya yaitu grup penerangan. Untuk total daya pada lantai 1 sebesar 2.554 Watt (2,55 KW), untuk lantai 2 sebesar 1.938 (1.93 KW) dan pada bangunan wc luar sebesar 144 W. Pada jenis dan luas penampang kabel yang digunakan setiap lantai adalah NYY 3 x 2,5 mm2. Untuk nilai pentanahan sebesar 2,6 Ω, dan pada nilai susut tegangan sebesar 5% dapat berpedoman pada standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011.
PERANCANGAN SENSOR COS φ UNTUK MONITORING SEGITIGA DAYA PADA JARINGAN 1 FASA Abdul Muis Prasetia; Sugeng Riyanto; Linda Sartika; suriadi suriadi
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4381

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat diperlukan dan berperan penting di lingkungan masyarakat. Banyak peralatan yang membutuhkan energi listrik untuk mengoperasikannya, baik dalam skala rumah tangga maupun industri. Dengan demikian, kualitas pasokan energi listrik sangat penting untuk diketahui. Pada segitiga daya, faktor yang mempengaruhi kualitas energi listrik itu adalah tegangan, arus dan faktor daya (cos phi). Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematik antara tipe-tipe daya yang berbeda yaitu daya aktif (Watt), daya reaktif (Var) dan daya semu (VA). Pada segitiga daya perbandingan antara daya aktif dan daya semu adalah faktor daya, disini faktor daya berpengaruh untuk mengetahui nilai segitiga daya. Untuk itu, diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan pengukuran nilai faktor daya. Dalam penelitian ini penulis merancang sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memonitoring cos phi dan segitiga daya pada jaringan 1 fasa. Adapun metode yang dilakukan ialah melakukan perancangan program sensor cos phi dan melakukan perancangan sistem monitoring segitiga daya. Beban yang digunakan yakni beban induktif 1.7 H dengan variasi penambahan hingga 6 buah beban resistif 920 Ohm yang dihubung paralel. Sehingga pada rancangan sistem monitoring ini berhasil melakukan pengukuran dengan hasil error rata-rata daya semu 2.08%, daya aktif 2.44%, daya reaktif 0.64%  dan cos  0.43%.
EVALUASI PENANGKAL PETIR MENGUNAKAN METODE SUDUT PROTEKSI DAN BOLA GELINDING PADA GADUNG FIKES UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Ronaldo Pati Gaspar Lago; Sugeng Riyanto
Elektrika Borneo Vol 9, No 2 (2023): Elektrika Borneo Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eb.v9i2.4350

Abstract

Evaluasi penangkal petir mengunakan metode sudut proteksi dan bola gelinding pada gadung Fikes Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektorda di tancap ke tanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering di sebut metode tancap yang ada pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan dua metode yaitu metode sudut proteksi dan metode bola gelinding. Adapun hasil data yang di ukur di lapangan berserta hasil perhitungan data yang di peroleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,23 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar(0,75 ohm)dan Data perhitungan menurut SNI sebsar(4,15 ohm), Data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 14Km2" /tahun, Indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dngan hasil yang di peroleh sebesar(12),data curah hujan dengan hasil perhitungan sebesar 14 5,24 Km2/tahun" , Menghitung area proteksi(Ac) pada gedung yaitu:Atap tengah 100 574,29 14Km2"  dan Atap samping 90 416,08 14Km2" , rata rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 1,0 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,90 sambaran pertahun, Mengitung efesiensi sambaran petir:Atap tengah gedung 0,9% dan Atap samping gedung 0,8%, Data sambaran petir tahun 2022 pada area Universitas Borneo Tarakan sebesar 1,659 A. Nilai probability atau angka perhitungan yang akan terjadi badai petir terdapat sebesar 13,8%, perhitugan jari jari petir 345 m dan hasil lingkaran bola gelinding 67,07 derajatKata kunci - Metode sudut proteksi dan metode bola gelinding, Gedung FIK/Fakultas Ilmu Kesehatas Universitas-Borneo-Tarakan.