La Ode Liaumin Azim
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Endemis Journal

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA DAN PERSEPSI DENGAN PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 DI DESA MANTOBUA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA TAHUN 2021 La Ode Liaumin Azim; Hariati Lestari; Iin Iin
Endemis Journal Vol 3, No 1 (2022): ENDEMIS JOURNAL
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v3i1.26981

Abstract

Reception of COVID-19 vaccination in each district/city in Southeast Sulawesi Province received different coverage. When compared to other regencies/cities, Muna Regency received very low vaccination coverage, namely 23.39% (stage 1) and 12.66% (stage 2). While in Mantobua Village the percentage of COVID-19 vaccine coverage as of October 14, 2021 is 6% (stage 1) and 2% (stage 2). This could be due to influencing factors such as the knowledge of the community itself. This study aims to determine the relationship between knowledge, family support and perception with the acceptance of the COVID-19 vaccine in Mantobua Village, Lohia District, Muna Regency in 2021. The research design used was observational analytic with a cross sectional study design. The population in this study is people who have not received the COVID-19 Vaccine, aged 12-60 years who live in Mantobua Village with a total population of 2,262 people, the number of samples in this study is 110 respondents. The sampling technique used is simple random sampling. The analysis was carried out univariate and bivariate using the chi square test. With a 95% confidence level, the research results show that there is a relationship between knowledge (p-value = 0.000), family support (p-value = 0001), perception (p-value = 0.003) and acceptance of the COVID-19 vaccine
KONSEP SISTEM SURVEILANS EPIDEMIOLOGI COVID-19 BERDASARKAN INDIKATOR INPUT DI PUSKEMAS NAMBO KOTA KENDARI TAHUN 2021 Husnul Khatimah; Irma Irma; Rastika Dwiyanti Liaran; Laode Liaumin Azim
Endemis Journal Vol 3, No 3 (2022): Endemis Journal
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/ej.v3i3.33885

Abstract

Surveilans merupakan core pananganan dan dapat menjadi barisan terdepan dalam usaha pencegahan dan penanggulangan Pandemic Covid 19. Menurut WHO dibutuhkan indikator-indikator sebagai alat dalam monitoring dan evaluasi. Berdasarkan Logical Framework Approach (LFA), terdapat lima tipe indikator, yakni input, proses, output, outcome dan impact. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Indikator Input Sistem Surveilans Epidemiologi Covid-19 di Puskesmas Nambo Kota Kendari Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 informan kunci, 2 informan biasa  dan 1 informan tambahan yang merupakan petugas Puskesmas Nambo dan Petugas Dinas Kesehatan Kota Kendari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Man dalam hal ini merujuk pada sumber daya yang dimiliki oleh organisasi atau puskesmas, Pembiayanan kesehatan adalah tersedianya dana kesehatan dalam jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil, merata dan termanfaatkan dengan baik untuk menjamin terselenggaranya pembangunan Kesehatan, Ketersediaan SOP  merupakan bagian dari kebijakan yang terdiri atas pedoman, peraturan dan prosedur yang ditetapkan untuk mendukung usaha pencapaian sasaran yang ditentukan. Sarana atau alat merupakan bagian organisasi yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pelayanan dan mencapai tujuan. Material adalah ketersediaan prasarana dan sarana berupa alat kesehatan yang memadai.kesimpulannya Pada aspek sumber daya manusia (man) sudah memadai, pada aspek pendanaan (money) alokasi dana operasional telah tersedia, pada aspek ketersediaan SOP (method) sesuai dengan pelaksanaan epidemiologi dan pada aspek sarana dan prasarana fasilitas sudah terpenuhi