I Wayan Dharma Artana
Department Of Pediatrics, Faculty Of Medicine, Udayana University, Sanglah General Hospital, Bali, Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Luaran Bayi Kurang Bulan Late Preterm I Wayan Dharma Artana
Sari Pediatri Vol 14, No 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.857 KB) | DOI: 10.14238/sp14.1.2012.62-6

Abstract

Latar belakang. Bayi kurang bulan (BKB) mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit-penyakit yang berhubungan dengan prematuritas. Kejadian BKB late pretermadalah 75% dari kelahiran BKB.Tujuan. Mengetahui dan membandingkan luaran lama rawat, kesakitan dan kematian BKB late pretermdengan bayi cukup bulan (BCB).Metode. Penelitian kohort prospektif, subyek faktor risiko adalah BKB late pretermdan BCB sebagai kontrol, yang lahir di RSUP Sanglah Denpasar mulai Januari 2010 sampai Desember 2010. Perhitungan analisis untuk mencari hubungan antara faktor risiko BKB late preterm dengan lama rawat, kejadian kesakitan dan kematian, dilakukan analisis multivariat dengan regresi logistik dan chi square.Hasil. Didapatkan perbedaan bermakna di antara kedua kelompok mengenai lama rawat <3 hari (p=0,027; RR=2,76; IK 95%,12-6,15), kesakitan (p=0,016; RR= 3,84; IK 95% 2,06-8,49) kematian (p=0,001; RR=6,6; IK 95% 1,46-9,37).Kesimpulan.Bayi kurang bulan late preterm memiliki risiko lebih tinggi menjalani waktu perawatan di rumah sakit, kejadian kesakitan, dan kematian dibandingkan BCB.
Faktor Risiko dan Luaran Fungsi Hati pada Asfiksia Neonatus di Unit Perawatan Intensif Neonatus (UPIN) RSUP Sanglah Denpasar I Wayan Dharma Artana
Sari Pediatri Vol 14, No 4 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp14.4.2012.260-4

Abstract

Latar belakang. Asfiksia neonatus menyebabkan disfungsi organ, termasuk hati sebagai salah satu organyang dikorbankan akan mengalami cedera karena proses asfiksia.Tujuan. Mengetahui dan membandingkan luaran fungsi hati pada asfiksia neonatus dan mengetahui faktorrisiko kejadian asfiksia.Metode. Penelitian dengan rancangan potong lintang, subyek dipilih dengan cara non random sampling,yaitu consecutive sampling, sejak bulan Juni sampai Desember 2010. Subyek penelitian 46 neonatus asfiksiadan 60 kontrol. Hubungan antara derajat asfiksia dengan parameter fungsi hati dilakukan dengan analisisof varian (ANOVA).Hasil. Dari 46 neonatus asfiksia, derajat ringan 21 (19,8%), derajat sedang 11 (10,4%), derajat berat 14(13,2%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok asfiksia dengan kontrol terhadap enzim serumglutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), Prothrombin time(PT) dan International normalised ratio (INR)(p<0,001). Faktor risiko terhadap kejadian asfiksia adalahumur kehamilan (p<0,013) dan berat badan lahir (p<0,001).Kesimpulan.Asfiksia neonatus menyebabkan luaran SGOT, SGPT lebih tinggi dibandingkan kontrol. NilaiINR dan PT juga dipengaruhi oleh asfiksia neonatus.
Peran Suplementasi Mineral Mikro Seng Terhadap Kesembuhan Diare W Dharma Artana; Sudaryat Suraatmaja; K Nomor Aryasa; IKG Suandi
Sari Pediatri Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.354 KB) | DOI: 10.14238/sp7.1.2005.15-8

Abstract

Seng termasuk golongan mineral mikro yang sangat esensial bagi tubuh, diabsorpsi diusus halus, terutama pada bagian proksimal jejunum. Defisiensi seng dapat menimbulkanbeberapa keadaan seperti akrodermatitis, alopesia, rabun senja, gangguan tumbuhkembang, gangguan sistem reproduksi, atrofi serta kerusakan mukosa usus halus denganmanifestasi diare, dan menurunnya respons imun. Mineral mikro seng berperan sebagaianti oksidan mempengaruhi absorpsi air dan natrium, meningkatkan metabolismevitamin A, mencegah defisiensi enzim disakaridase, memperbaiki sistem imun, sertasebagai ko-faktor enzim. Maka WHO menganjurkan pemberian suplementasi mineralmikro seng pada pasien diare untuk mempercepat kesembuhan, mencegah terjadinyakomplikasi seperti diare berkepanjangan maupun gizi buruk dan bersifat relatif tidaktoksis.
Risiko Asfiksia pada Ketuban Pecah Dini di RSUP Sanglah Wiradharma Wiradharma; Kardana I Md; Dharma Artana I Wyn
Sari Pediatri Vol 14, No 5 (2013)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.049 KB) | DOI: 10.14238/sp14.5.2013.316-9

Abstract

Latar belakang.Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya komplikasi persalinan. Semakin lama KPD, semakin besar kemungkinan terjadi komplikasi persalinan, sehingga meningkatkan risiko terjadi asfiksia.Tujuan.Mengetahui besar risiko lama KPD terhadap kejadian asfiksia pada kehamilan cukup bulan.Metode.Rancangan penelitian analitik kategorikal tidak berpasangan, dengan pendekatan kasus kontrol. Tujuhpuluh enam bayi yang dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar periode bulan Mei-November 2010 dipilih secara consecutive. Bayi asfiksia 38 kasus dan sebagai kelompok kontrol 38 bayi tidak asfiksia. Lama KPD dikelompokkan menjadi <12 jam dan ≥12 jam. Data lama KPD diambil dari catatan medik. Analisis data menggunakan uji Kai-kuadrat dan analisis multivariat (regresi logistik).Hasil.Terdapat perbedaan bermakna antara lama KPD (<12 dengan ≥12) jam terhadap kejadian asfiksia (p=0,002; RO=8,0; IK 95% 2,0-30,4).Kesimpulan.Ketuban pecah dini merupakan faktor risiko terjadinya asfiksia.