Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI SKRINING GIZI LANSIA UNTUK KADER POSYANDU LANSIA RW 011 KELURAHAN PENGGILINGAN Rully Mujiastuti; Erni Rita; Sitti Nurbaya Ambo; Lily Herlina; Emi Susilowati; Sugiartowo Sugiartowo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1609

Abstract

Menjadi tua adalah sebuah fitrah perjalanan kehidupan tiap manusia. Banyak permasalahan yang terjadi pada seseorang yang menginjak lanjut usia, di antaranya terkait masalah yang berhubungan dengan gizi. Gizi seimbang menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan agar daya tahan tubuh lansia meningkat, penyakit berkurang dan semangat hidup meningkat. Demikian pula halnya dengan Posyandu Lansia Rw 011 Kelurahan Penggilingan yang menjadi mitra tim pengabdi. Posyandu ini memiliki jumlah lansia lebih dari 250 orang, sementara tingkat kehadiran lansia hanya sekitar 20% saja. Kegiatan rutin Posyandu adalah kegiatan melakukan skrining kesehatan aktivitas sehari-hari dan risiko jatuh pada lansia, sementara untuk skrining gizi belum pernah dilakukan. Hal ini menjadi fokus tim pengabdi untuk melakukan edukasi kesehatan gizi lansia kepada kader posyandu lansia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah skrining dan membentuk strategi intervensi kesehatan melalui aplikasi gizi LansiaSmart. Melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, pembinaan dan pendampingan ini, kader posyandu lansia lebih meningkat kapasitasnya. Skrining yang dilakukan bertambah, dari dua skrining menjadi tiga skrining dengan aplikasi skrining gizi LansiaSmart.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SELF CARE PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 Hera Heriyanti; Sigit Mulyono; Lily Herlina
Journal of Islamic Nursing Vol 5 No 1 (2020): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v5i1.14145

Abstract

Elderly is a population of risk that has limitations caused by the deterioration of various systems. Elderly accompanied by chronic DM disease and lack of support system results in elderly with DM entering the vulnerable group. Therefore, the elderly with DM need help to support their quality and satisfaction of life. The support is very much needed especially from the family, because the family is an element that is very closely related to the elderly. For this reason, it is expected that the family can support in the form of attention, can receive, give love so that the elderly are able to do self-care. Objective: this study aims to determine the relationship of family support for self-care in the elderly with type 2 diabetes. Method: quantitative research with descriptive observational research design with cross sectional approach. The population in this study were all elderly with DM type 2 in the work area of PuskesmasWara Selatan of Palopo City as many as 153 people. The sampling technique used is nonprobability sampling with a sample of 121 people. Data collection uses questionnaire respondent characteristics, family support, and self-care. Results: From the analysis it was found that the variable most related to self-care was emotional support with the value Exp (B) = 10.875. Conclusion: It is hoped that health workers in the health center of South Wara will further promote health promotion regarding the importance of family support to improve self-care and health status of the elderly with DM. Keywords: DM type 2, Family Support, Self-Care
Edukasi Kepatuhan Pengobatan, Perilaku Hidup Sehat, Dan Diet Pada Lansia Dengan Hipertensi Febby Wahyunita Kasim; Lily Herlina; Ninik Yunitr
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44642

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama komplikasi kardiovaskular. Kepatuhan terhadap pengobatan, perilaku hidup sehat, dan diet yang tepat menjadi kunci dalam pengelolaan tekanan darah. Namun, tingkat kepatuhan yang rendah dan kurangnya edukasi masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi terkait kepatuhan pengobatan, perilaku hidup sehat, dan diet terhadap tekanan darah, skor efikasi diri (MASES), perilaku promosi kesehatan (HPLP), dan indeks massa tubuh (IMT) pada lansia dengan hipertensi. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test. Sebanyak 36 lansia hipertensi dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dihitung dengan aplikasi G-Power. Intervensi edukasi dilaksanakan selama enam minggu secara tatap muka dan mencakup materi tentang pengobatan, pola hidup sehat, dan diet hipertensi. Instrumen yang digunakan meliputi MASES, HPLP, alat ukur tekanan darah, dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan GLM-Repeated Measures. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan pengobatan, skor MASES dan HPLP, serta penurunan tekanan darah dan IMT (p<0,05). Edukasi yang terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan dan mengendalikan hipertensi pada lansia, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam pelayanan posyandu lansia.
Efektivitas Senam Kaki dan Akupresur Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Quasi-Eksperimen di PRSLU Karawang Aprilina Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Lily Herlina; Nurhayati Nurhayati; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52655

Abstract

Lansia dengan Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 memiliki risiko tinggi mengalami ketidakstabilan kadar gula darah akibat penurunan fungsi fisiologis dan keterbatasan aktivitas fisik. Intervensi nonfarmakologis seperti senam kaki dan akupresur banyak digunakan, namun bukti komparatif mengenai efektivitas keduanya pada lansia institusional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas senam kaki dan akupresur terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pre–post test dilakukan di PRSLU Karawang pada Mei–Juli 2025 dengan sampel 32 lansia DM tipe 2 yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif menurunkan kadar gula darah, namun penurunan pada kelompok senam kaki lebih besar dibandingkan kelompok akupresur. Senam kaki menurunkan kadar gula darah rata-rata sebesar 42,31 mg/dL, sedangkan akupresur sebesar 3,87 mg/dL. Disimpulkan bahwa senam kaki dan akupresur efektif menurunkan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2, namun senam kaki memiliki efektivitas yang lebih besar dan lebih bermakna secara klinis. Senam kaki direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis utama dalam pengendalian glikemik pada lansia, khususnya di lingkungan institusional, sementara akupresur dapat digunakan sebagai terapi komplementer pendukung.