Nurhayati Nurhayati
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengemudi Bajaj di Pangkalan RSIJ Cempaka Putih Tanggap Protokol Kesehatan Menuju Adaptasi kehidupan Baru Fitrian Rayasari; Yani Sofiani; Uswatul Khasanah; Nurhayati Nurhayati; Nana Supriyatna; Abdu Rahim Kamil; Wasis Widodo; Siti Rahayu
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.7101

Abstract

Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak dengan lebih dari 100.000 kasus. Sarana penyebaran kasus tertinggi salah satunya adalah dari angkutan umum yang menjadi pilihan utama sarana transportasi di Indonesia, khususnya di Jakarta. Keberadaan bajaj dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya di Jakarta. Banyak rumah sakit di Jakarta yang memiliki area bajaj menunggu penumpang. Dari hasil pemantauan, sebagian besar dari pengemudi bajaj di area menunggu tidak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, menjaga jarak dan juga tidak memiliki sarana untuk mencuci tangan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengemudi bajaj tentang protokol kesehatan di masa pandemic Covid-19, serta membantu meningkatkan standar bajaj bersih dan bebas Covid-19. Hasil yang didapatkan, 24 pengemudi bajaj mengikuti kegiatan, tercatat terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran pengemudi bajaj tentang protokol kesehatan, serta tersedianya armada bajaj yang sesuai standar kesehatan untuk pencegahan Covid-19. Saran: Perilaku patuh terhadap protokol kesehatan untuk menjadikan kebiasaan dilakukan melalui monitoring dan komitmen bersama mitra (Kobagas). Upaya peningkatan perilaku penerapan protokol kesehatan kepada pengemudi bajaj di seluruh wilayah DKI dapat dapat dilanjutkan sebagai bentuk kegiatan PKM yang berkelanjutan, sehingga perilaku pencegahan penyebaran Covid 19 meningkat khususnya pada pengemudi bajaj.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI, FAKTOR PENYAKIT, DAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN MAKNA SPIRITUAL PENGALAMAN SAKIT Nurhayati Nurhayati; Rohman Azzam; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i1.723

Abstract

ABSTRACT The prevalence of HIV/AIDS is increasing in almost all over the world, the most incidence is in productive age. High community stigma and discrimination, has a negative impact on people living with HIV/AIDS (PLWHA) and the wider life. Objective: Identify the relationship between demographic factors (age, gender, latest education, occupation, religion, economic status, marital status), disease factors (initial diagnosis, opportunistic infections, medication adherence), and psychological factors (anxiety and depression) with meaning, spiritual experience of illness in PLHIV in East Jakarta. This study used a cross sectional study design with consecutive sampling involving 225 respondents at the Bhayangkara Hospital Level I R. Said Sukanto, Jakarta. The independent t test obtained the age factor with a p value of 0.043, meaning that there was a relationship between age and the spiritual meaning of the experience of illness. Chi square test on the factors of gender, recent education, employment, religion, economic status, marital status, early diagnosis, opportunistic infections, adherence to taking medication, anxiety and depression obtained p value> 0.05 means that there is no relationship between these factors and meaning, spiritual experience of illness. Opportunistic infection is a dominant factor related to the spiritual meaning of the experience of illness. There is a relationship between age and the spiritual meaning of the experience of illness, and opportunistic infections are the dominant factor related to the spiritual meaning of the experience of pain. Suggestion: It is necessary to do further research based on initial diagnosis or duration of HIV infection.
Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat ARV Terhadap Kualitas Hidup Pasien HIV/ AIDS Nurhayati Nurhayati; Muhamad Hafiz
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.144 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i5.6336

Abstract

ABSTRACT An HIV/AIDS patient requires ARV treatment to prevent opportunistic infections with various complications, ARV treatment adherence greatly affects the quality of life of HIV/AIDS patients. The purpose of the study was to determine the relationship between adherence to taking ARV drugs on the quality of life of HIV/AIDS patients in the Work Area of the Cakung District Health Center, East Jakarta. This study used a cross-sectional method, conducted in December 2018 in the Cakung Subdistrict Health Center, East Jakarta, with a sample of 62 respondents with a total sampling technique of sampling. The study obtained p-value = 0.005, so it can be concluded that there is a relationship between adherence to taking ARV drugs on the quality of life of HIV/AIDS patients in the Work Area of the Cakung District Health Center, East Jakarta. HRV treatment is expected to provide information and insight to HIV/AIDS patients in the healing process Keywords: Adherence to taking ARV drugs, Quality of life, HIV/AIDS patients ABSTRAK Seorang pasien HIV/AIDS memerlukan pengobatan ARV untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik dengan berbagai komplikasinya, kepatuhan pengobatan ARV sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien HIV/ AIDS. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat ARV terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Penelitian ini menggunkan metode cross-sectional, dilakukan pada bulan Desember 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cakung Jakarta Timur, dengan jumlah sampel 62 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil  penelitian didapatkan nilai p value =0,005 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan  antara kepatuhan minum obat ARV terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Pengobatan HRV diharapkan memberikan informasi dan wawasan kepada pasien HIV/ AIDS dalam proses penyembuhan  Kata Kunci: Kepatuhan minum obat ARV, Kualitas hidup, pasien HIV/AIDS
Model Pendidikan Kesehatan Integratif dan Kolaboratif Siswa Sebaya dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Wawan Kurniawan; Syamsul Anwar; Nurhayati Nurhayati; Uswatul Khasanah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.693 KB)

Abstract

Sekolah menjadi salah satu sasaran pencegahan penyakit DBD karena sebagian besar aktivitas anak dilakukan di sekolah. Pendidikan kolaboratif integratif dapat meningkatkan pemahaman siswa dibandingkan dengan metode lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan integratif dan kolaboratif terhadap pengetahuan, sikap, partisipasi siswa, dan indeks entomologi di Kabupaten Majalengka. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (pretest-posttest control group design). Sebanyak 3 sekolah dipilih sebagai kelompok intervensi dan 3 lainnya sebagai kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SD yang berjumlah 244 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan formulir pemantauan jentik. Data dianalisis dengan uji Mc Nemar dan Mann-Whitney. Sebagian besar responden adalah mahasiswi dengan pengetahuan kurang, sikap negatif, dan kurang berpartisipasi dalam pencegahan DBD. Sebagian besar memiliki container index kurang karena memiliki container positif jentik > 5%. Juga, ia memiliki nilai indeks virtual yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap, partisipasi mahasiswa, BRI, HRI, dan indeks virtual dengan p = 0,000. Namun, tidak ada perbedaan rumah larva-positif antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,726, p>0,05). Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dan mempengaruhi teman sebayanya dalam pencegahan DBD.
Efektifitas Teknik Relaksasi Otot Progresif dan Teknik Swedish Massage terhadap Hipertensi Teti Oktianingsih; Syamsul Anwar; Nurhayati Nurhayati; Uswatul Khasanah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.703 KB)

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan diastolik > 90 mmHg. Upaya menurunkan tingginya angka kejadian hipertensi dapat dilakukan dengan terapi nonfarmakologi yang bebas biaya dan mudah dilakukan di rumah, salah satunya terapi komplementer relaksasi otot progresif, pijat Swedia dan terapi kombinasi relaksasi otot progresif dengan pijat Swedia. . Kuantitatif dengan pendekatan Quasy Experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 36 orang, kemudian responden dibagi menjadi 3, 12 responden mendapat intervensi teknik relaksasi otot progresif, 12 responden teknik pijat Swedia, dan 12 responden menggabungkan teknik relaksasi otot progresif dengan teknik pijat Swedia. Terdapat perbedaan yang signifikan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p = 0,000, setelah teknik pijat Swedia dengan nilai p 0,001 dan setelah teknik relaksasi otot progresif dikombinasikan dengan pijat Swedia nilai p 0,000. Terapi teknik pijat Swedia lebih efektif daripada metode gabungan (teknik relaksasi otot progresif – pijat Swedia) dan teknik relaksasi otot progresif.
Pengaruh Terapi Spritual Emotional Freedom Technique terhadap Kualitas Tidur pada Lansia Ichlas Tribakti; Syamsul Anwar; Nurhayati Nurhayati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.3322

Abstract

This study aims to determine the effect of SEFT therapy on sleep quality in the elderly. This research is quantitative research using a quasi experiment approach with a research design using a quasi experimental pretest-posttest with control group design. Sampling used purposive sampling technique with a total of 15 respondents each for the control group and 15 people for the intervention group. Pre and post sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The results of the research, bivariate analysis with paired t test in the intervention group showed that there was a difference between sleep quality before and after the SEFT intervention with a P-Value of 0.012. Meanwhile, in the control group there was no difference between sleep quality before and after with a P-Value of 0.089. The results of statistical tests using the independent t test showed a significant difference between sleep quality in the intervention and control groups, p value = 0.004 < α (0.05). In conclusion, there is an influence of SEFT therapy on sleep quality in the elderly in Subangjaya Village. Suggestions for future researchers are using quantitative methods (Quasi Experimental) in mixed methods with qualitative which is expected to provide in-depth information about SEFT therapy. Keywords: Sleep Quality, Elderly, SEFT
Faktor Demografi, Faktor Penyakit, dan Faktor Psikologis terhadap Makna Spiritual Pengalaman Sakit pada ODHA Nurhayati Nurhayati; Rohman Azzam; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.869 KB) | DOI: 10.31539/jks.v4i2.1917

Abstract

This study aims to identify the relationship between demographic factors (age, gender, latest education, occupation, religion, economic status, marital status), disease factors (initial diagnosis, opportunistic infections, medication adherence), and psychological factors (anxiety and depression). the spiritual meaning of the experience of illness in people with HIV / AIDS (PLWHA) in East Jakarta. This research method uses a descriptive-analytic method with a cross-sectional study approach. The results of this study in the bivariate analysis obtained a p-value of 0.043, meaning that there is a relationship between age and the spiritual meaning of the experience of pain, in the multivariate analysis, opportunistic infections are the dominant factor associated with the spiritual meaning of pain experiences. In conclusion, opportunistic infections are the dominant factor related to the spiritual meaning of the experience of pain. Keywords: Demography, Spiritual Meaning, PLWHA, Illness, Psychology
Efektifitas Terapi Kompres Jahe Hangat Kombinasi Akupresur Di Titik Hegu Dan Taixi Pada Lansia Dengan Gout Artritis (Penerapan OMJAHATKU) Sulastri Sambo; Nurhayati Nurhayati; Dewi Anggraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44641

Abstract

Gout artritis merupakan salah satu bentuk penyakit sendi yang umum dialami oleh lansia, ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, dan keterbatasan aktivitas. Penatalaksanaan non-farmakologis menjadi salah satu pendekatan alternatif yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi kompres jahe hangat kombinasi akupresur di titik Hegu dan Taixi terhadap penurunan tingkat nyeri pada lansia dengan gout artritis, melalui pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Intervensi yang diterapkan dalam penelitian ini dikenal dengan istilah OMJAHATKU (Olah Mandiri Jahe Hangat Akupresur Taixi Hegu untuk Kesehatan Urat). Sampel terdiri dari 14 lansia yang mengalami gout artritis di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat, yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala numerik. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat nyeri setelah dilakukan intervensi (p < 0,05). Terapi kompres jahe hangat kombinasi akupresur terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pada lansia dengan gout artritis. Pendekatan OMJAHATKU dapat menjadi alternatif terapi mandiri yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Kombinasi Aktivitas Fisik Tai Chi Dan Program Penurunan Berat Badan Dalam Upaya Pengontrolan Tekanan Darah Pada Agregat Dewasa Dengan Hipertensi Titi Permaini; Nurhayati Nurhayati; Dewi Anggraini
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44945

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, termasuk aktivitas fisik dan status berat badan. Pendekatan non-farmakologis berbasis bukti seperti latihan fisik Tai Chi dan program penurunan berat badan dinilai efektif dalam mengendalikan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-post one group design. Intervensi dilakukan melalui program STDASH (Senam Tai Chi dan Diet DASH) selama 12 minggu kepada 10 responden dewasa dengan hipertensi di wilayah Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Pendekatan Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) digunakan untuk mendukung pelaksanaan intervensi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, Levene Test, dan Paired T-Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Karakteristik mayoritas responden adalah perempuan (90%) dengan usia dewasa tengah dan status IMT overweight (80%). Sebagian besar memiliki riwayat hipertensi <5 tahun dan aktivitas fisik sedang. Setelah intervensi, terjadi penurunan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan, namun tidak ditemukan perubahan bermakna pada berat badan responden. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi kombinasi Tai Chi dan diet DASH efektif menurunkan tekanan darah, tetapi belum cukup untuk menurunkan berat badan dalam durasi intervensi yang sama. Program STDASH berbasis EBNP efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, namun diperlukan durasi intervensi yang lebih lama atau strategi tambahan untuk mencapai penurunan berat badan yang signifikan.
Efektivitas Senam Kaki dan Akupresur Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Quasi-Eksperimen di PRSLU Karawang Aprilina Sartika; Yulidian Nurpratiwi; Lily Herlina; Nurhayati Nurhayati; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52655

Abstract

Lansia dengan Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 memiliki risiko tinggi mengalami ketidakstabilan kadar gula darah akibat penurunan fungsi fisiologis dan keterbatasan aktivitas fisik. Intervensi nonfarmakologis seperti senam kaki dan akupresur banyak digunakan, namun bukti komparatif mengenai efektivitas keduanya pada lansia institusional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas senam kaki dan akupresur terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pre–post test dilakukan di PRSLU Karawang pada Mei–Juli 2025 dengan sampel 32 lansia DM tipe 2 yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif menurunkan kadar gula darah, namun penurunan pada kelompok senam kaki lebih besar dibandingkan kelompok akupresur. Senam kaki menurunkan kadar gula darah rata-rata sebesar 42,31 mg/dL, sedangkan akupresur sebesar 3,87 mg/dL. Disimpulkan bahwa senam kaki dan akupresur efektif menurunkan kadar gula darah pada lansia dengan DM tipe 2, namun senam kaki memiliki efektivitas yang lebih besar dan lebih bermakna secara klinis. Senam kaki direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis utama dalam pengendalian glikemik pada lansia, khususnya di lingkungan institusional, sementara akupresur dapat digunakan sebagai terapi komplementer pendukung.