Gek Diah Desi Sentana
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemertahanan Bahasa Bali Melalui Gamelan Gambang I Nyoman Mariyana; Gek Diah Desi Sentana
Dharma Sastra: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Daerah Vol 1 No 2 (2021): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.269 KB) | DOI: 10.25078/ds.v1i2.536

Abstract

Language as a communication tool consisting of a symbol system, which is composed of the framework of social group relations, can also have an impact on the overall structure of cultural interaction. Art as one of the cultural activities in Bali, can not be separated from the use of the Balinese language as a medium of communication. In Balinese gamelan practices, the role of the Balinese language is very important. This can be seen from the activity of playing gamelan Gambang. Gamelan Gambang is one of the unique Balinese gamelan. In which there is the use of the Balinese language as a form of maintaining the Balinese language from generation to generation. The method used in this study uses descriptive qualitative research methods through data collection, observation, interviews, discography, and documentation. Through this method, it is known that the preservation of the Balinese language is carried out by using the Balinese language alus as verbal communication, introduction to prayers of praise, writing Gambang gending notation. Various terms in Balinese gamelan techniques that use Balinese, such as the terms kotekan, cecandetan, tetorekan and oncang-ocang, while in terms of the terms of the playing techniques of each Gambang instrument that uses Balinese, namely; noltol, nyelangkit, nyelat/nyelag, ngoncang and nyading.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL BALI PADA KEGIATAN KOKURIKULER DI KELAS II SD NEGERI 2 KESIMAN Rosesinta Thailandni Mahaputri; Gek Diah Desi Sentana; I Komang Wisnu Budi Wijaya
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11181

Abstract

The integration of Balinese local wisdom into elementary school learning activities is an important effort to instill cultural values and build students’ character from an early age. This study aims to describe the forms of Balinese local wisdom integration, the strategies used by teachers in implementing it, and its impact on students in co-curricular activities in grade II of SD Negeri 2 Kesiman. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 1 grade II homeroom teacher, 2 students, and 1 principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that: (1) the integration of Balinese local wisdom was implemented through mejangeran activities containing the values of menyama braya, togetherness, cooperation, and mutual respect; (2) the teacher’s strategies included demonstration methods, direct practice, playing and singing activities, as well as continuous guidance during the learning process; (3) culture-based co-curricular activities had a positive impact on students’ character development, social attitudes, self-confidence, and cultural understanding. In addition, these activities also supported the creation of a school environment with stronger Balinese cultural nuances. Therefore, the integration of Balinese local wisdom in co-curricular activities can serve as a contextual and meaningful learning approach in supporting cultural preservation as well as students’ character building. ABSTRAK Integrasi kearifan lokal Bali dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai budaya dan membentuk karakter peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi kearifan lokal Bali, strategi guru dalam mengintegrasikannya, serta dampaknya terhadap peserta didik pada kegiatan kokurikuler di kelas II SD Negeri 2 Kesiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru wali kelas II, 2 peserta didik, dan 1 kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) integrasi kearifan lokal Bali dilakukan melalui kegiatan mejangeran yang mengandung nilai menyama braya, kebersamaan, kerja sama, dan saling menghargai; (2) strategi guru dilakukan melalui metode demonstrasi, praktik langsung, bermain dan bernyanyi, serta pendampingan selama kegiatan berlangsung; (3) kegiatan kokurikuler berbasis budaya Bali memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, sikap sosial, rasa percaya diri, serta pemahaman budaya peserta didik. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bernuansa budaya Bali. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal Bali pada kegiatan kokurikuler dapat menjadi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter peserta didik.