Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN BETON SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI KAYU ULIN PADA JENIS PONDASI TRADISIONAL UNTUK BANGUNAN DI ATAS TANAH LUNAK DI BANJARMASIN Siti Nur Afni
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.06 KB)

Abstract

Tanah jenis gambut atau lempung lunak yang mendominasi daerah Banjarmasin dan sekitarnya menyebabkan rumah-rumah tradisional dibangun menggunakan pondasi tiang pancang, yaitu sebagai rumah panggung. Meskipun konsep perumahan telah bergeser dari tradisional ke yang modern, beberapa rumah yang masih dibangun dengan fitur tradisionalnya seperti penggunaan cerucuk galam tongkat ulin seperti yang mereka lakukan di masa lalu. Dengan adanya peraturan tentang pembatasan penebangan dan penggunaan ulin, menyebabkan ulin secara komersial menjadi kurang tersedia dan harganya menjadi lebih mahal. Sehingga, diperlukan suatu alternatif pengganti kayu ulin sebagai bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari desain alternatif pondasi pengganti ulin menggunakan beton sebagai bahan untuk tongkat, sementara masih menggunakan kombinasi cerucuk galam, serta merancang metode konstruksi yang diperlukan; membandingkan kekuatan dan keamanan tongkat menggunakan ulin dan beton; dan menganalisis aspek kelayakan teknis dan finansial. Alasan untuk memilih beton sebagai pengganti ulin adalah sebagai berikut: pemilihan bahan yang mudah didapat dan mudah diproduksi dalam jumlah yang banyak; beton memiliki kekuatan lebih tinggi dari ulin untuk memikul beban dan memungkinkan membangun fleksibilitas; tongkat beton dapat disiapkan sebagai bahan pracetak (precast); hanya memerlukan ulin lebih sedikit; metode ini tidak memerlukan keahlian khusus selain ahli konvensional. Tongkat beton memiliki dimensi yang sama dengan tongkat ulin kecuali sayap, yang dimodifikasi dengan bentuk penyangga di kedua sisi memiliki fungsi yang sama dengan tongkat ulin, dan sepatu yang masih terbuat dari bahan ulin. Berdasarkan aspek kelayakan, keduanya dapat mempertahankan berat bangunan dengan aman. Sedangkan secara aspek finansial tidak memenuhi, karena tongkat beton harganya lebih mahal dibandingkan harga tongkat ulin.
Antibacterial Activity of Hand Sanitizer Spray Containing Green Betel Leaf (Piper betle L.) Extract against Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa Marwati Marwati; Siti Mujayana; Zahwa Adiyanti; Siti Nur Afni; Muhammad Sholeh; Ildah Amaliah; Muh Erwin; Nur Khairi
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 6, No 2 (2026): August 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v6i2.1672

Abstract

Green betel (Piper betle L.) leaf has traditionally been used as a medicinal plant and is known to contain various bioactive compounds with antioxidant, anticancer, and antibacterial properties, including flavonoids, phenolics, tannins, essential oils, and terpenoids. This study aimed to formulate and evaluate the antibacterial effectiveness of a hand sanitizer spray containing active isolates of P. betle leaves against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus. P. betle leaves were extracted using the sonication method with 96% ethanol as solvent. The compounds were separated using conventional chromatography and characterized by Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Antibacterial activity was evaluated at concentrations of 1%, 1.5%, and 2% using the inhibition zone method. The most active isolate was subsequently formulated into a hand sanitizer sprays. The results showed that a yellow isolate (10 mg) was obtained from P. betle leaves. FTIR characterization indicated the presence of OH, CH, C=O, and sp² CH functional groups. The antibacterial activity test demonstrated that the 1% isolate concentration produced the largest inhibition zone, measuring 9.97 mm against P. aeruginosa and 10.6 mm against S. aureus. The formulated hand sanitizer spray exhibited significantly higher inhibition zones of 19.37 mm against P. aeruginosa and 20.9 mm against S. aureus, while also meeting acceptable physical stability parameters. These findings suggest that green betel leaf isolate has potential as a natural antibacterial agent in hand sanitizer sprays.