Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KINERJA APARAT KELURAHAN DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN KASAMBANG KECAMATAN TAPALANG Nur Fitrah; Muhammad Syaeba; Hapsi Hapsi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2451

Abstract

Hapsi.20170307118, Kinerja Aparat Kelurahan Dalam Pelayanan Publik di Kelurahan Kasambang Kecamatan Tapalang. Dibimbing Oleh Bapak Muhammad Syaeba dan Ibu Nur Fitrah sebagaiPembimbing.Salah satu fungsi Pemerintahan yang utama adalah menyelengarakan pelayanan umum sebagai wujud dari tugas umum pemerintah  untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini berarti bahwa untuk mampu melaksanakan fungsi pemerintahan dengan baik maka organisasi birokrasi harus profesional,tanggap,aspiratip terhadap berbagai tuntutan masyarakat yang dilayani.Pemerintahan Daerah daerah di tuntut tuk meningkatkan kegiatan-kegiatan  pemerintah dan pembangunan,otonomi daerag tersbut adalah pelimpahan sebagian kewenangan  dari pemerintahan pusat kepada pemerintahan daerah dalam rangka percepatan pembangunan daereah.Di Kelurahan KasambangKecamatan Tapalang kecakapan aparat dalam memberikan pelayanan masih sangat minim sehingga pelaksanaan pelayanan public yang bersifat penting belum baiknya. Dalam hal ini menunjukkan bahwa kinerja aparat kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang tidak sesuai yang diharapkan.
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAMASA DAN MANDAR MELALUI AKULTURASI DALAM PROSES PERNIKAHAN DI KECAMATAN TANDUKKALUA KABUPATEN MAMASA Satria Tia; Muhammad Syaeba; Masyhadiah Masyhadiah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komunikasi antara budaya Mamasa dan Mandar melalui akulturasi dalam proses pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplor fenomena-fenomena yang tidak dapat dikualitatifkan yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research).Komunikasi antara budaya Mamasa dan Mandar melalui Akulturasi dalam proses pernikahan berjalan dengan baik ketika melalui interaksi yang baik pula, dimana pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pernikahan beda etnik mamasa dan etnik mandar yang mereka lakukan telah mengantar mereka dalam proses sosial (akulturasi budaya). Faktor pendukung komunikasi antara budaya mamasa dan mandar melalui akulturasi dalam proses pernikahan, yakni faktor komunikasi, lingkungan, dan pembawaan individu.
STRATEGI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP OBJEK SARUNG ALLO DI DESA PAPPANDANGAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR Dewi Klara sinta; Muhammad Syaeba; Abd Azis
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5631

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Strategi Kebijakan Pemerintah Terhadap Objek Wisata Sarung Allo Di Desa   Pappandangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pengelola objek wisata, dan masyarakat setempat. Selain itu dilakukan observasi langsung di lapangan serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kebijakan pemerintah dalam pengembangan objek wisata Sarung Allo melibatkan beberapa aspek kunci, yaitu peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas, promosi dan pemasaran destinasi, pengembangan fasilitas pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat lokal, untuk memastikan keberlanjutan pembangunan. Dengan strategi kebijakan yang tepat, diharapkan objek wisata Sarung Allo dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang unggul dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian desa pappandangan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan objek wisata Sarung Allo meliputi peningkatan infrastruktur, pengembangan fasilitas wisata, pemasaran dan promosi, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Peningkatan aksesibilitas melalui pembangunan jalan yang baik dan rencana penambahan fasilitas umum seperti toilet, gazebo, dan area parkir telah dilakukan.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA TERHADAP ANAK TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI DESA LIMBA DEBATA KECAMATAN BAMBANG KABUPATEN MAMASA Benyamin Benyamin; Muhammad Syaeba; Sri Yuyun
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.1215

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Komunikasi Interpersonal Orang Tua Terhadap Anak Tentang Pendidikan Seks di Desa Limba Debata Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. .Sumber Data dalam penelitian ini adalah informan yang ditentukan dengan cara purposive sampling yang terdiri dari  orang tua dan anak remaja. Data dikumpulkan melalui observasi , Wawancara, dan dokumentasi.Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif, yaitu menguraikan serta menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dari informan yang sudah di tetapkan. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tua dari anak itu sendiri, pendidikan yang diberikan termasuk dalam pendidikan seksual, karena dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab, terbuka dari hati kehati antara orang tua dan anak dimana orang tua sebagai aktor utamanya. Peranan orang tua dalam menerapkan pemahaman tentang seks pada remaja seharusnya tidak di anggap hal yang tabu bagi orang tua, keluarga adalah tempat pendidikan pertama dan terbaik untuk penanaman nilai perkembangan remaja, salah satu pihak yang berperan penting adalah orang tua, hal ini dikarenakan adanya hubungan yang intim dan akrab antara si anak dan orang tua .  Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, orang tua,  pendidikan Seks anak   
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP PEMILIH PEMULA DI KPU KABUPATEN POLEWALI MANDAR Desi Bugis; Muhammad Syaeba; Nur Fitrah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.5425

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemilih pemula tentang pentingnya partisipasi dalam pemilu serta mendorong partisipasi aktif dan sadar dari generasi muda dalam proses demokrasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif dengan pendekatan yang berfokus pada pemahaman fenomena sosial dan bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara mendetail dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wanwacara, observasi dan analisis dokumen untuk memberikan deskripsi yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pendidikan politik oleh KPU Kabupaten Polewali Mandar telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Program ini mencakup kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan diskusi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pemilih pemula tentang sistem politik, proses pemilu, dan pentingnya partisipasi aktif dalam demokrasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya minat sebagian pemilih pemula, dan kurangnya kolaborasi dengan institusi pendidikan perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas program. Penelitian ini menyarankan agar KPU Kabupaten Polewali Mandar memperluas cakupan program pendidikan politik dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk sekolah dan organisasi pemuda.
PERAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN KEGIATAN GOTONG ROYONG DI DESA BUNTUBUDA KECAMATAN MAMASA KABUPATEN MAMASA Magdalena Magdalena; Muhammad Syaeba; Abd. Asis
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.880

Abstract

Masyarakat Indonesia menyadari bahwa dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari saling ketergantungan antar sesamanya, sehingga masyarakat selalu berusaha untuk memelihara hubungan yang baik dengan sesamanya. Salah satu cara untuk memelihara hubungan yang baik dengan sesamanya yakni melakukan kegiatan gotong royong diperlukan peran kepala desa. Dimana dalam melaksanakan program pemerintah desa yang terencana dan terarah dengan baik maka diperlukan perencanaan, penggerakan serta pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut karna tanpa adanya ini semuanya tidak akan berlangsung dan terlaksana dengan baik. Karena itu, perlu adanya seorang pemimpin yakni kepala desa yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan hal tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1). Bagaimanakah peran kepala desa dalam meningkatkan kegiatan gotong royong di desa buntubuda kecamatan mamasa kabupaten mamasa 2). Adakah Factor penghambat yang   mempengaruhi kegiatan gotong royong di desa buntubuda kecamatan mamasa kabupaten mamasa Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Lokasi penelitian di Desa buntu buda Kecamatan mamasa Kabupaten mamasa.responden  dalam penelitan ini adalah kepala desa buntu buda, Perangkat Desa buntu buda, kepala dusun  di desa buntu buda serta warga Desa buntu buda.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi  Berdasarkan hasil penelitan ini  masih banyak yang belum sepenuhnya terealisasi oleh Pemerintah Desa Buntubuda sehingga terjadinya pasang surut dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong dalam pembangunan ini. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat ataas dasar suka rela tetapi dari pihak pemerintah gampong berinisiatif memberikan insentif berupa uang untuk masyarakat yang bergotong royong. Bentuk dan sifat kegiatan gotong royong yang masih dikategorikan pembangunan pada fisik Desa ditentukan oleh faktor-faktor yang melatar belakangi gotong royong itu, ekonomi, sosial, budaya dan politik, serta agama yang ada di Desa Buntubuda.
STRATEGI PUBLIK RELATION DALAM PEMASARAN OBJEK WISATA WATER BOOM DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR muhammad Rizal; muhammad Syaeba; Hamdan Hamdan
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.4645

Abstract

The purpose of this study was to determine the public relations strategy in marketing waterboom attractions in Polewali Mandar Regency. The research uses a qualitative approach to explain phenomena through deep data collection. The results show that many visitors know Polman Waterboom Tourism from social media including information on all tourist objects and what activities are carried out. In building the company's image, one of the strategies prepared by Polman Waterboom Tourism is to build attractiveness and make nature tourism much more modern and change the mindset of visitors that nature tourism is boring. Technologically, nature tourism now has many rides for games for children to adults. Even so, there is still a lack of increase in the number of visitors at the water boom rides because many new tourist objects have emerged.