Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Crafting Excellence: A Strategic Marketing Analysis of Segmentation, Targeting, and Positioning in Jember's Islamic Primary Schools Abidin, Zainal; Karim, Abdul; Rusmartiningsih, Entin
EDUCARE: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 2 (2022): EDUCARE: Journal of Primary Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/educare.v3i2.300

Abstract

People now increasingly understand the importance of school quality for the future of their generation. As a result, schools with certain advantages become the leading choice, while schools that do not stand out are increasingly abandoned. In response to this phenomenon, school administrators, including Islamic educational institutions in various regions, are trying to show their superiority over other schools. The aim is to meet the community's needs, hopes, and desires and become the first choice for users of its services. This research uses a qualitative approach with a multisite case study method at Al-Furqan Primary School (SD Al-Furqan) Jember, utilizing in-depth interview techniques, participant observation, and document study. Data analysis was carried out simultaneously using data reduction techniques, data presentation, and concluding and tested through credibility, transferability, and confirmability. The research results show that SD Al-Furqan uses market segmentation by considering socio-economic phenomena, religious attitudes, affiliation with Islamic organizations, and community educational orientation. The target market set is upper-middle-class Muslims who want a balance between learning the Koran, Islamic religious education, and academic achievement. By offering a comprehensive education program, SD Al-Furqan strives to meet holistic educational needs and attract the interest of people who prioritize quality education. Masyarakat kini semakin memahami pentingnya kualitas sekolah untuk masa depan generasi mereka. Sebagai hasilnya, sekolah-sekolah dengan keunggulan tertentu menjadi pilihan utama, sedangkan sekolah yang tidak menonjol semakin ditinggalkan. Menyikapi fenomena ini, pengelola sekolah, termasuk lembaga pendidikan Islam di berbagai daerah, berupaya menunjukkan keunggulan mereka dibandingkan sekolah-sekolah lain. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan, harapan, dan keinginan masyarakat, serta menjadi pilihan utama bagi para pengguna jasanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus multisitus di SD Al-Furqan Jember, memanfaatkan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara simultan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, serta diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Al-Furqan melakukan segmentasi pasar dengan mempertimbangkan fenomena sosial-ekonomi, sikap keagamaan, afiliasi organisasi keislaman, dan orientasi pendidikan masyarakat. Target pasar yang ditetapkan adalah masyarakat muslim kelas menengah-atas yang menginginkan keseimbangan antara pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan agama Islam, dan prestasi akademik. Dengan menawarkan program pendidikan komprehensif, SD Al-Furqan berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan holistik dan menarik minat masyarakat yang mengutamakan kualitas pendidikan.
Pengelolaan Open and Distance Learning di TK Muslimat NU 41 Wuluhan Jember Karim, Abdul; Handayani, Luluk
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 1 No. 1 (2020): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v1i1.5

Abstract

Generally, education is a process of communication and transfer of information from educators to students. Online learning is a special education service that is carried out inclusively with a kind of separate learning model between educators and students. The purpose of this study is describing and analyzing the management of distance learning and open learning in Kindergarten of Muslimat NU 41 Gawok Dukuh Dempok Wuluhan. The method used is qualitative descriptive analysis with case study approach. The researchers used interviews to collect datas and triangulations to check the datas validity. The model of data analyzing and validity checking was based on the theory by Miles and Huberman. The results of the study showed : (1) Planning: school coordinates with parents via Whatsapp group and teachers prepares the themes of learning for creating learning flexibility. (2) Implementation: the teachers accompany parents through Whatsapp with some themes of discussion. (3) Evaluation: the evaluaton is carried out daily and weekly indirectly through Whatsapp group, the media used for interaction between teachers to students, teachers to teachers and also interviews to parents, or by giving assignments and visiting works. Pendidikan secara umum merupakan suatu proses komunikasi dan transfer informasi dari pendidik kepada peserta didik. Pembelajaran daring merupakan layanan pendidikan khusus secara inklusif yang dilaksanakan dengan model pembelajaran terpisah antara pendidik dan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang pengelolaan pembelajaran open and distance learning di TK Muslimat NU 41 Gawok Dukuh Dempok Wuluhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif deskrptif dan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan tehnik wawancara. Sedangkan metode analisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Keabsahan data dengan trianggulasi. Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan: sekolah berkoordinasi dengan wali murid, guru menyiapkan tema pembelajaran, sekolah menyiapkan group Whatsapp, fleksibilitas belajar anak di rumah. (2) Pelaksanaan: guru mendampingi orang tua melalui media Whatsapp, tema dapurku, tema belajar anak pintar, anak hebat dan anak cerdas, tema sahabat bermain, tema rajin ibadah. (3) Evaluasi: pemanfaatan grup Whatsapp untuk evaluasi harian dan mingguan melalui grup Whatsapp, baik evaluasi dengan dialog langsung antar anak dan guru maupun guru dengan guru, maupun interview guru dengan orang tua, serta melalui penugasan dan hasil karya wisata. Kata Kunci: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pembelajaran jarak jauh
Peran Guru Dalam Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Pretend Play Karim, Abdul; Fiorentisa, Iklila Febrianti
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 2 (2021): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v2i2.50

Abstract

Interpersonal intelligence is the intelligence possessed by individuals to establish relationships with others and maintain social interactions. The objectives of this study are (1) to describe the teacher's role as an educator in improving interpersonal intelligence through pretend play activities for B1 grade students at TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember (2) to describe the teacher's role as a facilitator in improving interpersonal intelligence through pretend play activities for participants. B1 grade students at Muslimat NU 65  Wuluhan Jember Kindergarten (3) Describe the teacher's role as a model in improving interpersonal intelligence through pretend play activities for B1 grade students at Muslimat NU 65 Wuluhan Jember Kindergarten. This research uses a qualitative research approach with the type of case study research. The data collection techniques used by researchers are: interview techniques, observation and documentation. Data analysis in this research is data condensation, data presentation, and conclusion drawing. While the validity of the data using source triangulation and method triangulation. The results of this study indicate: (1) The role of the teacher as a model educator in improving interpersonal intelligence through pretend play activities at TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember, namely (a) directly demonstrating the role that will be played by each child (b) providing examples of speech and movements that must be done by children when playing their role (c) provide examples of how to use supporting equipment for pretend play activities. in improving interpersonal intelligence through pretend play activities at TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember, namely (a) providing material explanations about pretend play (b) providing strengthening pretend play material (c) improving pretend play material with practice. (2) The role of the teacher as a facilitator in improving interpersonal intelligence through pretend play activities at TK Muslimat NU 65 Wuluhan Jember, namely (a) the teacher prepares tools according to the pretend play theme (b) chooses the right tool for pretend play material (c) helps children understand their role (d) provide assistance during pretend play activities (3) The role of the teacher as a model in improving interpersonal intelligence through pretend play activities at TK Muslimat NU 65 Wuluhan Jember, namely (a) directly demonstrate the role that will be played by each child (b) provide examples of speech and movements that must be done by children when playing their roles (c) provide examples of how to use supporting equipment for pretend play activities.   Abstrak           Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan yang dimiliki individu untuk menjalin hubungan dengan orang lain serta mempertahankan interaksi sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play pada peserta didik kelas B1 di TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember (2) Mendeskripsikan  peran guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play pada peserta didik kelas B1 di TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember (3) Mendeskripsikan peran guru sebagai model dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play pada peserta didik kelas B1 di TK Muslimat NU 65 Wuluhan Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun teknik  pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu: teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan datanya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Peran guru sebagai pendidik model dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play di TK Muslimat NU 65 Wuluhan Jember yaitu (a) mendemonstrasikan secara langsung peran yang akan dimainkan oleh setiap anak (b) memberikan contoh  ucapan dan gerakan yang harus dilakukan oleh anak saat memainkan perannya (c) memberikan contoh cara menggunakan peralatan penunjang kegiatan pretend play. dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play di TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember yaitu (a) memberikan penjelasan materi tentang pretend play (b) memberikan penguatan materi pretend play (c) menyempurnakan materi pretend play dengan praktik. (2) Peran guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play di TK Muslimat NU 65 Wuluhan Jember yaitu (a) guru menyiapkan alat yang sesuai dengan tema pretend play (b) memilih alat yang tepat untuk materi pretend play (c) membantu anak memahami peran mereka (d) melakukan pendampingan selama kegiatan pretend play berlangsung (3) Peran guru sebagai model dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal melalui kegiatan pretend play di TK Muslimat NU 65  Wuluhan Jember yaitu (a) mendemonstrasikan secara langsung peran yang akan dimainkan oleh setiap anak (b) memberikan contoh  ucapan dan gerakan yang harus dilakukan oleh anaksaat memainkan perannya (c) memberikan contoh cara menggunakan peralatan penunjang kegiatan pretend play.
Improving Verbal Linguistic Intelligence through The Picture Story Reading Method Karim, Abdul; Istifadah, Istifadah; Sholehani, Alfianti
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 4 No. 1 (2023): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v4i1.101

Abstract

Good linguistic verbal intelligence can help children develop speaking skills in front of others. And that will undoubtedly make interacting with the people around him easy. One way to create it is by using storytelling with pictures for children. This research is a case study conducted in a kindergarten in East Java, Indonesia. Researchers collect information using observation, interviews, and documentation. This study analyzes data by reducing, presenting, and concluding. Source and method triangulation is used to verify the correctness of the data. The results of this study are: (1) Planning for learning verbal-linguistic intelligence for children through the picture story method has been carried out through the preparation of semester, weekly, and even daily learning tools. (2) Implementation of verbal-linguistic intelligence learning with the picture story method can produce experiences more binding on children's active participation in class. This method is also proven to help students develop verbal-linguistic skills through understanding stories and mastering new vocabulary. c) evaluation of learning with the picture story method through making checklists, Likert scale questionnaires, and retelling activities. These techniques can simultaneously function as an assessment or diagnostic tool for verbal-linguistic abilities in children.   Abstrak Kecerdasan verbal linguistik yang baik dapat membantu anak mengembangkan keterampilan berbicara di depan orang lain. Dan hal itu tentunya akan memudahkan untuk berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Salah satu cara untuk mengembangkannya adalah dengan menggunakan metode bercerita bergambar untuk anak. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di sebuah taman kanak-kanak di Jawa Timur, Indonesia. Peneliti mengumpulkan informasi dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menganalisis data dengan cara mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan. Triangulasi sumber dan triangulasi metode digunakan untuk memverifikasi kebenaran data. Hasil penelitian ini adalah: (1) Perencanaan pembelajaran kecerdasan linguistik verbal untuk anak melalui metode cerita bergambar telah dilaksanakan melalui penyusunan perangkat pembelajaran semester, mingguan, bahkan harian. (2) Penerapan pembelajaran kecerdasan linguistik verbal dengan metode cerita bergambar dapat menghasilkan pengalaman yang lebih mengikat partisipasi aktif anak di kelas. Metode ini juga terbukti membantu siswa mengembangkan keterampilan linguistik verbal melalui pemahaman cerita dan penguasaan kosa kata baru. c) evaluasi pembelajaran dengan metode cerita bergambar melalui pembuatan daftar periksa, angket skala Likert, dan kegiatan menceritakan kembali. Teknik-teknik tersebut sekaligus dapat berfungsi sebagai asesmen atau alat diagnostik kemampuan linguistik verbal pada anak
Reformulasi Model Pembinaan Moral Siswa dalam Perspektif Tasawuf Abdul Karim
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2022): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v3i1.349

Abstract

Penlitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembinaan moral siswa dalam perspektif tasawuf. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data melalui beberapa dokumen penting: buku, kamus, jurnal dan lain-lain. Sementara itu, metode analisis datanya adalah analisis isi (content analisys) dan validitas data menggunakan triangulasi sumber dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tasawuf sebagai pondasi dasar dalam membentuk sikap moral siswa, yaitu: pembelajaran moral diarahkan untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif dan perilaku dengan al-ilmu, al- ahwal dan al-amal. (2) Penanaman nilai-nilai tasawuf dalam membentuk moral siswa di lembaga pendidikan yaitu: (a) Riyadah, adalah latihan kejiwaan melalui upaya membiasakan diri agar tidak melakukan hal-hal yang mengotori jiwa. (b) Tazkiyatun nafs adalah proses penyucian jiwa manusia. (c) Dikir, yaitu membasahi lidah dengan ucapan-ucapan pujian kepada Allah. (3) Membentuk kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual siswa melalui pendekatan tasawuf, yaitu: a) kecerdasan intelektual meliputi: membersihkan jiwa dari kejelekan akhlak, menyedikitkan hubungannya dengan sanak keluarga dari hal keduniawian dan menjauhi keluarga serta kampung halamannya, tidak sombong terhadap ilmu yang dimiliki, menjaga diri dari mendengarkan perselisihan, tidak mengambil ilmu terpuji selain mendalaminya hingga selesai dan mengetahui hakikatnya, jangan terburu-buru atau tergesa-gesa. 2) Kecerdasan emosional: muhasabah, raja’ (harapan atau optimisme), empati dalam tasawuf ada itsar, keterampilan sosial dalam tasawuf adalah konsep syaja’ah. 3) Kecerdasan Spiritual: tafakkur, uzlah dan mentransendenkan penderitaan (sikap tawakal dan ridha). Kata kunci: pembinaan moral, siswa, pendekatan tasawuf This study aims to analyze the model of moral development of students in the perspective of Sufism. The research method used is a qualitative approach. The type of the research is library research. Data collection techniques, through some important documents: books, dictionaries, journals and others. While the data analysis method is by content analysis and data validity using source triangulation and discussion with peers. The results of this study indicate: (1) Sufism as a basic foundation in shaping students ' moral attitudes, namely: moral learning is directed to develop cognitive, affective and behavioral aspects with al-ilmu, al - ahwal and al-amal. (2) Planting the values of Sufism in shaping the morals of students in educational institutions, namely: (a) Leisure, is a psychiatric exercise through getting used to not doing things that pollute the soul. (b) Tazkiyatun nafs is the process of purification of the human soul. (c) Chanting, whichis wetting the tongue with words of praise to Allah. (3) forming the intellectual, emotional and spiritual intelligence of students through the Sufism approach, namely: a) intellectual intelligence includes: cleaning the soul from moral ugliness, minimizing its relationship with relatives from worldly matters and staying away from family and hometown, not being arrogant towards the knowledge possessed, keeping oneself from listening to disputes, not taking laudable knowledge other than deepening it to completion and knowing its essence, do not rush or rush. 2) Emotional intelligence: muhasabah, raja’ (hope or optimism), empathy in Sufism there is itsar, social skills in Sufism is the concept of shaja'ah. 3) Spiritual Intelligence: tafakkur, uzlah and transcending suffering (attitude of tawakal and ridha).
Penanggulangan Kelangkaan Pupuk Kimia Dengan Pembuatan Biosaka Dan POC Di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo Umam, Khairul; Karim, Abdul; Alalloh , Robith Mutawakkil; Wima, Annisa Eriska Wulandari; Fathoni , Farid Septyan
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.446

Abstract

Krisis energi semakin memperumit kontroversi terkait pupuk, sebab sekitar 80% biaya produksinya berasal dari gas alam. Tantangan ini mengancam ketersediaan pupuk, dan jika permintaan melebihi pasokan, harga pupuk dapat meroket. Di samping itu, alokasi subsidi pupuk dari Pemerintah melampaui target regional, tetapi disalahgunakan oleh beberapa individu di perkebunan. Masyarakat menghadapi kesulitan mendapatkan pupuk karena penggunaannya yang tidak sesuai. Keterbatasan akses terhadap pupuk subsidi merugikan petani dengan menurunkan hasil produksi mereka, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk penanggulangan kelangkaan penggunaan pupuk kimia dengan pembuatan biosaka Dan POC Di Desa Selomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo. Penelitian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), peneliti melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Selomukti untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang Biosaka dan Pupuk Organik Cair (POC) dengan beberapa tahapan seperti Rencana Kegiatan dan Pelaksanaan Kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwan 1) Sosialisasi dor to dor terkait dampak bahaya penggunaan pupuk kimia yang berlebiha. 2) Merubah pola pikir Masyarakat untuk beralih dari menggunakan pupuk kimia dengan pupuk biosaka dan pupuk organic cair (POC) dengan kegiatan diskusi santai dan pelatihan pembauatan pupuk organik. 3) pendampingan pembuatan Biosaka dan pupuk organic cair (POC) untuk memperbaiki pengolahan tanak dan menambah nilai ekonomi di masyarakat. Kata Kunci: Kelangkaan, Pupuk Kimia, Biosaka dan Pupuk Organik The energy crisis further complicates the controversy regarding fertilizer, because around 80% of its production costs come from natural gas. These challenges threaten fertilizer availability, and if demand exceeds supply, fertilizer prices could skyrocket. In addition, the Government's allocation of fertilizer subsidies exceeds regional targets, but is misused by several individuals on plantations. People face difficulties in getting fertilizer because of its inappropriate use. Limited access to subsidized fertilizers harms farmers by reducing their production yields, causing significant financial losses. This service activity aims to overcome the scarcity of use of chemical fertilizers by making biosaka and POC in Selomukti Village, Mlandingan District, Situbondo Regency. The research used the Participatory Action Research (PAR) method, researchers assisted and empowered the community in Selomukti Village to increase their understanding of Biosaka and Liquid Organic Fertilizer (POC) with several stages such as Activity Planning and Activity Implementation, and activity evaluation. The results of this research show that 1) Door to door outreach regarding the dangerous impacts of excessive use of chemical fertilizers. 2) Changing the community's mindset to switch from using chemical fertilizers to biosaka fertilizer and liquid organic fertilizer (POC) with casual discussion activities and training in making organic fertilizer. 3) assistance in making Biosaka and liquid organic fertilizer (POC) to improve cooking and add economic value to the community. Keywords: Scarcity, Chemical Fertilizer, Biosaka and Organic Fertilizer