Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESERTA DIDIK PADA SATUAN PAUD Ade Agusriani; Hading Hading; Hilda Ayu Wahdaniah; Siti Hardiyanti Syarif; Dila Rizki Amalia; Nur Ismi A. Arsyad
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v2i2.11561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi manajemen peserta didik di TK Pertiwi Malaka Jl. Massusungan DG Matutu Desa Malaka, Kec. Tondong Tallasa, Kab. Pangkep. Jenis penelitian yang di lakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif  dengan objek penelitian adalah seorang guru TK Pertiwi Malaka dengan teknik pengumpulan datamelalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Pertiwi Malaka telah memenuhi  standar dalam manajemen peserta didik yaitu: a) Tahapan pertama perencanaan peserta didik dengan melakukan analisis kebutuhan peserta didik dengan mempertimbangkan rasio jumlah ruang kelas, jumlah guru dan murid. b) Kehadiran dan ketidak hadiran  peserta didik disebut dengan istilah absensi disekolah. c) Pencatatan dan pelaporan peserta didik dapat dimulai dari anak masuk sekolah sampai anak lulus/tamat sekolah. d) Pelaksanaan tata tertib peserta didik yaitu pakaian seragam sekolah sudah menjadi kewajiban bagi setiap peserta didik. e) Evaluasi kegiatan peserta didik dilakukan melalui beberapa cara  yakni observasi, wawancara dan portofolio. f) Pembiayaan peserta didik. g) Kelulusan dan alumni peserta didik di buktikan dengan pemberian ijazah saat lulus.
METODE BERMAIN BERPERAN DALAM PERKEMBANGAN MORAL ANAK Eka Damayanti; Yuspiani Yuspiani; Nur Intan Tri Rejeki; Ade Agusriani; Nurhasanah Nurhasanah
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v3i2.17096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran metode bermain pada perkembangan moral anak. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi pustaka (library research). Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dari buku ataupun karya ilmiah jurnal yang relevan. Data dianalisis menggunakan narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran metode bermain pada perkembangan moral anak. Bermain dapat mendorong anak memiliki kemampuan mengekspresikan dan mengontrol emosi, sikap empati, adil, tidak membeda-bedakan dalam berteman, memiliki kesadaran akan hak dan tanggungjawab serta mampu menghargai cara berpikir orang lain yang berbeda dengan dirinya. Jenis permainan yang paling berperan dalam peningkatan perkembangan moral anak yakni bermain peran. Hasil penelitian mengimplikasikan kepada orangtua, guru atau pengasuh untuk senantiasa memberikan stimulasi permainan pada anak khususnya bermain peran agar perkembangan moralnya mengalami peningkatan. 
ANALISIS PERKEMBANGAN MORAL ANAK TK B Ade Agusriani; Ulfiani Rahman; Reski Aprianti Pratiwi; Bunga Bunga
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v4i2.25746

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perkembangan moral anak kelas TK B di RA DDI Darul Ihsan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diambil dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak usia 5 tahun. Sampel dalam penelitian ini yaitu delapan peserta didik. Analisis data yang dipakai adalah model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perkembangan moral anak TK B3 Ddi DDI RA Darul Ihsan belum berkembang optimal yang nampak dari perilaku anak yang kurang sopan, tidak mau menolong, berkata kasar. Pentingnya menstimulasi perkembangan moral anak bukan hanya melalui pengajaran nilai-nilai berbuat baik dan bermoral, tetapi harus didukung dengan proses pendidikan dan pembelajaran moral secara terintegrasi melalui pemberian teladan baik oleh orangtua, guru dan pihak sekolah melalui keteraturan hidup, berlatih disiplin melalui pembiasaan dan kegiatan lainnya.
Strategi Orangtua Mengatasi Kejenuhan Anak Belajar dari Rumah Selama Pandemi Covid-19 Ade Agusriani; Mohammad Fauziddin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v5i2.961

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi orang tua mengatasi kejenuhan anak belajar dari rumah selama masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria orang tua domisili kota Makassar yang memiliki anak yang berusia 4 hingga 6 tahun. Sampel pada penelitian ini sebanyak 105 responden yang dilakukan pada bulan Oktober 2020. Peneliti mengumpulkan data melalui google form dan wawancara. Orang tua melakukan berbagai upaya dan strategi untuk mengatasi kejenuhan anak belajar dari rumah. Berdasarkan analisis hasil penelitian ditemukan bahwa orang tua telah melakukan berbagai strategi untuk mengatasi kejenuhan anak selama belajar dari rumah. Sebanyak 60% orang tua mengajak anak bermain dan rekreasi saat hari libur, 33% orang tua memberikan dukungan psikologis seperti pemberian motivasi, bujukan, kata-kata penyemangat dan 7% yang memberikan reward atau hadiah sebagai bentuk apresiasi untuk perilaku positif anak dalam belajar.
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan melalui Media Kartu Gambar Ade Agusriani
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 3 No 1 (2021): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v3i1.573

Abstract

Membaca permulaan merupakan kemampuan awal yang penting bagi perkembangan anak usia dini secara keseluruhan untuk memahami ilmu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan peran media kartu gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan jenis studi pustaka. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan data menggunakan dokumentasi dari buku dan karya ilmiah jurnal yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dengan membaca dan mencatat serta mengelola bahan penelitian kemudian menyimpulkan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya penggunaan media yang menarik seperti kartu gambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak, serta peran orang tua sebagai motivator, teladan dan fasilitator bagi anak untuk membangun kecintaan anak belajar. Selain itu, diharapkan agar dalam proses pembelajaran guru sebagai pembimbing anak beraktivitas di sekolah melakukan inovasi dalam pembelajaran agar anak tidak jenuh selama proses pembelajaran. Penelitian ini berguna bagi orang tua, guru dan masyarakat dalam mendampingi anak bermain sambil belajar.
Penggunaan Alat Peraga dalam Metode Bercerita untuk Meningkatkan Perbendaharaan Kata Anak 5-6 Tahun Ade Agusriani; Siti Sumiati; Wahyuni Ismail; Andi Nurhayati; St Rachmatiah
KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): JULY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.397 KB) | DOI: 10.24252/khidmah.v2i2.30214

Abstract

Improving vocabulary in children is very important to be stimulated, , the more vocabulary mastered by children it can facilitate children in interacting and communicating with others. This study aims to determine whether the vocabulary mastered by children is able to re-discuss the story that has been heard through the method of storytelling using props in children aged 5-6 years. Community service research in the form of service learning was conducted in kindergarten Aisyiyah Branch 1 Sungguminasa with a number of participants as many as 3 children. The instruments used in the form of props are images of animals that are cut out according to their shape and pasted on cardboard paper, besides the instruments used are also sheets of evaluation of implementation and intervention. Data were analyzed using descriptive statistics. The results of this study showed that the 3 participants ' language development was different, there were children who had dared to propose to retell stories that had been heard but still could not tell them in order, there were also children who could tell it well but needed more time because they were still hesitant and shy and among them there were children who only heard and listened to their friends tell stories. The findings in this study imply that storytelling methods can improve children's vocabulary, if they focus on listening and listening to the content of the story.
P PENERAPAN METODE OUTBOUND TERHADAP KEMAMPUAN BERSOSIALISASI ANAK PADA PAUD INSAN RABBANI Sarifah Sarifah; Ade Agusriani; M. Yusuf Tahir
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 2 (2023): JULI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.2.281-291

Abstract

Dalam proses kegiatan pembelajaran, pendidik, metode dan media merupakan unsuryang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan bersosialisasi anak pada PAUD Insan Rabbani Desa Soki Kecamatan Belo Kabupaten Bima dengan penerapan metode outbound. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak 12 anak PAUD. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian yang diperoleh pada pra tindakan menunjukan bahwa rata-rata presentase kemampuan bersosialiasi anak berada pada kriteria kurang yaitu 75%, setelah itu dilakukan tindakan pada Siklus I sehingga terjadilah peningkatan kemampuan bersosialissasi dari rata-rata presentase 0% anak yang memiliki kemampuan bersosialisasi dengan kriteria baik meningkat menjadi rata-rata presentase 16,67% anak, namun pada Siklus I belum sampai hasil pada kriteria keberhasilan sehingga dilakukan tindakan pada Siklus II Dan mengalami peningkatan rata-rata presentase menjadi 83,33%. Hal ini menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan bersosialisasi anak dari Siklus I hingga Siklus II. Jadi penerapan metode outbound dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi anak pada PAUD Insan Rabbani Desa Soki Kecamatan Belo Kabupaten Bima
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MELIPAT ORIGAMI DI KELOMPOK B TK PAUD NUSANTARA GOWA Sarmila Sarmila; Nur Khalisah Latucosinah; Ade Agusriani
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i01.4970

Abstract

One activity that can improve children's fine motor skills is folding origami paper. Folding origami paper is a technique for creating arts or crafts which are generally made from paper with the aim of producing various forms of toys, decorations and other creative forms. This research aims to determine the improvement of children's fine motor skills through origami folding activities in group B of the Nusantara Gowa PAUD Kindergarten. The instruments used were observation instruments to assess students' fine motor development during folding activities and interview guides as tools for researchers in obtaining additional data that had not been obtained through observation. The results of the research concluded that paper folding activities can improve children's fine motor skills at the Nusantara Gowa PAUD Kindergarten with good results. This can be seen from the development of students' fine motor skills, where in the pre-cycle research it can be seen that students reached 37%, then in cycle I there was an increase of 73%, and in cycle II there was an increase of 87%. These results show that this research was successful because it had reached the research indicator of 75%.