Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REKAYASA

Analisis Produktivitas Produksi Jamur Kancing (Agaricus bisporus) dengan Metode Objective Matrix (OMAX) Asminah, Asminah; Mu’tamar, Mohammad Fuad Fauzul; Purwandari, Umi
Rekayasa Vol 8, No 1: April 2015
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.279 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v8i1.5351

Abstract

Jamur kancing (Agaricus bisporus) merupakan suatu tanaman yang saat ini sangat berkembang dan juga semakin pesat di Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan pengukuran produktivitasnya. Produktivitas adalah perbandingan output terhadap input.tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil pengukuran produktivitas produksi jamur kancing dengan metode OMAX serta usulan perbaikan produktivitas di PT. XXX. Semakin tinggi skor produktivitas yang dicapai maka semakin baik pula produktivitas yang dicapai perusahaan.Langkah-langkah pengukuran OMAX terdiri dari penetapan kriteria,perhitungan rasio performance, penentuan skor 10, penentuan skor 3, penentuan nilai skor 0, penentuan produktivitas realistis, penentuan skor, bobot, nilai, dan penentuan indeks produktivitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa produktivitas untuk masing-masing kriteria mengalami fluktuasi. Produktivitas terbaik yaitu kriteria bahan baku pada bulan Oktober dengan skor 5. Usulan perbaikan produktivitas dilakukan pada bulan November yang merupakan bulan selanjutnya dari periode yang diukur. Kata kunci : Jamur kancing (Agaricus bisporus), produktivitas, metode OMAX. Productivity Analysis of Cultivated Mushroom Production (Agaricus bisporus) with the Objective Matrix (OMAX) MethodAbstrakChampignon (Agaricus bisporus) production is a rapidly growing industry in Indonesia. This study aims to measure the productivity of champignon production using OMAX and to propose an improvement in productivity at PT XXX. The higher the score productivity achieved the better the productivity achieved by the company. The measures consist of the establishment of OMAX measurement criteria,  ratio calculation performance, the determination of the value of a score of 0,3, and 10. The determination of realistic productivity, scoring, weight, value, and the determination of productivity index. The results showed that the productivity of each criterion fluctuated. The highest productivity was in October with a score of 5, for raw material criteria. It was proposed to improve productivity in November.Keywords: Champignon mushrooms (Agaricus bisporus), productivity, OMAX method.
ANALISIS FINANSIAL PADA PRODUKSI ROTI TAWAR MENGGUNAKAN SUBSTITUSI TEPUNG UWI UNGU (Dioscorea alata L. var purpurea) Mohammad Osidani Aji Wijaya; Banun Diyah Probowati; Umi Purwandari
Rekayasa Vol 6, No 2: Oktober 2013
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.453 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v6i2.2090

Abstract

Roti tawar merupakan makanan yang populer, dengan bahan utama tepung terigu. Pembuatan roti tawar dengan pencampuran tepung uwi ungu sebagai bahan substitusi diharapkan menjadi satu inovasi produk baru, mengurangi penggunaan tepung terigu, meningkatkan penggunaan tepung lokal, dan menambah manfaat fungsional. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji analisis finansial berdasarkan NPV, IRR, B/C ratio, BEP, PBP, dan sensitivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode full costing yang digunakan untuk penentuan harga pokok produksi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung terigu, tepung uwi ungu, gula, mentega, susu skim, gum arab, ragi, beaker bonus, garam, dan air. Hasil dari penelitian ini adalah NPV sebesar Rp 29.636.521,00, IRR sebesar 15 %, B/C ratio sebesar 1,11509, PBP sebesar  4,17 tahun, BEP sebesar 4.469 unit dan sensitivitas pada saat harga bahan naik 15 %, serta penurunan harga jual produk sebesar Rp 500,00. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usaha pembuatan roti tawar uwi ungu layak untuk dilakukan.