Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH MODEL QUANTUM LEARNING MENGGUNAKAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 2 MATARAM Dyah Puspitasari Ningthias; Jeckson Siahaan; Agus Abhi Purwoko
Jurnal Pijar Mipa Vol. 13 No. 2 (2018): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.08 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v13i2.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Quantum Learning menggunakan LKS terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid kelas XI IPA SMAN 2 Mataram tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest-non-equivalent control group. Populasi terdiri atas 6 kelas XI IPA yakni, kelas XI IPA 1 - Kelas XI IPA 6. Sampel sebanyak dua kelas  (sebanyak 75 orang siswa) ditentukan dengan cara tidak random, yakni kelas XI IPA 2 sebanyak 37 orang siswa sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA 5 sebanyak 38 orang siswa sebagai kelas eksperimen. Hasil uji pretest diperoleh nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 28,38 dan kelas eksperimen sebesar 28,03 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas XI IPA 2 dan kelas XI IPA 5. Hasil uji posttest diperoleh nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 50,82 dan kelas eksperimen sebesar 46,42. Data-data tersebut dianalisis menggunakan uji Anakova dengan menggunakan data pretest sebagai kovariat. Hasil perhitungan diperoleh Fhitung (1,74) < Ftabel (3,9) pada taraf signifikan 5%, menunjukkan model quantum learning menggunakan LKS tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid. Artikel ini menyajikan data kuantitaf dan data kualitatif yang dapat menjelaskan mengenai pengaruh model quantum learning menggunakan LKS terhadap hasil belajar siswa.
STEM-Integrated Problem-Based Learning in Green Chemistry to Enhance Chemical Literacy and Scientific Attitudes Nelson Tairas; Eli Rohaeti; Anti Kolonial Prodjosantoso; Jaslin Ikhsan; Dyah Puspitasari Ningthias
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 3 (2025): March
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i3.10666

Abstract

Students' low chemical literacy and scientific attitudes in understanding chemical concepts, particularly in green chemistry, pose significant challenges in chemistry education today. Traditional learning models are often less effective in fostering 21st-century skills, such as critical thinking and problem-solving, which are essential for a more relevant and applicable chemistry education. This study aims to evaluate the impact of a STEM integrated with Problem-Based Learning (PBL) model on students' chemical literacy and scientific attitudes in green chemistry. Employing a quasi-experimental design, the study involved two experimental classes and two control classes. Each group participated in pretests and posttests to assess their chemical literacy and scientific attitudes. The analysis revealed that the PBL-STEM model significantly enhanced students' chemical literacy (N-Gain = 0.54) and scientific attitudes (N-Gain = 0.46) compared to traditional learning methods. Although the improvement in scientific attitudes was more pronounced, the increase in chemical literacy was relatively lower, indicating the necessity for adjustments in instructional approaches to deepen students' understanding of chemical concepts. The integration of green chemistry principles within the PBL-STEM model effectively connected chemistry education with global environmental challenges while also fostering 21st-century skills such as critical thinking and problem-solving. This study concludes that the PBL-STEM model presents a promising alternative for enhancing the quality of chemistry education and preparing students to navigate the complexities of an ever-evolving world.
Learning Cycle 5E Berkonteks Socioscientific Issues (SSI) Untuk Meningkatkan Pengetahuan Epistemik Siswa Dyah Puspitasari Ningthias; Sri Rahayu
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3343

Abstract

Pengetahuan epistemik merupakan pemahaman mengenai hakikat sains yakni cara mengetahui sains, atau nilai-nilai dan keyakinan yang melekat pada pengembangan pengetahuan saintifik. Pengetahuan epistemik dapat dibelajarkan pada siswa menggunaka SSI sebagai konteks dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model learning cycle 5e berkonteks SSI dalam meningkatkan pengetahuan epistemik siswa. Desain penelitian yang digunakan yakni quasi experiment posttest only control group design. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI IPA SMAN di kota Malang. Sampel berjumlah 100 orang yang terdiri dari tiga kelas sampel yakni kelas eksperimen I yang dibelajarkan menggunakan model learning cycle 5E berkonteks SSI, kelas eksperimen II yang dibelajarkan menggunakan model learning cycle 5E, dan kelas kontrol yang dibelajarkan menngunakan model verifikasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling yakni berdasarkan ketersediaan kelas yang ada di sekolah tempat penelitian. Hasil pengujian dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% (  dengan bantuan IBM SPSS Statistik. Dilakukan juga effect size yang bertujuan untuk mengetahui kebermaknaan perbedaan nilai rata-rata pengetahuan epistemik yang diukur pada masing-masing kelas. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang dibelajarkan dengan model learning cycle 5E berkonteks SSI lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan epistemik.
Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Materi Elektrokimia Menggunakan Two Tier Multiple Choice (TTMC) Dyah Puspitasari Ningthias; Sukrina Pebrianti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi awal yang dialami oleh siswa pada materi elektrokimia kelas XII SMA. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yakni siswa kelas XII IPA di SMAN 2 Praya Tengah yang terdiri dari 66 siswa sebagai responden. Pengambilan data dilakukan setelah siswa selesai melaksanakan pembelajaran pada materi elektrokimia. Instrumen yang digunakan pada penelitian adalah tes two-tier multiple choice (TTMC). Soal yang digunakan sebanyak 15 soal yang sudah melalui validasi empirik dan validasi ahli. Realibilitas untuk instrumen yang digunakan sebesar 0,89 dalam kategori tinggi. Pengelompokkan Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat miskonsepsi siswa pada materi elektrokimia dengan persentasi yang berbeda. Persentase miskonsepsi terendah yakni 6,06% dan tertinggi sebesar 42,4%.
Pendampingan Pembuatan Kreasi Ornamental Khas Lombok Berbasis Limbah Bulu Ayam bagi Karang Taruna Desa Kesik Anisa Ismira Fatia; Amelia Rahmawati; Bunga Para Agustina; Erisha Alfiana; Sasa Apriliska; Dyah Puspitasari Ningthias
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4347

Abstract

Program pendampingan pembuatan kreasi ornamental khas Lombok berbasis limbah bulu ayam bagi karang taruna Desa Kesik dilaksanakan untuk menjawab rendahnya kapasitas pemuda serta belum termanfaatkannya potensi limbah lokal. Jumlah anggota karang taruna yang mengikuti program ini sebanyak 9 orang. Mayoritas pemuda karang taruna Desa Kesik berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana dan bekerja pada sektor informal yang tidak memiliki kepastian pendapatan. Tingkat pendidikan yang beragam serta keterampilan kerja yang masih terbatas menjadikan mereka kurang memiliki daya saing dalam mengakses peluang usaha yang lebih luas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan pemahaman ekonomi kreatif. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui serangkaian tahapan, meliputi perizinan, sosialisasi, pelatihan teknis, pembentukan kelompok mitra, monitoring, dan evaluasi. Pelaksanaan program menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam proses pembersihan, sterilisasi, pewarnaan, dan perakitan produk, sehingga menghasilkan tiga jenis ornamen—gantungan kunci, kemoceng mini, dan cermin hias—yang bernilai estetika dan berpotensi pasar. Hambatan terkait kualitas bahan dan lamanya proses sterilisasi dapat diatasi melalui penyesuaian metode dan kolaborasi kelompok. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah bulu ayam layak dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis potensi lokal. Prospek pengembangan kegiatan mencakup diversifikasi produk, penguatan pemasaran, dan penelitian lanjutan terkait efisiensi proses serta kelayakan usaha.
Percobaan Nitrogen Cair: Demonstrasi Efek Suhu Ekstrem Pada Telur Ayam Dalam Mata Kuliah Edutainment Kimia Nora Listantia; Baiq Dewi Aprilia Arnita; Dyah Puspitasari Ningthias
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4393

Abstract

Kegiatan demonstrasi edutaiment kimia merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kimia melalui kegiatan eksperimen yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sifat-sifat nitrogen cair dan pengaruhnya terhadap bahan biologis seperti telur ayam melalui eksperimen “Telur Mata Sapi Menggunakan Nitrogen Cair”. Metode yang digunakan berupa demonstrasi praktikum dengan pendekatan observasional deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa nitrogen cair bersuhu sangat rendah (–196°C) dapat membekukan telur secara instan tanpa menyebabkan reaksi kimia, melainkan hanya perubahan fisika yang reversibel. Kegiatan ini membantu siswa memahami konsep suhu, kalor, dan perubahan wujud zat melalui pengamatan langsung terhadap fenomena pendinginan ekstrem. Dengan demikian, penggunaan nitrogen cair dalam demonstrasi edutaiment kimia efektif meningkatkan ketertarikan serta pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar kimia.
INTEGRATING ETHNOCHEMISTRY AND AUGMENTED REALITY TO SUPPORT CHEMICAL REPRESENTATION AND PROBLEM-SOLVING SKILLS IN ACID BASE CHEMISTRY Sunniarti Ariani; Dyah Puspitasari Ningthias; Weny Amanatul Hidayah; Yunita Ardiyanti
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Master of Science Education Program, Postgraduate Program of Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jipi.v14i2.5616

Abstract

 Problem-solving and representational competence are critical yet challenging skills for students to master in chemistry education, particularly in abstract topics like acid-base chemistry. This study investigates the effectiveness of an innovative learning module that integrates local cultural knowledge (ethnochemistry) with immersive digital visualization technology (Augmented Reality/AR) to address these challenges. Utilizing a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest posttest model, the study was conducted with 26 second-semester undergraduate chemistry education students at Universitas Mataram, Indonesia. Data were collected using validated chemical representation competence and problem-solving skills tests, alongside observation sheets. The results of a paired-sample t-test revealed statistically significant improvements in both domains (p < 0.001). The students' mean score for chemical representation competence increased from 40.77 to 66.92 (N-gain = 0.45, medium improvement), with a large effect size (Cohen’s d = 1.58). Concurrently, problem-solving skills demonstrated a high advancement, shifting from a mean score of 39.23 to 84.23 (N-gain = 0.74, high improvement; Cohen’s d = 1.53). Qualitative observation data supported these findings, showing high student engagement and active conceptual reasoning during the intervention. The findings suggest that the module's strength lies in its complementary synergy: ethnochemistry provides a familiar macroscopic anchor that contextualizes learning, while AR functions as a representational scaffold that reduces cognitive load by visualizing invisible submicroscopic molecular interactions. This study provides practical implications for designing culturally responsive and technology-enhanced instructional materials in higher education.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Etnokimia Sasambo sebagai Inovasi Pembelajaran Kontekstual Pada Mahasiswa Pendidikan Kimia Dyah Puspitasari Ningthias; Suhaili; Nikita Putri; Aruna Akbar Zhafransyah; Sunniarti Ariani; Ermia Hidayanti; Nora Listantia
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15493

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa Pendidikan Kimia sebagai calon guru dalam mengembangkan media pembelajaran kimia berbasis etnokimia Sasambo. Kegiatan dilaksanakan pada mahasiswa Pendidikan Kimia semester II dan IV dengan jumlah peserta 55 mahasiswa. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, serta tindak lanjut keberlanjutan program. Materi pelatihan mencakup penguatan konsep etnokimia, pemetaan budaya lokal Sasambo ke konsep kimia, pemilihan jenis media, penyusunan alur isi media, dan pemanfaatan teknologi seperti Canva, video pembelajaran, augmented reality, serta QR code. Evaluasi dilakukan menggunakan angket pretest dan posttest dengan skala empat kategori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor keseluruhan dari 2,34 pada pretest menjadi 3,40 pada posttest. Persentase respons positif mahasiswa juga meningkat dari 45,6% menjadi 95,8%. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, yaitu pemahaman etnokimia dan relevansi budaya, keterampilan pengembangan media, kreativitas dan inovasi pembelajaran, serta kesiapan calon guru. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menerjemahkan potensi budaya Sasambo menjadi media pembelajaran kimia yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Kegiatan ini menjadi bentuk penguatan kompetensi profesional calon guru kimia sekaligus mendukung pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber inovasi pembelajaran kimia.