Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran Seni Tari Pada Anak Tunaganda di YPAC Surabaya Amelia Rizky Idhartono
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 (2021): DIDAKTIKA Agustus 2021
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran seni tari pada anak tunaganda di YPAC Surabaya. Penelitian ini didasarkan atas observasi di yayasan tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah anak tunaganda yang memiliki dua ketunaan, yaitu tunagrahita dan cerebral palsy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti mendeskripsikan implementasi pembelajaran seni tari yang dilaksanakan di YPAC Surabaya. Dalam proses pelaksanaannya, peneliti melalui beberapa tahapan yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk uji keabsahan data digunakan triangulasi waktu. Peneliti juga menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dalam menganalisis data. Hasil dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan memberikan pembelajaran seni tari kepada anak dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak baik secara sosial emosi, motorik, maupun bahasa. Anak dapat tampil percaya diri, mampu bersosialisasi dengan orang lain dan mampu menyampaikan apa yang mereka inginkan.
Peran Terapi Okupasi bagi Kemandirian Anak Down Syndrome Amelia Rizky Idhartono; Sambira; Ana Rafikayati
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 2 No 2 (2021): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol2.no2.a5178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak terapi okupasi untuk anak down syndrome. Penelitian yang dilakukan di YPAC Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) Anak dengan inisial CE dapat membuka tutup bekal dan memulai kegiatan makan dengan baik, namun Ketika setelah makan, CE lupa tidak membersihkan beberapa tumpahan makanan yang dimakan, (2) Anak dengan inisial JH, memulai makan dengan berdo’a, kemudian membuka tempat makan, cara memegang sendok juga sudah benar dan setelah makan, JH membersihkan dan merapikan tempat makannya, (3) anak dengan inisial DA memulai makan dengan membuka tutup makan kemudian berdoa, akan tetapi untuk memegang sendok masih belum sempurna sehingga perlu bantuan dari terapis, setelah kegiatan makan selesai, DA berusaha merapikan tempat makannya dan membersihkan dengan bantuan orang lain, dan (4) anak dengan inisial NH mengawali dengan membaca doa sebelum makan, memegang sendok dan gelas juga sudah sesuai, mengakhiri makan dengan membaca doa dan merapikan tempat makannya.
Studi Literatur : Analisis Pembelajaran Daring Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi Amelia Rizky Idhartono
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.3.3.2020.541

Abstract

The pandemic requires schools to conduct online learning. This is in accordance with the Circular Letter from the Ministry of Education and Culture which requires schools to hold online learning. This condition is a lot of obstacles, especially in teaching materials to children with special needs. obstacles faced by teachers and students include the problem of limited devices and quotas. In addition, it is necessary to creativity teachers in developing strategies that motivate children with special needs for interests and enjoy learning. This research is a literature study that examines research relevant to the topic of discussion. From the results of the discussion, teachers can use a variety of strategies, namely ASIK strategy and 5M strategy.
PENANGANAN HOLISTIK UNTUK ANAK TUNARUNGU Amelia Rizky Idhartono; Sambira Mambela
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.436 KB)

Abstract

Mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah guru Bhakti Luhur dan KKG Jombang. Total jumlah peserta yang diberikan pelatihan adalah sejumlah 100 orang. Masalah yang dihadapi guru dalam menghadapi anak tunarungu adalah tentang cara anak untuk mencoba mendengar dan berbicara dengan memanfaatkan sisa pendengarannya menggunakan Alat Bantu Dengar (ABD). Solusi yang ditawarkan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah berupa pelatihan dan pendampingan terapi AVT (Audiotory Verbal Therapy) Setting pelatihan ini yaitu semua materi disampaikan dalam bentuk diskusi, kemudian pada pertemuan berikutnya guru diajak untuk mempraktikkan terapi AVT untuk anak tunarungu. Pelatihan disampaikan dalam bentuk daring menggunakan google meet. Target dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengaplikasikan dan mempraktikkan terapi AVT.
LITERASI DIGITAL PADA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR BAGI ANAK Amelia Rizky Idhartono
Devosi : Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 12 No 2 (2023): DEVOSI
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/devosi.v6i1.6150

Abstract

Kurikulum merdeka belajar merupakan kurikulum yang digagas oleh Pemerintah untuk mengatasi hilangnya pembelajaran (learning loss). Karakteristik utama dari kurikulum merdeka belajar yaitu (1) pembelajaran berbasis projek sebagai pengembangan soft skill dan sesuai dengan karakter pelajar Pancasila, (2) fokus pada materi esensial agar terdapat waktu yang cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi dan (3) fleksibilitas untuk guru melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks muatan lokal. Fokus dalam penelitian ini yaitu tentang literasi yang dikaitkan dengan media digital dengan peserta didik anak tunagrahita. Penelitian ini merupakan penelitian literature review. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa literasi sangat penting dikuasai oleh anak tunagrahita, terutama literasi dasar. Literasi dasar merupakan salah satu karakteristik utama dalam kurikulum merdeka belajar. Guru dapat menggunakan media digital dalam kegiatan belajar mengajar terutama untuk anak tunagrahita.
PERAN SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN BULLYING TERHADAP SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI X DI SURABAYA Nurul Hidayati; Amelia Rizky Idhartono
Devosi : Jurnal Teknologi Pembelajaran Vol 13 No 1 (2023): DEVOSI
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/devosi.v13i1.7935

Abstract

Bullying merupakan topik penting untuk diteliti mengingat dampak negatif yang ditimbulkan. Bullying dapat terjadi pada beragam usia dan di sekolah manapun, termasuk sekolah inklusi. Bullying meliputi perlakuan yang mengandung unsur kekerasan di mana perilaku tersebut dilakukan secara berulang dalam waktu berbeda dan terdapat kekuatan yang tidak seimbang antara pelaku dan seseorang yang di-bully. Artikel ini menyajikan hasil penelitian deskriptif peran sekolah dalam pencegahan tindakan bullying terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi X di Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Harapannya, tulisan ini memberikan gambaran bagaimana bullying dapat dilakukan pencegahan, di antaranya dari sisi upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kendati fenomena bullying banyak terjadi di sekitar kita, namun tidak dapat dianggap sebagai hal yang wajar, melainkan perlu dicegah dan diatasi, melalui: (1) menganggap bullying sebagai permasalahan serius yang bertentangan dengan prinsip antidiskiriminasi; (2) menganggap kasus bullying sudah terlampau banyak; (3) pentingnya keterbukaan dan komunikasi; serta (4) kebijakan sekolah ramah anak merupakan sesuatu yang riil dan bukan hanya slogan.
Improvement of Beginning Reading Ability in Class V Dyslexic Students through the Silaba Method at Jombang 05 Public Elementary School Risky Amelia; Ana Rafikayati; Amelia Rizky Idhartono
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 4 No 1 (2023): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/special.vol4.no1.a7203

Abstract

The objective of this research is to look into the inclusion of children with neurological diseases in Indian education. According to the research, a substantial proportion of children in India have neurological disorders, and they frequently face barriers to education. The study examines the current situation of education for children with neurological problems in India, as well as the policies and laws that regulate their education. The review also looks at the difficulties that these children, their families, and educators have had in implementing inclusive education. Lastly, the report explores interventions and techniques that can help children with neurological disorders be included in Indian education settings with a concerted effort from all stakeholders involved in the education process.
Inovasi Global Pembelajaran ABK Selama Masa Pandemi Amelia Rizky Idhartono; Ana Rafikayati
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4259

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini yaitu 134 peserta yang terdiri dari guru SLB, Guru sekolah inklusi, orang tua, mahasiswa, dan praktisi. Adapun koordinasi yang dilakukan diantaranya mengenai jadwal pelakasanaan pelatihan, observasi dan pendampingan, tempat pelaksanaan dan alat pendukung yang dibutuhkan selama pelaksanaan PPM. Dengan memperhatikan analisis situasi di atas, maka solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan kepada peserta yang terdiri dari guru SLB, Guru sekolah inklusi, orang tua, mahasiswa, dan praktisi (guru) tentang inovasi pembelajaran ABK di masa pandemi. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan informasi tentang zoom meeting, google meet, google classroom, Learning Management System (LMS), dan video pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar secara daring. Dengan demikian harapan kami nantinya guru dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun perangkat pembelajaran, terutama dalam proses belajar mengajar untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Selain diberikan informasi tersebut, peserta juga diberikan penguatan bahwa pentingnya peran keluarga dalam kegiatan pembelajaran secara daring. Sebab peserta didik full belajar di rumah dan dibutuhkan pengawasan yang ekstra dari pihak keluarga agar peserta didik dapat belajar secara maksimal.
Pengoptimalan Aksesibilitas Fisik Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus Disekolah Inklusi Muhammad Nurrohman Jauhari; Sambira; Amelia Rizky Idhartono
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.5171

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini untuk memberikan pemahaman tentang aksesibilitas fisik bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Metode pelaksanaan menggunakan langkah-langkah yang terdiri terdiri dari 3 tahap : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi. Hasil pelatihan ini didapatkan bahwa 80% peserta guru sekolah inklusi memahami tentang penggunaan dan fungsi dari aksesibilitas fisik untuk sekolah inklusi dalam mengakomodasi siswa berkebutuhan khusus. Kendala yang dihadapi guru sekolah inklusi dalam mengimplementasikan aksesibilitas fisik yaitu adaya aksesibilitas yang belum terakomodasi disekolah
Modifikasi Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Jenjang PAUD Amelia Rizky Idhartono; Nurul Hidayati; Arida Azka Nurina Ichwan; Sabrina Nur Fisabilillah
Kanigara Vol 3 No 2 (2023): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v3i2.7791

Abstract

Education is important for every human. Good education could bring great contribution and benefit in one quality improvement. Early education in PAUD, KB, and TK is the start of character building. Everyone have the right to have early education, including special needs children (ABK). Kurikulum merdeka has been implemented in teaching and learning process. The characteristic of kurikulum merdeka is suite the learning need of ABK that need flexibility in choosing learning tools, learning methods, learning strategy, learning media, and learning materials adjusted with competency and obstacles each special needs have. Teachers need to have deep understanding about those things so we can reach the purpose of special needs education. The education level in Indonesia starts from early childhood, family planning or kindergarten, elementary school, junior high school and high school. Education at the early childhood, family planning and kindergarten levels is the beginning of character building. At this level, it is also necessary to identify and early detect children with special needs. One of the efforts teachers can do to give the best educational service to ABK is to modified the learning tools of kurikulum merdeka in accordance with the needs and the capacity of each students. This efforts is needed so that each ABK could get suitable and good education. Partners in this PkM activity are PAUD, KB and TK teachers throughout Mojokerto. The problem faced by partners is the lack of understanding of learning tools in kurikulum merdeka for children with special needs at the level of PAUD, PG, and TK. This training and assistance was carried out online at gmeet which was held on June 3rd, 2023 from 14.00 to 17.00 WIB. In this PkM activity, the lecturers also involved 2 students from the Special Education Study Program. The conclusions of PkM activities are The conclusion of this PkM are: (1) The importance of deepening understanding about the needs and competencies of each special needs student; (2) The teacher must be able to decide which learning tools suite and fit each special needs student; (3) The importance the learning tools of kurikulum merdeka for ABK in PAUD level so that each student get the best education service that suite and fit their needs