Articles
Overview of Recurrence Mental Health Disorders in Community
Umi Rachmawati;
Islamiyah Islamiyah;
Firman Firman
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.8.4.2020.515-520
Mental health problems found in the community require comprehensive treatment, as the disease can cause recurrence in the past year after undergoing hospital treatment despite still taking medication. This study aims to find out the picture of recurrence of people with mental disorders in the commut. The design of this research is a type of quantitative research that is descriptive narrative, the population in this study is all people with mental disorders who are in the working area of Poasia Health Center Kendari City and live witha care giver, asmany as 24 people, sampling techniques using purposive sampling techniques obtained as many as 20 respondents. This research was conducted in June 2020 in poasia health center working area of Kendari City, Southeast Sulawesi Province. The data collection tool uses a questionnaire containing the characteristics of respondents and a mental disorder recurrence questionnaire. Data analysis in the form of univariate analysis in the form of frequency distribution. The results showed that almost all respondents experienced a relapse with a high relapse category after undergoing treatment at the hospital.
Brainstorming dalam Pencegahan Pneumonia pada Anak Balita
Islamiyah Iis;
Islaeli Islaeli;
Sri Wahyuni;
Wa Ode Aisa Zoahira;
Anisa Purnamasari
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 11 No 2 (2019): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.858 KB)
|
DOI: 10.36990/hijp.v11i2.138
One of the infectious diseases which is the biggest contributor to under-five mortality in Indonesia is pneumonia. In developing countries, pneumonia is called The One Killer Of Children and has become a neglected health problem because many children die from pneumonia but very little attention is paid to handling this problem. Pneumonia is an acute infectious process that affects the lung tissue (alveoli) and can be recognized through guidelines for clinical signs and other investigations. Overcoming pneumonia is not enough just by mastering treatment and handling, but it requires sufficient knowledge about the causes of pneumonia so that preventive efforts can be made to prevent pneumonia in toddlers. Brainstorming health education is one of the factors that influence knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of the btanstorming method on the knowledge and attitudes of mothers in preventing pneumonia in children under five. Respondents in this study were mothers of toddlers. The results of this study indicate that there is an increase in knowledge in preventing pneumonia in children under five before and after the intervention. The brainstorming method of health education can change the level of knowledge of mothers at the Abeli ??Community Health Center in preventing pneumonia in children under five to a better direction. The brainstorming method of health education can change the attitudes of mothers at the Abeli ??Community Health Center in preventing pneumonia.
Taman Layak Anak Usia Dini di Kota Kendari
La Ode Anhusadar;
Islamiyah Islamiyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v3i1.143
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui peran taman terhadap pertumbuhan anak untuk mendukung dan mewujudkan Kota Kendari sebagai Kota layak anak. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah Taman Wali Kota Kendari, Taman Meohai dan taman kadia. Pemilihan lokasi ini diambil berdasarkan banyaknya pengunjung yang memanfaatkan taman. Teknik pengumpulan data dapat berupa Wawancara untuk memperoleh data dari informan mengenai taman yang layak anak yang ada di Kota Kendari. Informan terdiri dari Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat pengguna taman. Observasi dilakukan untuk mengamati fasilitas sarana dan prasarana dari taman yang bisa menunjang kegiatan anak. Dokumentasi kegiatan-kegiatan apa saja yang di lakukan anak di dalam taman. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa taman yang ada di kota Kendari, kebanyakan masyarakat menggunkan taman sebagai sarana untuk berkumpul dengan keluarga, selain itu orang tua sama sekali tidak khawatir apabila anak-anak mereka bermain di taman dan anak menggunakan taman Kendari untuk bermain untuk memunuhi tumbuh kembang anak-anak, adapula yang menggunakan taman wali kota untuk tempat sosialiasasi atau pertemuan orang tua.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Usia Dini di Tengah Pandemi Covid 19
Laode Anhusadar;
Islamiyah Islamiyah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v5i1.555
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua terhadap pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, untuk mengetahui bentuk-bentuk penerapan perilaku hidup bersih dan hidup sehat dan untuk mengetahui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia dini. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian survey deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak yang sedang menempuh jenjang Pendidikan Anak Usia Dini di Kendari yaitu KB Sultan Qaimuddin Kendari dan KB Nurul Maghfirah Kendari. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan angket. Temuan dalam penelitian ini adalahsebanyak 100% responden orang tua melihat sangat penting penerapan perilaku hidup bersih dan sehat selama pandemic covid 19 ini. Sebanyak 98% atau 50 responden sudah mengetahui program perilaku hidup bersih dan sehat sedangkan 2% atau 1 responden belum mengetahui program perilaku hidup bersih dan sehat. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak usia dini di lingkungan keluarga di tengah pandemi ini sangat baik.
OUTCOME PROGRAM BINA KELUARGA BALITA (BKB): KONSELING ORANG TUA DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI
Islamiyah Islamiyah;
Faizah Binti Awad;
Laode Anhusadar
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : IAIN Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/zjpi.v6i1.1797
Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 atas kerjasama dengan BKKBN RI. Penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan sebuah gambaran umum yang menjelaskan tentang fungsi dan tanggung jawab BKKBN wilayah Sulawesi Tenggara terhadap program bina keluarga balita PAUD yang telah di tetapkan. Sampel penelitian ini dipilih secara purposive sampling (Konawe dan Konawe Selatan). Sumber data yang akan digunakan yakni: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Keterlibatan orang tua dapat dilihat dari aspek outcome pelaksanaan bina keluarga balita telah memenuhi kriteria, hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperolah dari penyelengaraan bina keluarga balita yang yang bisa menghasilkan orang tua yang kreatif, untuk evaluasi outcome dari bina keluarga balita menunjukkan adanya kreatifitas orang tua yaitu orang tua membuat sendiri alat permainan edukatif, orang tua menggunakan media di dalam rumah dan orang tua berhasil dan berprestasi.
Hubungan Penggunaan Disposable Diapers Dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Toddler
Islamiyah Islamiyah;
Laode Anhusadar
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/murhum.v3i2.122
Toilet Training merupakan salah satu tugas dari perkembangan anak pada usia toddler. Adapun usia dalam mencapai kemampuan Toilet Training yang optimal adalah 24-36 bulan. Orang tua yang membiasakan anaknya untuk mengenakan popok sekali pakai akan menghambat stimulasi kemandirian pada anak untuk melakukan dan mengontrol buang air kecil dan buang air besar, latihan buang air kecil dan buang air besar membutuhkan kematangan otot-otot pada daerah pembuangan kotoran, oleh karena itu anak harus mengenali dorongan untuk melepaskan atau menahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan penggunaan Disposable diapers dengan keberhasilan Toilet Training pada anak usia toddler di desa Lapulu Wilayah kerja puskesmas Abeli. Desain yang digunakan pada penelititian ini adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Menggunakan Teknik random sampling dengan jumlah renponden 34 orang orang tua dengan anak toddler. Hasil analisis dengan menggunakan chi squere di peroleh nilai p value = 0,46 . yang meunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan disposable diapers dengan keberhasilan Toilet Training pada anak toddler. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan tambahan pengetahuan bagi orang tua dalam melakukan Toilet Training pada anak.
Depresi Postpartum Berhubungan dengan Motivasi Pemberian Asi Ekslusif Satu Bulan Pertama pada Bayi
Islamiyah Islamiyah;
Umi Rachmawati Wasil Sardjan
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.571 KB)
|
DOI: 10.31539/jks.v4i2.1934
This study aims to determine the relationship between postpartum depression and the motivation of exclusive breastfeeding for the first month of infants. This research is observational research with a cross-sectional study design with a quantitative approach. The study results using the Mann Whitney test, the significance value indicated a p-value of 0.000. In conclusion, there is a relationship between postpartum depression and mothers' motivation in exclusive breastfeeding in the first month. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Postpartum Depression, Breastfeeding, Motivation
The Critical Role of Adolescent Girls’ Adherence to Taking Blood Supplement Tablets as A Key to Preventing Early Stunting
Islaeli Islaeli;
Ari Nofitasari;
Asbath Said;
Sartini Risky;
Islamiyah Islamiyah;
Anisa Purnamasari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5037
Anemia is a common health problem in adolescent girls that risks causing complications during pregnancy and stunting in children. Blood supplementation tablets are an effective intervention, but the compliance of adolescent girls in consuming them is still low. Objective: This study aimed to analyze adherence to taking blood supplement tablets in adolescent girls. Methods: With a mixed-method design and involving 124 respondents from a total population of 180 adolescent girls, this study used simple random sampling and chi-square statistical analysis to assess the relationship between knowledge variables and the role of parents, as well as in-depth interviews to assess the role of health workers and schools. Results: The results showed that there was a significant association between knowledge (p < 0.001) and parental role (p 0.001) with the compliance of adolescent girls in taking blood supplement tablets. Interview findings also revealed that health workers and schools distribute blood supplement tablets every month to support efforts to increase adherence. Conclusion: knowledge, parental support, and the active role of health and school personnel play an important role in improving the adherence of adolescent girls to taking blood supplement tablets. It is recommended that all parties, especially parents and schools, collaborate to improve adolescents' understanding and adherence to taking blood supplement tablets.
The Influence of Health Education on the Prevention of Anemia and Stunting in Adolescent Girls at SMAN 1 Wawotobi
Islamiyah islamiyah;
Asri Dwi Novianti;
Leniarti Ali
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/phj.v8i1.1330
Introduction: Stunting is a chronic nutritional problem with serious long-term impacts. Stunting causes irreversible growth disorders. One of the factors that has the potential to cause stunting is anemia. This study aimed to determine the effect of health education about anemia and stunting on the knowledge of adolescent girls at SMAN 1 Wawotobi. Method: This study employed a quantitative study with a cross-sectional design. The sample consisted of 80 female students at SMAN 1 Wawotobi. A questionnaire was administered to assess knowledge before and after health education. The analysis method used the chi-square test to determine the average level of knowledge of respondents after health education. Results: The results showed an increase in knowledge among adolescent girls after health education about anemia and stunting. Conclusions:These results are expected to provide additional references on the importance of preventing stunting as early as possible, especially in adolescent girls, to meet their nutritional needs and prevent anemia, thus producing a stunting-free generation.