Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan Pengajar TPQ dalam Pemeriksaan Kesehatan dan Kebersihan Diri Anak TPQ Al-Hasanah : Assistance of TPQ Teachers in Health and Personal Hygiene Examination of TPQ Al-Hasanah’s Children Nunung Rachmawati; Yayang Harigustian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.755 KB)

Abstract

Abstrak: Pendampingan pengajar TPQ Al-Hasanah mengenai cara melakukan pemeriksaan kesehatan dan kebersihan diawali dengan pre test dan diakhiri dengan post test. Selanjutnya pemeriksaan kebersihan dan kesehatan dilakukan oleh pengajar TPQ Al-Hasanah yang sebelumnya telah didampingi dan diajarkan cara penggunaan beberapa alat pemeriksaan kesehatan dan kebersihan. Mahasiswa dilibatkan untuk melakukan demonstrasi cara menggosok gigi dan cuci tangan yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan bagi pengajar TPQ, edukasi dan skrening kesehatan serta kebersihan bagi anak TPQ. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini berupa tercapainya kemandirian pengajar TPQ Al-Hasanah dalam melakukan pemeriksaan kesehatan dan kebersihan anak TPQ setelah dilakukan pendampingan. Terjadi peningkatan pengetahuan pengajar TPQ Al-Hasanah setelah diberikan pendampingan dan informasi terkait cara pemeriksaan kesehatan dan kebersihan.   Abstract: The mentoring of TPQ Al-Hasanah teachers on how to carry out health and hygiene checks begins with a pre-test and ends with a post-test. Furthermore, the hygiene and health checks were carried out by TPQ Al-Hasanah teachers who had previously been accompanied and taught how to use several health and hygiene examination tools. Students were involved to demonstrate how to brush their teeth and wash their hands properly. The method used in this activity is mentoring for TPQ teachers, education and health and hygiene screening for TPQ children. The results obtained from this activity are the achievement of the independence of TPQ Al-Hasanah teachers in conducting health and hygiene checks for TPQ children after mentoring. There was an increase in the knowledge of TPQ Al-Hasanah teachers after being given assistance and information related to how to check health and hygiene
Nurses’s Experience in Providing Spiritual Care Rachmawati, Nunung; Aristina, Tenang
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 04 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 04 December 2
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v12i04.2120

Abstract

Background: Spiritual care is considered by nurses not as part of their duties and responsibilities, so that the spiritual needs of many patients are neglected. Spiritual care is a necessity that is often overlooked in daily nursing practice and is less a priority than physical needs because spiritual needs are often abstract, complex, and more difficult to measure. Objectives: This study aims to determine the description of the nursing experience of the “YKY” Nursing Academy alumni in providing spiritual care. Methods: This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The subjects in this study were the alumni nurses of the Nursing Academy "YKY" Yogyakarta who worked at Sleman Yogyakarta Hospital and fulfilled the participant criteria which were set as the characteristic limits in this study. Results: Based on the analysis results of the in-depth interviews, researchers identified five themes related to the purpose of the study, 1) The importance of nurses providing spiritual care to patients and their families 2) Forms of spiritual care provided by nurses to patients and patient’s families 3) Nurses' perceptions of spiritual care 4) Nurses in providing spiritual care to patients are influenced by internal and external factors 5) Spiritual care is given by all personnel in the hospital. Conclusion: Spiritual care is an important part of nursing provided to improve the quality of life of patients.
Sosialisasi pembentukan Unit Kesehatan Pondok (UKP) di lingkungan Pondok Bukit Hidayah Gunungkidul: SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN UNIT KESEHATAN PONDOK (UKP) DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN TERPADU TAHFIDZUL QURAN BUKIT HIDAYAH GUNUNGKIDUL Diana, Venny; Rachmawati, Nunung
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v7i1.952

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan salah satu upaya dunia pendidikan dalam menumbuhkan, memupuk, mengembangkan serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, mampu untuk menerapkan di kehidupan sehari-hari serta derajat Kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan Trias UKS. Pondok Pesantren Terpadu Tahfidzul Quran Bukit Hidayah Gunungkidul terletak 50 - 60 KM dari kota Yogyakarta. Pondok ini merupakan lembaga pendidikan islam dengan program unggulan Tahfidzul Qur'an selain pondok Yayasan ini juga memiliki Panti Asuhan. Menurut salah satu pengurus Pondok Pesantren menyampaikan bahwa sarana untuk UKS sudah ada yaitu dipan untuk tempat tidur saja yang diberikan oleh dokter setempat, selain itu belum adanya tenaga / pengurus yang layak dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengurus ruang kesehatan tersebut. Pengurus Panti juga menjelaskan jika ruang kesehatan tersebut bisa dikembangkan dan mempunyai pengurus yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai maka selain untuk para santri ruang kesehatan ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan sosialisasi / penyuluhan tentang Unit Kesehatan Pondok (UKP) dan pelatihan penggunaan alat – alat kesehatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu terbentuknya pengurus UKP, tersedianya ruang dan alat – alat kesehatan dasar seperti sphygmomanometer, thermometer, timbangan, alat ukur tinggi badan, poster anatomi kesehatan reproduksi. Kata kunci : Unit Kesehatan Pondok, Pelatihan, derajat kesehatan.
Deteksi Dini dan Edukasi Obesitas Sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Mellitus Rachmawati, Nunung; Minarsih, Dwi Wulan
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 01 Nomor 02 - Juni 2025
Publisher : TAM Global Insights - PT. Treeta Amanah Mandiri Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus, jantung, kanker, hipertensi dan penyakit metabolik maupun non metabolik lainnya serta berkontribusi pada penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskular (5,87% dari total kematian), penyakit diabetes dan ginjal (1,84% dari total kematian). Obesitas merupakan penyakit yang perlu diintervensi secara komprehensif dan merupakan masalah yang disebabkan oleh banyak faktor (multifaktor). Deteksi dini dan edukasi terkait obesitas sebagai upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus belum pernah dilakukan di masjid tersebut. Mengingat dampak yang dapat ditimbulkan obesitas bagi efektifitas dan produktifitas, maka penting untuk dilakukan tindakan deteksi dini dan edukasi obesitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Padukuhan Pringgolayan, khususnya jamaan Masjid Al-Hasanah dalam mengenali dan mencegah obesitas. Hasil akhir dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa meningkatnya pengetahuan dan kesadaran jamaah tentang obesitas.
Pengaruh Terapi Spiritual Emosional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Stres Mahasiswa di Akademi Keperawatan “YKY” Yogyakarta Rachmawati, Nunung; Aristina, Tenang
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v7i1.2496

Abstract

Tujuan penelitian untuk menurunkan tingkat stres mahasiswa keperawatan dengan menggunakan terapi yang disebut terapi SEFT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pre-test dan post-test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah mahasiswa Akademi Keperawatan “YKY” Yogyakarta. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat II semester III yang berjumlah 68 mahasiswa. Sejumlah 35 mahasiswa kelas IIA telah dijadikan kelompok kontrol dan sejumlah 33 mahasiswa kelas IIB telah dijadikan kelompok intervensi. Analisis data menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan sebesar 7.58. Dari hasil uji statistik diketahui p value = 0.001 dan α = 0.05, nilai p value < α yang berarti ada perbedaan nilai rata-rata stres mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan terapi SEFT pada kelompok intervensi. Berdasarkan hasil uji statistik nilai p value = 0.481 yang berarti p value > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan yang signifikan nilai rata - rata stres mahasiswa sebelum dengan setelah pada kelompok kontrol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan stres yang signifikan antara kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol setelah diberi terapi SEFT dengan nilai p= 0,002
Literature Review : Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hipertensi Sri Wanti, Silviana Ayu Oktaviani; Rachmawati, Nunung; Aristina, Tenang
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2022): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v5i1.1631

Abstract

Background : Anxiety is one of the most common psychiatric diseases in adults and is a public health problem that occurs in many countries. Anxiety is characterized by a person's feeling of fear of the emergence of a problem that exists in people with hypertension. So far, anxiety management can be done by a nurse using pharmacological and non-pharmacological methods. Pharmacologically with anti-anxiety drugs while the non-pharmacological method is by using progressive muscle relaxation techniques. Objective: To identify the effect of progressive muscle relaxation therapy on anxiety levels in hypertensive patients. Methods: The method used in this study is a literature review using the Google Scholar, PubMed, and Garuda portal data base sources with the keywords progressive muscle relaxation, anxiety, and hypertension with a maximum time span of 10 years for publishing articles (2012-2022). Results: There were 387 articles and 3 articles were found according to the inclusion criteria. The results of the analysis of the three articles show that the implementation of progressive muscle relaxation techniques has similarities in the implementation procedure, which involves the facial muscles to the feet using 15 movement guidelines for progressive muscle relaxation techniques. The implementation of progressive muscle relaxation can help a person feel relaxed when experiencing anxiety. Conclusion: Progressive muscle relaxation techniques have an effect on reducing anxiety levels in hypertensive patients.
Is Infection Prevention and Control Training Can Increase Knowledge and Compliance of Nurses? Wati, Ni Made Nopita; Subyaktien, Elmy; Lestari, Tri Rahyuning; Pendet, Diah Pusparini; Rachmawati, Nunung; Juanamasta, I Gede; Aungsuroch, Yupin
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 4 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss4.1355

Abstract

One of the indicators of service quality at the hospital is Healthcare-Associated Infections (HAIs) that can be prevented by hand hygiene, which is a procedure for cleaning hands with soap water, or alcohol-based liquids. This study aimed to identify the effect of Infection Prevention and Control (IPC) training on the level of knowledge and compliance of five moments for hand hygiene in nurses at the Dharma Yadnya Hospital in Denpasar. This study used a pre-experimental one-group pre-post test without a control group design. The number of samples was 42 nurses with purposive sampling techniques that met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that before training 26 nurses (61.9%) had a good level of knowledge, and after training, 41 nurses (97.6%) had good knowledge. With regard to compliance with five moments for hand hygiene, before training 22 nurses (52.4%) were not compliant, and after training 29 nurses (69%) imperfectly adhered to the procedure. Mandatory training in IPC influences the level of knowledge and adherence to the five moments for hand hygiene among nurses. Suggestions for hospitals to provide continuity of education related to IPC, monitor nurses' compliance behaviors of the five moments for hand hygiene, either by direct observation or electronically, and provide rewards and punishments for behavioral evaluations.