Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Minuman Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Hemoglobin pada Remaja Putri di Wilayah Kecamatan Paguyaman: The Effectiveness of Green Bean Side Drinking on Hemoglobin Increase in Adolescent Women in Paguyaman District Efri Leny Rauf; Ulfiana Djunaid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.766 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2404

Abstract

Latar Belakang: Anemia yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah merupakan berkurangnya hingga dibawah normal sel darah matang yang membawa oksigen keseluruh jaringan yang dijalankan oleh protein yang disebut hemoglobin (HB) dengan level normal 11 gr/dl untuk perempuan dan 13 gr/dl untuk laki-laki Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian Minuman sari Kacang Hijau Terhadap peningkatan hemoglobin Pada Remaja putri di Wilayah Kecamatan Paguyaman. Metode: Jenis penelitian pre eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sample dalam penelitian ini dilakukan dengan total sampling. Hasil: Uji statistik dan hasil uji one-sample test didapatkan nilai p = 0.000 diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan kelompok posttest, oleh karena itu nilai signifikan lebih kecil dari 5% (p = 0.000 < 0.05) sehingga pada kasus ini terdapat efektifitas pemberian minuman sari kacang hijau dengan peningkatan hemoglobin pada remaja putri di Wilayah Kecamatan Paguyaman. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar hemoglobin pada remaja putri sebelum diberikan minuman kacang hijau memiliki anemia ringan dan berat. Kadar hemoglobin pada remaja putri setelah diberikan minuman kacang hijau memiliki anemia ringan menjadi normal dan anemia berat menjadi anemia sedang. Adanya efektifitas pemberian minuman sari kacang hijau dengan peningkatan hemoglobin pada remaja putri dengan nilai signifikan ( p= 0.00 <0,05).
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infertilitas Primer pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Molibagu Mentari Hasanuddin; Rizky Nikmathul Husna Ali; Fatmah Zakaria; Sri Mulyaningsih; Efri Leny Rauf
Window of Midwifery Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ems3yy44

Abstract

Primary  infertility is the inability of a fertile couple to conceive after one year of regular sexual intercourse without contraception. Various factors are suspected to be associated with primary infertility, including nutritional status, menstrual cycle regularity, and cigarette smoke exposure. This study aimed to analyze the relationship between Body Mass Index (BMI),menstrual cycle, and cigarette smoke exposure with primary infertility in fertile couples at the Molibagu Community Health Center. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using purposive sampling, with 92 respondents. The research instruments were structured using questionnaires and anthropometric measurements, with data analysis using the chi-square test and logistic regression. Based on the results, it was found that the majority of respondents (52 respondents) had an overweight BMI (56,5%) 48 respondents (52,5%) had irregular menstrual cycles, 52 respondent (56,5 %) were exposed to cigarette smoke, and 55 respondents (59,8 %) experienced primary infertility.The statistical test result showed a P-Value of  0.000 < 0.05, indicating a significant relationship between body mass index (BMI), menstrual cycle, and cigarette smoke exposure and the incidence of primary infertility in couples of childbearing age.  
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tibawa Miftahul Jannah Nusi; Zuriati Muhamad; Efri Leny Rauf; Fatmah Zakaria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.960

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif masih belum optimal karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik dapat membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tibawa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tibawa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan jumlah responden sebanyak 63 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar observasi pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga sebanyak 33 responden (52,4%) dan responden yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 32 responden (50,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai P-Value = 0,032 (< 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Dukungan emosional dan penilaian menjadi bentuk dukungan keluarga yang paling dominan diberikan kepada ibu menyusui. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Semakin baik dukungan keluarga, semakin besar peluang ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Efektivitas Pemberian Tablet Fe terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri Fatmah Zakaria; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Maya Puspita Apriliani Saleh
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanAnemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan global, di mana World Health Organization (WHO) melaporkan prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif secara global mencapai 29,9%. Penanganan anemia remaja selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengaruh pemberian tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Atinggola. MetodePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengukuran variabel IMT dilakukan menggunakan pendekatan observasional cross-sectional, sedangkan pengukuran efektivitas pemberian tablet Fe menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk variabel IMT dan uji Wilcoxon untuk variabel pemberian tablet Fe. HasilHasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,526 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia. Sebaliknya, hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pasca-intervensi tablet Fe, di mana nilai rata-rata (mean) meningkat dari 11,62 pada saat pretest menjadi 12,78 pada saat posttest, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). KesimpulanIndeks Massa Tubuh tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah studi. Namun, intervensi pemberian tablet Fe terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dalam memperbaiki status anemia. Oleh karena itu, program suplementasi tablet Fe di puskesmas perlu terus dipertahankan dan dioptimalkan pelaksanaannya.
Perspektif Masyarakat terhadap Praktik Sunat Perempuan antara Tradisi dan Hak Kesehatan Reproduksi di Desa Dumati: Sebuah Studi Kualitatif Fatmah Zakaria; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Siskawati Umar; Hijriana Rahmawati Pulogu
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanPraktik sunat bagi laki-laki merupakan prosedur yang lazim secara medis dan kultural. Namun, sunat pada perempuan atau Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) masih menjadi fenomena yang memicu perdebatan. Dari perspektif medis dan regulasi global, termasuk target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 dan 5, praktik ini tidak memiliki indikasi medis dan berisiko melanggar hak perlindungan reproduksi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif pro dan kontra di masyarakat terkait sunat perempuan, serta bagaimana benturan antara tradisi dan perlindungan kepentingan kesehatan perempuan di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. MetodePenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap informan kunci yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat, antara lain tokoh agama, praktisi tradisional (hulango), pemerintah desa, masyarakat umum, dan tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali kedalaman makna dari setiap perspektif. HasilHasil eksplorasi data menunjukkan adanya dikotomi pandangan di lokasi studi. Mayoritas informan (meliputi masyarakat, tokoh agama, hulango, dan pemerintah desa) menunjukkan sikap pro dan masih mempertahankan praktik sunat perempuan. Hal ini didasari oleh konstruksi kepercayaan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya menyucikan diri (thaharah) sesuai dengan interpretasi ajaran agama setempat. Sebaliknya, pandangan kontra datang dari informan di sektor kesehatan, yang mengkaji bahwa praktik tersebut tidak memiliki justifikasi medis dan harus dihentikan demi melindungi hak kesehatan dan kepentingan reproduksi perempuan sesuai dengan peraturan yang berlaku. KesimpulanPraktik sunat perempuan di Desa Dumati masih berakar kuat pada justifikasi tradisi dan interpretasi agama, yang berbenturan dengan regulasi kesehatan modern. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) oleh tenaga kesehatan harus dilakukan secara persuasif dan sensitif terhadap budaya lokal (cultural approach).
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI MENYUSUI BERBASIS SKOR LATCH TERHADAP PENGETAHUAN IBU DAN BERAT BADAN BAYI USIA 1-3 BULAN Roslinawati Roslinawati; Sri Mulyaningsih; Nour Arizza Dwi Melani; Efri Leny Rauf
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7703

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menyusui berbasis skor LATCH terhadap pengetahuan ibu dan berat badan bayi usia 1–3 bulan di Puskesmas Mootilango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 1–3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mootilango. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Responden diberikan edukasi menyusui berbasis skor LATCH kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan ibu dan berat badan bayi sebelum dan sesudah intervensi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu, lembar observasi skor LATCH, dan pengukuran berat badan bayi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi menyusui berbasis skor LATCH. Selain itu, terdapat peningkatan berat badan bayi usia 1–3 bulan setelah diberikan edukasi menyusui berbasis skor LATCH. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh pemberian edukasi menyusui berbasis skor LATCH terhadap pengetahuan ibu dan berat badan bayi usia 1–3 bulan di Puskesmas Mootilango. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi menyusui berbasis skor LATCH efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu serta mendukung peningkatan berat badan bayi melalui praktik menyusui yang lebih optimal.   Kata kunci : Edukasi Menyusui, Skor LATCH, Pengetahuan Ibu, Berat Badan Bayi, ASI Eksklusif.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK BIDAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PERSALINAN Nur Alifia Rahma Rahma; Dwi Nur Octaviani Katili; Sri Mulyaningsih; Efri Leny Rauf
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7713

Abstract

Abstrak Kecemasan merupakan masalah psikologis yang sering dialami ibu primigravida menjelang persalinan dan dapat berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis ibu serta proses persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan tersebut adalah melalui komunikasi terapeutik yang diberikan oleh bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik bidan terhadap tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi persalinan di RSIA Siti Khadijah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 ibu primigravida yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian intervensi komunikasi terapeutik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan komunikasi terapeutik terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu primigravida. Disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik bidan efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu primigravida menjelang persalinan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penerapan komunikasi terapeutik secara optimal dalam pelayanan kebidanan untuk meningkatkan kesiapan psikologis ibu menghadapi persalinan. Kata kunci : komunikasi terapeutik, kecemasan, ibu primigravida, persalinan, bidan.
PENGARUH INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP JENIS PERSALINAN Yufita Yunus; Efri Leny Rauf; Yuliandari Yunus; Sri Mulyaningsih
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7819

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap jenis persalinan di Rumah Sakit Sitti Khadijah pada tahun 2026, mengidentifikasi status gizi ibu hamil, mengidentifikasi jenis persalinan, serta menganalisis pengaruh IMT terhadap jenis persalinan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitis dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 374 ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Sitti Khadijah, dengan sampel sebanyak 79 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, lembar observasi, dan rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki berat badan berlebih (40 responden atau 50,63%) dan sebagian besar menjalani persalinan buatan/operasi sesar (59 responden atau 74,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara IMT ibu hamil terhadap jenis persalinan di Rumah Sakit Sitti Khadijah pada tahun 2026. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IMT ibu hamil memengaruhi jenis persalinan di Rumah Sakit Sitti Khadijah pada tahun 2026. Kata kunci : Status gizi, kehamilan, IMT, operasi sesar, persalinan pervaginam