Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Daya Hambat Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro (Studi Eksperimen di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Muslim Indonesia 2017) Chusnul Chotimah; Diah Wahyuni; Nurasisa Lestari
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 10, No 1 (2018): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.166 KB) | DOI: 10.33096/jifa.v10i1.355

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut penting untuk diperhatikan. Berdasarkan provinsi tahun 2013 yang mempunyai masalah gigi dan mulut yang cukup tinggi (>35%) adalah provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah dengan EMD 10,3%, 8%, dan 6,4%. Candida albicans merupakan flora normal yang dapat ditemukan dalam rongga mulut yang sehat, tetapi dapat menjadi pathogen apabila didukung oleh kondisi penurunan respon imun. Kulit buah manggis memiliki efek sebagai antifungi karena mempunyai kandungan aktif berupa alkaloida, saponin, flavonoid, tanin, triterpenoid dan steroid. Tujuan: Mengetahui daya hambat ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangotana L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Metode: Penelitian ini adalah Eksperimental Laboratoris dengan desain post test only control group design. Sampel penelitian adalah biakan murni jamur Candida albicans di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi UMI. Hasil: Hasil ekstrak kulit buah manggis konsentrasi 0,1% 0,5% 2,5% dan 12,5% mempunyai daya antifungi terhadap Candida albicans. Hasil uji One Way Anova didapatkan nilai p=0,000 (p
Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Pentingnya Pemakaian dan Pemeliharaan Gigi Tiruan pada Masyarakat Desa Ma’rang Maqhfirah Amiruddin; Andi Tenri Biba; Chusnul Chotimah; Mohammad Dharma Utama
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2022): January
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.162 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v2i02.109

Abstract

Dentures are devices made to replace missing teeth and the surrounding soft tissue. The use of dentures will restore aesthetic function, masticatory function, speech function, and maintain the health of the surrounding tissue. Denture maintenance is very important because it will determine the success of using dentures. The behavior of maintaining dental and oral hygiene that is not good from users of removable dentures can cause disease in the oral cavity. The purpose of this service is to increase knowledge of the community in Ma'rang Village, Pangkep Regency, on the importance of using and maintaining dentures. The method of implementing the service is by conducting direct counseling to the elderly in Ma'rang Village. Education with power point media, poster installation, educational video screening, and distribution of leaflets to each counseling participant as well as questions and answers and discussions. The service activities took place effectively and the community was very enthusiastic about questions about the use and maintenance of dentures. The elderly community in Ma'rang Village is very grateful for this service activity, in addition to increasing knowledge about the use and maintenance of dentures, the community also hopes that this activity will be able to continue in the future.
Pengaruh Kehilangan Gigi Posterior terhadap Gangguan Temporomandibular Joint (TMJ) pada Pasien di RSIGM FKG UMI Chusnul Chotimah; Maqhfirah Amiruddin; Mohammad Dharma Utama; Nur Rahmah Hasanuddin; Nabila Anggriany
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 5 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v5i01.96

Abstract

Latar Belakang: Kehilangan gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak muncul di masyarakat sehingga dapat mempegaruhi struktur orofasial seperti jaringan, tulang, persarafan dan otot, sehingga menyebabkan terganggunya fungsi pengunyahan, bicara, estetis, serta hubungan sosial. Tujuan: Mengetahui pengaruh kehilangan gigi posterior terhadap gangguan TMJ. Metode: penelitian observasi dengan rancangan penelitian analitik cross sectional. dengan menggunakan Uji statistik Chi-square. Penelitian ini terdiri dari 50 sampel yaitu pasien yang pernah dilakukan pencabutan gigi posterior di RSIGM FKG UMI. Hasil: didapatkan distribusi frekuensi antara Kriteria TMJ dan Kehilangan gigi. Dimana untuk kelompok responden yang memiliki Kehilangan 1-4 Gigi yang berkategori tidak terjadi Gangguan TMJ sebanyak 33 orang atau 66%, berkategori Gangguan TMJ Ringan 7 orang atau 14%, berkategori Gangguan TMJ Sedang 4 orang atau 8% dan yang berkategori Gangguan TMJBerat  0 orang. Sedangkan untuk kelompok responden yang memiliki kehilangan 5-8 gigi yang berkategori tidak terjadi Gangguan TMJ 0 orang, berkategori Gangguan TMJ Ringan 3 orang atau 6%, berkategori Gangguan TMJ sedang 2 orang atau 4% dan Kelompok berkategori Gangguan TMJBerat sebanyak 1 orang atau 2%. Kesimpulan: Berdasarkan uji Chi-Square yang dilakukan didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 atau p-value lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kehilangan gigi posterior terhadap gangguan TMJ. Dimana semakin banyak kehilangan gigi akan semakin meningkatkan gangguan TMJ.
Pengaruh Perendaman Kopi Arabika terhadap Kekasaran Permukaan Lempeng Resin Akrilik (Heat Cured) Risnayanti Anas; Syamsiah Syam; Chusnul Chotimah; Andi Tenri Biba; Nur Rahmah Hasanuddin; Ade Lestari T.Limban
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 5 No. 01 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v5i01.102

Abstract

Latar belakang: Resin akrilik adalah material yang dipakai untuk membuat protesa gigi. Adanya porositas pada gigi tiruan dengan mudah cairan dapat diserap salah satunya adalah minuman kopi. Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digemari masyarakat. Salah satu kopi yang terkenal yakni kopi arabika dimana kopi arabika memiliki tingkat keasaman pH sekitar 4,85 - 5,15. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh perendaman pada kopi arabika terhadap kekasaran permukaan lempeng resin akrilik (heat cured). Bahan dan Metode: Metode yang digunakan adalahtrue experimental laboratories menggunakan desain penelitian berupa pre post test only control design, dengan menggunakan 16 sampel yang direndam dalam larutan kopi arabika. Alat uji yang dipakai adalah mitutoyo surftest SJ-310. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value menunjukkan nilai sebesar 0,000 atau p-value lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perendaman pada larutan kopi arabika terhadap lempeng resin akrlik heat cured. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan kekasaran permukaan sebesar 5,87 µm.
Dissolution time test of effervescent denture cleaner tablets containing 6.5% cocoa fruit peel (Theobroma cacao L.): Uji waktu larut pembersih gigi tiruan tablet effervescent kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) 6,5% Mohammad Dharma Utama; Maqhfirah Amiruddin; Chusnul Chotimah; Andi Tenri Biba; Rina Angraini Utami
Makassar Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v15i1.820

Abstract

The dissolution time test aims to determine the length of time it takes for effervescent tablets to dissolve in a solvent medium. Effervescent tablets made from cocoa bean shells (Theobroma cacao L.) contain flavonoids, saponins, and catechins, which prevent pellicle adhesion and glucan formation by Strepto-coccus mutans, thereby inhibiting the growth of Candida albicans on acrylic resin dentures. This study discusses the dissolution time of KBK effervescent tablets with a concentration of 6.5%. This study is a true experimental study using 16 samples of effervescent tablets tested with a disintegration tester after immersion in distilled water. The results showed that the average dissolution time of KBK tablets was 133 seconds with a standard deviation of 8.07, while that of alkaline peroxide effervescent tablets was 191.38 seconds with a standard deviation of 6.80, indicating a significant difference (p-value 0.000; <0.05). It was concluded that cocoa fruit peel extract tablets had a faster dissolution time than alkaline peroxide effervescent tablets.
Penyuluhan Karies Gigi untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Kelas V SD Negeri Mattoangin II Makassar Nur Qayyim; Chusnul Chotimah; Adelia Iftitah Anwar; Anggun Dian Cahyani
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.2978

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Dalam perspektif Islam, menjaga kebersihan dan kesehatan merupakan bagian dari ajaran agama yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai karies gigi, faktor penyebab, perawatan, pencegahan, serta nilai-nilai Islam yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Mattoangin II Makassar dengan melibatkan 70 siswa kelas V sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan edukatif melalui ceramah, diskusi interaktif, pemutaran video animasi edukasi, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar menggunakan phantom gigi, serta penyampaian materi kesehatan gigi dan mulut yang dikaitkan dengan QS. At-Tin ayat 4, QS. Al-Baqarah ayat 195, dan hadis Rasulullah SAW tentang anjuran bersiwak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Berdasarkan hasil pebelitian sebagian besar siswa mampu menjawab pertanyaan mengenai penyebab karies gigi, cara pencegahan, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta teknik menyikat gigi yang benar. Selain itu, sebanyak 15 siswa yang dipilih secara bergantian sebagai perwakilan peserta mampu menjawab pertanyaan evaluasi secara individu dengan benar, sementara sebagian besar siswa lainnya dapat menjawab pertanyaan yang diberikan secara klasikal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang dipadukan dengan pendekatan nilai-nilai Islam efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut serta pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.