Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Pengaruh Penambahan Hidrogen Peroksida (H2O2) Terhadap Degradasi Methylene Blue Menggunakan Fotokatalis TiO2 – Bentonit Suhernadi, Arif; Wardhani, Sri; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.583 KB)

Abstract

Photocatalyst is a material that is able to accelerate the reaction rate of oxidation or reduction through a photochemical reaction. The aims of this study was examine the influence of addition of H2O2 and duration of irradition against photodegradation of methylene blue using TiO2-bentonite. Photodegradation was carried out with 10 mg/L at 25 mL of methylene blue and 50 mg of photocatalyst with variation of H2O2 addition of 0,1; 0,2; 0,3; 0.4; 0,5 dan 0,75 mL and variations of irradition duration of 20, 30, 40, 50 and 60 minute. The result showed that the highest fotodegradation of methylene blue occured in the addition of 0,2 mL of H2O2 and irradition duration of 60 minute with 93,93 % of degradation percentage. Keywords             : bentonite, TiO2, methylene blue, hydrogen peroxyde (H2O2), photodegradation.
DESORPSI KADMIUM(II) YANG TERIKAT PADA BIOMASSA Azolla microphylla-SITRAT MENGGUNAKAN LARUTAN HCl Amelinda, Falisca; Purwonugroho, Danar; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.261 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian desorpsi kadmium(II) yang terikat pada biomassa Azzola microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan HCl dan waktu kontak optimum desorpsi kadmium(II). Biomassa A. microphylla sebanyak 5 g dicampur dengan 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M dilanjutkan dengan pemanasan selama 3,5 jam pada suhu 120o C. Adsorpsi dilakukan dengan cara mengocok suspensi 0,10 g biosorben dalam 25 mL larutan kadmium(II) 100 mg/L pH 6 selama 60 menit. Desorpsi dilakukan dengan cara mensuspensikan biosorben yang telah mengikat kadmium(II) ke dalam 25 ml larutan HCl dengan variasi konsentrasi 0,01 M; 0,05 M; 0,1 M, 0,5 M; 1,0 M dan dilanjutkan dengan variasi waktu kontak 30, 5, 60, 75, 90 menit menggunakan konsentrasi optimum larutan HCl. Penentuan Konsentrasi kadmium(II) menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi HCl dan waktu kontak berpengaruh terhadap desorpsi kadmium(II) yang terikat oleh biomassa A. microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat. Kondisi optimum desorpsi kadmium(II) terjadi pada penggunaan larutan HCl 0,5 M dan waktu kontak 60 menit dengan persentase desorpsi sebesar 97,10 %. Kata kunci : asam sitrat, Azzola microphylla, desorpsi, esterifikasi, kadmium(II)
ADSORPSI SENG(II) OLEH BIOMASSA Azolla microphylla-SITRAT: KAJIAN DESORPSI MENGGUNAKAN LARUTAN ASAM NITRAT Felayati, Mifta Fauziah; Purwonugroho, Danar; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.279 KB)

Abstract

Penelitian tentang desorpsi seng(II) dari biomassa Azolla microphylla diesterifikasi asam sitrat telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum desorpsi seng(II) oleh biomassa Azolla microphylla diesterifikasi asam sitrat. Biomassa diesterifikasi dengan cara mencampurkan 5 g biomassa ke dalam 50 mL larutan asam sitrat 0,8 M dengan pemanasan 120°C selama 3,5 jam. Percobaan adsorpsi - desorpsi dilakukan menggunakan metode batch. Adsorpsi seng(II) 100 mg/L dilakukan pada pH 6 dengan waktu kontak 45 menit. Percobaan desorpsi dilakukan dengan cara mensuspensikan adsorben yang mengikat seng(II) ke dalam 25 mL larutan HNO3 dengan variasi konsentrasi 0,1; 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 M dan variasi waktu kontak 30; 45; 60; 75 dan 90 menit. Konsentrasi seng(II) yang terdesorpsi ke dalam larutan pendesorpsi ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum desorpsi seng(II) terjadi pada penggunaan larutan HNO3 1,0 M dan waktu kontak 60 menit memberikan persen desorpsi sebesar 93,62 %.
ADSORPSI SENG(II) OLEH BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT: KAJIAN DESORPSI MENGGUNAKAN LARUTAN HCl Sinaga, Ria Septiani; Purwonugroho, Danar; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.882 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang desorpsi seng(II) yang terikat oleh biomassa Azolla microphylla diesterifikasi dengan asam sitrat menggunakan agen pendesorpsi larutan HCl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi optimum desorpsi seng(II). Esterifikasi dilakukan dengan menambahkan 5 gram biomassa kering Azolla microphylla berukuran 120-150 mesh ke dalam 50 mL asam sitrat 0,8 M dan diaduk selama 2 jam. Campuran biomassa-sitrat dikeringkan pada suhu 60oC hingga kering dan dilanjutkan dengan pemanasan selama 3,5 jam pada suhu 120oC. Percobaan adsorpsi dilakukan dengan menambahkan adsorben ke dalam 25 mL larutan seng(II) 100 mg/L pH 6 dan dikocok selama 45 menit. selanjutnya dilakukan percobaan desorpsi dengan menambahkan adsorben kering yang telah mengikat seng(II) kedalam larutan HCl sebanyak 25 mL dengan variasi konsentrasi larutan HCl(0,1M;0,5M;1,0M;1,5M;2,0M) dan waktu kontak(30;45;60;75;90 menit). Konsentrasi seng(II) yang terdesorpsi ditentukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum desorpsi seng(II) terjadi pada penggunaan larutan HCl 1,0 M dan waktu kontak 45 menit dengan persentase desorpsi sebesar 97,78%.
ADSORPSI KADMIUM(II) MENGGUNAKAN BIOMASSA Azolla microphylla DIESTERIFIKASI DENGAN ASAM SITRAT: KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN TEMPERATUR ESTERIFIKASI Isnaini, Yulia Nur; Purwonugroho, Danar; Tjahjanto, Rachmat Triandi
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.906 KB)

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa esterifikasi biomassa Azolla microphylla dengan asam sitrat meningkatkan kapasitas adsorpsinya terhadap kadmium(II). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam sitrat dan temperatur esterifikasi terhadap adsorpsi kadmium(II) oleh biomassa Azolla microphylla yang diesterifikasi dengan asam sitrat (BA-Sitrat). Esterifikasi biomassa dilakukan dengan cara mensuspensikan biomassa ke dalam larutan asam sitrat konsentrasi 0,4 ; 0,6 ; 0,8 dan 1 M.  Suspensi yang terbentuk dikeringkan. Suspensi kering dipanaskan pada variasi temperatur 115 ; 120 ; 125 dan 130oC selama 3,5 jam. Karakterisasi BA-Sitrat dilakukan dengan metode analisis volumetri. Konsentrasi kadmium(II) setelah adsorpsi dilakukan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam sitrat dan temperatur esterifikasi berpengaruh terhadap tingkat keasaman BA-Sitrat dan kemampuan adsorpsinya terhadap kadmium(II). Tingkat keasaman dan kemampuan adsorpsi adsorben BA-Sitrat tertinggi dicapai pada penggunaan konsentrasi asam sitrat 0,6 M dan temperatur esterifikasi 120oC dengan persen adsorpsi kadmium(II) sebesar 45,76%
Pemurnian Emas dari Bijih Emas Berkadar Rendah Menggunakan Karbon Aktif dari Arang Tempurung Kelapa Mulyasuryani, Ani; Ismuyanto, Bambang; Purwonugroho, Danar
Jurnal Natur Indonesia Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.031 KB) | DOI: 10.31258/jnat.14.1.1-6

Abstract

The activated carbon from the coconut shell can be used as an adsorbent for the recovery of gold. The optimum condition for gold recoverywas obtained at pH 3 (for adsorption) and pH 5 (for desorption) with 1 M thyocyanate solution and a 5 cm length of column (the mass ofactivated carbon is 20 grams). In this condition, the average gold recovery is 90.00%, silver 7.28% and copper 4.93%, that were used severalgold ore samples. The average purity degree of gold is 49.67%, depend on the concentration of gold, silver and copper in the gold oresample.
The Adsorption of Cr(VI) Using Chitosan-Alumina Adsorbent Darjito, Darjito; Purwonugroho, Danar; Ningsih, Rumiati
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.921 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpacr.%y.03.02.139

Abstract

Chitosan as adsorbent has been used widely, however it was not effective yet for metal ions adsorption in industrial scale. In acidic condition, chitosan’s active site tends to decrease. This drawback can was solved by coating of chitosan active site on alumina. This paper discloses to overcome that limitation. The charateristic of the active side was analysed by FTIR spectrometry toward vibration N-H group at 1679.15 cm-1, C=O group of oxalate at 1703.30 cm-1, and Al-O group of alumina at 924.07 cm-1. The adsorption capacity of the developed adsorbent was tester to adsorb Cr(VI) ions under various of pH value such as 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7. The contact time affect toward the adsorption was also reported in 20, 30, 40 50, 60, 70, and 80 minute. In addition, the concentration effects (100, 200, 300, 400, 500, and 600 ppm) was also studied. Chromium (VI) was measured using spectronic-20. Adsorption capacity was obtained at 66.90 mg/g under optimum conditions pH 2, and contact time 60 minute, respectively.
Precipitation of Zn(II)-Pyrazinamide Complex from Ethanol Solution as an Antibacterial Candidate based on Transitional Metal Complex Compounds Adiba, Naila Azmi; Purwonugroho, Danar; Prananto, Yuniar Ponco
Indonesian Green Technology Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Indonesian Green Technology Journal
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.igtj.2024.013.01.01

Abstract

The Zn(II)-pyrazinamide complex compound is currently being developed as an antibacterial agent. To obtain the Zn(II)-pyrazinamide complex effectively, many factors must be considered, including the type of zinc(II) salt and the mole ratio. The aim of this research is to examine the influence of the type of zinc(II) salt and the mole ratio in the precipitation of the Zn(II)-pyrazinamide complex to obtain efficient results. The Zn(II)-pyrazinamide complex was synthesized using a direct mixing technique in ethanol solution with metal:ligand mole ratios of 1:2 and 1:4 and with types of zinc(II) salts, namely acetate, chloride, and nitrate. Based on the research results, the anion of the zinc(II) salt leads to the precipitation of the complex while the metal:ligand mole ratio leads to the resulting yield. An efficient synthesis condition to obtain the Zn(II)-pyrazinamide complex is to use ZnCl2 salt and a mole ratio of 1:4. Experimental data also shows that the Zn(II)-pyrazinamide complex precipitate melts at a temperature of 234oC, while infrared spectroscopy analysis shows the characteristic carbonyl and amide groups of pyrazinamide. Meanwhile, powder-XRD analysis showed that the resulting complex had a different structure than that previously reported.