Edi Hargono D Putranto
Pascasarjana Institut Teknologi Nasional Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEGAGALAN PENCAPAIAN SASARAN PROYEK TEPAT WAKTU DAN MUTU PADA PEMBANGUNAN PROYEK JEMBATAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO Novie Surachmad; Subandiyah Azis; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i1.1021

Abstract

Identifikasi resiko pada Proyek konstruksi Pembangunan proyek jembatan di Kabupaten Probolinggo tepat waktu dan mutu juga perlu dilakukan, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk proyek konstruksi yang memiliki sejumlah risiko dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap risiko kegagalan pencapaian sasaran proyek tepat waktu dan mutu pada pembangunan proyek jembatan di Kabupaten Probolinggo dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang tepat untuk meminimalisir terjadinya risiko kegagalan pencapaian sasaran proyek tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis Path terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 43 responden dari pihak kontraktor, Owner dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pekerjaan proyek-proyek jembatan di Kabupaten Probolinggo yang dibangun pada tahun anggaran 2014. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan tidak tercapainya target waktu adalah Faktor Keuangan, faktor SDM dan Faktor lingkungan kerja. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan tidak tercapainya target mutu adalah Faktor Target Waktu, Faktor Keuangan, SDM dan lingkungan kerja. Semua variabel bebas tidak memberikan pengaruh secara tidak langsung terhadap variabel terikat target mutu (Y2). Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi tidak tercapainya target waktu adalah Faktor lingkungan kerja dengan nilai Koefisien Standardized β sebesar 0.364. Sedangkan faktor yang paling dominan mempengaruhi tidak tercapainya target mutu adalah Faktor lingkungan kerja dengan nilai Koefisien Standardized β sebesar 0.309. Strategi untuk mengatasi nya adalah dengan membangun konstruksi pengaman (talud) dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan konstruksi jembatan, kontraktor harus bisa memanfaatkan dan menggunakan uang muka kontrak dengan baik sesuai fungsinya, Lamanya waktu pelaksanaan pekerjaan disesuaikan waktu ideal sesuai kemampuan kerja dan persyaratan teknis jembatan dan kontraktor harus menambahkan jumlah SDM yang bekerja sesuai dengan keahlian dan kebutuhan dalam melaksanakan pekerjaan
ANALISA KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK - PROYEK PEMBANGUNAN PASAR SEMI MODERN DI KABUPATEN MALANG Nurkolis; Subandiyah Azis; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1025

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan proyek-proyek Pembangunan Pasar Semi Modern di Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2012 dan 2013 banyak mengalami keterlambatan waktu pelaksanaan yang diperkirakan rata-rata mencapai 12% dari jaduwal yang sudah ditentukan. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan waktu pelaksanaan dan mengetahui faktor yang paling dominan, serta strategi untuk mengatasinya. Metodologi analisis data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 52 responden dari pihak Owner, Kontraktor dan Konsultan Pengawas yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek-proyek Pembangunan Pasar Semi Modern di Kabupaten Malang pada tahun anggaran 2012 dan 2013. Berdasarkan hasil penelitian, dengan uji F didapatkan bahwa secara simultan faktor Lingkungan Kerja, Material, Peralatan, Tenaga Kerja, Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Metode Penjadwalan Pekerjaan, Biaya dan Koordinasi dan Komunikasi Antar Stakeholder berpengaruh secara simultan terhadap Keterlambatan Waktu Pelaksanaan. Namun berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Keterlambatan Waktu Pelaksanaan adalah faktor Peralatan, Metode Pelaksanaan Pekerjaan, Metode Penjadwalan Pekerjaan dan Koordinasi dan Komunikasi Antar Stakeholder. Faktor yang paling dominan adalah faktor Koordinasi dan Komunikasi Antar Stakeholder. Strategi untuk mengatasinya adalah Sebelum dimulainya pekerjaan sebaiknya terlebih dahulu adanya kesepakatan antar stakeholder mengenai jumlah pedagang yang akan ditampung dan dimensi/ukuran kios nantinya.
ANALISA SKALA PRIORITAS DENGAN AHP UNTUK PENGALOKASIAN DANA PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN BLITAR Retiono Pratanto; Subandiyah Azis; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1028

Abstract

Pemerintah daerah dituntut mengoptimalkan anggaran yang terbatas. Jalan sebagai salah satu infrastruktur penopang perekonomian membutuhkan pengalokasian dana yang tepat. Usulan masyarakat melalui musrenbang dan proposal merupakan sarana yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam pengalokasian dana pemeliharaan jalan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan non teknis meski hal tersebut belumlah optimal dan terukur. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan besarnya bobot aspek dan kriteria dan memperoleh urutan rangking alternatif ruas jalan di Kabupaten Blitar yang perlu untuk dilakukan pemeliharaan serta memperoleh prioritas penentuan ruas jalan yang akan dilakukan pemeliharaan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 61 responden yang mengetahui dan terlibat di dalam pengalokasian dana pemeliharaan jalan di Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, didapatkan urutan aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemeliharaan ruas jalan adalah aspek teknis (C) dengan bobot 37,3%, aspek usulan masyarakat (B) dengan bobot 25,3%, aspek pemerataan hasil pembangunan (D) dengan bobot 16,0%, aspek pengembangan wilayah (A) dengan bobot 11,0%, aspek biaya (E) dengan bobot 10,5% dan bobot kriterianya untuk A1 sebesar 14,4%, A2 sebesar 9,5%, A3 sebesar 13,5%, A4 sebesar 12,8%, A5 sebesar 25,0%, A6 sebesar 24,7%, B1 sebesar 14,4%, B2 sebesar 9,5%, B3 sebesar 13,8%, B4 sebesar 12,9%, B5 sebesar 25,1%, B6 sebesar24,3%, C1 sebesar 25,3%, C2 sebesar 28,8%, C3 sebesar 21,1%, C4 sebesar 24,9%, D1 sebesar 25,3%, D2 sebesar17,6%, D3 sebesar 24,1%, C4 sebesar15,4%, D5 sebesar 17,7%, E1 sebesar 33,3%, E2 sebesar 20,8, E3 sebesar 19,0% dan E4 sebesar 26,9%. Sedangkan Urutan alternatif ruas jalan di Kabupaten Blitar yang perlu untuk dilakukan pemeliharaan adalah Kuningan - Kanigoro (F1) dengan bobot 22,5%, Nglegok - Penataran (F2) dengan bobot 22,2%, Lodoyo - Serang (F5) dengan bobot 19,9%, Bendo - Maron (F3) dengan bobot 18,4%, Sengon - Pijiombo (F4) dengan bobot 17,0%. Serta urutan prioritas penentuan ruas jalan yang akan dilakukan pemeliharaan disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia adalah Kuningan - Kanigoro (F1), Nglegok - Penataran (F2), Lodoyo - Serang (F5) dan Bendo - Maron (F3).
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BERKALA JALAN DI KABUPATEN MALANG Anita; Kustamar; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1030

Abstract

Selama ini penentuan urutan prioritas pemeliharaan jalan di Kabupaten Malang dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil Musrenbang dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan sedangkan pihak-pihak yang ikut menentukan diantaranya adalah Bappeda dan Dinas Bina Marga. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masalah urutan prioritas pemeliharaan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif ruas jalan di Kabupaten Malang untuk dilakukan pemeliharaan serta untuk mengetahui sistem aplikasi berbasis web sebagai alat bantu penentuan skala prioritas pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Malang Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) dan sistem aplikasi berbasis web terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 45 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian, bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemeliharaan jalan adalah Aspek Teknis (0.553), Aspek Aksesibilitas (0.129), Aspek Biaya (0.176), Pengembangan Wilayah (0.142) dan Bobot kriterianya adalah A1 (0.646), A2 (0.354), B1 (0.181), B2 (0.095), B3 (0.065), B4 (0.658), C1 (0.530), C2 (0.145), C3 (0.244), C4 (0.081), D1 (0.570), D2 (0.165) dan D3 (0.266). Serta urutan prioritas ruas jalannya adalah Ruas Jalan Bantur-Balekambang (E5) dengan bobot sebesar 0,341, Ruas Jalan Gedangan-Bajulmati (E4) dengan bobot sebesar 0.182, Ruas Jalan Kepanjen-Pagak (E1) dengan bobot sebesar 0.162, Ruas Jalan Tulusbesar-Gubugklakah (E6) dengan bobot sebesar 0.131, Ruas Jalan Singosari-Jabung (E3) dengan bobot sebesar 0.112 dan Ruas Jalan Mangliawan-Tumpang (E2) dengan bobot sebesar 0.071. Sedangkan penentuan alternatif prioritas dengan menggunakan aplikasi berbasis web dapat diterima, karena dapat memberikan hasil yang sama dengan hasil perhitungan dengan metode AHP. Hasil penelitian ini terdapat kemiripan dengan yang terjadi di lapangan, dengan demikian penggunaan metode AHP dapat memperkuat penentuan skala prioritas.