Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

BANTUAN DESAIN BUKIT KONSERVASI KAWASAN SUMBER BRANTAS KOTA BATU Kustamar; Abraham Lomi; Subandiyah Aziz; Eding Iskak Imananto
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 5 No 1 (2020): Juni : Asawika
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.366 KB) | DOI: 10.37832/asawika.v5i1.31

Abstract

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas bagian hulu secara hidrologi masih belum berhasil, hal ini terlihat dari rendahnya debit aliran dasar pada Kali Brantas. Upaya konservasi lahan memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan sulit dilakukan manakala tidak mendapat dukungan masyarakat. Oleh karenanya, dalam hali ini dianggap perlu adanya konsep yang dapat memadukan kepentingan: konservasi lahan, dan sarana ekowisata. Sebagian kawasan Sumber Brantas merupakan kawasan imbuhan dari mata air Sumber Brantas, dan merupakan kawasan konservasi. Oleh karena itu dirancang kegiatan perencanaan konservasi lahan yang terpadu dengan sarana Ekowisata. Hasil kegiatan berupa rancang bangun rencana konservasi lahan yang cocok untuk tujuan wisata dan tempat singgah, bagi pengendara yang melintas di sekitar bukit melalui jalan dari Kota Batu ke arah Pemandian Cangar, atau tepatnya di pintu masuk Taman Hutan Rakyat (Tahura) Tumenggung Suryo. Topografi kawasan berupa bukit, yang sebelah kakinya berhadapan dengan Arboretum Sumber Brantas, sehingga sangat potensial jika digunakan juga sebagai paket wisata ekologis. Dalam kawasan tempat singgah ini terdapat beberapa gazebo dengan pemandangan alam pegunungan yang sangat bagus, dan beberapa tempat swa-foto. Tanaman konservasi juga dipilih perpaduan antara tanaman keras dengan tanaman jenis perdu atau gantung yang dapat tumbuh berdampingan. Cara tanam dipilih model dalam pot atau digantung, pada tanaman keras. Limpasan permukaan diangani dengan pembuatan tampungan melingkar di kaki bukit, berupa kolam terbuka yang dimanfaatkan juga sebagai sarana budidaya ikan air tawar. Kata Kunci: Brantas, Ekowisata, Konservasi-lahan
MODEL HIDROLOGI DAS ITN I Kustamar Kustamar
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.047 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v5i2.468

Abstract

Physical spatial factors of watershed such as topography, soil types and land use show a prominentcontribution in the distributed water shed modeling. One of the difficulties encountered is the change oftopographical information in map form into data that can be read by model program. In the process ofanalyses, physical spatial factor of water shed is divided into grid system consisting of rectangular cellsgroups. In each cell, surface run off discharge ,including its direction, is determined based on the depths byapplying a one dimension unsteady flow concept whereas direction is determined by using information onfour points of the cells. Water depth of the surface run off can be calculated by using both a vertical watermovement model and land use area condition. The model has been tested using the available data of Lesti(East Java) watershed. From calibration and verification processes, this so called Hydrological Model ofITN 1 has been successfully applied with very good reliability.
PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR LINDI DENGAN MEDIA ZEOLIT MENGGUNAKAN METODE BATCH DAN METODE KONTINYU Liliya Dewi Susanawati; Bambang Suharto; Kustamar Kustamar
AGROINTEK Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v5i2.1945

Abstract

Leacheate could be defined as a liquid from the biological decomposition of decomposed waste that caused by external water that flowing in into the pile of waste. Leacheate caused by a prescipitation liquid into the Final Disposal, both from the rain infiltration or from the water content of the waste itself. Leachate is toxic due to impurities in the deposits that may be derived from industrial waste disposal, dust, the result of processing waste, household hazardous waste, or from the normal decomposition that occurs in trash. If the problem doesnt solved then the landfill that fille with leacheate could contamine the environment and more specific it would contamine ground water and surface water. The results of this study showed the levels of chromium (Cr) was at 0.3892 mg / l and the result treatment that have the most decreasing rate of chromium is at 0.1751 mg / l, while the result for Lead (Pb) is at 2.2923 mg / l and the average result treatment with the best decreasing rate is 0.3940 mg / l at the retention time of 3 weeks. Selection of the best treatment is based on qualitative parameters of wastewater, which is allowed according to the waste quality standard set by the government and different residence time in combinatiaon treatment. Selection of the best treatment P1Z2 give the average Cr content of the smallest since the levels of Cr on initial observation and after treatment P and Z has decreased significantly. And also on treatment P2Z2 give the decreasing rate for the smallest Pb. Pb is a levels at the beginning of the observation and treatment after being given P and Z. Both of these treatments can be interpreted that the treatment effect on levels of Cr and Pb.
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BAGI INSTITUSI PELAYANAN MEDIS DI SEKITAR KALIMAS SURABAYA Kustamar Wulandari; Subandiyah Azis; Anton Tantri
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 1 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i1.109

Abstract

ABSTRAK Buangan limbah cair dari beberapa institusi pelayanan medis mengalir ke sungai Kalimas Surabaya. Dalam mengupayakan agar buangan limbah cairnya memenuhi syarat yang ditentukan, maka masing – masing institusi pelayanan medis mempunyai dasar pertimbangan tersendiri dalam memilih sistim pengolahan limbah cair dan memutuskan keberlanjutan pengolahan limbah cair yang telah dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah penerapan metode kuantitatif analisa dasar pertimbangan dalam pemilihan sistim pengolahan limbah cair, dan analisa pengambilan keputusan terhadap keberlanjutan pengolahan limbah cair yang telah dimiliki oleh institusi pelayanan medis. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menjawab kebutuhan multikriteria dalam mencapai keputusan optimal dengan batasan sumber daya yang dimiliki oleh institusi pelayanan medis. Hasil dari penelitian ini adalah diketahuinya aspek dan faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam memilih sistim pengolahan limbah cair terurut sebagai berikut: a) Aspek Lingkungan terdiri atas faktor-faktor peme-nuhan baku mutu effluent COD, BOD, TSS, PO4, pH, NH3; b) Aspek Finasial terdiri atas faktor-faktor Biaya Awal / Investasi, Biaya Operasional dan Pemeliharaan; c) Aspek Teknis terdiri atas faktor-faktor (1) Tingkat Kinerja Unit dan Peralatan, (2) Konsumsi Energi, (3) Ketersediaan Komponen Peralatan, (4) Kelengkapan Proses Pengolahan, (5) Kemudahan Pengoperasian, (6) Kebutuhan Luas Lahan, (7) Umur Rencana Unit dan Peralatan, (8) Kemudahan Pemasangan Instalasi, (9) Kebutuhan Adanya Operator. Sedangkan keputusan deskriptif maupun kuantitatif mengenai keber-lanjutan pengolah limbah cair eksisting menunjukkan urutan yang sama walau-pun dengan prosentase berbeda, yaitu: (1) Mempertahankan IPAL eksisting; (2) Membongkar lalu membangun IPAL baru; (3) memodifikasi IPAL.
OPTIMASI DAN EVALUASI PEMBANGUNAN PERUMAHAN PURI KARANG MULYO RESIDENCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE SYMPLEKS DAN QM FOR WINDOWS VERSI 2.0 Subandiyah Azis; Kustamar; Ainul Hidayat
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 6 No 2 (2017): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v6i2.987

Abstract

Istilah bahwa satu rupiah saat ini akan bernilai sangat tinggi dibandingkan satu rupiah di masa yang akan datang, merupakan konsep dasar dari investasi. Di mana, agar investasi yang dilakukan dapat memberikan keuntungan melebihi modal yang dikeluarkan, maka perlu dilakukan analisa pendahuluan atau yang sering disebut dengan studi kelayakan. Studi kelayakan berkaitan erat pada keputusan sebuah investasi untuk menentukan apakah investasi yang dilakukan menguntungkan atau tidak. Selain itu dengan menggunakan metode yang tepat, studi kelayakan juga dapat menentukan beberapa alternatif keuntungan, sehingga pemilik investasi dapat memperkirakan keuntungan maksimal yang akan didapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi guna mengetahui apakah komposisi bangunan pada proyek pembangunan perumahan Puri Karang Mulyo Residence sudah optimal seiring dengan permintaan pasar. Evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu aspek optimasi dengan metode simpleks, aspek pasar dengan metode deskriptif kualitatif, aspek teknis dengan metode deskriptif kualitatif dan aspek finansial dengan metode estimasi. Evaluasi ini menggunakan parameter Net Present Value (NPV). Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimal rumah untuk type 45/98, type 45/91 dan type 38/78 masing–masing berjumlah 40, 16 dan 13 buah. Analisis financial berdasarkan komposisi rumah tersebut menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.511.062.854,- > NPV existing.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS RISIKO PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN AFIAT DESA KANIGORO KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG Kustamar; Tiong Iskandar; Eko Winanto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 5 No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v5i1.1008

Abstract

Dalam setiap proyek konstruksi pasti terdapat suatu risiko, Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aplikasi manajemen risiko pada Proyek Pembangunan Jembatan Afiat Yang Menghubungan Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran dengan Desa Kemiri Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko supaya dapat mengelola risiko pekerjaan yang akan dilakukan, dengan mengidentifikasi risiko yang relevan, Mengetahui nilai bobot elemen risiko,Mengetahui nilai bobot faktor risiko, Memperoleh nilai Anilisis bobot global masing-masing risiko, analisis risiko metode AHP dilakukan dengan perhitungan eigen value dan uji konsistensi untuk probabilitas dan dampak risiko, yang kemudian dikalikan untuk mendapat nilai tingkat risiko. Hasil analisis masing-masing elemen risiko didapatkan bobot yang bervariasi, namun bobot terbesar didominasi oleh faktor risiko alam. bobot terbesar elemen risiko: Elemen Risiko Kontraktual : Ketidakjelasan pasal-pasal dalam kontrak dengan bobot 0,2159. Hasil analisis masing-masing bobot faktor risiko dari urutan paling besar adalah faktor alam dengan bobot 0,2441. Hasil analisis pembobotan global masing-masing risiko dari 52 (lima puluh dua) risiko yang mempunyai bobot terbesar adalah: risiko Gempa bumi dengan bobot 0,0678.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMILIHAN PERKERASAN PENINGKATAN JARINGAN JALAN DI PROPINSI KALIMANTAN UTARA DENGAN AHP Hepi Nurtanto; Kustamar; Subandiyah Azis
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i1.1020

Abstract

Selama ini penentuan jenis lapisan perkerasan jalan dilakukan berdasarkan kriteria kerusakan jalan dan hasil musyawarah rencana pembangunan provinsi (musrenbangprov), yang kemudian dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang terdiri dari unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Biro Perekonomian dan Pembangunan serta Biro Keuangan Dan Asset dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga masalah urutan penentuan jenis lapisan perkerasan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara. Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 18 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek Perkerasan Peningkatan Jaringan Jalan di Propinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil penelitian, Bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah Aspek Biaya dengan bobot sebesar 0.399, Aspek Metode Pelaksanaan dengan bobot sebesar 0.182, Aspek Teknis dengan bobot sebesar 0.140, Pengembangan Wilayah dengan bobot sebesar 0.279. Bobot kriteria sebagai bahan pertimbangan prioritas pemilihan alternatif perkerasan jaringan jalan di Provinsi Kalimantan Utara adalah A1 dengan bobot sebesar 0.183, A2 dengan bobot sebesar 0,360, A3 dengan bobot sebesar 0.071, A4 dengan bobot sebesar 0.385, B1 dengan bobot sebesar 0.215, B2 dengan bobot sebesar 0.102, B3 dengan bobot sebesar 0.683, C1 dengan bobot sebesar 0.367, C2 dengan bobot sebesar 0.208, C3 dengan bobot sebesar 0.165, C4 dengan bobot sebesar 0.260, D1 dengan bobot sebesar 0.631, D2 dengan bobot sebesar 0.211 dan D3 dengan bobot sebesar 0.157 dan Urutan prioritas perkerasan peningkatan jaringan jalan di Propinsi Kalimantan Utara adalah Jalan Hot Mix dengan bobot menyeluruh dengan bobot sebesar 0.653 dan Lapen dengan bobot sebesar 0,347.
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BERKALA JALAN DI KABUPATEN MALANG Anita; Kustamar; Edi Hargono D Putranto
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 7 No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v7i2.1030

Abstract

Selama ini penentuan urutan prioritas pemeliharaan jalan di Kabupaten Malang dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat dan hasil Musrenbang dengan kriteria-kriteria: anggaran dan teknis jalan sedangkan pihak-pihak yang ikut menentukan diantaranya adalah Bappeda dan Dinas Bina Marga. Namun bagaimana kriteria-kriteria tersebut mempengaruhi urutan prioritas itu belum didasarkan atas suatu metode apapun yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masalah urutan prioritas pemeliharaan jalan ini masih selalu menjadi polemik. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bobot aspek, bobot kriteria dan urutan prioritas yang dipertimbangkan dalam penentuan alternatif ruas jalan di Kabupaten Malang untuk dilakukan pemeliharaan serta untuk mengetahui sistem aplikasi berbasis web sebagai alat bantu penentuan skala prioritas pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Malang Metodologi analisa data yang digunakan adalah, Analytic Hierarchy Process (AHP) dan sistem aplikasi berbasis web terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 45 responden dari orang-orang yang mengetahui dan terlibat didalam proyek pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian, bobot aspek sebagai bahan pertimbangan prioritas pemeliharaan jalan adalah Aspek Teknis (0.553), Aspek Aksesibilitas (0.129), Aspek Biaya (0.176), Pengembangan Wilayah (0.142) dan Bobot kriterianya adalah A1 (0.646), A2 (0.354), B1 (0.181), B2 (0.095), B3 (0.065), B4 (0.658), C1 (0.530), C2 (0.145), C3 (0.244), C4 (0.081), D1 (0.570), D2 (0.165) dan D3 (0.266). Serta urutan prioritas ruas jalannya adalah Ruas Jalan Bantur-Balekambang (E5) dengan bobot sebesar 0,341, Ruas Jalan Gedangan-Bajulmati (E4) dengan bobot sebesar 0.182, Ruas Jalan Kepanjen-Pagak (E1) dengan bobot sebesar 0.162, Ruas Jalan Tulusbesar-Gubugklakah (E6) dengan bobot sebesar 0.131, Ruas Jalan Singosari-Jabung (E3) dengan bobot sebesar 0.112 dan Ruas Jalan Mangliawan-Tumpang (E2) dengan bobot sebesar 0.071. Sedangkan penentuan alternatif prioritas dengan menggunakan aplikasi berbasis web dapat diterima, karena dapat memberikan hasil yang sama dengan hasil perhitungan dengan metode AHP. Hasil penelitian ini terdapat kemiripan dengan yang terjadi di lapangan, dengan demikian penggunaan metode AHP dapat memperkuat penentuan skala prioritas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERMINTAAN PERUMAHAN TIPE CLUSTER PADA PERUMAHAN PALEM ASRI DI KOTA JOMBANG Iwan Wijaya; Kustamar; Tiong Iskandar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i1.1058

Abstract

Untuk memenuhi permintaan perumahan Tipe Cluster Perumahan Palem Asri di Kota Jombang memberikan konsep berbeda dalam menawarkan produk perumahan dimana di konsep Cluster tersebut di lengkapi dengan fasilitas taman yang luas dan kolam renang yang nyaman. Meskipun harga yang ditawarkan relatif mahal akan tetapi permintaan terus meningkat. Melihat permasalahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh permintaan Perumahan Tipe Cluster dan mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhinya serta menentukan strategi untuk meningkatkan Penjualan rumah Tipe Cluster tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji t terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 40 responden dari orang-orang dari penghuni Perumahan Tipe Cluster Pada Perumahan Palem Asri di Kota Jombang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa secara simultan dengan uji F didapatkan bahwa secara bersama-sama variabel Harga Rumah, Fasilitas yang Tersedia, Lokasi Rumah, Lingkungan dan Penghasilan berpengaruh secara bersama-sama terhadap Permintaan Perumahan Tipe Cluster di Kota jombang. Namun dari uji t secara sendiri-sendiri faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Permintaan Perumahan Tipe Cluster di Kota jombang adalah Faktor Harga Rumah, Faktor Fasilitas yang Tersedia, Faktor Lokasi Rumah dan Faktor Penghasilan. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai β terstandarisasi tertinggi, yaitu faktor Fasilitas yang Tersedia dengan nilai Koefisien β terbesar, yaitu 0.491 dan strategi yang digunakan Untuk Meningkatkan Penjualan rumah Tipe Cluster di Perumahan Palem Asri Kota Jombang adalah dengan menambah fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia, seperti fasilitas perniagaan dan pembelanjaan, taman bermain, jogging track dan pembuatan gapura yang menarik serta senantiasa menjaga dan melakukan perawatan rutin terhadap fasilitas-fasilitas yang ada agar terjaga dengan baik dan nyaman saat digunakan guna menambah daya tarik calon pembeli rumah.
ANALISIS KINERJA BANGUNAN PRASEDIMENTASI DALAM PENURUNAN KADAR BOD, COD, DAN TSS PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR SIWALAN PANJI SIDOARJO Maria Mustika Ningrum; Kustamar; Hery Setyobudiarso
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 8 No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v8i2.2650

Abstract

ABSTRAK Sungai Afoer di Kecamatan Buduran Kota Sidoarjo adalah salah satu sungai sebagai sumber air baku oleh Instalasi Pengolahan Air Siwalan Panji, penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air baku, peningkatan kinerja bangunan prasedimentasi dengan solusi alternatif, kemampuan biofilter dalam penurunan BOD, COD dan TSS, menganalisis waktu hidrolisis yang efektif dan menganalisis jenis biofilter terbaik. Metode penelitian ini adalah studi eksperimen pada penggunaan biofiltrasi alternatif seperti Batu pecah, Crossflow, dan Bio-Ball, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova two way. Hasil penelitian menunjukkan air baku tidak memenuhi standar baku mutu air baku kelas I, sebagai solusi dalam peningkatan kinerja bangunan prasedimentasi digunakan biofilter Batu pecah, Crossflow, dan Bio-Ball. Hasil uji statsistik menunjukkan waktu tinggal hidrolisis efektif adalah 87 jam dengan efisiensi penurunan zat organik pada biofilter batu pecah BOD 86,44%, COD 81,72%, TSS 45,00%, biofilter crossflow BOD 94,99%, COD 92,67%, TSS 45,00%, dan biofilter bio-ball BOD 93,48%, COD 91,20%, TSS 45,00%. Pada waktu tinggal hidrolisis 87 jam kemampuan penurunan BOD, COD, dan TSS, yang terbaik adalah biofilter Crossflow, dengan nilai subset BOD 94,9900, COD 92,6700, dan TSS 45,000