Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT (Studi Kasus Kegiatan Kerja Bakti Di RT/RW:009/002 Dusun Keladan Tunggal Desa Mertiguna Kecamatan Sintang) Fusnika Fusnika; Agnesia Hartini; Mia Ayuning Cahyati
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v7i1.1628

Abstract

Penelitian inidi latar belakangi oleh lunturnya implementasi nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, nilai yang terdapat pada budaya gotong royong memiliki peran penting sebagai pemersatu bangsa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan gotong royong, mendeskripsikan faktor penghambat implementasi gotong royong, mendeskripsikan upaya melestarikan budaya gotong royong. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif  dengan bentuk penelitian Studi Kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan kegiatan gotong royong pada kegiatan kerja bakti terlaksana secara rutin dan terjadwal, kegiatan yang dilaksanakan berupa membersihkan lapangan dan lingkungan sekitar, 2) Faktor penghambat kegiatan gotong royong pada kegiatan kerja bakti meliputi sikap masyarakat yang mulai melupakan nilai-nilai gotong royong dan menganut paham individualisme, kuatnya egoisme, dan kurangnya kesadaran, 3) Upaya melestarikan kegiatan gotong royong pada kegiatan kerja bakti dapat dilakukan dengan menjaga tali silaturahmi, menjalin komunikasi yang baik, dan menerapkan kepedulian sosial di dalam kehidupan masyarakat.Kata Kunci:  Nilai Gotong Royong, Kehidupan Masyarakat
ANALISIS NILAI TOLERANSI PADA MATA PELAJARAN PPKN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TINDAKAN INTOLERANSI DI KELAS IX C SMPN 1 SEMITAU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Fusnika Fusnika; Agnesia Hartini; Hendrikus Meido Cali
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i2.2996

Abstract

The problem in research regarding the value of tolerance in Civics subjects as an effort to prevent acts of intolerance in class IX C of SMP Negeri 1 Semitau. The aim of the research is to describe the value of tolerance through PPKn lessons as an effort to prevent acts of intolerance by teachers to form the value of tolerance in students at SMP Negeri 1 Semitau. Data collection through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques that the author uses are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. Researchers used descriptive qualitative methods. The subjects and objects of research are PPKn subject teachers and students. The results of this research are that the tolerance value of students in Class IX C of SMP Negeri 1 Semitau is still low, namely there is a lack of respect and appreciation between each student and each other. Application of tolerance values to prevent intolerance in PPKn subjects in class IX C of SMP Negeri 1, namely through PPKn lessons. Efforts are being made to foster the value of tolerance to prevent intolerance in Civics subjects in class IX C of SMP Negeri 1, namely getting students to learn to appreciate and respect their classmates and teachers, in order to foster a spirit of tolerance and motivate students to be tolerant of each other. and there needs to be improvement from schools, namely teachers, so that the expected value of tolerance is realized in order to prevent intolerance. .Keywords: Keywords: Tolerance Values, PPKn Subjects, Intolerance.  
PERAN MASYARAKAT ADAT MELAYU SINTANG DALAM UPAYA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DI KECAMATAN SINTANG KALIMANTAN BARAT Agnesia Hartini; Herry Murjani
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i1.143

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Peran  Masyarakat Adat Melayu Sintang dalam Upaya Membangun Karakter bangsa di Kecamatan Sintang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Masyarakat adat Melayu Sintang khususnya di tiga kelurahan tempat peneliti melakukan penelitian yaitu kelurahan Menyumbung Tengah, Kapuas Kiri Hilir, dan Kelurahan Ulak Jaya dalam pelaksanaan budaya ini masih tergolong kental yang berkaitan dengan pelaksanaan budaya adat istiadat Melayu masih tetap dilaksanakan dengan baik. Misalnya pelaksanaan khitanan, gunting rambut bayi yang baru lahir, upacara perkawinan secara adat, dan masih banyak hal lainnya yang dilaksanakan berdasarkan pelaksanaan tata cara secara adat Melayu, 2) Kendala-kendala yang dihadapi masih terdapat masyarakat yang seakan menutup telinga dan tidak ingin menegtahui bagaimana pentingnya suatu budaya itu tetap dijaga dan dilestarikan, 3) Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan adat Melayu Sintang sebagai upaya untuk membangun karakter bangsa tersebut  diantaranya seperti melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk tetap melaksanakan kebiasaan yang ada begitu juga dengan masyarakat yang tetap melestarikan budaya dan adat istiadat.Kata Kunci:  Masyarakat,Adat, Karakter Bangsa.
TRADISI LOKAL MAIK MANIK SEBAGAI UPAYA MEMPERKOKOH NILAI GOTONG ROYONG SUKU DAYAK SEBERUANG ENSILAT DESA NANGA DANGKAN Agnesia Hartini; Fusnika Fusnika; Chrisdess Wanda
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5764

Abstract

Tradisi lokal Maik Manik serta cara masyarakat memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Maik Manik adalah ritual memandikan bayi pertama kali di sungai. Tradisi ini sarat nilai gotong royong, di mana keluarga dan masyarakat berpartisipasi aktif, memperkuat kebersamaan dan tolong-menolong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tradisi lokal Manik Manik. Mendeskripsikan bagaimana cara memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lokal Maik Manik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) tradisi Maik Manik bertujuan membebaskan bayi dari pengaruh negatif serta memberikan perlindungan spiritual melalui berbagai sesajen dan tindakan ritual. Ritual ini merupakan syarat penting agar bayi dianggap layak dan aman untuk dimandikan bebas di sungai. 2) Cara masyarakat Suku Dayak Seberuang Ensilat dalam memperkuat nilai gotong royong tercermin melalui partisipasi aktif seluruh anggota, dari tahap persiapan hingga pelaksanaan, yang menegaskan bahwa tradisi ini merupakan kegiatan yang mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan. 3) Tradisi Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat mencerminkan nilai religius, sosial, dan budaya lokal yang mendalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tradisi lokal Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat, khususnya dalam aspek memperkokoh nilai gotong royong.Kata Kunci: Tradisi Lokal Maik Manik, Nilai Gotong Royong,  Suku Dayak Seberuang
NILAI-NILAI SIMBOL RITUS NOPAHTUNG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL SUKU UUD DANUM KECAMATAN AMBALAU Agnesia Hartini; Mardawani Mardawani; Fusnika Fusnika; Vincensia Devi; Eduardus Edo; Hendrikus Galung
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6438

Abstract

Sebuah tradisi seperti ritus Nopahtung di yakini oleh masyarakat Suku Dayak Uud Danum memiliki nilai-nilai baik sebagai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai nilai-nilai simbol ritus Nopahtung sebagai bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud di kecamatan Ambalau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan  study dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) pelaksanaan ritus Nopahtung adalah tradisi yang masih sering  dilaksanakan masyarakat. 2) nilai makna simbol ritus Nopahtung adalah proses pembersihan dan pemulihan dari hal-hal negatif atau kesialan yang bersumber dari mimpi seseorang. 3) bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud Danum dilakukan melalui beberapa cara terutama melalui media sosial seperti membuat literasi, berita google dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai simbol ritus nopahtung sebagai kearifan lokal Suku Uud Danum Kecamatan Ambalau masih dilaksanakan dan dipercayai masyarakat sebagai tradisi yang perlu dilestarikan sebagai kearifan lokal yang syarat akan nilai dan moral. Kata Kunci : Nilai, Makna Simbol, Ritus Nophatung, Kearifan Lokal