Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Childfree Phenomenon in Urban Muslim Society: An Islamic Family Law Perspective Yulies Tiena Masriani; Dian Septiandani
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 9 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v9i3.13830

Abstract

This study examines the adaptation of Islamic family law in responding to the childfree phenomenon among urban Muslim communities through the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the principle of ḥifẓ al-naṣl. The increasing acceptance of the childfree lifestyle within contemporary urban society has generated significant legal, social, and religious debates, as the voluntary decision not to have children is often perceived as contradicting Islamic values and the pro-natalist culture of Indonesian Muslim society. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and maqāṣid al-sharī‘ah approaches, supported by qualitative analysis of legal materials and contemporary socio-religious discourse. The findings reveal that Islamic law does not explicitly obligate every married couple to have children; however, the preservation of lineage remains a fundamental objective of Islamic family law due to its close relationship with family continuity, social welfare, and the sustainability of Muslim civilization. The study further demonstrates that childfree decisions motivated solely by radical individualism and hedonistic orientations tend to conflict with the substantive values of ḥifẓ al-naṣl, whereas decisions grounded in reproductive health concerns, psychological readiness, economic limitations, environmental considerations, and responsible parenting may still be accommodated through contextual and maqāṣid-oriented ijtihād. The novelty of this study lies in reconstructing the interpretation of ḥifẓ al-naṣl from a purely biological-procreative orientation toward a qualitative-humanistic framework emphasizing psychosocial well-being, family welfare, and reproductive dignity within contemporary Islamic family law discourse.
Optimalisasi Pemahaman Siswa SMAN 11 Semarang terhadap Aspek Hukum Peredaran Konten Pornografi di Kalangan Pelajar Muhammad Iftar Aryaputra; Dian Septiandani; Sukimin Sukimin; Dharu Triasih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4947

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 11 Semarang mengenai aspek hukum penyebaran konten pornografi melalui media elektronik, membangun kesadaran hukum, serta mendorong penggunaan media digital yang bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pra kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan merupakan inti kegiatan berupa penyuluhan hukum yang dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, serta tanya jawab. Sebelum ceramah, peserta mengisi kuesioner sebagai pre-test. Setelah ceramah, peserta kembali diberikan kuesioner yang sama sebagai post-test. 83 dari 94 siswa mengisi kuesioner baik pre maupun post-test. Berdasarkan hasil kuesioner pre dan post-tes, terdapat peningkatan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman peserta didik terkait aspek hukum pornografi di Indonesia meningkat dari 52,4% menjadi 91,56%, sedangkan pengetahuan mengenai sanksi hukum dari penyebaran konten pornografi meningkat dari 62,7% menjadi 98,79%. Dari hasil evaluasi berbasis data hasil kuesioner, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif guna meningkatkan literasi dan kesadaran hukum peserta didik dalam menggunakan media digital sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan