Putu Junara Putra
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah,

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Perbandingan Keamanan dan Konversi Tuberkulin dari Vaksin BCG Strain Moskow dan Vaksin BCG Strain Pasteur pada Bayi Ni Putu Siadi Purniti; Novilia Sjafri Bachtiar; Ida Bagus Subanda; Ayu Setyorini; Putu Junara Putra; Wayan Gustawan; IGA Trisna Windiani; Julitasari S; Rini Mulia Sari
Sari Pediatri Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.504 KB) | DOI: 10.14238/sp17.3.2015.169-74

Abstract

Latar belakang. Pemberian vaksin BCG pada bayi masih menjadi kebijakan pemerintah Indonesia dan WHO.Tujuan. Membandingkan keamanan dan konversi tuberkulin vaksin BCG strain Moskow dengan strain Pasteur.Metode. Tergabung dalam penelitian ini 220 bayi 0-1 bulan, kelompok A menerima vaksin BCG strain Pasteur, dan kelompokB menerima strain Moskow dengan randomisasi tersamar tunggal. Reaksi lokal dan sistemik yang timbul diamati hingga 30 haripasca imunisasi. Uji tuberkulin dilakukan pada hari ke-90 pasca imunisasi, dengan pembacaan 48-72 jam kemudian.Hasil. Terdapat 205 anak berhasil menyelesaikan studi. Pembesaran kelenjar getah bening ditemukan pada kedua kelompok,masing-masing 2 bayi, yang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Tidak ditemukan kejadian ikutan pasca imunisasi serius karenavaksin BCG. Jumlah bayi yang mempunyai jaringan parut dan konversi tuberkulin tidak berbeda signifikan, p=0,578 dan p=0,205(p>0.05).Kesimpulan.Vaksin BCG strain Pasteur dan strain Moskow mempunyai profil keamanan dan konversi tuberkulin yang relatifsama.
Insiden dan Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sepsis Neonatus di RSUP Sanglah Denpasar Putu Junara Putra
Sari Pediatri Vol 14, No 3 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp14.3.2012.205-10

Abstract

Latar belakang. Sepsis neonatus sampai saat ini masih merupakan masalah utama di bidang pelayanan dan perawatan neonatus. Insiden sepsis neonatus bervariasi dari 1 sampai 4 dari 1000 kelahiran hidup di negara maju dan 10 sampai 50 dalam 1000 kelahiran hidup di negara berkembang. Kematian pada sepsis neonatus masih tinggi, terutama di negara-negara berkembang.Tujuan.Menggambarkan insiden, angka kematian, dan faktor yang terkait dengan kematian pada sepsis neonatus di RSUP Sanglah, Denpasar.Metode.Penelitian retrospektif dilakukan di Ruang Rawat Neonatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUP Sanglah, Denpasar dari Januari hingga Desember 2010. Seratus dua puluh lima pasien dengan sepsis neonatus dilibatkan dalam penelitian. Analisis univariat dengan kai kuadrat, analisis multivariat dengan regresi logistik, dan nilai p<0,05 dianggap bermakna.Hasil. Terdapat 125 kasus sepsis neonatus yang diteliti dengan gambaran 56,8% dari subjek laki-laki, 72% lahir secara spontan, 64,0% lahir dengan asfiksia, 56% berat lahir rendah, 68,8% prematur, dan 86,4% dengan sepsis neonatus awitan dini (SNAD). Insiden sepsis neonatus 5%, dengan tingkat kematian 30,4%. Berat lahir rendah dan prematuritas secara bermakna berkaitan dengan kematian pada sepsis neonatus (RR 2,66, 95% IK 1,03-6,90), p=0,04 dan RR 5,45 (95% IK 4,47-20,25), p=0,01).Kesimpulan.Insiden sepsis neonatus di RSUP Sanglah, Denpasar 5% dengan tingkat kematian 30,4%. Berat lahir rendah dan prematuritas terkait dengan kematian pada sepsis neonatus.
Sindrom Sturge Weber Putu Junara Putra; I Komang Kari
Sari Pediatri Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp8.1.2006.69-74

Abstract

Sindrom Sturge Weber (SSW) atau disebut juga encephalofacialangiomatosis, merupakankelainan neurokutaneus yang ditandai dengan angioma leptomeningeal dan angiomakutaneus pada kulit wajah (Port Wine stain), terutama khas pada daerah perjalanannervus trigeminalis yaitu nervus oftalmikus (V1) dan nervus maksilaris (V2). PenyakitSSW disebabkan oleh anomali perkembangan bantalan vaskular pada stadium awalvaskularisasi otak yang mengakibatkan kelainan pada otak. Di Amerika, angka kejadianSSW diperkirakan sebesar 1 tiap 50.000. Kejadian SSW tidak dipengaruhi oleh ras danjenis kelamin. Kelainan neurologis dan perkembangan meliputi kejang, kelemahan, stroke,sakit kepala, hemianopsi, retardasi mental, dan kelainan perkembangan. Diagnosisditegakkan berdasarkan manifestasi klinis yang ditemukan pada tiga organ yaitu nervus,kulit dan mata, serta ditunjang oleh pemeriksaan pencitraan yaitu foto kepala, CT scan,MRI, single photon emission computed tomografi (SPECT), dan EEG.