Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KONSEP KESUCIAN HATI KIAI HASAN MAOLANI Sopandi
Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman Kuningan Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui konsep kesucian hati menurut Kiai Hasan Maolani. Kiai Hasan Maolani merupakan sosok ulama kharismatik yang pengaruhnya cukup besar dalam sejarah Islam di Kuningan - Jawa Barat. Kolonial Belanda khawatir dengan eksistensi Kiai Hasan sehingga menangkap dan membuangnya ke Manado – Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Melalui penelitian ini diketahui bahwa perhatian Kiai Hasan cukup besar terhadap pendidikan terutama tentang akhlak dan kesucian hati. Hati menjadi pusat pembinaan karena merupakan pemimpin yang menjadi lokomotif penggerak setiap langkah dan prilaku para penerusnya. Selain merupakan karakter orang-orang saleh, hati bersih merupakan pelindung manusia dari tindakan penyekutuan Tuhan atau syirik dan prilaku tercela lainnya seperti maksiat, dusta, mencela, sombong, dan pamer atau riya
PERAN GURU PAI DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH Sopandi; Rivan Ramadhani, Ade; Azzahra, Fatimah; Kholisotul Muthi’a, Intan; Wasykhatun
Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara majemuk. Hal itu, dilihat dari perbedaan sudut pandang agama, suku, dan budaya. Kemajemukan menimbulkan dampak sosial yang tidak hanya positif melainkan menegangkan bahkan mengkhawatirkan. Hal itu ditunjukkan dengan jumlah konflik keagamaan yang banyak memakan jumlah korban. Penelitian ini berupaya menggali peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Penelitian menggunakan metode kualitaitf dengan pendekatan studi pustaka. Peran guru agama sangat menentukan corak atau paham keagamaan siswa yang moderat, sejalan dengan nilai-nilai wasathiyah Islam. Peran tersebut diperkuat dengan peninjauan kembali empat kompetensi guru yaitu aspek kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional. Empat aspek itu menjadi satu kesatuan gerak yang melekat dalam diri para pendidik untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, mulai dari pemberian tauladan (kepribadian), manajemen kelas (pedagogik), komunikasi interaktif dengan stakeholder pendidikan (sosial), dan penguasaan serta pengembangan bahan ajar (profesional) Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada wasathiyah Islam atau moderasi beragama.
The Impact of the Sorogan Method on Understanding the Sullamut Taufiq Book at the Nurul Iman Islamic Boarding School in Ciawigebang Village Sopian Asep Nugraha; Sopandi Sopandi; Efit Fitria Agustianty
Community: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Hasil Penelitian
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/community.v5i1.151

Abstract

The research conducted at the Nurul Iman Islamic Boarding School in Ciawigebang, Kuningan, aimed to obtain data on the use of the sorogan method, to determine the understanding of the Sullamut Taufiq book among male students, and to determine the effect of the sorogan method on their understanding of the Sullamut Taufiq book. The type of research conducted by the researcher was quantitative. In this study, the researcher used several techniques, as follows: 1) Data collection techniques through observation, interviews, and questionnaires. 2) Validity and reliability tests for the questionnaire. 3) Data analysis using percentage formulas (frequency distribution), classical assumption tests, regression test requirements (normality and linearity tests), product-moment correlation, regression tests, and determination tests. From the results of this study, it can be concluded that: The use of the sorogan method in teaching the Sullamut Taufiq book at the Nurul Iman Islamic Boarding School in Ciawigebang is categorized as Very Good with a score of 84.61%. The understanding of the Sullamut Taufiq book among male students at the Nurul Iman Islamic Boarding School in Ciawigebang is categorized as Very Good with a score of 83.35%. The influence of the use of the sorogan method on the understanding of the Sullamut Taufiq book among male students at the Nurul Iman Islamic Boarding School in Ciawigebang is 68.2%, while the remaining 31.8% is influenced by other factors.
Analisis Metode Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Indonesia Berbasis Jurnal Terindeks Sinta 3 Tahun 2024: Penelitian Sandy Sandy; Sopandi Sopandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 4 April-Juni 2
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v1i4.7028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai metode pembelajaran yang diterapkan dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Indonesia, Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan study literatur dalam hal ini jurnal-jurnal terindeks SINTA 3 tahun 2024. Artikel yang dianalisis pada kesempatan ini sebanyak 12 artikel ilmiah yang dipublikasikan sepanjang tahun tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI mengalami perkembangan signifikan, terutama dalam aspek pendekatan pedagogis dan integrasi teknologi. Model pembelajaran inovatif seperti Jigsaw berbasis Photovoice, Index Card Match, Think-Pair-Share, dan Problem-Based Learning mendominasi dalam praktik pembelajaran. Model-model ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif, keterampilan berpikir kritis, serta pemahaman siswa terhadap materi sejarah Islam. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital, seperti media visual, smartphone, Smart TV, Virtual Reality (VR) dan platform daring, menjadi faktor pendukung dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran SKI di era saat ini telah bergeser dari pendekatan tradisional menuju strategi yang lebih kolaboratif, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Islamic boarding school governance and Islamic boarding school education from the perspective of Qur'anic ethics with a case study of Al-Khoziny Ade Aspandi; Sukron Sukron; Adlan Khoerul Abdi; Ali Mumin Budiman; Sopandi Sopandi
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.1444

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) serve as important institutions for religious education, character formation, and community development in Indonesia. Alongside their educational mission, pesantren are increasingly required to strengthen governance practices to ensure institutional sustainability, educational quality, and public trust. The collapse of a building within the Al-Khoziny Islamic Boarding School complex attracted public attention and raised broader questions regarding institutional governance, risk management, and educational responsibility in pesantren environments. However, previous studies have primarily examined pesantren from leadership, curriculum, and management perspectives, while limited research has explored governance and educational responsibility through a Qur’anic ethical framework. This study aims to analyze Islamic boarding school governance and Islamic boarding school education from the perspective of Qur’anic ethics using the Al-Khoziny case as an institutional reflection. The research employs a qualitative library-based approach combined with a case-based institutional analysis. Data were collected from Qur’anic verses, hadith literature, classical and contemporary tafsir, scholarly publications on Islamic education, and documented information related to the Al-Khoziny case. Data analysis was conducted through a dialectical hermeneutic process consisting of textual interpretation, ethical abstraction, and institutional contextualization. The findings indicate that the Qur’anic principles of al-‘adl (justice), al-amanah (trustworthiness), and al-ihsan (excellence) provide an integrated ethical foundation for strengthening governance and educational practices in pesantren. The Al-Khoziny case highlights the importance of accountability, transparency, institutional supervision, and continuous improvement as essential dimensions of pesantren management. The analysis further demonstrates that Qur’anic ethical values can guide institutional decision-making while supporting the educational mission of fostering responsibility, integrity, and social awareness among students and stakeholders. This study concludes that effective pesantren governance cannot be separated from ethical values embedded in Islamic teachings. The integration of justice, trustworthiness, and excellence contributes to the development of governance systems that support both educational objectives and institutional resilience. The proposed Qur’anic institutional ethics model offers practical guidance for pesantren leaders in strengthening governance, educational quality, stakeholder participation, and long-term institutional sustainability.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran PAIBP untuk Meningkatkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa di SMA Negeri 1 Kuningan Muhamad Kurnia Sandi; Euis Nur Istiqomah; Sopandi Sopandi
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 1 Nomor 3, Januari-April 2024
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v1i3.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pejerti untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa di sma negeri 1 kuningan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dalam penelitian ini menujukan bahwa penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terdiri dari tiga kegiatan yang pertama adanya kegiatan pendahuluan lalu kegiata inti dan di tutup dengan kegiatan penutup, ditambah dengan adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Konsep bernalar kritis merupakan fondasi penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Guru PAI dan Budi Pekerti menerapkan betapa pentingnya kemampuan bernalar kritis untuk dimiliki oleh siswa di SMA Negeri 1 Kuningan. Adapun upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan yaitu dengan mengikuti wokshop intern/ekstern, pendidikan atau kepada orang yang lebih tau.