Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Kepemimpinan Dalam Organisasi (Studi Kasus: Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Maluku) Reza Abdulmudy
Prosiding 2nd Seminar Nasional IPTEK Terapan (SENIT) 2017 Vol 2, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam dari berbagai suku, bahasa, juga Agamanya,  perkembangan kehidupan social pun terjadi secara umum, mendorong manusia untuk menuju pada era globalisasi yang semakin menuntut adanya peningkatan standar tatanan dalam berbagai hal. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif, dengan pendekatan kualitatif, data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan metode analisis datanya menggunakan analisis deskriptif, karena pada penelitian ini penulis mendeskriptifkan gaya kepemimpinan dan ketua KNPI Provinsi Maluku. Hasil penelitian, kepemimpinan menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan di Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Maluku adalah gaya kepemimpinan selling karena dalam aktifias tugasnya sangat tinggi dan hubungannya antar anggota OKP juga sangat tinggi dan juga pimpinan selalu memberi pengarahan dan menjelaskan hasil keputusan. Dan juga gaya kepemimpinan KNPI sangat sesuai dengan konsep islam kerena kepemimpinannya mengedapkan hubungan yang baik dan keteladanan yang tinggi dan tugas yang sangat maksimal dan optimal. Kinerja Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Maluku dapat dikatakan memenuhi kriteria sebagai pemimpin yang baik, karena para anggota organisasi yang dipimpinnya selama ini telah melaksakan tugas sesuai job disciption masing-masing dan mereka juga bekerja sesuai standar kualitas, kuantitas, dan stantar waktu yang telah ditetapkan oleh pengurus KNPI, akan tetapi dalam hal kedisiplinan waktu kerja program KNPI Provinsi Maluku masih harus diperlukan perhatian lebih serius.
Penerapan Balanced Scorecard sebagai Alat Penilaian Kinerja Pada Rumah Sakit Umum Tulehu Reza Abdulmudy
Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia - Edisi Februari 2015
Publisher : Forum Manajemen Indonesia (FMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31843/jmbi.v2i2.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui kinerja Rumah Sakit Umum Tulehu berdasarkan penilaian kinerja secara tradisional, berdasarkan penilaian kinerja dengan menggunakan metode balanced scorecard dan Mengetahui perbandingan antara penilaian kinerja secara tradisional dengan pengukuran menggunakan balanced scorecard. Metodologi penelitian yang digunakan ialah dengan pendekatan deskriptif komparatif, yaitu dengan menjelaskan perbandingan antara pengukuran kinerja yang dilakukan pihak rumah sakit dengan pengukuran kinerja berdasarkan balanced scorecard. Hasil perbandingan tersebut akan digunakan untuk menilai manakah di antara kedua jenis penilaian yang dianggap lebih baik dan bisa menggambarkan keadaan Rumah Sakit Umum Tulehu yang sesungguhnya. Alat analisis yang digunakan ialah Balanced Scorecard, yaitu penilaian dengan menggunakan empat perspektif yang terdiri dari: Perspektif keuangan, Perspektif pelanggan, Perspektif proses bisnis internal, serta Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Umum Tulehu dengan mengolah elemen-elemen yang menjadi tolak ukur dalam penilaian kinerja dengan konsep balanced scorecard. Dari analisis hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Perspektif keuangan Balanced Scorecard dalam RSUD Tulehu dinilai kurang stabil. Hal ini dapat dilihat dari penurunan tingkat pendapatan yang dicapai dari tahun 2010 ke tahun 2011. Padahal tingkat perubahan biaya semakin meningkat dari tahun ke tahun. peningkatan biaya ini dipengaruhi karena difungsikannya rumah sakit yang baru, sehingga dibutuhkan dana yang banyak untuk melengkapi sarana dan prasarana guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Semakin tinggi keahlian yang dimiliki karyawan, maka akan meningkatkan kualitas jasa yang diberikan sehingga akan menarik banyak minat masyarakat untuk terus melakukan pengobatan di rumah sakit tersebut, sehingga akan mempengaruhi tingkat pendapatan rumah sakit. Kata kunci : Kinerja, Balanced Scorecard
Analisis SWOT: Startegi Pengembangan Pasar Modern Mardika di Kota Ambon Farida Mony; Agung K Henaulu; Aminah Soleman; Reza Abdulmudy; Abdi Ansyah Solissa
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/az0msf26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pedagang untuk berdagang di Pasar Modern Mardika (PMM) Kota Ambon serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi terhadap 40 responden yang terdiri dari pedagang dan pengelola pasar, dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif, uji reliabilitas, korelasi Spearman's Rho, dan analisis SWOT melalui matriks Faktor Eksternal (EFE) dan Faktor Internal (IFE). Hasil analisis IFE menunjukkan skor total 3,50, yang mengindikasikan kekuatan internal PMM lebih dominan daripada kelemahannya. Faktor kekuatan terletak pada fasilitas fisik (skor 0,59), sedangkan kelemahan utama adalah biaya sewa (skor 0,25). Analisis EFE menghasilkan skor 3,43, menunjukkan kemampuan yang baik dalam merespons faktor eksternal. Peluang terbesar adalah dukungan pemerintah daerah (skor 0,62), sementara ancaman utamanya adalah kebijakan yang berubah-ubah. Berdasarkan matriks SWOT, dirumuskan empat strategi utama: SO (memanfaatkan kekuatan untuk merebut peluang), WO (mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang), ST (menggunakan kekuatan untuk menghadapi ancaman), dan WT (strategi bertahan untuk meminimalkan kelemahan dan ancaman).Pasar Modern Mardika memiliki posisi internal dan eksternal yang kuat. Keberhasilan pengembangannya bergantung pada optimalisasi faktor kekuatan seperti fasilitas dan lokasi, serta penanganan serius terhadap kelemahan seperti biaya sewa yang tinggi melalui strategi yang telah dirumuskan.