Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Syaifudin Syaifudin; Farida Herna Astuti; Aluh Hartati
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i1.122

Abstract

Permasalahan penelitian adalah kurangnya konsentrasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 lingsar Kabupaten Lombok Barat, dimana sebagian besar siswa terlihat belum siap dalam menerima pembelajaran. Ketika guru menyampaikan materi sebagian siswa terlihat acuh, dan kurang memperhatikan penjelasan materi guru. Video edukasi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan membantu belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video edukasi terhadap konsentrasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lingsar. Metode penelitian menggunakan one group pree-test dan post-test design dimana rancangan penelitian dengan satu kelompok subyek kelompok eksperimen dilakukan perlakuan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket sebagai data primer sedangkan observasi dan studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test. Hasil analisis data t-hitung sebesar 5,479 dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1) = 7 sebesar 2,365. Analisis hasil nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel (5,479>2,365) sehingga hasil analisis penelitian dinyatakan signifikan. Simpulan hasil penelitian ini bahwa, ada pengaruh video edukasi terhadap konsentrasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Lingsar.
Pengaruh Teknik Konseling Clien Centered Terhadap Pengendalian Diri Berkata Kasar Pada Siswa Kelas XI IPS di SMAN 1 Lingsar Tahun Pelajaran 2023/2024 Yogi Setiawan; Aluh Hartati; M. Najamuddin
Jurnal Eduforia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Masyarakat Cita Insani (YAMACITA) Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/b6tbe856

Abstract

Speaking harshly in general is a bad thing because it can have a negative impact on children. The reasons why children say rude things are internal factors such as family, economics, the main triggers are parents who often scold their children, children who make too many demands on their parents. The child's desire to get attention from their parents or people around them, even if that attention takes the form of a reprimand when they say harsh words, children have the desire to rebel and fight against older people because they are too restricted and pressured. Children usually say harsh things in their environment to get recognition from friends. -her friend. Therefore, to reduce rude behavior, group counseling sessions were provided using the client centered technique. The aim of this research is to examine the influence of the Client Centered technique on controlling harsh words in class XI IPS students at SMA Negeri 1 Lingsar for the 2023/2024 academic year. This research design uses One Group-Pre-test and Post-test. The population in this study was class from the results of the t-test, it shows that the calculated t value is 30.809 based on a significance level of 5% with db (N-1) = 9 – 1 = 8. It turns out that the limit for rejecting the null hypothesis stated in the t table distribution table is 2.306. This shows that the calculated t value is greater than the t table value, (2.302>2.306) so this research is said to be significant.
Validasi Awal Indeks Kecerdasan Karakter Berbasis Lima Dimensi Pada Siswa dan Mahasiswa Aluh Hartati; Muhammad Faqih; Ahmad Muzanni
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18696

Abstract

Abstract: Character intelligence is proposed as an integrative construct that combines reflection, self-regulation, empathy, resilience, and prosocial harmony in educational contexts. Existing character-related instruments generally provide scale scores, whereas educators often need a more interpretable profile to identify relative strengths and areas for development. Objective: This study aimed to develop and conduct an initial psychometric validation of the Character Intelligence Index (Indeks Kecerdasan Karakter/IKK) for students and university students. Method: The study used a modified research and development approach with a quantitative cross-sectional field trial. The initial 30-item pool was reviewed by three experts and refined into a 25-item Likert instrument covering five dimensions: Character Reflection, Character Regulation, Character Empathy, Character Resilience, and Harmony Action. Data from 55 complete responses were analyzed using Exploratory Factor Analysis with Principal Axis Factoring and Oblimin rotation, followed by internal consistency testing using Cronbach’s Alpha. IKK scores were calculated through min-max normalization and equal theoretical weighting across dimensions. Results: The data showed acceptable factorability for preliminary analysis (KMO = 0.876; Bartlett’s test p < 0.001). The five-factor exploratory solution explained 68.4% of the variance, with primary loadings ranging from 0.678 to 0.856. Four items showed moderate secondary loadings but were retained because their highest loadings remained consistent with the theoretical dimensions. Reliability was high for each dimension (α = 0.84-0.89) and for the overall scale (α = 0.93). The average IKK score was 64.7, placing the sample descriptively in the Competent category, with Empathy as the strongest dimension and Regulation as the lowest dimension. Conclusion: The IKK shows promising initial internal structure and reliability; however, due to the limited sample size and the absence of external validity evidence, the index should be regarded as a preliminary character-mapping prototype rather than a definitive diagnostic instrument. Further studies with larger and more diverse samples, confirmatory factor analysis, test-retest reliability, measurement invariance, and criterion validity testing are required. Abstrak: Kecerdasan karakter diajukan sebagai konstruk integratif yang memadukan refleksi, regulasi diri, empati, ketangguhan, dan aksi prososial-harmonis dalam konteks pendidikan. Instrumen karakter yang telah tersedia umumnya menghasilkan skor skala, sedangkan pendidik sering membutuhkan profil yang lebih interpretatif untuk mengenali kekuatan dan area pengembangan peserta didik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan melakukan validasi psikometrik awal terhadap Indeks Kecerdasan Karakter (IKK) pada siswa dan mahasiswa. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dengan uji coba lapangan kuantitatif potong lintang. Kumpulan awal 30 butir ditelaah oleh tiga ahli dan disempurnakan menjadi instrumen Likert 25 butir yang mencakup lima dimensi: Refleksi Karakter, Regulasi Karakter, Empati Karakter, Ketangguhan Karakter, dan Aksi Harmoni. Data dari 55 respons lengkap dianalisis menggunakan Analisis Faktor Eksploratori dengan Principal Axis Factoring dan rotasi Oblimin, kemudian diuji konsistensi internalnya menggunakan Cronbach’s Alpha. Skor IKK dihitung melalui normalisasi min-maks dan pembobotan teoretis setara pada setiap dimensi. Hasil: Data menunjukkan kelayakan awal untuk analisis faktor (KMO = 0,876; Bartlett’s test p < 0,001). Solusi eksploratori lima faktor menjelaskan 68,4% varians, dengan loading utama berkisar 0,678 sampai 0,856. Empat butir menunjukkan secondary loading sedang, tetapi dipertahankan karena loading tertinggi tetap sesuai dengan dimensi teoretis. Reliabilitas setiap dimensi tergolong tinggi (α = 0,84-0,89) dan reliabilitas skala keseluruhan mencapai α = 0,93. Rata-rata IKK sebesar 64,7 sehingga secara deskriptif sampel berada pada kategori Kompeten, dengan Empati sebagai dimensi terkuat dan Regulasi sebagai dimensi terendah. Kesimpulan: IKK menunjukkan bukti awal yang menjanjikan dari segi struktur internal dan reliabilitas; namun, karena ukuran sampel terbatas dan belum ada bukti validitas eksternal, indeks ini perlu diposisikan sebagai prototipe pemetaan karakter awal, bukan instrumen diagnostik final. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan beragam, analisis faktor konfirmatori, reliabilitas test-retest, measurement invariance, dan validitas kriteria masih diperlukan.