Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE (TPSq) DIKOMBINASIKAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 5 BATAM Masrudi Masrudi; Destaria Sudirman; Ramses Ramses
SIMBIOSA Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SIMBIOSA
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sim-bio.v5i1.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Square (TPSq) yang dikombinasikan dengan pendekatan Problem Solving (PS) terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMPN 5 Batam. Jenis penelitian adalah Eksperimen Semu, siswa dibagi dua kelas, yaitu kelas eksperimen kelas (VIIIA) dengan model pembelajaran TPSq dengan PS sedangkan kelas kontrol (VIIIB) menggunakan metode Ceramah. Data penelitian berupa tes yang dilaksanakan setelah pemberian materi/konsep yang dibahas dipelajari dan tes berbentuk pilihan ganda (multiple choice test) yang diberikan pada kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data tes akhir didapat rata-rata hasil belajar biologi siswa pada kelas eksperimen 80,00 dan pada kelas kontrol 68,00. Berarti hasil belajar biologi siswa dengan model pembelajaran TPSq yang dikombinasikan dengan Problem Solving lebih tinggi dari pada dengan menggunakan metode ceramah, hal disebabkan karena  model pembelajaran TPSq ini menjadikan siswa termotivasi untuk belajar biologi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN PENGGUNAAN MEDIA LINGKUNGAN Nurhaty Purnama Sari; Destaria Sudirman
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 6, No 1 (2021): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v6i1.62-68

Abstract

This research was a Classroom Action Research (CAR) which carried out consisting of two cycles and each cycle consisting of 1 face-to-face activity, with each face-to-face for 2 hours of lessons (2x40 minutes). Each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. This study aims to: 1) Describe about implementation of science learning material classification of living things in IPA subjects for students of Package B Tanjung Gundap by implementing Quantum Teaching strategies using environmental media; 2) To determined the increase in science learning achievement matter classification of living things in science subjects for students of Package B Tanjung Gundap  by applying Quantum Teaching learning strategies with environmental media. Organizing students in groups to complete assignments where in cycle I the interaction and discussion between group members was not good. But with the teacher's guidance taking turns in each group, in the second cycle the interaction and discussion could run more optimally. Student learning outcomes with quantum teaching learning strategies with environmental media obtained 70.96% in cycle I and 90.32% in cycle II.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PROBLEM SOLVING TENTANG MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SMP/MTs Ennike Gusti Rahmi; Destaria Sudirman
Bionatural : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2022): Bionatural: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : STKIP BINA BANGSA MEULABOH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Solving materi pencemaran lingkungan yang valid dan praktis untuk SMP/MTs.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah mode 4-D yang terdiri dari tahap pendefenisian (­define), perancangan (design), pengembangan ((develop) dan penyebaran (disseminate). Tahap penyebaran tidak dilaksanakan karena keterbatasan biaya dan waktu penelitian.Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket praktikalitas. Berdasarkan pengembangan yang telah dilaksanakan dihasilkan LKS pada materi pencemaran lingkungan telah valid dengan persentase 82,76%. Praktikalitas yang diperoleh dari guru dengan persentase 87,3% dan siswa dengan persentase 86,30%. Dengan demikian LKS yang dikembangkan dapat dikatakan valid berdasarkan hasil uji validasi dan praktis berdasarkan hasil uji praktikalitas yang telah dilaksanakan. Kata kunci : Lembar Kerja Siswa (LKS), Berbasis Problem Solving
PENINGKATAN AKTISVITAS BELAJAR SISWA KELAS IXB SMPN 2 LENGAYANG DENGAN METODE DISKUSI KELOMPOK MENGGUNAKAN BAHAN AJAR Nofrita Nofrita; Destaria Sudirman
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 3 No 1 (2020): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh guru Biologi di SMPN 2 Lengayang ditunjukkan olehpermasalahan rendahnya aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Cara yangdiperkirakan dapat membantu untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaranadalah metode diskusi kelompok menggunakan bahan ajar. Menggunakan metode diskusikelompok memakai bahan ajar, akan membuat semua siswa berpartisipasi secara aktif untukmemecahkan masalah yang dihadapi kelompoknya. Dengan demikian, diharapkan aktivitasbelajar siswa juga dapat ditingkatkan. Oleh karena itu dilaksanakan suatu tindakan kelas denganjudul Peningkatan Aktisvitas dan Hasil Belajar Siswa kelas IXb SMPN 2 LengayangDenganMetode Diskusi Kelompok Menggunakan Bahan Ajar”. Rumusan masalah dalam penelitian iniadalah: Apakah kegiatan pembelajaran menggunakan metode diskusi kelompok menggunakanbahan ajar dapat meningkatkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran?. Penelitian inidilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Berdasarkankelemahan atau kekurangan yang terlihat pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, makadirencanakan pembelajaran yang lebih baik pada siklus II, agar peningkatan aktivitas siswayang terjadi benar-benar signifikan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa aktivitas belajarsiswa dengan metode diskusi kelompok memakai bahan ajar dapat ditingkatkan, hal ini dapatdilihat dari rata-rata aktivitas siswa yang berpartisipasi aktif menjawab soal bahan ajar siklus Iajar 59,7 % , siklus II 92,1 %, aktif mengajukan pertanyaan siklus I, 44,7 %, pada siklus II, 69,4%, siswa yang aktif menjawab dengan pertanyaan siklus I 57,1 % siklus II 71 %, siswa yangmengemukakan pendapat siklus I 28,9 %, siklus II 60,6 %, dan siswa yang membuatkesimpulan siklus I, 57 %, siklus II, 91,2 %. Berdasarkan data yang diperoleh selamapembelajaran pada penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa metode diskusikelompok memakai bahan ajar dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran.
PERSEPSI GURU BIDANG STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM TERHADAP PELAKSANAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 2 LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Destaria Sudirman; Ennike Gusti Rahmi
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 1 No 2 (2018): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia selalu mengalami perubahan kurikulum yang salah satunya yaitu kurikulum 2013. Perubahan kurikulum ini dilakukan pemerintah dengan tujuan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia, dimana dalam kurikulum 2013 ini muncul berbagai pendapat atau tanggapan serta terjadi pro dan kotra dari berbagai pihak. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji Persepsi dari setiap guru bidang studi Ilmu Pengatahuan Alam di SMPN2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan terhadap pelaksanaan Pendekatan Saintifik dalam kurikulum 2013.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini semua guru bidang studi Ilmu Pengatahuan Alam di SMPN2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan dan yang menjadi sampel adalahgurubidang studi Ilmu Pengatahuan Alam yang sudah melaksanakan kurikulum 2013. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan angket.Selanjutnya, dianalisis menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi guru bidang studi Ilmu Pengatahuan Alam di SMPN2 Lengayang tentang pelaksanaan pembelajaran pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 tergolong cukupuntuk penerapannya, namun masih terdapat kekurangan yaitu pelaksanaannya masih cukup rumit karena siswa belum memahami betul langkah-langkah pembelajaran saintifik karena terbiasanya menggunakan pembelajaran konvensional, sarana prasarana penunjang pada sekolah belum memadai seperti kurangnya buku pembelajaran yang tersedia disekolah, dan peralatan laboratorium yang kurang lengkap.
PERSEPSI SISWA KELAS IX TERHADAP PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN IPA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 SMPN 2 LENGAYANG Destaria Sudirman; Nofrita Nofrita
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 2 No 2 (2019): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 ini merupakan bentuk penyempurnaan atau pengembangan dari kurikulum KTSP.Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.Kurikulum 2013 bertujuan untuk menyeimbangkan antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan bagi peserta didik.Dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 pada kegiatan inti terdiri atas lima pokok pengalaman belajar yaitu kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa kelas IX terhadap pelaksanaan proses pembelajaran IPA berdasarkan kurikulum 2013 SMPN 2 Lengayang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang datanya diperoleh melalui angket (kuesioner) yang diberikan kepada siswa kelas IX SMPN 2 Lengayang.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik ClusterRandom Sampling, dimana setiap kelas diambil 30% dari total jumlah siswanya.Data yang didapat diolah dengan menggunakan teknik persentase (%). Berdasarkan analisa data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi siswa kelas IX terhadap pelaksanaan proses pembelajaran IPA berdasarkan kurikulum 2013 SMPN 2 Lengayang secara keseluruhan adalah cukup dengan persentase yaitu sebesar 78,52%. Dari lima kegiatan dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013, terdapat dua kategori yaitu baik dan cukup. Dimana yang memiliki kategori baik yaitu pada kegiatan mengkomunikasikan, sedangkan yang memiliki kategori cukup yaitu pada kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dan mengasosiasi.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PROBLEM SOLVING TENTANG MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SMP/MTs Ennike Gusti Rahmi; Destaria Sudirman
Jurnal Bionatural Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BIONATURAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi UP2M STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Solving materi pencemaran lingkungan yang valid dan praktis untuk SMP/MTs.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah mode 4-D yang terdiri dari tahap pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan ((develop) dan penyebaran (disseminate). Tahap penyebaran tidak dilaksanakan karena keterbatasan biaya dan waktu penelitian.Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar validasi dan angket praktikalitas. Berdasarkan pengembangan yang telah dilaksanakan dihasilkan LKS pada materi pencemaran lingkungan telah valid dengan persentase 82,76%. Praktikalitas yang diperoleh dari guru dengan persentase 87,3% dan siswa dengan persentase 86,30%. Dengan demikian LKS yang dikembangkan dapat dikatakan valid berdasarkan hasil uji validasi dan praktis berdasarkan hasil uji praktikalitas yang telah dilaksanakan.
PERCEPTION OF CLASS VIII STUDENTS ON THE IMPLEMENTATION OF A SCIENCE LEARNING PROCESS BASED ON CURRICULUM 2013 SMPN 2 LENGAYANG Destaria Sudirman; Rivo Juita Sudirman
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 6 No 1 (2023): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum 2013 is a curriculum that emphasizes the modern pendagogik dimension of learning is to use a scientific approach. The learning process is based on the curriculum in 2013 in five core activities consist of the following principal activities of the learning experience to observe, ask, gather information, associates, and communicate. Curriculum 2013 aims to strike a balance between knowledge, attitudes, and skills for learners. The purpose of this study is to determine how students' perceptions of Class VIII of the implementation of the learning process based on the IPA curriculum in 2013 SMPN 2 Lengayang. This research is descriptive data obtained through questionnaires (questionnaires) were given to students of VIII SMPN 2 Lengayang. The sampling technique used was cluster random sampling technique. where each class is taken 30% of the total number of students. The data obtained were processed using techniques percentage (%). Based on the analysis of data obtained from the research is that students' perceptions of class VIII on the implementation of the learning process based on the biology curriculum in 2013 SMPN 2 Lengayang as a whole is simply the percentage that is equal to 77,09%. Of the five activities in the learning process based on the curriculum of 2013, there are two categories: good and sufficient. Where that has both categories, namely the activities of observed and which have enough category on the activity ask, associate, collecting and communicating information.
Pengembangan Panduan Praktikum IPA Berbasis Model Pembelajaran Kerja Sama Tim Kolaboratif (CTL) untuk Siswa SMPN 3 Bonjol Ennike Gusti Rahmi; Destaria Sudirman; Nurhaty Purnama Sari
Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 14 No 2 (2023): Perspektif Pendidikan dan Keguruan Vol 14 No 2 Oktober 2023
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/perspektif.2023.vol14(2).14385

Abstract

Teachers at SMPN 3 Bonjol in carrying out practicum activities have not used practicum guidelines. Practicum activities carried out by teachers so far tend to only provide instructions. This is because the school does not yet have a practicum guidebook. Difficulties are also faced by students, because students do not know what practicum activities will be carried out and cause a lack of student preparation in doing practicum. This study aims to produce a valid, practical, and effective practicum guide based on Collaborative Teamwork Learning for grade VII students at SMPN 3 Bonjol. Type of Development Research (Develpomental research), The data collection techniques used are validation sheet questionnaires, practicality sheet questionnaires, affective assessment rubrics, psychomotor assessment rubrics. Data analysis techniques using descriptive statistics. Validity and practicality questionnaires are made according to Likert scales. For effectiveness is seen through learning outcomes. The overall validity test results obtained a percentage value of 85.20% with valid criteria. The results of the overall practical alias teacher test were obtained with a percentage value of 90.86% with very practical criteria. The overall student practicality test results were obtained with a percentage value of 92.65 with very practical criteria. Test the effectiveness of using the Collaborative Teamwork Learning-based science practicum guide obtained through student activities, motivation, and student learning outcomes has been produced by a science practicum guide based on Collaborative Teamwork Learning which is effectively used to improve students' understanding of concepts and science process skills..