Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Prointegrita

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA DAN GROSS PROFIT MARGIN (GPM) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) DENGAN RASIO BEBAN OPERASIONAL DENGAN PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO) CABANG MEDAN Edward Sidauruk; Mangasi Sinurat; Sarman Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 1 (2022): APRIL
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.216 KB) | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i1.1494

Abstract

Terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap ROA, yaitu: pengelolaan modal kerja, laba kotor, dan beban operasional yang terdapat pada perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perputaran modal kerja dan gross profit margin (GPM) terhadap return on assets (ROA) dengan rasio beban operasional dengan pendapatan operasional (BOPO) sebagai variabel intervening pada PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Populasi penelitian ini adalah laporan tahunan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan dari mulai berdiri sampai tahun 2020. Dalam penelitian ini sampel yang menjadi fokus adalah laporan tahunan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan dari tahun 2017 – 2020 per kuartal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis jalur, uji t, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur 1, PMK tidak berpengaruh terhadap terhadap BOPO, sedangkan GPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap BOPO. Semakin tinggi GPM maka rasio BOPO akan semakin rendah. Pada struktur 2, disiplin kerja, PMK berpengaruh secara langsung tetapi tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA. Sedangkan GPM tidak berpengaruh secara langsung tetapi berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui BOPO sebagai variabel intervening. Variabel GPM memberikan pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap ROA melalui variabel intervening BOPO, tetapi pengaruh tidak langsung PMK terhadap ROA tidak signifikan. Dengan adanya variabel intervening BOPO, maka pengaruh GPM terhadap ROA semakin kuat. Disarankan perusahaan perlu meningkatkan perputaran modal kerjanya akan pengaruhnya terhadap ROA semakin baik. Perusahaan perlu memperkecil rasio BOPO sehingga pengaruh GPM terhadap ROA semakin baik.
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, KOMPENSASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. PLN (PERSERO) UIP SUMBAGUT Satria Panji Herlambang; Sarman Sinaga; Nikous Soter Sihombing
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 1 (2022): APRIL
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.575 KB) | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i1.1502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kompetensi, kompensasi, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai PT. PLN (Persero) UIP Sumbagut yang berjumlah 215 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 20. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah path analysis. Berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kompetensi berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi kerja, variabel kompensasi berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi kerja, variabel beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja, variabel kompetensi, kompensasi, dan beban kerja secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi kerja. Variabel motivasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel kompetensi berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja pegawai, variabel kompensasi berpengaruh signifikan negatif terhadap terhadap kinerja pegawai, variabel beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel kompetensi, kompensasi, beban kerja dan motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara kompetensi terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara kompensasi terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara beban kerja terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara kompetensi, kompensasi, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KOMUNIKASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Arsyam Mendrofa; Jonner Lumban Gaol; Sarman Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1832

Abstract

Several factors influencing organizational commitment are transformational leadership, communication, and factors that indirectly affect organizational commitment are organizational culture. This study aims at determining the effect of transformational leadership style and organizational communication on organizational commitment with organizational culture as an Intervening Variable at the Office of Public Works and Spatial Planning in Nias Regency. The sample in this study amounted to 74 respondents. By using simple random sampling method. This type of research is quantitative research with path analysis techniques and using questionnaire data. In the path analysis hypothesis test, namely with multiple linear analysis, classical assumptions and intervening tests. Based on the results of the research by testing the hypothesis that the transformational leadership style variable partially has no significant effect on organizational culture, while the organizational communication variable partially has a significant effect on organizational culture. The variables of transformational leadership style and organizational communication have a simultaneous effect on organizational culture. The variables of transformational leadership style and organizational communication have a simultaneous effect on organizational commitment. The variables of transformational leadership style and organizational communication partially have a significant effect on organizational commitment. The variables of transformational leadership style and organizational communication simultaneously affect organizational culture. Then the transformational leadership style on organizational commitment with organizational culture as an intervening variable has a positive and indirect effect. And finally, there is the influence of organizational communication on organizational commitment with organizational culture as an intervening variable.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Harry Purba; Sarman Sinaga; Anton A. Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nias. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data primer, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh, yang berjumlah 28 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang disebarkan kepada pegawai pada tahun 2021. Dari hasil uji determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,518 hal ini berarti variabel motivasi kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 51,8%, sedangkan sisanya sebesar 48,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.