Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KOMPOSISI MUSIK MAQAM DUO Ferry Herdianto; Mulyadi Mulyadi; Emridawati Emridawati; Zainal Warhat
PANGGUNG Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.183 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1984

Abstract

Penciptaan komposisi musik maqam duo ini dilatarbelakangi oleh pekembangan musik Islam dan musik Melayu yang  kecendrungannya mengarah pada syair-syair yang bersifat duniawi. Ketertarikan penggarap mengolah komposisi musik baru, karena penggarap ingin mengembangkan musik Islam ini tidak dalam bentuk syair tetapi dalam bentuk ritem dan melodi lagu. Rumusan Penciptaan dalam penggarapan komposisi “Maqam Duo” ini adalah: 1) Bagaimana bentuk komposisi musik Maqam Duo setelah digarap berangkat dari skala Maqam Saba diolah dengan sestem pengembangan motif, 2) Mampukah penggarap mempertahankan nuansa musik Melayu Islami yang digarap dengan perkembangan musik popoler saat ini. Adapun tujuan dan konstribusi penciptaan karya ini adalah: 1) Mewujudkan karya komposisi musik baru yang bernuansa musik melayu Islami. 2) Memanfaatkan kekayaan musikal Melayu Islami dalam memasuki wacana kreativitas yang kreatif dan inovatif. 3) Merangsang penggarap untuk berkreativitas dalam karya musik. 4) Membangkitkan motivasi sekaligus memberikan suport mahasiswa sebagai generasi muda dalam menggarap komposisi musik. Metode penciptaan  menggunakan pendekatan metode yang ditawarkan oleh Konsersium Seni yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi dan penyelesaian dalam bentuk tahap-tahap kerja. Komposisi musik Maqam Duo ini digarap dalam bentuk musik dua bagaian, dengan format ensambel perkusi  dikaloborasikan dengn intrumen tradisi antara lain, gendang melayu, indang, gambus dan biola sebagai pengisi melodi-melodi dalam pengembangan  skala nada maqam duo. Bagian pertama terdiri dari 53 birama yang dimainkan secara berulang pada bagaian patron yang dibuat berdasarkan pengembangan skala nada  maqam saba dengan nada : D-Es-F-Ges-A-Bes-C-Des ( Re-Ri-Fa-Fi-La-Li-Do-Di ), patron melodi inilah yang digarap dengan pola motif yang dimainkan instrumen marimba dan fibraphone yang dimainkan secara berulang-ulang  berdurasi  7 menit yang dimainkan pada tanda sukat 4/4 dengan tempo largo dalam nada dasar C mayor. Bagian kedua terdiri dari 123 birama, dengan durasi 09.50 menit, bagian ini dimainkan dengan tanda sukat Alegro tempo 100 digarap masi dalam skala nada maqam saba. Pada Bagian kedua ini penggarapan bernuansa melayu, pengembangan melodi yang digarap dari maqam saba ini dikembangkan dengan menggunakan tehnik pengembangan motif seperti, pengembangan motif repetisi, imitasi, augmentasi, diminusi dan sekwen.Kata kunci: makam, duo, musik, arab, melayu
PENCIPTAAN KOMPOSISI MUSIK TRILOGI OF SI JOBANG Arief Rahman; Ferry Herdianto; Nofridayati Nofridayati
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2019): Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v5i1.769

Abstract

Trilogi of Si Jobang merupakan sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari salahsatu kesenian tradisi payakumbuh Kabupaten 50 Kota yaitu, Si Jobang. Komposisi ini merupakan bentuk lagu tiga bagian (three part song form) yang dirajut untuk formasi orkestra. Pengkarya mengambil tiga motif melodi dan pola ritme dari kesenian lisan Dendang Si Jobang yang hidup di masyarakat nagari Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten 50 Kota, Payakumbuh. Motif yang di ambil dari musikal kesenian tradisi Si Jobang ini dilakukan pengolahan kembali, sehingga menjadi sebuah komposisi bentuk baru dengan menggunakan teknik penggarapan komposisi musik seperti; sequen, diminusi, augmentasi, canon, dan modes terwujudnya karya ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pelestarian kesesenian tradisi di Payakumbuh Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat.
KOMPOSISI MUSIK MAQAM DUO Ferry Herdianto; Mulyadi Mulyadi; Emridawati Emridawati; Zainal Warhat
PANGGUNG Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.1984

Abstract

Penciptaan komposisi musik maqam duo ini dilatarbelakangi oleh pekembangan musik Islam dan musik Melayu yang  kecendrungannya mengarah pada syair-syair yang bersifat duniawi. Ketertarikan penggarap mengolah komposisi musik baru, karena penggarap ingin mengembangkan musik Islam ini tidak dalam bentuk syair tetapi dalam bentuk ritem dan melodi lagu. Rumusan Penciptaan dalam penggarapan komposisi “Maqam Duo” ini adalah: 1) Bagaimana bentuk komposisi musik Maqam Duo setelah digarap berangkat dari skala Maqam Saba diolah dengan sestem pengembangan motif, 2) Mampukah penggarap mempertahankan nuansa musik Melayu Islami yang digarap dengan perkembangan musik popoler saat ini. Adapun tujuan dan konstribusi penciptaan karya ini adalah: 1) Mewujudkan karya komposisi musik baru yang bernuansa musik melayu Islami. 2) Memanfaatkan kekayaan musikal Melayu Islami dalam memasuki wacana kreativitas yang kreatif dan inovatif. 3) Merangsang penggarap untuk berkreativitas dalam karya musik. 4) Membangkitkan motivasi sekaligus memberikan suport mahasiswa sebagai generasi muda dalam menggarap komposisi musik. Metode penciptaan  menggunakan pendekatan metode yang ditawarkan oleh Konsersium Seni yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi dan penyelesaian dalam bentuk tahap-tahap kerja. Komposisi musik Maqam Duo ini digarap dalam bentuk musik dua bagaian, dengan format ensambel perkusi  dikaloborasikan dengn intrumen tradisi antara lain, gendang melayu, indang, gambus dan biola sebagai pengisi melodi-melodi dalam pengembangan  skala nada maqam duo. Bagian pertama terdiri dari 53 birama yang dimainkan secara berulang pada bagaian patron yang dibuat berdasarkan pengembangan skala nada  maqam saba dengan nada : D-Es-F-Ges-A-Bes-C-Des ( Re-Ri-Fa-Fi-La-Li-Do-Di ), patron melodi inilah yang digarap dengan pola motif yang dimainkan instrumen marimba dan fibraphone yang dimainkan secara berulang-ulang  berdurasi  7 menit yang dimainkan pada tanda sukat 4/4 dengan tempo largo dalam nada dasar C mayor. Bagian kedua terdiri dari 123 birama, dengan durasi 09.50 menit, bagian ini dimainkan dengan tanda sukat Alegro tempo 100 digarap masi dalam skala nada maqam saba. Pada Bagian kedua ini penggarapan bernuansa melayu, pengembangan melodi yang digarap dari maqam saba ini dikembangkan dengan menggunakan tehnik pengembangan motif seperti, pengembangan motif repetisi, imitasi, augmentasi, diminusi dan sekwen.Kata kunci: makam, duo, musik, arab, melayu
Nyemendo's Music Composition: Technical and Empirical Verification of the Transformation of the Three Philosophical Values of the Premarital Tradition of the Orang Rimba Sidik, Hadaci; Aluna; Ferry Herdianto; Ahmad Zaidi; Weldi Syaputra
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020266887

Abstract

The premarital tradition of Nyemendo indigenous Orang Rimba in Jambi contains three philosophical values: active patience, practical competence, and communal decisions. These three values have been ethnographically documented by researchers before, but they have never been transformed into musical works and their success has been verified. This article discusses the creation of a three-part musical composition program (exposition, development, recapitulation) with the aim of answering musical questions, namely: what kind of sound represents active patience, what kind of sound represents practical competence, what musical parameters translate active patience into habitus, and what kind of instrumentation represents communal decision. This study uses three theoretical frameworks: Bourdieu's habitus for the social dimension, Tarasti's musical semiotics for the musical sign dimension, and Feld's acoustemology for the dimension of sound as knowledge. Based on this framework, three compositional concepts were formulated: static minimalism for active patience, gestural virtuosity for practical competence, and discontinuous alternation without soloist initiative for communal decisions. The musical material comes from the main notes of the Orang Rimba ritual mantras as well as the sounds of the forest which are treated as materials equivalent to the tone. The results of technical verification through score analysis proved the existence of the three concepts in 139 beats with a duration of 18 minutes. The results of empirical verification through a hearing test with three respondents (composers, art practitioners, and Tumenggung Urip as traditional elders) showed an average score of 4.33 for active patience, 4.67 for practical competence, and 4.33 for communal decisions (scale 1–5). This composition succeeded in filling the research gap by presenting Nyemendo's philosophical values into a verified sound medium.