Yohanes Radiyono
Prodi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Alat Percobaan Induksi Magnetik Pada Kawat Melingkar Berarus dengan Hall Effect Sensor UGN3503 Putri, Hanung Vernanda; Radiyono, Yohanes; Setiawan, Indra Budi
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.238 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v12i1.61193

Abstract

Artikel penelitian ini menjelaskan pembuatan alat percobaan Induksi Magnetik pada Kawat Melingkar Berarus untuk menunjukkan hubungan hubungan antara jari-jari lingkaran, banyak lilitan, dan arus listrik dengan menggunakan sensor efek hall UGN3503 dan sensor arus ACS712. Alat ini dapat menghitung besar induksi magnetik dan arus secara otomatis. Alat percobaan induksi magnetik yang dilengkapi sensor ini merupakan modifikasi dari alat percobaan yang menjelaskan desain praktikum pembelajaran sub materi induksi magnetik di kawat melingkar berarus yang konvensional. Alat ini tersusun dari tiga bagian utama, yaitu papan utama percobaan, rangkaian sumber arus listrik dan rangkaian sensor efek hall dan sensor arus. Papan utama percobaan terdiri atas papan kayu sepanjang 1 m dan lebar 40 cm, lilitan kawat dengan 5 variasi ukuran dan jumlah lilitan, serta saklar komutator. Rangkaian sumber arus terdiri dari power supply dan adaptor, serta pada rangkaian sensor terdiri atas sensor efek hall UGN3503 dan sensor arus ACS712 diletakkan di pada pusat lilitan. Hasil pembacaan sensor ditampilkan melalui LCD. Jumlah lilitan dan diameter yang bervariasi membuktikan pengaruh banyaknya jumlah lilitan dengan gaya magnet pada pusat kawat melingkar berarus. Prinsip kerja alat sesuai dengan hukum biot-savart, sehingga dapat digunakan untuk membelajarkan konsep persamaan biot savart yang digunakan sebagai dasar percobaan praktikum induksi magnetik. Berdasarkan hasil percobaan alat percobaan induksi magnetik ini sudah mampu mendeteksi dan menghitung besar induksi magnetik menggunakan sensor efek hall dan arusnya sudah terukur menggunakan sensor arus. Kekurangan pada alat ini, sensor harus diletakkan tepat berada di tengah lingkaran kawat, agar memberikan hasil yang presisi.
Pembuatan Alat Percobaan Hukum II Newton dengan Sensor Cahaya Photodioda Radiyono, Yohanes; Fauzi, Ahmad; Surantoro, Surantoro; Wirdiyatusyifa, Wirdiyatusyifa
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.096 KB) | DOI: 10.20961/jmpf.v12i1.26118

Abstract

Jurnal ini menjelaskan pembuatan alat percobaan Hukum II Newton untuk menunjukkan hubungan antara percepatan, massa dan gaya dengan sensor cahaya photodioda. Alat ini dapat menghitung waktu dan kecepatan secara otomatis. Alat percobaan Hukum II Newton tersusun dari papan kayu sebagai lintasan yang panjangnya1,2 m dan lebar 35 cmyang disetiap jarak 15 cm terdapat sensor cahaya photodioda yang berhadapan dengan LCD yang berjumlah 6 sensor cahaya photodioda dan 6 LED, trolly, blackbox bagian dalam berisi arduino uno yang berisi coding dan resistor, tombol push button.Laptop dihubungkan dengan blackbox untuk menampilkan data praktikum. Tombol push button terdapat pada blackbox yang digunakan untuk mereset data praktikum. Ketika trolly diluncurkan pada lintasan maka sensor pertama akan mendeteksi letak trolly, setelah sampai ke sensor terakhir kemudian tampilan layar pada laptop akan menampilkan data waktu dan kecepatan trolly saat bergerak. Dalam pengukuran percepatan menggunakan dua variasi yaitu massa trolly tetap dan gaya tetap. Alat percobaan ini memiliki keunggulan yaitu: mudah untuk digunakan dan alat ini dilengkapi dengan sensor cahaya photodioda. Selain itu keunggulan dari alat ini adalah pada saat praktikum tidak perlu menggunakan meteran dan stopwatch karena sudah terpasang pada sensor cahaya photodioda yang diletakkan setiap jarak 15 cm pada lintasan alat dan dapat menghitung waktu dan kecepatan otomatis sehingga data yang dihasilkan akan lebih akurat dan data tersebut akan langsung tertera pada layar LCD. Alat percobaan ini juga memiliki kekurangan yaitu alat ini lebih baik digunakan pada tempat yang redup (tidak terdapat banyak cahaya) karena cara kerja alat percobaan ini dengan membandingkan intensitas cahaya yang diterima oleh sensor photodioda. Jika mendapatkan banyak cahaya alat percobaan ini tidak akan bekerja secara maksimal