Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

EKOLEKSIKON BUDAYA KULINER CHINA DAN JEPANG DI KOTA MEDAN Alvy Mawaddah; Laraiba Nasution
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.654 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4359

Abstract

Jepang dan China memiliki kemiripan, baik struktur dalam warna kulit, mata yang sipit, tulisan dalam hal ini adalah kanji, dan jenis masakanpun juga memiliki kemiripan. Jika Bakpao ada di China maka di Jepang namanya adalah Manju, ada Siomay atau Dimsum di China maka di Jepang namanya adalah Gyoza dan ada Fuyung hay di China maka di Jepang adalah Okonomiyaki. Ketiga jenis makanan tersebut, memiliki kemiripan juga dalam cara memasak, dan jenis-jenis bahannya juga hampir sama, dan kemungkinan juga berbeda karena di sesuaikan dengan bahan-bahan yang ada di Jepang maupun yang ada di China. Nama-nama jenis makanan tersebut antara Jepang dan China juga berbeda karena disesuaikan dengan bahasa masing-masing, tetapi makna atau bentuk dari makanan tersebut hampir sama dan ada juga yang sudah dimodifikasi berdasarkan daerah masing-masing.
VERBA KALIMAT PASIF BAHASA JEPANG PADA MAHASISWA SEMESTER 4 DIII BAHASA JEPANG UNIVERSITAS HARAPAN MEDAN Laraiba Nasution; Alvy Mawaddah; Muhammad Yusuf Siregar
Jurnal Education and Development Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No.3.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i3.5036

Abstract

Penelitian ini menyelidiki verba kalimat pasif (ukemi) yang digunakan oleh mahasiswa di semester 4 DIII Bahasa Jepang Universitas Harapan Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui verba kelompok kalimat pasif (ukemi) yang digunakan oleh mahasiswa di tugas Bahasa Jepang semester 4 Universitas Harapan Medan dan makna dari verba tersebut. Metode deskriptif kualititatif yang digunakan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari tugas bahasa Jepang mahasiswa semester 4 di Universitas Harapan Medan tentang kalimat pasif (ukemi). Data utama dalam penelitian ini akan berasal dari pekerjaan mahasiswa. Pada verba kalimat pasif Jepang, penanda konjugasi "rareru" (V-rareru) memiliki makna pasif dan mengubah tempat pembicara. Data kalimat pasif (ukemi) yang dikumpulkan dari tugas bahasa Jepang semester 4 mahasiswa DIII menunjukkan bahwa kalimat-kalimat tersebut berdasarkan verba kelompoknya masing-masing: verba kelompok I, verba kelompok II, dan verba kelompok III. Ada empat kalimat yang berakhir dengan verba -rareru dan delapan kalimat yang berakhir dengan verba -rareta.
ANALISIS PERKEMBANGAN COSPLAY SEBAGAI BUDAYA POP JEPANG DI KOTA MEDAN Laraiba Nasution; Alvy Mawaddah; Muhammad Yusuf Siregar; Abdul Gapur; Taulia Taulia
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6504

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Perkembangan Cosplay Sebagai Budaya Pop Jepang di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi perkembangan budaya cosplay yang ada di kota Medan saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan desain deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi. Responden dalam penelitian ini adalah para cosplayer yang ada di komunitas Cosplay Medan sebanyak 40 orang baik itu laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (indepth enterview). Setelah wawancara, teknik selanjutnya adalah membagikan kuesioner kepada para peserta yaitu cosplayer baik yang masih pelajar maupun mahasiswa dan pekerja. Dari data yang diperoleh bahwa cosplay di jaman sekarang ini sudah mulai berkembang. Berkembangnya cosplay sudah mulai telihat banyak karena banyaknya anak muda di seluruh dunia khususnya di kota Medan, Indonesia yaitu didalam sebuah komunitas Cosplay Medan. Cosplayer yang termuda berusia 5 tahun dan tertua berusia 32 tahun. Para cosplayer yang berada di kota Medan memiliki berbagai macam tingkatan. Mulai dari pelajar sekolah, mahasiswa, baru selesai berkuliah dan bekerja. Untuk pelajar sekolah dimulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga tingkat SMA/SMK sebanyak 14 orang, mahasiswa sebanyak 12 orang, yang baru selesai berkuliah sebanyak 2 orang dan yang telah bekerja sebanyak 12 orang.