Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : paradigma agribisnis

MENINGKATKAN KUALITAS HUBUNGAN PEMASOK-PEMBELI PADA RANTAI PASOK PRODUK SAYUR SEGAR Tety Suciaty; Yayat Rahmat Hidayat; Yoyo Sunaryo
Paradigma Agribisnis Vol 5, No 1 (2022): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i1.7588

Abstract

ABSTRAKPenerapan Smart Farming dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan produk pangan masyarakat secara maksimal, berkualitas dan berkelanjutan. Smart Farming memanfatkan jaringan internet sebagai sumber data secara online yang dihubungan dengan instalasi sistem budidaya tanaman. Salah satu teknik budidaya modern adalah sistem hidroponik, yaitu teknik budidaya tanpa tanah dengan memaksimalkan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman pada media air. Tujuan penelitian adalah menghasilkan Prototype Smart Farming melalui digitalisasi sistem budidaya pada usaha hidroponik sehingga dapat meningkat produksi dan kualitas produk pangan segar yaitu komoditas sayur-sayuran sesuai harapan dan keinginan konsumen. Selain itu penelitian bertujuan meningkatkan kualitas hubungan antara pelaku usaha hidroponik selaku suplier dengan restauran sebagai pembeli melalui peningkatan hasil dan kualitas sayuran hasil budidaya hidroponik. Penelitian dilakukan dengan merancang dan mengaplikasikan platform digitalisasi budidaya sistem hidroponik. Digitalisasi budidaya dapat mengontrol kebutuhan air dan nutrisi secara optimal sehingga menghasilkan produksi yang maksimal dan berkualitas baik. Hasil penelitian membuktikan bawah dengan aplikasi digitalisasi hidroponik dapat meningkatkan produksi dan kualitas sayur segar. Dengan meningkatnya produksi dan kualitas memberi dampak positif bagi keberlanjutan stok sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pembeli dan kualitas hubungan antara pelaku usaha hidroponik sebagai suplier dengan restauran sebagai pembeli. Meningkatnya kualitas hubungan dapat berkontribusi pada keberlanjutan rantai pasok produk sayur segar. Kata kunci: Digitalisasi Hidroponik, Pertanian Cerdas,  IoT
Analisis Kemitraan Terhadap Pendapatan Usaha Petani Jagung Manis Yudi Gunawan; Yoyo Sunaryo; Siti Wahana
Paradigma Agribisnis Vol 6 No 2 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v6i2.9022

Abstract

Farming activities have a partnership pattern that is considered to be able to help solve farmers' problems with limited capital and access to marketing. Many sweet corn farmers have made partnerships with middlemen. This research was conducted in Gebang Kulon Village with the implementation time from January to June 2023. The research design is descriptive quantitative with research techniques using survey methods. The sampling technique was carried out on a sample size of 114 farmers. Data analysis used descriptive analysis. The results of the analysis show that the condition of sweet corn farming carried out by farmers in one season with a fixed cost of Rp. 3,661,849 and variable costs Rp. 21,951,046 and a total cost of Rp. 25,612,895. The average production of baby corn is 1,470 kg and 13,303 kg of corn on the cob. Judging from the receipt of baby corn Rp. 3,301,620 and corn cobs Rp. 36,995,643. so that the total revenue is about Rp. 40,297,263. The condition means that the farmer's income is Rp. 14,684,368. Analysis of the partnership pattern found that farmers and middlemen partnered based on the principle of mutual trust. Most of the capital provided by middlemen is 50% which is issued to meet the needs of farming costs. The analysis of rights and obligations found that these rights and obligations were carried out in writing, the obligations of the middlemen at the same time were the rights of the partner farmers and the rights of the middlemen at the same time were the obligations of the partner farmers.Keywords: Sweet Corn, Partnership, Farmers, Cirebon