Satiningsih Satiningsih
Universitas Negeri Surabaya

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : CJPP

RESILIENSI REMAJA PENYANDANG TUNA DAKSA YANG MENGALAMI BROKEN HOME Ratna Rama Danti; Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41518

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari faktor resiliensi remaja penyandang tuna daksa yang mengalami broken home untuk tetap bertahan dan berusaha atas kenyataan yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah seorang remaja perempuan yang berusia 14 tahun, penyandang tuna daksa yang duduk di bangku SMP kelas VII dan tinggal bersama nenek dan bibi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur sebagai instrumen penelitian. Teknik analisa data menggunakan tahapan kepekaan teoritis, pengorganisasian data, coding dan analisis, serta pengujian asumsi data. Data hasil penelitian dilakukan uji keabsahan data menggunakan triangulasi data sumber untuk meningkatkan kredibilitas penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mempunyai faktor kemampuan dalam meregulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, menganalisis penyebab, empati, dan pencapaian. Berdasarkan hasil, partisipan mempunyai sumber personal dan penguatan yang diperoleh dari keluarga yang mendorong menjadi individu resilien. Kata Kunci: Resiliensi, Remaja, Tuna Daksa, Broken Home. Abstract The purpose of this study is to find out the picture of the resilience factors of adolescents with disabilities who have broken home to stay afloat and strive for the reality experienced. This study uses qualitative method with case study approach. Participants numbered one with significant other number of four people, as this study was a 14-year-old girl, a deaf person who sat in junior high school grade VII and lived with grandmother and aunt. Data collection uses structured interview methods as research instruments. Data analysis techniques use theoretical sensitivity stages, data organization, coding and analysis, and data assumption testing. The data of the research results were conducted to test the validity of the data using triangulation of source data to increase the credibility of qualitative research. The results showed that the participants had the ability to regulate emotions, impulse control, optimism, analyzing causes, empathy, and achievement. Based on the results, participants have personal resources and reinforcement obtained from families that encourage them to become resilient individuals. Keywords: Resilience, Adolescents, Deaf, Broken Home.
OPTIMISME ORANG TUA TERHADAP POLA PENGASUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Mitakhus Sholikhah; Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41676

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi emosi awal orang tua saat mengetahui memiliki anak berkebutuhan khusus, dan optimisme yang dimiliki oleh orang tua dalam pola pengasuhannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan analisis fenomenologis intepretatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah enam partisipan yang diperoleh dari teknik purposing sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan orang tua memberikan reaksi emosi negatif saat pertama mengetahui diagnosa anak, akan tetapi partisipan juga menunjukkan reaksi emosi positif atas kondisi anak dengan tetap menerima anak dan berusaha mencari penanganan dan memberikan pola pengasuhan yang terbaik untuk anak. Partisipan memberikan tindakan penunjang untuk perkembangan, meyakini anak mampu dan memiliki masa depan yang baik. Namun, partisipan mengalami kendala dalam pola pengasuhan baik dari lingkungan maupun dari diri sendiri. Akan tetapi hal tersebut dapat terlewati oleh partispan karena faktor eksternal (dukungan sosial) dan internal (positive reappraisal dan self esteem). Hal tersebut membuat partisipan lebih optimisme dalam pola pengasuhan, sehingga partisipan mendapatkan dampak positif akan sikap optimisme yang dimiliki yaitu anak mampu mandiri, bahkan mampu berprestasi meskipun dengan keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki anak. Kata Kunci: orang tua, optimisme,pola pengasuhan, anak berkebutuhan khusus Abstract This study aims to determine the initial emotional reactions of parents when they find out that they have children with special needs, and the optimism that parents have in parenting children with special needs. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach and uses an interpretive phenomenological analysis. The number of subjects in this study was six participants who were obtained from the purposing sampling technique. The results of this study indicate that parents give negative emotional reactions when first knowing the child's diagnosis, but participants also show positive emotional reactions to the child's condition by still accepting children and trying to find treatment and provide the best parenting patterns for children. Participants provide supporting actions for development, believing that the child is capable and has a good future. However, participants experienced problems in parenting patterns both from the environment and from themselves. However, this can be overlooked by participants because of external factors (social support) and internal (positive reappraisal and self esteem). This makes participants more optimism in parenting patterns, so that participants get a positive impact on their optimism, namely that the children are able to be independent, even able to excel even with their limitations and shortcomings. Keyword: parents,optimism,parenting,children with special need
DESKRIPSI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA CAREGIVER PASIEN DENGAN PENYAKIT DEGENERATIF Salsabila Wulandari Aryatiningrum; Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47491

Abstract

Abstrak Menjadi seorang caregiver diusia yang masih muda bukanlah perkara mudah. Individu yang menjadi caregiver harus pintar membagi waktu antara perkuliahan dengan tugas perawatan. Mereka merawat orang terdekat yang terkena beragam penyakit dan salah satu penyakit yang banyak muncul adalah penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif banyak muncul pada individu berusia lanjut. Macam penyakit yang termasuk kedalam penyakit degeneratif adalah diabetes, penyakit jantung, dementia, dan lainnya. Perawatan yang diberikan berbeda pada tiap pasien. Oleh karena itu, caregiver harus selalu sedia untuk membantu perawatan. Hal ini menjadi salah satu beban yang dapat mempengaruhi psychological well-being seorang caregiver. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapat deksripsi mengenai psychological well-being anak muda yang menjadi caregiver pasien dengan penyakit degeneratif. Penelitian yang dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara pada tiga partisipan berusia 20-21 tahun. Data yang berhasil didapatkan dianalisis dengan menggunakan metode tematik. Hasilnya menunjukkan deskripsi yang beragam dan bervariasi terkait psychological well-being ketiga partisipan. Kata Kunci: caregiver, psychological well-being, penyakit degeneratif. Abstract Being a caregiver at a young age is not an easy matter. The individual caregiver had to be clever about dividing the time between lectures and nursing duties. They care for those closest to you who exposed to a wide variety of illnesses and one of the most common illnesses is a degenerative disease. Many degenerative diseases occur in older individuals. Among the diseases included in degenerative diseases are diabetes, heart disease, dementia, and other diseases. Treatment is different for patients. Hence, caregiver was always available to provide care. It has become one of the psychological burdens of caregiver. Hence, the study aims to get decryption comparisons of young caregiver patients who are caregiver patients with degenerative diseases. Studies conducted using qualitative methodologies with an approach to case studies. The interview conducted on a semi-structured basis using the interview guidelines in three 20-21 - year - old participants. Successfully obtained data analyzed using thematic methods. The results suggest varied and varied descriptions of the three participants. Keywords : caregiver, psychological well-being, degenerative desease.
PERBEDAAN QUALITY OF FRIENDSHIP DITINJAU DARI ATTACHMENT STYLE PADA MAHASISWA SELAMA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Ira Pratamasari Pratiwi; Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47735

Abstract

Abstrak Berubahnya sistem pembelajaran dari yang dilakukan secara langsung menjadi pembelajaran daring yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap berbagai pihak, salah satunya mahasiswa. Selain terkait dengan pembelajaran, dampak negatif dari pembelajaran jarak jauh juga berdampak pada kehidupan mahasiswa baru, dimana seharusnya mahasiswa baru bertemu dengan lingkungan baru, teman baru menjadi terhambat. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan quality of friendship ditinjau dari attachment style pada mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh. Subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa Angkatan 2020 sejumlah 163 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan alat ukur yang disusun berdasarkan aspek quality of friendship oleh Parker dan Asher, untuk alat ukur attachment style disusun berdasarkan dimensi menurut Collins dkk, kemudian kuesioner disebar melalui google form yang kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dikarenakan sebaran data yang diujikan tidak berdistribusi normal. Hasil uji Kruskal-Wallis, menunjukkan nilai Asymp. Sig > 0.05 (0.193 > 0.05), sehingga data tersebut menunjukkan bahwa pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan quality of friendship ditinjau dari attachment style pada mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh. Kata Kunci: Kualitas Persahabatan, Gaya Kelekatan, Remaja Akhir, Mahasiswa Abstract The change in the learning system from direct learning to online has both positive and negative impacts on various parties, including college students. In addition to being related to learning, the negative impact of distance learning also has an impact on the lives of new college students, where new college students should meet a new environment, new friends become hampered. This study was conducted to see whether there are differences in the quality of friendship in terms of attachment style to college students during distance learning. The subjects in this study were college students of the Class of 2020 with a total of 163 students. The data collection method used a measuring instrument that was compiled based on the quality of friendship by Parker and Asher, for the attachment style was compiled based on dimensions according to Collins et al, then the questionnaire was distributed through google form which was then analyzed using Kruskal-Wallis test because the distribution of the data tested was not normally distributed. The results of Kruskal-Wallis test show the Asymp value. Sig > 0.05 (0.193 > 0.05), so these data indicate that in this study there is no difference in the quality of friendship in terms of attachment style to college students during distance learning. Keywords: Quality of friendship, Attachment Style, Late Adolescent, College Student
PENGALAMAN PENYESUAIAN DIRI BAGI SANTRI BARU DI LINGKUNGAN PESANTREN X : STUDI FENOMENOLOGI Dewi Nurlaily Haiffahningrum; Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.47819

Abstract

Abstrak Pondok pesantren memiliki beberapa ciri yang berbeda dari lembaga pendidikan pada umunya. Salah satu cirinya yaitu adalah para santri menetap di dalam lingkup pesantren. Hal ini tentu berdampak pada perubahan perilaku para santri saat di rumah. Dengan menetapnya santri di lingkungan pesantren, maka dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengalaman dan proses penyesuaian diri santri baru dengan pendekatan fenomenologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif agar dapat mengetahui persepsi partisipan. Data wawancara dikumpulkan menggunakan in-dept interview dan dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Penelitian yang telah dilakukan mengidentifikasikan bahwa terdapat tiga tema utama yaitu : Pengalaman penyesuaian diri, kesulitan penyesuaian diri dan strategi penyesuaian diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan merasakan beberapa hambatan untuk dapat menyesuaikan diri dengan peraturan-peraturan yang ada, berinteraksi sosial dengan teman serta kendala bahasa dan kedisiplinan. Beberapa strategi partisipan yang dapat dikategorikan adalah : berupaya untuk mengatur pikiran, emosi dan perilaku (self-control) serta menghadapi masalah secara aktif (active coping). Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Kesulitan Penyesuaian Diri, Strategi Penyesuaian Diri. Abstract Islamic boarding schools have several different characteristics from educational institutions in general. One of the characteristics is that the students stay within the scope of the pesantren. This certainly has an impact on changing the behavior of the students at home. By settling the santri in the pesantren environment, the ability to adapt is needed. This research was conducted with the aim of knowing the experience and adjustment process of new students with a phenomenological approach. The method used is qualitative in order to know the participants' perceptions. Interview data were collected using in-dept interviews and analyzed using interpretive phenomenological analysis (IPA). Research that has been conducted has identified that there are three main themes, namely: experience of adjustment, difficulty of adjustment and adjustment strategy. The results of this study indicate that participants feel some obstacles to be able to adjust to existing regulations, interact socially with friends as well as language and discipline barriers. Some of the participant strategies that can be categorized are: trying to regulate thoughts, emotions and behavior (self-control) and face problems actively (active coping). Keywords: Self-Adjustment, Difficulty Adjusting, Self-Adjustment Strategy.