Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

KONSEP RUANG PERMUKIMAN TRADISONAL SEBAGAI BASIS WISATA DI DESA SABANG KABUPATEN TOLITOLI Mansur S. Pahude; Sudaryono Sudaryono; Didik Kristiadi
UNEJ e-Proceeding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Sabang dengan tujuan menemukan konsep ruang pemukiman tradisonal serta nilai-nilai tradisional dalam pengaturan, penataan pemukiman dan lingkungan baik secara makro dan mikro. Penelitian ini adalah induktif kualitatif yang menggunakan pendekatan penelitian fenomenologi untuk menemukan makna pada apa yang tampak pada konsep ruang permukiman tradisonal. Berdasarkan hasil penelitian bahwa permukiman tradisional Desa Sabang lebih menekankan pada unsur keseimbangan pemanfaatan sumber daya alam yang berdasarkan pada Nilai-nilai sosial, budaya dan kegiatan ekonomi. Sehingga permukiman ini, dibagi atas tiga bagian berdasarkan fungsinya yaitu ruang sebagai aktivitas wisata sejarah, ruang sebagai aktivitas wisata alam dan ruang sebagai wisata kuliner yang tercermin pada permukiman tradisional Desa Sabang. Nilai-nilai inilah yang mempengaruhi interaksi antara alam dan manusia di ruang permukiman tradisioanal sebagai basis wisata Desa Sabang.
Evaluasi Fungsi Sistem Drainase Kawasanan Permukiman Kota Tolitoli (Studi Kasus Rt 001.002-Rw 005 Kelurahan Baru) Mansur S Pahude
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 2 No. 5 (2022): May, 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v2i5.320

Abstract

In principle, roads in Tolitoli Regency have been equipped with a drainage system. From the results of the field survey, the data needed as a reference for evaluating the drainage system are obtained, namely the dimensions of the channel, the area of ​​the study area as primary data and land surface elevation, population data as secondary data. The data obtained were analyzed in order to obtain different soil surface heights, different heights at each point of the drainage channel, the dimensions of the current drainage channel along with the depth of sediment in the drainage channel, so that the cause of the malfunction of the drainage system can be determined. The cause of non-functioning drainage in urban residential areas is due to sedimentation at the bottom of the channel which causes drainage not optimal. So it is necessary to maintain the function of the existing drainage channels in urban residential areas so that they can function optimally.
PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KELURAHAN BARU RW 007 RT 006 KABUPATEN TOLITOLI Dwi Purnomo; Mansur S Pahude
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 7: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i7.1061

Abstract

Permukiman kumuh merupakan suatu permasalahan yang erat kaitannya dengan kondisi fisik perumahan milik masyarakat berpenghasilan rendah yang selalu timbul di wilayah perkotaan. Karena minimnya penghasilan masyarakat sehingga mayoritas masyarakat beralih menempati lahan-lahan kosong milik Negara ataupun swasta yang kemudian melahirkan bangunan-bangunan liar yang cenderung kumuh dan tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku dengan kondisi fisik bangunan yang berdempetan dan kualitas konstruksinya yang rendah. permasalahan permukiman kumuh, kajian KOTAKU (kota tanpa kumuh) Kabupaten Tolitoli tahun 2020, menghasilakan 37,5 Ha yang msih termasuk kawasan kumuh, berlandaskan data isian indikator dan parameter kekumuhan. salah satunya yaitu permukiman yang menjadi tempat hunian masyarakat RW 7, RT 6, Kel.Baru termasuk dalam kategori hunian padat, dengan kondisi lingkungan yang buruk, baik dari aspek fisik (kondisi fisik bangunan dan prasarana fisik lingkungannya), sosial, maupun ekonomi. Metode penelitian yang Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan konsep land sharing. Kemudian mengidentifikasi data-data yang berkaitan dengan penataan permukiman kumuh berupa data primer dan data sekunder. Data – data yang telah dikumpulkan kemudian di analisis dan menghubungkan antara data tersebut. Selanjutnya memberi tanggapan terhadap permasalahan dan potensi yang telah ditentukan dengan konsep perancangan sehingga menghasilkan sebuah rekomendasi desain. hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Kelurahan Baru memiliki potensi utama yaitu adalah sebagai pusat lingkungan. Selain itu pengembangan Kawasan permukiman kumuh RW 7 RT 6 Kelurahan Baru dapat di lakukan dengan pendekatan : Konsep penanganan permasalahan permukiman kumuh di Kelurahan Baru RW 7 RT 6 Kecamatan Baolan, maka dilakukan Model Land Sharing. Model land sharing dilaksanakan dengan cara menata kembali di atas lahan dengan status lahan yang masih didominasi milik masyarakat. Masyarakat akan mendapatkan kembali lahannya dengan luasan yang sama, sebagaimana selama ini dihuni secara sah. Dalam penataan Kembali, masyarakat akan mendapatkan Kembali lahannya dengan luasan sesuai kebutuhannya, dengan memperhitungkan kebutuhan untuk prasarana umum.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DESA SANTIGI KECAMATAN TOLITOLI UTARA KABUPATEN TOLITOLI Mansur S Pahude
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 2: Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i2.1744

Abstract

Kebutuhan akan air bersih merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan manusia, dimana untuk kebutuhan minum, mandi, cuci, masak, rekreasi dan aktivitas lingkungan lainnya. Sedangkan yang di maksud dengan air bersih adalah air tawar yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas yang memenuhi persyaratan penyediaan air minum dimana hal yang perlu diperhatikan adalah dari segi kualitas fisik, kimia, biologi, dan radiologis. Desa Santigi sudah memanfaatkan air bersih dari program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Namun, tidak semua masyarakat yang berada di Desa Santigi mendapatkan air bersih. yang mana sebagian masyarakatnya mengalami kekurangan air bersih yang di karenakan pendistribusian air bersih yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas debit air yang dibutuhkan dan mengetahui berapa besar kebutuhan air bersih yang dibutuhkan di Desa Santigi sampai tahun 2030. untuk mengetahui kebutuhan air bersih yang dibutuhkan maka diperlukan adanya data yang lengkap dimana data tersebut dapat diperoleh dengan cara Observasi di lakukan pada lokasi penelitian, dan pengambilan data jumlah penduduk, untuk di gunakan dalam menganalisis dan mengetahui jumlah kebutuhan air bersih, serta menghitung debit air sungai. dan proyeksi jumlah penduduk sampai pada tahun 2030. Dari hasil analisis data yang digunakan dapat diketahui bahwa debit air sungai Teluk Jaya sebesar 360 liter/detik. Untuk mengetahui berapa kebutuhan air bersih pada suatu daerah maka mengacu pada kebutuhan air bersih berdasarkan kategori kota dimana kategori tersebut berdasarkan jumlah penduduk Jumlah penduduk di Desa Santigi pada tahun 2020 sebanyak 875 jiwa. maka di peroleh kebutuhan air bersih untuk Desa Santigi Kecamatan Tolitoli Utara sebesar 52.500 liter/hari, Dengan demikian pada tahun 2020 kebutuhan air untuk masyarakat Desa Santigi dapat terpenuhi. Untuk tahun 2030 jumlah penduduk sebanyak 980 jiwa dari hasil proyeksi menggunakan metode aritmatika. Berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2030 maka diperoleh jumlah kebutuhan air bersih sebesar 58.800 liter/hari.
PERANCANGAN PUSAT INDUSTRI KREATIF DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI KABUPATEN TOLITOLI Dwi Purnomo; Mansur S Pahude
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 6: Januari 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.279 KB) | DOI: 10.33578/mbi.v17i6.212

Abstract

Indonesia Merupakan negara dengan perekonomian terbesar se asia tenggara.salah satu bidang perekonomian yang aktif di Indonesia yaitu bidang industri kreatif. Ekonomi kreatif telah menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional dan berhasil menurunkan angka pengangguran nasional. Pemerintah kabupaten Tolitoli sangat memperhatikan pelaku UMKM,hal ini dibuktikan dengan banyaknya program bantuan kepada pelaku UMKM salah satunya program bantuan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) Tahun 2021 bagi pelaku UMKM kabupaten Tolitoli. Pada perancangan pusat industri kreatif di kabupaten Tolitoli ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia di Kota Tolitoli melalui pelatihan subsektor industri kreatif unggulan yaitu kuliner,fashion,kriya dan desain produk.dan juga sebagai wadah peningkatan pendapatan masyarakat kota Tolitoli sekaligus menjadi area public yang dapat digunakan oleh semua elemen masyarakat. Pusat Industri kreatif di kabupaten Tolitoli ini didesain dengan konsep Neo Vernakular.dimana arti dari Neo Vernakular sendiri adalah kombinasi konsep modern dan lokalitas kabupaten Tolitoli.hal ini bertujuan untuk menjadikan pusat industri kreatif sebagai ikon kota tolitoli dimasa mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif dimana dalam metode ini dilakukan melalui penulusuran masalah terkait fakta-fakta intesitas kegiatan dibidang industry kreatif yang ada di Tolitoli. Data yang telah dikumpulkan kedian dianalisah untuk mengetahui terhadap perlunya perancangan pusat industry kreatif dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular. Pendekatan konsep arsitektur Neo Vernakular pada desain untuk mengakomodir kearifan lokal pada gagasan desain. Dengan konsep Neo Vernacular yang akan di terapkan, hal ini sangat cocok dengan citra yang akan dibangunan yaitu menjadikan Tolitoli creative center sebagai ikon kota Tolitoli dimasa mendatang.
Pelatihan Dasar Keterampilan Tukang Di Desa Buntuna Kabupaten Tolitoli Ilmuddin, Ilmuddin; Latjemma, Sudirman; Melda, Melda; Nasril, Moh.; Pahude, Mansur S.; Purnomo, Dwi; Halid, Abd.; Aldiansyah, Rizky; Syafitri, Euis
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 2 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i1.530

Abstract

Keterampilan dasar seorang tukang sangat dibutuhkan dalam pembangunan, kemampuan dalam membaca gambar, pemahaman tentang bahan, kemampuan dalam menggunakan alat, kemampuan mengukur merupakan kemampuan dasar seorang tukang. Kurangnya pengetahuan dasar yang dimiliki tukang bisa mengakibatkan seorang tukang tidak dapat bekerja secara maksimal, minimnya pengetahun tukang bisa menjadi penghambat seorang tukang untuk berkembang menjadi tukang yang professional, dengan kemapuan yang cukup, diharapkan dapat menjadikan tukang sebagai profesi yang menjanjikan, tentunya harus didukung dengan pengetahuan tentang pertukangan yang lebih. Untuk meningkatkan kemampuan tukang di Desa Buntuna salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan dasar keterampilan tukang. Kegiatan ini di Balai Pertemun desa Buntuna Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Prosedur pelaksanaan kegiatan berupa pertemuan langsung untuk menyampaikan materi oleh narasumber kepada para tukang, anak-anak mudah dan aparat desa. Hasil pelatihan memperlihatkan para peserta telah memahami pentingnya menjadi tukang yang memiliki keterampilan dan diharapkan setelah kegiatan ini akan ada lagi pelatihan keterampilan tukang lanjutan, sehingga profesi tukang di Kabupaten Tolitoli mendapatkan peluang untuk menerima poyek yang lebih besar dan lebih kompleks.Kata kunci :  Keterampilan, proyek,  tukang
PERENCANAAN ASRAMA MAHASISWA KABUPATEN BUOL DI KABUPATEN TOLITOLI Hamzah, Moh. Andika; Yusuf, Ramdan; Pahude, Mansur S.
ANALOGI : Arsitektur, Lingkungan Binaan & Planologi Vol 1 No 1 (2023): Desember
Publisher : Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Madako University Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/algi.v1i1.353

Abstract

Lulusan SLTA/Sederajat memlilih untuk melanjutkan studi keluar daerah, dikarenakan kurangnya Universitas atau Sekolah Tinggi yang terdapat di Kabupaten Buol, adapun Daerah-daerah yang menjadi tujuan mereka adalah, Kota Palu, Makasar, Tolitoli dan kota diluar Sulawesi. Kebutuhan mahasiswa Buol yang berada di Kabupaten Tolitoli, dimana asrama menjadi solusi terhadap persoalan mahasiswa Buol. Persyaratan tata bangunan dan lingkungan bangunan gedung meliputi aturan atau ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi Rencana Tata Ruang Wilaya (RTRW) dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) dengan pendekatan Arsitektur Modern. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif dengan pendekatan pustaka, dimana penulis melakukan penelitian berdasarkan literature, dokumen dan karya ilmiah serta sumber-sumber lainnya yang berkenan dengan objek apa yang ingin diteliti. Hasil proses perencanaan asrama mahasiswa Kabupaten Buol ini, dapat digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan fasilitas tersebut di atas. Perencanaan ini masih bersifat umum,  karena belum mencapai rancangan– rancangan yang sangat mendetail, konsepsi pendekatan perencanaan ini  sudah dapat memberikan gambaran makro. maka dapat disimpulkan bahwa tahapan perencanaan harus senantiasa didahului oleh proses perencanaan dan perencanaan dimana satu dan lainnya memiliki keterkaitan  yang tidakak dapat dipisahkan satu dan lainnya.
PERENCANAAN WISATA PULAU LUTUNGAN DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Grafikasari, Nurdinda; Pahude, Mansur S.; Purnomo, Dwi
ANALOGI : Arsitektur, Lingkungan Binaan & Planologi Vol 1 No 1 (2023): Desember
Publisher : Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Madako University Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/algi.v1i1.358

Abstract

Pulau lutungan merupakan salah satu pulau yang memiliki keunikan,keindahan dan nilai keanekaragaman kekayaan alam budaya,serta sangat dekat dari pusat kota Tolitoli,banyaknya kekurangan yang belum tersedia merupakan salah satu factor kurangnya minat para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Lutungan karena sulitnya akses menuju Pulau Lutungan. Kondisi wisata pulau Lutungan saat ini masih belum memadai bagian sarana dan prasarana penunjang objek wisata. sehingga segala potensi yang ada di pulau lutungan belum terwadahi yang mengakibatkan sangat kurang diminati  para wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Lutungan. Visitor Interest (Minat pengunjung) Pengembangan wisata  pulau lutunga perlu adanya suatu penambahan fasilitas sarana dan prasarana yang dapat menambah daya Tarik serta memiliki daya jual sector kepariwisataan yang bisa menambah ekonomi masyarakat serta infrastruktur dan social yang bisa di kembangkan di Pulau Lutungan. Dapat diketahui bahwa arsitektur Neo Vernakular memiliki peran penting dalam mewujudkan wajah kebudayaan Tolitoli kedalam bentuk rancangan arsitektural yang dapat dinikmati secara fisik maupun non fisik, sehingga kebudayaan Tolitoli tidak hanya dihayati secara jiwa dan sosial tetapi juga dapat menjadi wadah pengenalan, pembelajaran serta pelestarian kebudayaan yang menarik namun tetap mempertahankan kaidah kebudayaan Tolitoli tetapi juga terkesan dinamis dan dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat untuk semua usia baik warga setempat maupun wisatawan.
PENDEKATAN ARSITEKTUR PRILAKU PADA PERMUKIMAN PELABUHAN TANJUNG DI KABUPATEN TOLITOLI Saputra, Andika; Pahude, Mansur S.; Rosid, Mohammad
ANALOGI : Arsitektur, Lingkungan Binaan & Planologi Vol 2 No 1 (2024): June
Publisher : Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Madako University Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/analogi.v2i1.511

Abstract

Population growth in Indonesia that continues to increase every year has a direct consequence on the increasing need for space, both for housing, public facilities, and infrastructure. With a population projected to reach more than 300 million in the next few decades, the challenges faced are not only limited to providing housing, but also meeting the socio-economic needs of the community such as education, health, transportation, and green open spaces. The purpose of this study is to solve the problem of population density in the Tanjung Port settlement so that it can create a more decent, healthy, and orderly residential environment for the fishing community living in the area. This study uses a qualitative method. Data were collected through interviews, questionnaires, and field studies, which were then analyzed using data display techniques, grouping, reduction, and data interpretation. The concept of behavioral architecture is applied as a responsive approach to understanding the interaction between humans and their environment. The results of the study indicate that the concept of behavioral architecture in overcoming the problem of population density can be done with several important findings. First, the rearrangement of residential space that is more efficient and flexible, allows for optimal land use without sacrificing the comfort of residents. Second, the integration of multifunctional public spaces, such as green areas and shared facilities, can increase social interaction and reduce pressure on private space. Third, the use of adaptive design that is responsive to the daily habits and behaviors of residents, helps create a more harmonious and productive environment. The findings also emphasize the importance of collaboration between architectural elements and human behavior to create holistic and sustainable solutions.
PSICHOLOGY ENVIRONMENT DALAM PERENCANAAN RUMAH SAKIT JIWA DI KABUPATEN TOLITOLI Rahayu, Sidri; Pahude, Mansur S.; Rosid, Mohammad
ANALOGI : Arsitektur, Lingkungan Binaan & Planologi Vol 2 No 1 (2024): June
Publisher : Architecture Study Program, Faculty of Engineering, Madako University Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/analogi.v2i1.706

Abstract

In facing the increasing number of people with mental disorders in Indonesia, facilities are needed that support optimal services. Currently, Central Sulawesi Province is recorded as having 72,326 people with mental disorders in 2021 and the potential will continue to increase. The prevalence rate of more serious mental disorders, such as schizophrenia, is reported to be around 1.7 per 1000 population or around 400,000 people. This study aims to design a new mental hospital building by considering aspects of environmental psychology and human behavior. Mental hospitals have an important role in providing health and recovery services for individuals with mental disorders. Therefore, an architectural approach that pays attention to the relationship between space, humans, and the environment is essential in planning. The research method involves analyzing data from the Tolitoli Regency Health Office regarding the number of people with mental disorders from 2019 to 2021. The environmental and behavioral psychology architectural approach is used to design spaces that are in accordance with the characteristics of the patient's mental health. The use of the Systematic Literature Review (SLR) model in the architectural design of a mental hospital to systematically explore, analyze, and synthesize relevant literature as a reference in designing new buildings with the expected results in the form of a comprehensive picture of the best trends and approaches in architectural design. The results of this study are expected to contribute to the development of mental health facilities in Tolitoli Regency and be a consideration for the government and private sector in the construction of a Mental Hospital.