Nia Lukita Ariani
Program Studi Diploma III Teknologi Bank Darah Politeknik Kesehatan Malang Jl Besar Ijen No 77 C, Malang, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA DI DESA SUWARU KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN MALANG Jacob Orlando Pereira; Nia Lukita Ariani; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.998 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1388

Abstract

Personal hygiene merupakan kebutuhan dasar yang meliputi perawatan kulit, mandi, perawatan mulut, perawatan mata, hidung, telinga, perawatan rambut, serta perawatan kaki dan kuku. Kebutuhan personal hygiene harus menjadi prioritas utama bagi lansia karena dengan personal hygiene yang baik membuat lansia memiliki resiko rendah untuk mengalami penyakit infeksi, pada mata dan telinga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku personal hygiene pada lansia di Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Desain penelitian ini yaitu deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 38 orang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene dalam kategori cukup sebanyak 28 responden (73,7%), personal hygiene kategori baik sebanyak 10 responden (26,3) Pentingnya personal hygiene sebagai suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan dapat meningkatkan kesejahteraan fisik maupun psikis lansia. Personal hygiene yang cukup akan menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit seperti penyakit kulit, penyakit infeksi pada mata dan telinga, penyakit mulut dan penyakit saluran cerna. Meningkatkan perilaku personal hygiene menjadi baik dengan mandi dan sikat gigi 3 kali sehari, selalu memotong kuku kaki dan tangan apabila panjang. Apabila lansia tidak bisa melakukan personal hygiene disarankan untuk meminta bantuan pada keluarga yang merawat. ABSTRACT Personal hygiene is a basic requirement that includes skin care, bathing, oral care, eye, nose, ear care, hair care, and foot and nail care. Personal hygiene needs must be a top priority for the elderly because with good personal hygiene makes the elderly have a low risk of developing infectious diseases of the eyes and ears. The purpose of this study was to describe the personal hygiene behavior in the elderly in Suwaru Village, Pagelaran District, Malang Regency. The design of this study is descriptive. The research samples were 38 people determined by purposive sampling technique. Data is presented in the form of frequency distribution. The results showed that personal hygiene in the adequate category was 28 respondents (73.7%), good personal hygiene category as many as 10 respondents (26.3). The importance of personal hygiene as an action to maintain cleanliness and health can improve the physical and psychological well-being of the elderly. Adequate personal hygiene will prevent the body from various diseases such as skin diseases, eye and ear infections, oral diseases and gastrointestinal diseases. Improve personal hygiene behavior to be good by bathing and brushing 3 times a day, always cutting the nails of the feet and hands when long. If the elderly cannot do personal hygiene, it is advisable to ask for help from the caring family. Keywords: Personal hygiene overview; elder.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU PERMADI RW 02 KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Kristina Koni Ngongo; Tavip Dwi Wahyuni; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1088

Abstract

Perilaku pencegahan komplilkasi hipertensi yang dilakukan lansia perlu didukung oleh adanya dukungan keluarga seperti memberi nasehat, tindakan, dan informasi kesehatan tentang cara berperilaku hidup sehat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Posyandu Permadi RW 02 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 33 orang dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi. Metode analisis data yang di gunakan yaitu uji korelasi product moment. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruh lansia (78,8%) mendapatkan dukungan keluarga dengan kategori cukup dalam pencegahan komplikasi hipertensi dan sebagian besar lansia (63,6%) berperilaku pencegahan komplikasi hipertensi dengan kategori cukup. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Posyandu Permadi RW 02 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Keluarga perlu memberi dukungan cukup pada lansia untuk pencegahan komplikasi hipertensi seperti mengingatkan lansia agar tidak mengkonsumsi makanan asin dan makanan instan berlebihan, serta mengingatkan lansia untuk mencukupi kebutuhan tidur saat malam hari. ABSTRACT Behaviour of preventing hypertension by the elderly should be supported by family such as giving advicef, actions, and health information about the way healthy life. The purpose of the study is determine the relationship between family of living heahsily support and in elderly in clinc Permadi RW 02 Tlogomas Malang. The research design used analytic observation design with cross sectional approach. Samples of this study were 33 people determined by preventing hypertension complicakens purposive sampling. Data collection techniques used instruments such as guestionnaices of family support and data analysis method used is product moment correlation test by using SPSS. The results show that almost all of elderly get( 78.8%) enough family support in prevention of hypertension complication and most elderly(63,6%) fine have behaviou .The result of correlation test shows a significant correlation between family support with in elderly at clinc Permadi RW 02 Tlogomas Malang .The family needs to give enough support for elderly to the prevention hypertension complications such as reminding the elderly not to consume salty food and excessive instant food, and remind the elderly to meet the needs of sleep at night. Keywords : Family Support; Elderly; Prevention Behavior Hypertension Complications.
PERBEDAAN SIKAP MAHASISWA MAHASISWI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Yosefina Dede Moruk; Tanto Hariyanto; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.767 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1550

Abstract

Salah satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia terutama negara berkembang adalah Demam Berdarah Dengue.Upaya pencegahan demam berdarah dengue dapat dilakukan dengan 3M plus yaitu mengubur,menguras, menutup dan juga pendidikan kesehatan pencegahan deman berdarah dengue. Penularan penyakit demam berdarah dengue semakin mudah saat ini karena berbagai faktor seperti kepadatan penduduk,lingkungan,serta faktor perilaku, pengetahuan yang kurang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan sikap mahasiswa/i sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Desain penelitian ini yang digunakan adalah komparatif (Pra eksperimen), populasi sebanyak 40 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan analisis yang digunakan T-test (0,05) menggunakan SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatanpencegahan demam berdarah dengue sikap tidak mendukung/Unfavorable sebanyak 13 responden (32,5 %) , sedangkan sikap mahasiswa yang mendukung/Favorable sebanyak 27 responden (67,5%). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan sikap mahasiswa/i mendukung/Favorable sebanyak 40 responden (100%). Sikap sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pencegahan demam berdarah dengue dengan p value = 0,000, sehingga H1 diterima. Didapatkan meansikap sebelum pendidikan kesehatan = 62,77 artinya sikap pencegahan demam berdarah dengue rendah dan meansikap sesudah pendidikan kesehatan = 70,20 artinya sikap pencegahan demam berdarah dengue mengalami peningkatan menjadi favorable/mendukung. Direkomendasikan kepada pihak tenaga kesehatan atau mahasiswa kesehatan untuk sering melakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue dimusim hujan. gunanya untuk meningkatkan frekuensi dan kuantitas sikap yang baik. ABSTRACT One of the few infectious diseases that is a health problem in the world, especially developing countries, is Dengue Hemorrhagic Fever. especially developing countries Prevention of dengue haemorrhagic fever can be done with 3M plus which is burying, draining, closing and also health education prevention of dengue fevertransmission of dengue hemorrhagic fever is getting easier nowadays due to various factors of high population mobility, enviroment,and behavioral factors, such as still lack of knowledge,attitudes and actions related to dengue hemorrhagic fever.The results of the study are known that before health education prevention of dengue hemorrhagic fever was not supportive / Unfavorable attitude as many as 13 respondents (32.5%). While the attitude of supporting / Favorable students was 27 respondents (67.5%). After conducting health education the attitudes of supporting / Favorable students were 40 respondents (100%). Attitudes before and after health education for prevention of dengue hemorrhagic fever with p value = 0.000. so H1 was accepted. The mean attitude before health education = 62.77. means the attitude of prevention of dengue hemorrhagic fever is low and the mean attitude after health education = 70.20. means prevention dengue hemorrhagic fever has increased to be favorable / supportive . It is recommended for health workers or health students to often conduct health education about the prevention of dengue fever in the rainy season. The point is to increase the frequency and quantity of a good attitude. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever ; Health Education
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Kristina Koni Ngongo; Tavip Dwi Wahyuni; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1306

Abstract

Perilaku pencegahan komplilkasi hipertensi yang dilakukan lansia perlu didukung oleh adanya dukungan keluarga seperti memberi nasehat, tindakan, dan informasi kesehatan tentang cara berperilaku hidup sehat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Posyandu Permadi Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 33 orang dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi. Metode analisis data yang di gunakan yaitu uji korelasi product moment. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruh lansia (78,8%) mendapatkan dukungan keluarga dengan kategori cukup dalam pencegahan komplikasi hipertensi dan sebagian besar lansia (63,6%) berperilaku pencegahan komplikasi hipertensi dengan kategori cukup. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Posyandu Permadi Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Keluarga perlu memberi dukungan cukup pada lansia untuk pencegahan komplikasi hipertensi seperti mengingatkan lansia agar tidak mengkonsumsi makanan asin dan makanan instan berlebihan, serta mengingatkan lansia untuk mencukupi kebutuhan tidur saat malam hari. ABSTRACT Behaviour of preventing hypertension by the elderly should be supported by family such as giving advicef, actions, and health information about the way healthy life. The purpose of the study is determine the relationship between family of living heahsily support and in elderly in clinc Permadi Tlogomas Malang. The research design used analytic observation design with cross sectional approach. Samples of this study were 33 people determined by preventing hypertension complicakens purposive sampling. Data collection techniques used instruments such as guestionnaices of family support and data analysis method used is product moment correlation test by using SPSS. The results show that almost all of elderly get (78.8%) enough family support in prevention of hypertension complication and most elderly (63.6%) fine have behaviou .The result of correlation test shows a significant correlation between family support with in elderly at clinc Permadi Tlogomas Malang. The family needs to give enough support for elderly to the prevention hypertension complications such as reminding the elderly not to consume salty food and excessive instant food, and remind the elderly to meet the needs of sleep at night. Keywords : Family support; elderly; prevention behavior hypertension complications.
Pendampingan Kelompok Relawan Donor Darah Menuju Kelurahan Siaga Donor Darah Di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang Sudiwati, Ni Luh Putu Eka; Panggayuh, Ardi; Hupitoyo; Ariani, Nia Lukita
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i1.210

Abstract

Pembentukan kelurahan siaga donor darah perlu diupayakan untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat terhadap bencana yang membutuhkan manajemen distribusi darah yang baik. Salah satu upaya untuk menjaring calon pendonor adalah melalui pembentukan kelompok relawan donor darah yang akan bekerjasama dengan petugas Pencarian dan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) yang ada di PMI. Kelompok relawan ini akan bertugas memberikan edukasi, motivasi dan menggerakkan masyarakat agar bersedia menjadi donor darah sukarela, serta memotivasi bagi pendonor pengganti atau pendonor keluarga untuk menjadi pendonor sukarela.Untuk itu diperlukan edukasi dan pendampingan secara berkala kepada kelompok relawan ini agar mampu berkomunikasi dengan masyarakat untuk berperan serta terutama di bidang penyediaan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan kelompok relawan donor darah menuju kelurahan siaga donor darah di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu sosialisasi kelurahan siaga donor darah & kerjasama pelayanan darah antara puskesmas, UDD PMI dan masyarakat kelurahan, kegiatan pendampingan rekrutmen donor, kegiatan germas, dan kegiatan donor darah. Pendampingan kelompok relawan donor darah perlu dilakukan secara kontinyu untuk mewujudkan kelurahan siaga donor darah yang tangguh dan mandiri.
Edukasi Pemanfaatan Centella Asiatica sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Bahaya Diabetes Mellitus (DM) pada Lansia di Kota Malang Retnanintyas, Ekowati; Wattiheluw, Muhammad Hasan; Ariani, Nia Lukita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19064

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit serius akibat kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin. Ini ditandai dengan tingginya glukosa dalam darah. Pengobatan kulit kering pada DM menggunakan pelembab, termasuk bahan herbal seperti Centella asiatica yang berfungsi sebagai anti-aging, anti jerawat, dan penyembuhan luka. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan meningkatkan kesadaran dalam bahaya DM. Pelaksanaannya berupa penyuluhan tentang pemanfaatan centella asiatica sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang bahaya diabetes mellitus (dm) pada lansia. Hasil kegaiatan menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan tentang pemanfaatan Centella asiatica dan bahaya DM. Kesimpulan dari kegiatan yaitu terjadi peningkatan signifikan pengetahuan (p<0,05). Kata Kunci: Edukasi, Centella Asiatica, Diabetes Mellitus, Lansia  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a serious disease caused by a lack of insulin or the body's inability to use insulin. It is characterized by high glucose in the blood. Treatment of dry skin in DM uses moisturizers, including herbal ingredients such as Centella asiatica, which functions as anti-aging, anti-acne, and wound healing. The aim of this activity is to increase awareness of the dangers of DM. The implementation method is in the form of education about the use of centella asiatica as an effort to increase knowledge about the dangers of diabetes mellitus (DM) in the elderly. The results of the activity showed that there was an increase in knowledge scores about the use of Centella asiatica and the dangers of DM. The conclusion from the activity was that there was a significant increase in knowledge. Keywords: Education, Centella Asiatica, Diabetes Mellitus, Elderly
ANALISIS HASIL UJI SILANG SERASI PASIEN TALASEMIA DI UDD PMI KOTA MALANG: ANALISIS HASIL UJI SILANG SERASI PASIEN TALASEMIA DI UDD PMI KOTA MALANG Panggayuh, Ardi; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Setyana, Ika; Ariani, Nia Lukita
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 2 (2025): JTKD- Maret 2025
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i2.85

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit hemoglobinopati tersering yang sering membutuhkan transfusi sel darah merah. Meskipun tidak bersifat kuratif, transfusi darah rutin tetap menjadi andalan pengobatan bagi pasien thalasemia. Transfusi darah rutin pada pasien thalasemia dapat menimbulkan komplikasi, yang paling signifikan adalah aloimunisasi dan autoimunisasi terhadap antigen sel darah merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil uji cross-match pasien thalasemia di PMI UDD Kota Malang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Populasi dalam penelitian ini adalah sampel darah pasien thalasemia di PMI UDD Kota Malang periode Januari – Juni 2024 yang telah dilakukan cross-match dan datanya diinput ke dalam sistem informasi SIMDONDAR untuk permintaan komponen darah. Proses analisis data dengan analisis univariat untuk menggambarkan karakter data permintaan komponen darah berdasarkan umur, golongan darah, jenis kelamin, kadar hemoglobin, frekuensi transfusi darah, dan hasil uji cross-match. Hasil penelitian menunjukkan jumlah permintaan PRC pada pasien thalassemia sebagian besar berusia 21-30 tahun (42,6%), golongan darah B (44,7%), berjenis kelamin laki-laki (56,1%), dan dengan kadar hemoglobin 6-9,9 g/dL (70,9%). Rata-rata jumlah komponen darah yang dibutuhkan untuk mencapai kadar hemoglobin yang diinginkan adalah 1 sampai 3 kantong PRC per pasien. Frekuensi transfusi tertinggi adalah ≤ 6 kali (54%). Kesimpulan: hasil uji cross-match yang inkompatibel sebagian besar terlihat pada/sesudah transfusi ke-6 (keenam).
GAMBARAN FAKTOR PENOLAKAN SEMENTARA PADA CALON PENDONOR LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI UDD PMI KABUPATEN MALANG TAHUN 2024: OVERVIEW OF TEMPORARY BLOOD DONATION DEFERRAL FACTORS IN MALE AND FEMALE DONORS AT UDD PMI MALANG DISTRICT IN 2024 Karimah, Hania Dinda; Ariani, Nia Lukita; Yuliwar, Roni
Journal of Nursing Care and Biomolecular Vol 10 No 1 (2025): Journal of Nursing Care and Biomolecular
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Men and women have an equal chance of experiencing temporary blood donation deferral. This has an impact on the unavailability of blood because the blood supply for transfusion is insufficient. This study aims to determine the description of temporary blood donation deferral factors in male and female donor candidates at the PMI UDD in Malang Regency in 2024. Method: A documentary study by taking secondary data from blood donation deferral forms that experienced temporary blood donation deferral in male donor candidates totaling 2263 data and in female donor candidates totaling 2491 data at the PMI UDD in Malang Regency in January-October 2024. Result: The highest to lowest temporary blood donation deferral factors in male donor candidates, respectively, are due to high hemoglobin levels (69.6%), high blood pressure (16.4%), low hemoglobin levels (7.7%), low blood pressure (5.8%), and underweight (0.5%). For temporary blood donation deferral factors in female donor candidates, the highest to the lowest are, respectively, due to low hemoglobin levels (67.3%), low blood pressure (19.6%), high blood pressure (8.4%), underweight (3.1%), and high hemoglobin levels (1.6%). Keywords: Donor Selection, Temporary Blood Donation Deferral, Gender
The Empowerment of Youth Red Cross of SMK 2 PGRI Malang City as Voluntary Blood Donor Volunteers Sudiwati, Ni Luh Putu Eka; Panggayuh, Ardi; Ariani, Nia Lukita
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 4 No. 1 (2025): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v4i1.380

Abstract

The availability of blood is highly dependent on the willingness and awareness of the community to donate their blood voluntarily and regularly. The main target of donor recruitment is to obtain the amount of blood according to needs, which is focused on low-risk voluntary blood donors. Thus, efforts need to be made to increase young blood donors by conducting regular socialization about the benefits of blood donation in high schools, including related materials about blood donation and the Red Cross in Palang Merah Remaja (PMR) activities. Through this community service, it is expected that a more effective blood service network will be formed between the community, health centers, health services, hospitals, and blood donor unit. The stages used in this community service are preparation, implementation, and evaluation. We conducted a health education through visual media and simulation for students and members of PMR at SMK 2 PGRI Malang. The results of community service indicate that there is an increase in students' understanding of donor selection requirements. The simulation of basic life support session for the PMR members of SMK 2 PGRI Malang, was conducted without any difficulty. Students were quite enthusiastic about participating in the basic life support simulation.
Peranan Pendidikan Gizi Pada Guru Dalam Meningkatkan Asupan Sayur Dan Buah Anak Sekolah Silalahi, Verarica; Putri, Ronasari Mahaji; Ariani, Nia Lukita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3 (2018): EDITION NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.237 KB) | DOI: 10.33366/jc.v6i3.1039

Abstract

Konsumsi sayur dan buah di Indonesia masih rendah. Rendahnya konsumsi sayur dan buah berawal dari kegagalan pembiasaan sejak usia dini, termasuk di usia sekolah. Sekolah, melalui peran guru sebagai tokoh sentral pandidikan, dianggap mampu meningkatkan pengetahuan anak dan berdampak pada peningkatan asupan sayur dan buah pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan sayur dan buah pada anak melalui pendidikan gizi pada guru. Rancangan penelitian ini adalah quasy exsperiment dengan pre and post test. Populasi penelitian adalah semua guru dan siswa yang ada di SD Negeri Merjosari 2, SD Negeri Merjosari 3 dan SD Negeri Merjosari 5. Sampel penelitian ini berjumlah 6 guru dan 102 siswa. Intervensi yang diberikan berupa pendidikan gizi. Data asupan sayur dan buah diambil menggunakan food recall 24 jam, sementara pengetahuan guru diambil menggunakan kuesioner. Data asupan sayur dan buah diolah menggunakan Nutrisurvey yang selanjutnya bersama dengan data pengetahuan guru dianalisis menggunakan uji beda.Hasil uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang bermakna skor pengetahuan guru sebelum dengan sesudah intervensi (p0,05), ada perbedaan yang bermakna asupan buah siswa, baik secara porsi maupun frekuensi makan (p