Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dinamika Resiliensi Pada Istri yang Menjadi Korban Perselingkuhan Suami Nugraha, Andreas Corsini Widya; Rahmi, Hanna
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.572 KB) | DOI: 10.31599/jki.v21i1.374

Abstract

Marriage is basically building a sacred bond in which there are two persons united with a commitment to living together for all time. Every couple crave a harmonious relationship, get warmth, and eternal affection. But sometimes the desired happiness can not be realized, because of the various problems that overshadow in the world of marriage one of which is infidelity. The study used a qualitative case study approach with 2 research subjects. Something that is unique in this study is when the phenomenon of infidelity involving a husband, but the household can still be maintained. The resilience mechanism found in wives who are victims of husband infidelity is the "reaching out" model, namely healing from trauma by searching for more positive life experiences. Keywords: Case studies, Infidelity, Resilience, Reaching Out Abstrak Pernikahan pada dasarnya adalah membangun sebuah ikatan suci dimana ada dua pribadi yang disatukan dengan komitmen hidup bersama sepanjang masa. Setiap pasangan mendambakan hubungan yang harmonis, mendapat kehangatan, dan kasih sayang yang abadi. Namun terkadang pernikahan yang bahagia tidak terwujud, karena berbagai permasalahan yang mambayangi dalam dunia pernikahan salah satunya adalah perselingkuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan 2 subjek penelitian. Sesuatu yang unik pada penelitian ini adalah ketika terjadi fenomena perselingkuhan yang melibatkan suami, tetapi rumah tangga masih bisa dipertahankan. Mekanisme resiliensi yang ditemukan pada istri yang menjadi korban perselingkuhan suami adalah model “reaching out”, yaitu penyembuhan dari trauma dengan mencari pengalaman hidup yang lebih positif. Kata kunci: Studi Kasus, Perselingkuhan, Resiliensi, Reaching Out
Dinamika Resiliensi Pada Istri yang Menjadi Korban Perselingkuhan Suami Andreas Corsini Widya Nugraha; Hanna Rahmi
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.572 KB) | DOI: 10.31599/jki.v21i1.374

Abstract

Marriage is basically building a sacred bond in which there are two persons united with a commitment to living together for all time. Every couple crave a harmonious relationship, get warmth, and eternal affection. But sometimes the desired happiness can not be realized, because of the various problems that overshadow in the world of marriage one of which is infidelity. The study used a qualitative case study approach with 2 research subjects. Something that is unique in this study is when the phenomenon of infidelity involving a husband, but the household can still be maintained. The resilience mechanism found in wives who are victims of husband infidelity is the "reaching out" model, namely healing from trauma by searching for more positive life experiences. Keywords: Case studies, Infidelity, Resilience, Reaching Out Abstrak Pernikahan pada dasarnya adalah membangun sebuah ikatan suci dimana ada dua pribadi yang disatukan dengan komitmen hidup bersama sepanjang masa. Setiap pasangan mendambakan hubungan yang harmonis, mendapat kehangatan, dan kasih sayang yang abadi. Namun terkadang pernikahan yang bahagia tidak terwujud, karena berbagai permasalahan yang mambayangi dalam dunia pernikahan salah satunya adalah perselingkuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan 2 subjek penelitian. Sesuatu yang unik pada penelitian ini adalah ketika terjadi fenomena perselingkuhan yang melibatkan suami, tetapi rumah tangga masih bisa dipertahankan. Mekanisme resiliensi yang ditemukan pada istri yang menjadi korban perselingkuhan suami adalah model “reaching out”, yaitu penyembuhan dari trauma dengan mencari pengalaman hidup yang lebih positif. Kata kunci: Studi Kasus, Perselingkuhan, Resiliensi, Reaching Out
Body Image dan Kecenderungan Body Dismorphic Disorder pada Remaja Nabila Frianti; Kus Hanna Rahmi; Andreas Corsini Widya Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.14867

Abstract

Pada   masa   pubertas   remaja   mengalami   perubahan   dan   pertumbuhan   pada   tubuhnya. Perubahan yang tidak sesuai dengan keinginanan dapat memicu timbulnya rasa ketidakpuasaan terhadap diri. Kemudian timbulnya penilaian terhadap standar tubuh ideal yang menenkanan diri untuk memenuhi dan membuat diri sendiri untuk sesuai dengan standar tubuh ideal dengan menggunakan berbagai cara. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja. Penelitian ini melibatkan sebanyak 150  remaja yang dipilih menggunakan teknik cluster samping, responden dipilih berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan dan kesediaan menjadi responden. Penelitian ini menggunakan instrument skala body image yang diadaptasi dari Cash dan Pruzinsky, instrument skala kecenderungan body dysmorphic disorder yang diadaptasi dari Watkins. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik correlational Spearman. Hasilnya menunjukan terdapat hubungan negatif antara body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Semakin tinggi tingkat kecenderungan body dysmorphic disorder maka semakin rendah tingkat body image.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL DISTRESS DENGAN PERILAKU MAKAN TIDAK SEHAT PADA REMAJA Alifa Ramadhani Putri; Kus Hanna Rahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18642

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan kritis karena peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Dengan adanya perkembangan remaja seringkali menimbulkan masalah dan perubahan perilaku dalam kehidupan remaja tersebut. Salah satu bentuk perubahan perilaku pada masa remaja dapat dilihat dari perubahan perilaku makan yang dapat mengarah pada perilaku makan yang sehat atau kecenderungan perilaku makan yang tidak sehat. Adanya tekanan yang dirasakan oleh remaja serta Ketika dihadapkan pada fluktuasi emosi yang tidak menentu, remaja menjadi dominan dan tidak mampu mengendalikan emosinya sehingga memunculkan emotional distress atau disebut dengan respon negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang terjadi diantara emotional distress dengan perilaku makan tidak sehat pada remaja. Penelitian ini melibatkan sebanyak 100 responden dipilih berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan dan kesediaan menjadi responden, menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan instrument skala DBEQ yang diadaptasi dari  van strein et al, instrumen skala DASS yang diadaptasi oleh damanik. Data penelitian  ini dianalisis menggunakan teknik correlation statistik non-parametrik dari pearson. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan positif antara emotional distress dengan perilaku makan tidak sehat pada remaja. Semakin tinggi emotional distress maka semakin tinggi perilaku makan tidak sehat.  Saran untuk siswa agar bisa mengalihkan respon negatif  kepada hal-hal yang lebih positif.
HUBUNGAN ANTARA SEX EDUCATION DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA REMAJA AWAL PUTRI DI KOTA BEKASI Nadia Nurmaularni; Kus Hanna Rahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18643

Abstract

Peneliti telah melakukan survei tempat penelitian sehingga munculnya permasalahan yang terjadi dilapangan yaitu remaja putri yang mengalami kecemasan menghadapi menstruasi awal (menarche)dan kurangnya pengetahuan remaja putri tentang sex education, karena masih dianggap sebagai suatu hal yang tabu sehingga remaja yang belum memiliki kesiapan terhadap pubertasnya. Metode penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang telah digunakan dalam adalah probability sampling dengan jenis convenience sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rentang validitas kecemasan menghadapi menarche yaitu 0,379-0,687 dan rentang validitas sex education yaitu 0,296-0,808. Hasil reliabilitas pada kecemasan menghadapi menarche yaitu 0,874 dan sex education 0,801 hasil dapat dikatakan reliabel apabila memiliki nilai p>0,8. Hasil uji normalitas masing-masing memiliki nilai yang signifikan sebesar 0.010 pada variabel sex education dan 0.006 pada variabel kecemasan menghadapi menarche. Selanjutnya, hasil uji linieritas menggunakan deviation form linierity pada kedua variabel memiliki nilai yang signifikan yaitu sebesar 0.275. Hasil uji korelasi antara variabel kecemasan menghadapi menarchedengan sex education -0,099 dengan taraf signifikan (2-tailed) sebesar 0,295. Sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan yang mengarah negatif antara kecemasan menghadapi menarche dengan sex education di SMP NEGERI X. Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu pada hasil uji normalitas memiliki data yang tidak terdistribusi normal tetapi memiliki hubungan yang linier. Penelitian ini menunjukkan hasil hubungan korelasi yang mengarah negatif, maka semakin tinggi kecemasan menghadapi menarchemaka semakin rendah sex education, sebaliknya jika semakin rendah kecemasan menghadapi menarchemaka semakin tinggi sex educationnya
Fear of Missing Out dengan Nomophobia pada Mahasiswa : Kus Hanna Rahmi, Candias Cathartika Sukarta Kus Hanna Rahmi
Social Philanthropic Vol. 1 No. 2 (2023): Dinamika Perilaku Sosial di Ruang Maya
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sp.v1i2.1808

Abstract

The use of smartphones in students can cause various kinds of negative impacts such as feelings of anxiety when away from smartphones. Students experience feelings of anxiety based on the fear of missing out on information and activities that other people do, this causes feelings of anxiety away from smartphones which is often called nomophobia. This study aims to determine whether there is a relationship between fear of missing out with nomophobia tendencies in psychology students. by using a total of 147 respondents from the psychology faculty of University Bhayangkara. The method used in this study is correlational with the aim of seeing the relationship of the two variables studied, using SPSS version 25. The results of the calculation of the correlation test R = 0.664, with a significance level of p = 0.00 (p>0.05). These results show that fear of missing out is positively related to nomophobia in psychology students at University Bhayangkara. Suggestions for students in particular are to be able to regulate the use of smartphones as an effort to prevent nomophobia tendencies which will have a negative impact on health and social interaction, so that students will find it easier to understand. interact and have a calm feeling.
Hubungan Antara Kecerdasan Spiritual dengan Quarter Life Crisis pada Dewasa Awal Shofura Nur Almalail; Kus Hanna Rahmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4629

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan quarter life crisis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Subjek pada penelitian ini adalah dewasa awal yang berusia minimal 21 tahun, dengan teknik pengambilan data menggunakan Teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas X. Alat ukur penelitian ini berupa skala Quarter Life Crisis dan skala Kecerdasan Spiritual dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian metode analisis yang digunakan pada penelitian kali ini ialah Korelasi pearson product moment. Diketahui bahwa terdapat hubungan negatif antara Quarter Life Crisis dengan Kecerdasan Spiritual pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas X dengan nilai signifikan sebesar <001 (p<0.05) dengan nilai korelasi sebesar -0.487** yang dari hasil penelitian terdapat adanya hubungan antara Quarter Life Crisis dengan Kecerdasan Spiritual pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas X dalam penelitian ini. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, semakin tinggi Quarter Life Crisis maka semakin rendah Kecerdasan Spiritual begitupun sebaliknya semakin rendah Quarter Life Crisis maka sekin tinggi Kecerdasan Spiritual.
Dinamika Psikologis Berhadapan dengan Kematian pada Petugas Palang Hitam Andreas Corsini Widya Nugraha; Hanna Rahmi; Yunika Balsa
Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET Vol 8 No 01 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/mind set.v8i01.317

Abstract

The purpose of this study is to understand how the psychological dynamics of Palang Hitam officers. The Jakarta Parks and Cemetery Department has a special team ready to evacuate the corpse. They are known as the Palang Hitam Team. Their duty is to take care of abandoned and neglected corpse. Every experience that had experienced by a Palang Hitam officers forms a pattern and its won psychological dynamics. Psychological dynamics of Palang Hitam officers become interesting because they are idiocentric, as different from the experience of people in general. The work adjacent to the unnatural death and the frequent handling intensity creates the psychological dynamics of the concept of death itself to Palang Hitam officers. Methods of data collection were done by interview method, observation, group discussion, and documentation, conducted on four participants. The study found five findings on the psychological dynamics of Palang Hitam officers, based on experiences of daily interaction with death. The experiences of interacting with the object of death form a pattern of psychological dynamics in Palang Hitam officers, such as anxiety when confronted with close relatives who experience death, self-acceptance, and coping mechanisms are the findings of this study.
HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI DENGAN KECENDERUNGAN DEPRESI PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN dian ayu nurmalasari; Kus Hanna Rahmi
Indonesian Journal of Social Work Vol 7 No 2 (2024): IJSW
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/ijsw.v7i1.1002

Abstract

Correctional Families to be aware of mistakes, improve themselves, and not repeat criminal acts so that they can be accepted again by the community and play an active role in development. During their time in prison, inmates are isolated from the outside world, far from those closest to them, they lose their privacy and freedom, so they have to obey the rules of LAPAS which can lead to psychological pressure. This study intends to analyze the relationship between resilience With the Tendency of Depression in Prisoners in Correctional Institutions. The population in this study were convicts in correctional institutions, namely around 1914 people and then taking as many as 200 respondents who were in LAPAS were deliberately involved in this study. Respondents were selected using techniques convenience sampling, Respondents were selected based on predetermined characteristics and willingness to become respondents. This study uses a scale instrument resilience adapted from Reivich & Shatte and the depressive propensity scale instrument adapted by Schmitt. Research data were analyzed using correlational techniques Pearson’s. The results show that there is a negative relationship between resilienceand depressive tendencies. In dealing with the need for a positive response to unpleasant conditions so that they can strengthen themselves in adapting to change
Fear of Missing Out dengan Nomophobia pada Mahasiswa : Kus Hanna Rahmi, Candias Cathartika Sukarta Hanna Rahmi, Kus; Cathartika Sukarta , Candias
SOCIAL PHILANTHROPIC Vol. 1 No. 2 (2023): Dinamika Perilaku Individu dalam Konteks Sosial dan Ruang Maya
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/y3tnj475

Abstract

The use of smartphones in students can cause various kinds of negative impacts such as feelings of anxiety when away from smartphones. Students experience feelings of anxiety based on the fear of missing out on information and activities that other people do, this causes feelings of anxiety away from smartphones which is often called nomophobia. This study aims to determine whether there is a relationship between fear of missing out with nomophobia tendencies in psychology students. by using a total of 147 respondents from the psychology faculty of University Bhayangkara. The method used in this study is correlational with the aim of seeing the relationship of the two variables studied, using SPSS version 25. The results of the calculation of the correlation test R = 0.664, with a significance level of p = 0.00 (p>0.05). These results show that fear of missing out is positively related to nomophobia in psychology students at University Bhayangkara. Suggestions for students in particular are to be able to regulate the use of smartphones as an effort to prevent nomophobia tendencies which will have a negative impact on health and social interaction, so that students will find it easier to understand. interact and have a calm feeling.