Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Meningkatkan Karakter Kerja Sama Siswa Melalui Pembelajaran Tari Ratoeh Jaroe Rifki Ayu Rosmita
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.751 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i1.949

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran tari Ratoeh Jaroe dalam meningkatkan karakter kerja sama siswa. Tari Ratoeh Jaroe merupakan perpaduan antara gerak badan dan tangan yang membutuhkan kerja sama antar penari. Hasil temuan dilapangan menunjukan bahwa siswa sulit untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa dalam pembelajaran tari. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran sinektik. Sintaks model dalam pembelajaran ini terdiri dari empat langkah, yaitu persiapan, pengenalan konsep melalui analogi dan eksplorasi, serta presentasi karya siswa. Setelah dilakukan dua siklus dengan menggunaka model sinektik dalam pembelajaran tari Ratoeh Jaroe dapat meningkatkan karakter kerja sama siswa kelas 5 Sekolah Dasar At-Taqwa. Analogi langsung, analogi personal, dan analogi konflik yang diterapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan karakter kerja sama siswa dalam pembelajaran tari Ratoeh Jaroe.
KAJIAN NILAI BUDAYA PADA TARI BEDAYOU TULANG BAWANG Rifki Ayu Rosmita
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jupe.v6i2.2750

Abstract

This study aims to examine the cultural values in the Bedayou Tulang Bawang dance. The Bedayou Tulang Bawang dance was analyzed using ethnochoreologi theory assisted by folklore theory. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation studies. To analyze the cultural value in the Bedayou Tulang Bawang dance, the researchers used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The analysis produces cultural values, namely the value of self-confidence and nemui nyimah (friendly, polite, and tolerant).
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SENI TARI ANAK USIA DINI DI PAUD CERIA DESA REMPUNG LOMBOK TIMUR Nada salwa; Jumrah; Rifki Ayu Rosmita
Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2022): Islamic EduKids (Juni 2022)
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/iek.v4i1.5186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam mengembangkan bakat tari anak usia dini dan kendala yang di hadapi dalam mengembangkat bakat tari anak usia dini di PAUD Ceria Desa Rempung. Di PAUD Ceria Desa Rempung anak-anak yang memiliki bakat tari dapat tersalurkan dengan optimal, dapat dilihat dari piala yang didapatkan dari hasil lomba yang diikuti oleh anak-anak PAUD Ceria Desa Rempung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: strategi yang digunakan dalam mengembangkan bakat tari anak menyediakan sarana dan prasarana tari, memberikan hadiah/reward, menyediakan kostum sesuai dengan tema tari, menciptakan gerakan yang menarik dan sederhana, menggunakan alat peraga, memilih lagu yang menarik bagi anak, mengadakan lomba dengan sekolah-sekolah lain, dan guru memiliki bakat tari. Adapun kendala yang dihadapi dalam mengembangkan bakat tari anak usia dini di PAUD Ceria Desa Rempung yaitu tidak ada dorongan bereksplorasi, tidak boleh berimajinasi, orang tua yang overprotektif, orang tua yang kekurangan ekonomi, dan faktor dari anak itu sendiri.    
Implementation of the Assalamualaikum Dance in Developing Kinesthetic Intelligence of PIAUD Students -, Rifki Ayu Rosmita
Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the implementation of the Assalamualaikum Dance in developing the kinesthetic intelligence of students. The study employs a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used in this research are observation, interviews, and documentation. The subjects of this study are fifth-semester students from the Early Childhood Education Study Program at UIN Mataram. The data analysis techniques used in this study include data reduction, data display, and conclusion drawing. Based on the data analysis results, it was found that the implementation of the Assalamualaikum Dance was conducted according to the learning objectives to develop students' kinesthetic intelligence. The application of the Assalamualaikum Dance was carried out in the following steps: performing body exercises first, demonstrating movements with counts, demonstrating movements accompanied by music, and conducting movement evaluations. Based on the data obtained, it can be concluded that these activities can develop students' kinesthetic intelligence. It is evident from the movements performed, such as body strength in executing movements, body flexibility in performing movements, body balance during movement, body coordination while moving, and movement skills while dancing.
Implikasi Tidur Siang Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Selama Kegiatan Belajar Deni Noviyanti Windiastuti; Rifki Ayu Rosmita; Sarifudin
Global Education Trends Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Trends-Desember
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i2.1333

Abstract

Tidur siang merupakan salah satu rutinitas yang dapat mendukung kesiapan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tidur siang dan keterkaitannya dengan konsentrasi belajar anak di Denniza Day Care, Perumahan Royal Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi nonpartisipan, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Kelas Pisang, dan anak usia 3–5 tahun. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur siang dilaksanakan secara rutin setelah makan siang, meskipun anak menunjukkan respons yang berbeda; sebagian anak mudah tertidur, sedangkan sebagian lainnya memerlukan bantuan guru. Setelah tidur siang, anak tampak lebih siap memusatkan perhatian, mempertahankan konsentrasi, merespons instruksi guru, dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Namun, konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh karakteristik individu, motivasi, aktivitas sebelum pembelajaran, tingkat kesulitan tugas, lingkungan belajar, dan dukungan guru. Temuan ini menunjukkan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu kondisi pendukung kesiapan belajar anak, tetapi tidak membuktikan adanya pengaruh sebab-akibat secara langsung terhadap konsentrasi belajar
Penerapan Permainan Enggrang Batok Kelapa dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Dasan Lendang Gustiana Ningsih; Wahyu Hananingsih; Rifki Ayu Rosmita
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): July, Emerging Issues in Education, Society, and Humanities.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kd64tj14

Abstract

This study aims to describe the implementation of the coconut shell stilt game in developing gross motor skills among children aged 5-6 years at TK Dasan Lendang and to identify the difficulties experienced by children during the activity. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, and children aged 5-6 years as data sources. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the coconut shell stilt game was implemented through several stages, including preparing the equipment and play environment, demonstrating how to use the stilts, practicing standing on the stilts, and walking using the stilts with teacher guidance. The activity provided opportunities for children to develop body balance, hand foot coordination, leg muscle strength, and movement control while walking. Children who initially experienced difficulties gradually became more stable and confident through teacher assistance, encouragement, and repeated practice. The difficulties encountered included balance, movement coordination, leg strength, courage and self-confidence, understanding of game rules, concentration, children's physical condition, and the condition of the play environment.
Implementasi Kegiatan Mewarnai dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4–5 Tahun di TK Islam Al-Halimi Mashabihul Amali Lombok Tengah Eka Sherliana S; Sarifudin Sarifudin; Rifki Ayu Rosmita
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2026): October, Education, Social Transformation, and Humanities in the Digital Era
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bntfjn73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan mewarnai dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di TK Islam Al-Halimi Mashabihul Amali Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa kelas A, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan pengumpulan, reduksi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mewarnai dilaksanakan secara terstruktur melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi penyusunan rencana pembelajaran dan penyiapan media mewarnai. Tahap pelaksanaan mencakup senam jari, bimbingan penggunaan genggaman krayon, latihan koordinasi visual-motorik melalui pengontrolan garis dan batas gambar, kebebasan memilih warna, serta pemberian penguatan positif. Evaluasi dilakukan melalui penilaian autentik harian dengan empat kriteria perkembangan, yaitu Belum Muncul, Mulai Muncul, Berkembang Sesuai Harapan, dan Berkembang Sangat Baik. Faktor pendukung meliputi ketersediaan alat dan bahan, lingkungan belajar yang aman, bimbingan guru, dan strategi pembelajaran yang tepat. Adapun faktor penghambat meliputi keraguan anak dalam memilih warna, keterbatasan variasi warna, perbedaan kemandirian, dan kebutuhan pendampingan individual.