Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Voice Of Midwifery

PENGARUH LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DMPA TERHADAP DISFUNGSI SEKSUAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMANDRE Ny Patmahwati
Voice of Midwifery Vol 8 No 01 (2018)
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injectable contraceptive Depot Medroxy progesterone Acetate (DMPA) is one of the hormonal contraceptives that is widespread and increases over time. According to WHO, today almost 380 million couples run family planning and 66 - 75 million of them, especially in developing countries, using hormonal contraceptives. The use of contraceptive DMPA injections for a long time will cause sexual dysfunction in the form of decreased libido. This research is a research to find out the influence of long time use of DMPA injection tool to decrease libido in working area of Kamandre Health Center. The data collection time approach in this study is cross sectional. Population in this research is all mother of KB acceptor, who visited at Kamandre Health Center of Luwu Regency at. The sample in this research is all of the DM acceptors of DMPA acceptor who visited at Kamandre Public Health Center during October - November 2017 with Sampling technique of Pourposive Sampling. The result of the study showed 38 respondents old use Kb injection <24 months 11% which decreased libido and 39% did not decrease libido. While the duration of use Kb injection> 24 months 47% decreased libido and 3% did not decrease libido, so that the result of computerized statistic test obtained p value is 0.000 (p <0,005) means Ho rejected and Ha received. From the results of the study can be concluded that there is Influence between the long use of DMPA Injecting with Sexual Dysfunction in the Working Area of Kamandre Puskesmas Luwu District. Keywords :  Duration of DMPA Injection Usage,  Decreased Libido
PERBANDINGAN INDEKS MASSA TUBUH ANTARA AKSEPTOR SUNTIK HORMONAL DENGAN IMPLANT DI PUSKESMAS WARA SELATAN KOTA PALOPO Patmahwati Patmahwati
Voice of Midwifery Vol 9 No 1 (2019): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v9i1.84

Abstract

Pemakaian kontrasepsi memiliki efek samping. Efek samping yang biasa dirasakan akseptor KB di Indonesia pada umumnya adalah kenaikan berat badan, perdarahan, hipertensi, pusing kepala, mual, dan tidak haid. Efek samping tersebut timbul pada akseptor suntik 21,9%, pil 14,1%, implan 13,5%, dan IUD 4,8%. Kontrasepsi suntik dan implan levonogestrel mengandung hormon progesteron atau estrogen yang menyebabkan perubahan metabolisme tubuh yaitu berat badan. Penelitian ini bertujuan membandingkan IMT akseptor dengan suntik hormonal dan implan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif cross-sectional. Sampel sebanyak 30 akseptor dan masing-masing 10 akseptor suntik DMPA, suntik estradiol sipionat, dan implan levonogestrel di Puskesmas Wara Selatan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan rerata IMT implan lebih tinggi daripada suntik hormonal. Berdasarkan uji simpel anova, IMT (p=0,031). Dapat disimpulkan, terdapat perbedaan bermakna rerata IMT antara akseptor suntik hormonal dan implan levonogestrel. Kata Kunci :Suntik Hormonal, Implant, IMT
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLIEFERA) PADA IBU HAMIL TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR Yusnidar Yusnidar; Andi Kasrida Dahlan; Patmahwati Patmahwati
Voice of Midwifery Vol 10 No 1 (2020): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v10i1.106

Abstract

Latar Belakang : Tepung daun kelor merupakan salah satu suplemen gizi pada ibu hamil Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun kelor (moringa oliefera) pada ibu hamil terhadap berat badan bayi baru lahir. Metode : Jenis penelitian true experiment. Desain yang digunakan adalah Randomized Double Blind,postestcontrolled. Sampel dalam penelitian ini ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan ³28 minggu sebanyak 38 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Ibu hamil yang diberikan kapsul tepung daun kelor adalah kelompok intervensi dan ibu hamil yang tidak diberikan kapsul zat besi (Fe) adalah kelompok kontrol. Pengukuruan berat badan lahir dilakukan setelah intervensi 60 hari kemudian post-test menimbang berat badan bayi baru lahir dengan dosis 2 kali 2 kapsul sehari. Sampel berat badan bayi baru lahir ditimbang menggunakan timbangan bayi (baby scale). Analisis data dilakukan dengan Uji independent sample T-test. Hasil : tidak terdapat perbedaan yang signifikan berat badan bayi lahir yang diberikan tepung daun kelor dan Fe berdasarkan kategori p-value>0,05. Bayi yang lahir normal sebanyak 100% dari kelompok yang diberikan tepung daun kelor. pada bayi lahir normal sebanyak 94,7% dari kelompok yang diberikan Fe. Dan bayi lahir yang tidak normal tidak terdapat pada kelompok yang diberikan tepung daun kelor 0% sedangkan bayi lahir tidak normal pada kelompok yang diberikan Fe terdapat 5,3%. Namun diliat dari nilai rerata terdapat perbedaan yang signifikan berat badan bayi baru lahir antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p-value 0,001. Nilai mean Post-test pada kelompok intervensi 3389,47±382,82Sedangkan pada kelompok kontrol nilai mean post-test 2936,84±400,29. Simpulan : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kapsul tepung daun kelor lebih efektif meningkatkan berat badan bayi dibandingkan pada kelompok kontrol. Kata kunci : Berat badan bayi baru lahir, Tepung daun kelor
POLA MAKAN DAN SIKAP DENGAN STATUS GIZI ANAK PADA BALITA Nurliana Mansyur; Asmawati Asmawati; Patmahwati Patmahwati
Voice of Midwifery Vol 10 No 2 (2020): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v10i2.121

Abstract

Pendahuluan : Gizi adalah proses pemanfaatan makanan di dalam tubuh. Status gizi pada masa balita merupakan masa yang paling penting dan perlu untuk mendapatkan perhatian dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan mengetahui hubungan pola makan dan sikap dengan status gizi anak pada balita.. Metode : Survei analitik pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan simple sandom sampling berjumlah 61 orang. Data diolah pada SPSS versi 21.0. Analisa data mencakup analisis univariat, dan analisis bivariat dengan uji chi-square (ρ value <0,005). Hasil : Balita yang megalami gizi baik dengan pola makan baik berjumlah 43 orang (70,5%), dan balita gizi baik dengan pola makan kurang berjumlah 6 orang (9,8%) Sedangkan gizi kurang dengan pola makan kurang berjumlah 11 orang (18,0%), balita gizi kurang dengan pola makan baik hanya 1 orang (1,6%). Hasil analisis uji analisis bivariat didapatkan ada hubungan pola makan dengan status gizi balita (nilai ρ value < ά =0,000<0,05), ada hubungan sikap ibu dengan status gizi balita (nilai ρ value < ά = 0,000 <0,05). Simpulan : Ada hubungan pola makan, sikap dengan status gizi balita, sehingga diharapkan kepada ibu untuk lebih memantau status gizi anaknya dan mengontrol pemberian makannya. Kata Kunci : Gizi, Balita, Pola Makan, Sikap.