Suharty Roslan
Universitas Halu Oleo

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SOCIETAL

Respon Masyarakat Terhadap Keberadaan Organisasi Kerukunan Waria Sulawesi Tenggara (KWST) Di Kota Kendari Orin Orin; Suharty Roslan; Dewi Anggraini
SOCIETAL Vol 9, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini, 1. Untuk mengetahui Bentuk-bentuk kegiatan yang Dilakukan KWST Agar di Terima di Lingkungan Masyarakat. 2. Untuk mengetahui Respon Masyarakat Terhadap Keberadaan Kerukunan Waria Sulawesi Tenggara (KWST) di Kota Kendari .Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penentuan informan menggunakan teknik purposive, pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data dengan metode analisis dekriptif kualitatif yaitu memaparkan gejala-gejala atau kenyataan yang diperoleh di lapangan secara jelas dan menggambarkan secara sistemtatis. Hasil penelitian 1. Respon Menerima, Organiasi KWST ini memiliki respon yang baik dan diterima keberadaannya oleh masayarakat disekitarnya dikarenakan memberikan kesan yang baik, berperan sebagai wadah pembinaan serta melalui kegiatan-kegiatan positif yang selalu dilakukan dan diadakan oleh organiasi KWST ini. Respon Menolak, anggapan masyarakat organiasi KWST tersebut membuat semakin banyaknnya waria-waria, perilaku yang menyimpang, pemahaman LGBT itu adalah perbuatan dosa dalam agama Islam. 2. Kegiatan organisasi KWST, adanya kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan, ikut andil dalam membantu program-program pemerintah seperti sosilaisasi bahaya HIV/AIDS dan juga bahaya NAPZA serta kegiatan persahabat dengan mengikuti perlombaan serta kegiatan pembinaan antar sesama anggota untuk menjalin pershabatan/silahtirahi antar sesama angoota KWST.
GERAKAN DEMONSTRASI MAHASISWA DAN REAKSI SOSIAL MASYARAKAT (Studi Kasus Di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari) Zais Zais; Suharty Roslan; Bakri Yusuf
SOCIETAL Vol 9, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui tipologi aksi demonstrasi mahasiswa dan untuk mengetahui bentuk-bentuk reaksi sosial masyarakat terhadap gerakan demonstrasi mahasiswa di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara (interview) dan dokumentasi. Data penelitian yang dihimpun selanjutnya diolah dan dianalisis, analisis data dilakukan dari awal hingga akhir penelitian. Komponen-komponen analisis data mencakup reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Adapun menjadi Informan penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Lalolara yang tinggal disekitaran pertigaan kampus, meliputi Pemilik Ruko, Pedagang, Pengguna jalan dan Mahasiswa yang melakukan Demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi aksi demonstrasi mahasiswa yang ada di Kelurahan Lalolara Kota Kendari terbagi menjadi dua yakni gerakan demonstrasi gerakan moral dan gerakan demonstrasi gerakan politik. Dari beberapa tipologi aksi demonstrasi tersebut melahirkan reaksi sosial masyarakat di Kelurahan Lalolar. Adapun reaksi sosial masyarakat Kelurahan Lalolara terhadap aksi demonstrasi mahasiswa Kota Kendari terbagi menjadi tiga yakni, simpati, antipati dan antisipasi.
Perilaku Agresif di Kalangan Pemuda (Studi di Desa Wakinamboro Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan) La Aliman; Suharty Roslan; Dewi Anggraini
SOCIETAL Vol 10, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Siompu Desa Wakinamboro Kabupaten Buton Selatan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi faktor yang mengakibatkan munculnya perilaku agresif dikalangan pemuda terhadap masyarakat di Desa Wakinamboro Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. (2) Untuk mengetahui dampak dari perilaku agresif  pemuda di Desa Wakinamboro Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa (1) Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab perilaku agresif dikalangan pemuda adalah akibat adanya rasa frustasi karena banyaknya  kebutuhan yang harus dipenuhi, adanya profokasi dan juga bisa didasari dari tindakan agresif seseorang, lingkungan pergaulan yang diakibatkan dari kecenderungan seseorang  dalam mengkonsumsi minuman beralkohol hingga mabuk dan sikap kepribadian diakibatkan dari sifatnya amarah serta proses perilaku agresif. (2) Dampak yang di akibatkan dari perilaku agresif ini adalah adanya suasana yang kurang nyaman bagi masyarakat seperti adanya kebiasaan nongkrong hingga larut malam tanpa mengelan tempat dan waktu. Dampak berikutnya adalah terjadinya perilaku menyimpang yaitu terjadinya pelanggaran terhadap norma-norma sosial maupun norma agama seperti kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol yang bisa menjurus pada kericuan dan perkelahian antar pemuda maupun kelompok pemuda lainnya.
PERILAKU KONSUMTIF REMAJA DALAM BERBELANJA MELALUI ONLINE SHOP DI KELURAHAN ANDUONOHU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Chaerunnisa Ramadhani Piabang; Suharty Roslan; Ratna Supiyah
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan 1) (a) konsumtif dalam bentuk fashion, Fashion merupakan istilah umum untuk gaya populer, khususnya pakaian, make up, aksesoris. (b) Konsumtif dalam bentuk food, meliputi makanan dan minuman yang dapat dipesan secara online. (c) konsumtif dalam bentuk fun, Ketertarikan remaja juga terekspresikan melalui cara mereka dalam mencari-cari barang yang sesuai dengan keinginan. 2). (a) Faktor internal, yang dimana faktor internal meliputi: faktor psikologi, Faktor ini sangat tercermin dari sikap seorang remaja dalam kehidupannya sehari-hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan lainnya. faktor pribadi, kepribadian remaja faktor yang paling dominan berpengaruh berdasarkan proses hasil penelitian adalah mindset (atau pola fikir, cara pandang). (b) faktor eksternal, yang dimana faktor eksternal meliputi: kebudayaan, Faktor kebudayaan mengenai segala sesuatu yang melandaskan suatu gaya hidup food,fun, dan fashion melalui kegiatan makan, hiburan dan gaya berpakaian dalam pemikiran Bourdieu merupakan sebuah modal. Kelas sosial, Kelas sosial dapat diartikan sebagai suatu gambaran individu atau kelompok masyarakat yang dilihat melalui aspek sosial dan ekonomi seperti melalui pendidikan, pendapatan, pekerjaan, kekuasaan, dan sebagainya. Kelompok sosial, kelompok sosial menjadi rekan dalam melakukan kegiatan terkait perilaku konsumtif remaja. Keluarga, keluarga dapat didefinisikan sebagai suatu unit masyarakat yang terkecil yang perilakunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli pruduk.
PROBLEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING)/ONLINE PADA SISWA SMA DIMASA PENDEMI COVID-19 (Studi Didesa Waitii Barat, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi) Alirasid Alirasid; Suharty Roslan; Sarmadan Sarmadan
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika siswa SMA di dalam proses pelaksanaan pembelajaran daring/online dimasa pandemic COVID-19 Desa Waitii Barat, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi dan untuk mengidentifikasi strategi siswa SMA dalam mengatasi problem tersebut di Desa Waitii Barat, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif metode fenomenologi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang terdiri dari guru, siswa dan orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, dokumentasi, diskusi kelompok fokus (Focus Group Discussion, FGD) dan kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa problem yang di hadapi oleh siswa SMAN 1 TOMIA yang berada di Desa Waitii Barat, Kecmatan Tomia yaitu pertama kurangnya fasilitas, kurangnya fasilitas seperti HP, pulsa, dan kouta yang membuat para siswa sangat sulit untuk mengikuti proses pembelajaran DARING/online sehingga mereka harus bersusah payah untuk merusaha mendapatkan fasislitas itu. Kedua, jaringan yang tidak memadai, jaringan ini juga sangat penting dalam proses pembelajaran DARING/online dan jika tidak ada jaringan atau kurang baik proses pembelajaran DARING/online tidak akan dilakukan. Ketiga, kurang dalam bimbingan teknologi, kurangnya bimbingan teknologi membuat mereka kebingungan dalam pengaplikasian zoom.
MODAL SOSIAL PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN KENDARI BEACH (Studi Di Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat) Helmi Damayanti; Suharty Roslan; Bakri Yusuf
SOCIETAL Vol 10, No 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Untuk mengetahui bentuk modal sosial pada pedagang kaki lima di kawasan Kendari Beach Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat (2) untuk mengetahui peran modal sosial dalam kehidupan sosial ekonomi pedagang kaki lima di kawasan Kendari Beach Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa bentuk modal sosial (jaringan sosial, kepercayaan, nilai dan norma) diantara modal sosial yang dijalankan oleh pedagang kaki lima adalah membangun kepercayaan. Bentuk kepercayaan yang dikembangkan antara lain melalui sistem saling menitipkan lapak jika tiba-tiba ada keperluan mendesak. Selain itu sesama pedagang saling membina sikap percaya dengan jaringan pertemanan antar pedagang yakni saling tolong-menolong, saling jujur, dan saling berbagi informasi. Jaringan sosial antar pedagang bertujuan untuk saling menguntungkan dan saling menjaga kepercayaan antara pedagang begitupun jaringa dengan konsumen. Nilai dan norma dibentuk untuk saling menjaga keamanan, kenyamanan, serta menjaga kelanggengan usaha. Peran modal sosial (memudahkan dalam menyelesaikan masalah, menumbuhkan rasa saling percaya dalam hubungan sosial, memungkinkan terciptanya jaringan kerja sama). Modal sosial berperan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada pada pedagang kaki lima yaitu permasalahan permodalan, kemudian menumbuhkan rasa saling percaya dalam hubungan sosial antara pedagang yang terbentuk karena adanya sikap saling jujur, dan saling membantu. Kemudian modal sosial juga berperan dalam menciptakan jaringan kerja sama antar pedagang dengan cara saling memberi informasi, kemudian beberapa pedagang dengan agen terjalin untuk mempermudah dalam memperoleh sumber daya atau barang dagang dan pedagang mendapatkan keringanan dalam proses pembayaran.