Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MANFAAT TEH OLOONG TERHADAP GAMBARAN URETER PADA PEMERIKSAAN MSCT STONOGRAFI PADA KASUS UROLITHIASIS DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR.HASAN SADIKIN BANDUNG Rahmat, Lili Julia; Damayanti, Oktarina; Aediana, Aediana; Nilasari, Vini
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The European Society of Urogenital Radiology mendefinisikan MSCT urografi atau ct stonografi sebagai pemeriksaan diagnostic yang dioptimalkan untuk pencitraan ginjal, ureter, dan kandung kemih dengan slice thickness tipis. MSCT stonografi sangat berperan penting dalam menegakkan diagnose batu saluran kencing tanpa menggunakan zat kontras positif akan tetapi untuk menegaskan gambaran ureter pada pemeriksaan ct stonografi pasien diharuskan minum air putih sebelum dilakukan scaning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara singkat manfaat teh oolong sebagai pengganti air putih dalam mempertegas gambaran ureter berupa adanya dilatasi ureter maupun peningkatan Hounsfield unit (HU). Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat DR. Hasan Sadikin Bandung menggunakan modalitas MSCT Hitachi Scenaria 128 slice dengan slice thickness 5 mm , collimation 0,625 x 84 dan Pitch 1,0781. Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian merupakan crossectional study terhadap 30 sample pasien yang dilakukan pemeriksaan ct stonografi dengan kasus uretrolithiasis secara acak yang terbagi dua kelompok yaitu 15 sample menggunakan teh oloong dan 15 sample tanpa teh oloong Rekontruksi citra multi planar reformat dan curve planar reformat dilakukan menggunakan Terarecon iNtuition client ver. 4.4.12.100. Uji chi square dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan pemberian teh oolong terhadap gambaran ureter yang terdiri dari variable terukur yaitu proksimal ureter (PU), medial ureter (MU) dan distal ureter (DU)
Composing Radiographic Dictionary for Radiology Students and Radiographers Reliyanti, Euis; Damayanti, Oktarina
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 3 No. 4 (2023): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v3i4.509

Abstract

The rapid development of science and technology on radiology requires radiology students in particular and radiographers in general to be able to understand and master the science and technology through books or scientific articles, which are mostly written in English. To help them understand the radiological scientific information easily, a complete basic terminologies dictionary on radiology is needed. This study aimed to analyze the vocabularies contained in radiology textbooks linguistically which then are compiled into a radiological pocket dictionary. This research used a qualitative descriptive method. Data were taken in the form of vocabulary list resulted from previous research conducted by the author on radiology textbooks in 2019. This research had 7 stages of activities which include syntactic, morphological, semantic, and phonetic analysis. In addition, the vocabularies then went through 2 stages of evaluation to check the perfection of words regarding to their writing, meaning, and pronunciation. Furthermore, each vocabulary was given an example of its use in the form of sentences in the context of radiology. Results of the study in the form of a pocket dictionary consisting list of basic radiological vocabulary/terms accompanied by the syntactic categories, the meaning of words in Indonesian language that are in accordance with the scientific context of radiology, phonetic transcription, and examples of the use of words in sentences in the context of radiology are expected to contribute to improving the quality of human resources of radiographers in Indonesia.
Perancangan dan Uji Kelayakan Alat Fiksasi Presisi Sudut 45° pada Radiografi Lumbal Proyeksi Oblik Ardiana Ardiana; Oktarina Damayanti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i6.7796

Abstract

Di bidang radiologi diagnostik, ketepatan penempatan objek pemeriksaan termasuk salah satu faktor yang berperan besar terhadap mutu citra radiografi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan alat bantu fiksasi presisi sudut 45° pada pemeriksaan radiografi lumbal proyeksi oblik. Permasalahan utama dalam praktik radiografi adalah penentuan sudut oblik yang masih bersifat subjektif sehingga berpotensi menurunkan konsistensi dan kualitas citra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental melalui tahapan perancangan, pembuatan, pengujian, dan evaluasi alat. Jumlah responden 10 tenaga medis yang terdiri dari radiolog dan radiographer, serta 15 orang pasien. Alat dirancang berbentuk prisma segitiga siku-siku dengan sisi miring 45° dengan menggunakan bahan akrilik transparan tebal 5 mm untuk menghindari artefak citra. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat memiliki akurasi sudut sebesar 45° sesuai nilai teoritis, dan mampu mempertahankan stabilitas posisi pasien tanpa pergeseran selama pemeriksaan. Kualitas citra radiografi menunjukkan visualisasi struktur anatomi yang jelas, khususnya Scottie Dog Sign, tanpa adanya artefak. Evaluasi kelayakan menggunakan kuesioner skala Likert menghasilkan indeks kelayakan sebesar 93,6% yang berada pada kategori sangat layak.
PENENTUAN ANALISIS DOSIS RADIASI PEMERIKSAAN CT SCAN THORAX DENGAN I-DRL BERDASARKAN ATURAN BAPETEN Oktarina Damayanti; Ardiana Ardiana; Lili Julia Rahman; Putri Siti Saihan
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2026): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v14i1.2997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat dosis radiasi pada pemeriksaan CT scan toraks non-kontras serta menilai kesesuaiannya dengan Indonesian Diagnostic Reference Level (I-DRL) yang ditetapkan oleh BAPETEN. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, menggunakan data dari 30 pasien dewasa yang menjalani pemeriksaan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Dustira, Cimahi. Indeks dosis radiasi yang dianalisis meliputi CTDIvol dan DLP, kemudian dibandingkan dengan nilai I-DRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CTDIvol sebesar 8,18 mGy dan DLP sebesar 358,97 mGy·cm masih berada di bawah batas acuan nasional masing-masing sebesar 11 mGy dan 430 mGy·cm, meskipun terdapat beberapa nilai yang melebihi batas yang direkomendasikan. Variasi dosis radiasi dipengaruhi oleh parameter teknis pemeriksaan dan karakteristik pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa protokol pemeriksaan yang diterapkan secara umum telah memenuhi standar keselamatan radiasi, namun tetap diperlukan upaya optimasi dosis secara berkelanjutan serta audit berkala
Uji Linieritas Keluaran Sebagai Indikator Kinerja Alat Radiografi Panoramik di Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung Oktarina Damayanti; Ardiana Ardiana
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i8.8020

Abstract

Radiografi panoramic memiliki peranan penting dalam membantu penegakan diagnosis secara menyeluruh pada area rongga mulut dan rahang. Penelitian ini bertujuan untuk uji linieritas keluaran terhadap kinerja alat radiografi panoramik di Instalasi Radiologi Diagnostik Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Pengujian dilakukan menggunakan alat ukur Multimeter Piranha pada alat radiografi panoramik merek Genoray Papaya. Parameter pengujian menggunakan tegangan tabung 70 kV dan waktu eksposi 12 detik dengan variasi arus tabung (mA) yaitu 5,0 mA, 6,5 mA, 8,0 mA, 10,0 mA, dan 12,0 mA. Data yang diperoleh berupa nilai output radiasi dan kerma udara ternormalisasi kemudian dianalisis berdasarkan standar toleransi uji linieritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa output radiasi mengalami peningkatan yang sebanding terhadap perubahan parameter eksposi. Nilai kerma udara ternormalisasi berada pada rentang 0,015–0,016 mGy/mAs dengan nilai penyimpangan linieritas sebesar 0,032. Nilai tersebut masih berada di bawah batas toleransi ? 0,100 sehingga hasil uji linieritas dinyatakan sesuai standar QC radiologi. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Quality Assurance pada alat radiografi panoramik di Rumah Sakit Santosa Kopo Bandung telah berjalan dengan baik berdasarkan parameter uji linieritas keluaran.