Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : TEKNOSIAR

Kampung Adat Koanara Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Kawasan Kelimutu Ende-Flores Silvester Masias Siso
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 2 (2014): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.271 KB)

Abstract

Desa Koarana memiliki Kampung Koanara dimana masih memiliki kehidupan budaya tradisional. Hal ini menjadi aset utama yang menjadi objek wisata. Kehidupan masyarakat di kampung tradisional serta adat dan tradisi merupakan kekayaan budaya yang dapat diangkat menjadi daya tarik wisata. keaslian sangat dibutuhkan untuk mengembangkan daya tarik wisata di tempat ini. Namun pada kenyataan, Kampung yang mempunyai kekayaan budaya, kini semakin mengalami penurunan kualitas dari budayanya. Modernnisasi menjadi salah satu masalah yang dihadapi di Kampung Koanara.Tujuan penelitian: Menemukenali kelokalan yang dimiliki oleh Kampung Koanara, Menemukenali aspek yang perlu dibenahi untuk mendukung kelokalan sebagai daya tarik wisata alternatif di Kampung Koanara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan dan pemanfaatan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam khususnya tetang kelokalan di Kampung Koanara. Selain itu juga dilakukan pengumpulan data sekunder berupa dokumen yang dapat menunjang penelitian ini.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa; Kelokalan Koanara telah mengalami perubahan baik kelokalan yang bersifat fisik maupun non fisik. Aspek yang perlu dibenahi untuk mendukung kelokalan Koanara sebagai daya tarik wisata adalah dengan membenahi diri, sehingga dapat menyuguhkan daya tarik yang dapat memberikan kesan unik kepada wisatawan. Dalam hal ini mengembalikan keaslian lokalitas yang merupakan ciri khas Koanara.
Perancangan Hotel Resort Di Daerah Roe, Desa Ngeghedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Shirly Wunas; Silvester Masias Siso; Thomas Mema
TEKNOSIAR Vol. 8 No. 1 (2014): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.829 KB)

Abstract

Manusia memiliki kesibukan dan gaya hidup yang berbeda. Terutama pada kehidupan kalangan perkotaan yang rentan dengan kejenuhan dan kepenatan dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Resort merupakan alternative yang dipersiapkan untuk memberi suasana relaksasi melalui view alam unggulan dan fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. Resort ini mengambil lokasi didaerah Roe, tepatnya di desa Ngeghedhawe, kecamatan Aesesa, kabuaten Nagekeo, provinsi Nusa Tenggara Timur.Menggunakan beberapa teori-teori arsitektur yang nendukung dan dapat digunakan sebagai pedoman ketika merancang. Melalui tema Arsitektur Hijau, resort ini lebih ditekankan pada penghijauan alam Mbay yang pada saat ini cuacanya cukup panas. Hasil penelitian ini adalah Menghasilkan sebuah konsep perencanaan dan rancangan sarana akomodasi pariwisata Hotel Resort di kawasan Roe daerah Mbay kabupaten Nagekeo yang memanfaatkan potensi alamiah yang ada disekitar kawasan dengan melakukan pendekatan terhadap arsitektur hijau sebagai acuan desain bangunan dan dapat memberikan jasa wisata berupa informasi wisata, penginapan serta jasa–jasa lain yang berkaitan dengan kegiatan wisata.
Pendekatan Arsitektur Tropis Pada Bangunan SMAK Syuradikara Ende Dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Siso, Silvester Masias; Kerong, Fabiola T.A.
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i1.1131

Abstract

Bangunan kolonial di Indonesia merupakan fenomena yang unik, percampuran budaya antara penjajah dan budaya Indonesia yang tidak terdapat ditempat lain serta disesuaikan  dengan kondisi iklimnya yaitu iklim tropis lembab. Kota Ende pada masa lalu menjadi salah satu daerah tujuan para pedagang dan pelayar dari Jawa,  Makassar,  dan  Ternate.  Karena  menjadi  salah  satu  titik  transit  para  pedagang  maka  sejarah keagamaan dan kepentingan-kepentingan Kolonialisme bermain di daerah-daerah pelabuhan di Kota Ende. Bangunan bernilai sejarah yang masih bertahan dan memiliki ciri arsitektur  kolonial di Kota Ende, salah satunya adalah bangunan Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Syuradikara, yang keberadaannya tanpa disadari beradaptasi dengan iklim tropis. Untuk mengetahui sejauh mana kondisi iklim tropis (pendekatan arsitektur tropis) dapat mempengaruhi desain bangunan SMAK Syuradikara di Kota Ende, maka penulis melakukan  kajian.  Kajian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan    metode  kualitatif  deskriptif.  Pendekatan terhadap iklim tropis yang dikaji meliputi orientasi bangunan, bukaan dan material yang digunakan. Metode kualitatif  deskriptif  digunakan  untuk  menguraikan  elemen  desain  bangunan  SMAK  Syuradikara  yang berkaitan  erat  dengan  iklim  tropis.  Dalam  melakukan  kajian  ini  pengumpulan  data  dilakukan  dengan wawancara,  survey,  observasi  dan studi literatur.  Dari hasil kajian ditemukan  bahwa orientasi  bangunan secara keseluruhan menghadap dan memanjang kearah utara   dan selatan. Permukaan bangunan yang menghadap arah datang dan terbenam matahari hanya sedikit yang menerima panas matahari. Aliran angin di sekitar bangunan datang dari arah timur dan barat dan ruangan yang mendapatkan  aliran angin yang baik adalah ruang kelas. Orientasi peletakan jendela lebih dominan menghadap ke arah utara dan selatan. Keberadaan  teras  disepanjang  bangunan  untuk  mengantisipasi  sinar  matahari  langsung  yang  mengenai dinding bangunan, serta hempasan dari air hujan. Material lantai dari keramik dan tegel yang belum dipoles dengan  permukaan  sedikit  kasar  sehingga  menyerap  panas,  ruangan  cenderung  lebih  dingin.  Dinding bangunan terbuat dari susunan bata yang diplester, tebal dinding antara 30 sampai 40 centimeter, sehingga dapat mereduksi udara panas yang ada dalam ruangan.
Pengembangan Kawasan Wisata Air Panas Nggela Dengan Pemanfaatan Landscape Sebagai Acuan Desain Sumbi, Anselinus Afendi; Siso, Silvester M.; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa
TEKNOSIAR Vol. 14 No. 2 (2020): Volume 14 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v14i2.1194

Abstract

Kabupaten Ende adalah salah satu kabupaten yang saat ini sedang gencar-gencarnya berusaha untuk meningkatkan kualitas sebuah kabupaten dengan berbagai strategis pembangunan. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor andalan yang mampu meningkatkan pendapatan daerah, mengingat daerah ini memiliki banyak sekali potensi – potensi wisata yang mampu menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Wisata yang di ambil tepat di desa Nggela, kecamatan Wolojita, kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur, permasalahan yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang memadai dan penataan Landscape yang belum teratur sehingga kawasan tersebut tidak mampu menampung wisatawan yang datang untuk beraktivitas, dengan ini perlu adanya pengembangan serta memanfaatan Landscape sebagai acuan desain serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana agar kawasan ini mampu menampung segala aktivitas yang terjadi. Metode yang digunakan dalam pengembangan kawasan Air Panas yaitu dengan metode pengumpulan data dan metode analisis data dengan teori-teori Arsitektur untuk mendukung dan sebagai pedoman ketika merancang melalui pemanfaatan Landscape.Ha sil desain dari Pengembangan Kawasan Wisata Air Panas Nggela yaitu konsep-konsep perancangan dengan gambar desain serta menerapkan pemanfaatan Landscape agar Obyek ini diharapkan dapat menjadi tempat wisata yang memiliki suasana yang berbeda dengan objek wisata yang lain pada umumnya di kabupaten Ende.
Penataan Kawasan Wisata Pantai Batu Cincin Di Kabupaten Ende Mariam, Siti; Siso, Silvester M.; Dede, Petrus Jhon Alfred Depa
TEKNOSIAR Vol. 16 No. 2 (2022): Volume 16 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v16i2.2608

Abstract

One of the beaches that has good natural potential and has been recognized by the Department ofCulture and Tourism of Ende Regency is Stone Ring Beach which is located in Ende Regency. StoneRing Beach is located in Raporendu Village, Nangapanda District, Ende Regency. The stone ringbeach itself is a cliff that is at sea level and there are holes like stone rings that are unique on thebeach. There is no road as vehicle access to enter Stone Ring beach because the area is still natural.The research with the title "Arrangement of Stone Ring Beach Tourism Area in Ende Regency" has aproblem formulation of how to organize Stone Ring Beach with facilities or infrastructure in order tosupport the activities of visitors. The purpose of this research is to plan and design the main facilitiesand supporting facilities that can make Stone Ring Beach an attractive and superior touristdestination.In this study, qualitative and quantitative research methods were used, while the data sourcesused were obtained from the results of direct observations and interviews with the community, villageofficials, and visitors to Stone Ring Beach. The data obtained will then be analyzed, the analysis usedincludes drafting site processing concepts, compiling zoning and utility concepts, compiling conceptsfor relations, magnitude, and space requirements, compiling concepts for spatial planning andcirculation, drafting regional characteristics concepts, drafting structural and construction concepts.The concept of formation that will be planned is to use the roof of the traditional house of Endedistrict and the surrounding community by considering the concept of ecotourism in order to maintainthe culture around the area.Based on the data analysis that has been carried out, the results obtainedfrom the analysis of the design of the Stone Ring beach tourist area refer to the concept of EcotourismArchitecture which is expected to develop the Stone Ring beach tourist area which has main facilitiesand adequate supporting facilities and can attract tourists to come and visit. The application of theEcotourism Architecture theme is also expected to improve the community's economy and not damagethe surrounding environment.
Asrama Putra Dan Putri Sma Negeri 6 Elar Di Kabupaten Manggarai Timur Dengan Tema Arsitektur Perilaku Siso, Silvester M.; dede, Petrus Jhon Alfred Depa; Reka, Farida Skolastika
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 April 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i1.3107

Abstract

Dormitory is a place of lodging intended for members of a group, generally school students. Dormitory is usually a building with rooms that can be occupied by several occupants in each room. The purpose of the research is to design a dormitory building which is equipped with facilities to meet the needs of students and behavioral architecture is a part of providing the required facilities. The method used in this study is in the form of collecting observation data, interviews, evaluating, and observing user behavior as a reference in the analysis of the application of building design. The concept of implementing behavioral architecture in dormitory buildings follows the symbol or symbol of the high school student council such as in the parking lot a hand-shaped pattern is applied. In the library building a book-shaped pattern is applied, at the roundabout a circular pattern is applied like a wrench and in the garden a star-shaped pattern is applied. The application of behavioral architecture is inseparable from the 4 principles of behavioral architecture such as aesthetics of form, being able to communicate with humans and the environment, paying attention to user behavior, and accommodating behavioral activities. So it can be concluded that the dormitory is one of the most important buildings, especially for SMAN 6 Elar and with the application of behavioral architectural design principles, it can be seen in the activity zone processing building, mass composition, as well as the inside and outside appearance of the building adapted to the character of the students. students..
Pengembangan Taman Rendo Menjadi Taman Bermain Anak Di Kota Ende (Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau) Siso, Silvester M.; lando, Maksimilianus; Mochdar, Dian Fitriawati
TEKNOSIAR Vol. 15 No. 2 (2021): Volume 15 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v15i2.3111

Abstract

Ende City is one of the cities in East Nusa Tenggara which has a children's playground called Taman Rendo. Rendo Park's initial function when it was built was as a recreation area with interesting photo spots. Rendo Park for the past dozen years has not been noticed so that it looks neglected and is not used by the public for recreational purposes. This is because there is no representative playground for children, so the government feels the need to develop Rendo Park into a children's playground. In the design plan, Green Architecture is the right design solution for the planned object. The method used is an architectural design method with a Green Architecture approach as a design reference. The analysis used in this design are environmental analysis, actor analysis, spatial analysis, mass shape analysis, and outdoor space analysis. Green Architecture is the right design solution for the planned object. The result is a playground that uses architectural elements as design principles to be explored. The purpose of green architecture in the design of the playground is applied to three points, namely: Building, which is a climate-responsive building concept that is in accordance with the characteristics of green architecture from mass form, roof shape, material, and structure. Landscape is an energy-efficient garden concept and the use of recycle sclupture which becomes site furniture later. Circulation is through convenience and comfort
Relasi Antara Ritual Joka Ju Dan Pola Permukiman Adat Di Desa Nggela, Kabupaten Ende-Flores Kerong, Fabiola T. A.; Siso, Silvester M.; Toy, Melky
TEKNOSIAR Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 Nomor 2 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v17i2.3407

Abstract

The traditional settlements in Nggela Village every year carry out the Joka Ju ritual or ritual of rejecting evil which involves the entire community. This ritual is carried out to ward off all bad luck and all forms of disease and is generally carried out after getting the harvest. This research will look at the process of this traditional ritual from the preparation process to the peak ritual, and the space in the traditional settlement pattern inhabited by traditional leaders (Mosalaki) of which there are 17 people in 15 traditional houses. The research method used is a qualitative method with a naturalistic approach. In this research, the relationship between the Joka Ju ritual and traditional settlement patterns in cosmology, traditional settlement boundaries, orientation and sacred zones/cultural spaces and beliefs can be seen.
Perancanaan Tempat Budidaya Ikan Air Tawar Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Ekologi Di Kabupaten Ende Siso, Silvester Masias; Mbabho, Fedrik
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i1.5591

Abstract

Budidaya ikan air tawar merupakan suatu upaya dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitaruntuk mencapai tujuan bersama dalam kelompok maupun individu. Kegiatan ini dilakukan dalam upayamemproduksi ikan dalam suatu wadah yang terkontrol dan berorientasi pada keuntungan. Kabupaten Endemerupakan sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Menurut data perikanan dankelautan Kabupaten Ende, tingkat perkembangan usaha perikanan, baik usaha penangkapan maupunbudidaya, masih rendah yang disebabkan karena keterbatasan modal atau sarana produksi, transportasi,keterampilan nelayan atau petani (ikan) yang masih rendah, dan juga penyediaan sarana pasca panen yangbelum memadai serta belum terjaminnya pemasaran dari hasil perikanan yang baik. Hal ini sangatdisayangkan, karena selain dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, dari sektor ini juga dapatdiharapkan untuk memperbaiki tingkat asupan gizi bagi masyarakat Kabupaten Ende, serta mampumeningkatkan taraf ekonomi bagi pengusahanya. Arsitektur Ekologi merupakan sebuah konsep yangmemadukan ilmu lingkungan dan ilmu arsitektur. Arsitektur Ekologi memiliki orientasi utama pada modelpembangunan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan alam dan lingkungan buatan yang harmonisantara lingkungan, manusia, dan bangunan.