Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Aslam Aslam; Abdul Azis Wahab; Diding Nurdin; Nugraha Suharto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2742

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 28 kepala sekolah pada Sekolah Dasar Muhammadiyah se-DKI Jakarta. Teknik pengambilan data yang digunakakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kepala sekolah dapat mengelola sekolah untuk meningkatkan kinerja mengajar guru dengan model dan strategi yang dibangun dalam rangkan mewujudkan tujuan organisasi. dimensi atau indikator kepemimpinan instruksional yang dapat mempengaruhi kinerja mengajar guru adalah mengembangkan misi dan tujuan peningkatan kurikulum sekolah, pengembangan komunitas belajar profesional, mengembangkan lingkungan kerja dan mempromosikan iklim pembelajaran akademik.
Analisis Peranan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesional Guru di Sekolah Dasar Salwa Meliana Sabrina; Aslam Aslam
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3220

Abstract

Penelitian ini didasarkan dalam peranan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionl guru. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambaran beberapa temuan di lapangan, menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 7 (orang) terdiri dari kepala sekolah, perwakilan empat guru, dan dua karyawan dengan objek penelitian meliputi Analisis Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesional Guru di SDN Kali Baru 3 Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokementasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala sekolah telah melaksanakan peranan berupa arahan dan instruksi kepada guru, pegawai tentang apa yang harus dilakukan. Sehingga arahan dan instruksi dapat dicermati dan diikuti dengan baik dan maksimal, (2) Faktor pendukung peranan kepala sekolah selama ini terbuka untuk saling kerjasama dan memberikan kenyamanan kepada guru. Sedangkan faktor penghambatnya terdapat salah satu guru yang masih kurang paham menggunakan teknologi. 
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM MENYIAPKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DITINJAU DARI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Farhanna Oka Putri; Aslam
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2939

Abstract

Munculnya wabah pandemi Covid-19 menjadi sebuah rintangan dan tantangan baru bagi dunia pendidikan yang mengharuskan guru meningkatkan kompetensi kepribadiannya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang tampaknya sangat sulit untuk memaksimalkan pembelajaran dalam usaha mewujudkan pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu sebagai seorang guru dapat memberikan pengaruh positif bagi siswanya, mengingat guru merupakan orang tua kedua bagi siswa saat berada disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompetensi kepribadian guru dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SDS Kartika X-4 dengan mewawancarai seorang guru. Untuk memperoleh data peneliti membutuhkan beberapa proses yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tinjauan literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi kepribadian guru mempunyai peran yang penting dalam pembelajaran jarak jauh karena berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa di SDS Kartika X-4. Oleh sebab itu penting bagi seorang guru untuk menguasai kompetensi kepribadian guru dengan mengikuti pelatihan atau seminar secara online agar guru menjadi kreatif, bukan hanya kreatif dalam materi akademik saja namun kreatif dalam memberikan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM MENYIAPKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH DITINJAU DARI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Farhanna Oka Putri; Aslam
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2939

Abstract

Munculnya wabah pandemi Covid-19 menjadi sebuah rintangan dan tantangan baru bagi dunia pendidikan yang mengharuskan guru meningkatkan kompetensi kepribadiannya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang tampaknya sangat sulit untuk memaksimalkan pembelajaran dalam usaha mewujudkan pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu sebagai seorang guru dapat memberikan pengaruh positif bagi siswanya, mengingat guru merupakan orang tua kedua bagi siswa saat berada disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompetensi kepribadian guru dapat berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SDS Kartika X-4 dengan mewawancarai seorang guru. Untuk memperoleh data peneliti membutuhkan beberapa proses yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tinjauan literature. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi kepribadian guru mempunyai peran yang penting dalam pembelajaran jarak jauh karena berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa di SDS Kartika X-4. Oleh sebab itu penting bagi seorang guru untuk menguasai kompetensi kepribadian guru dengan mengikuti pelatihan atau seminar secara online agar guru menjadi kreatif, bukan hanya kreatif dalam materi akademik saja namun kreatif dalam memberikan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.